Nobar lagi ! Setelah sekitar dua bulan program nonton film bareng di perpustakaan terhenti, pada hari Jumat (23/05) kegiatan tersebut dilaksanakan kembali di Perpustakaan Si Ciput SMP Negeri 3 Malang.
Kegiatan nobar ini sempat terhenti karena libur sekitar lebaran juga banyaknya agenda ulang tahun dan ujian kelas sembilan.
Kali ini film yang ditayangkan adalah Home, film animasi dari Amerika Serikat dengan genre komedi, fiksi, dan ilmiah.
Film yang dirilis pada 2015 bercerita tentang ras alien dengan nama Boov yang akan menyerang bumi untuk membangun rumah baru mereka dengan alasan karena sebelumnya mereka diserang oleh bangsa Gork.
Nobar, dokumentasi Siciput
Sesampai di bumi, Oh salah salah satu anggota mereka membuat kesalahan dengan memberitahu kepada bangsa Gork titik koordinat bumi.
Akibatnya bangsa Gork ikut datang ke bumi yang jadi tempat pelarian Boov.
Oh pun menjadi buronan bagi bangsa Boov lainnya karena kesalahan yang telah ia perbuat.
Dalam pelariannya, Oh bertemu dengan anak manusia bernama Tip yang benci dengan Boov karena gara gara mereka ia terpisah dengan ibunya.
Nobar, dokumentasi Siciput
Meski jadwal tayang yang seharusnya dimulai jam setengah satu, dimajukan menjadi jam setengah sepuluh karena hari itu siswa pulang lebih awal, hal tersebut tidak mengurangi antusias siswa untuk mengikuti acara nobar.
Selama menonton film siswa didampingi tim perpustakaan yaitu Pak Putra, Bu Ayu, Bu Ratri dan Bu Eka.
Banyak pelajaran yang bisa diambil dari film Home ini. Tentang persahabatan, kasih sayang juga saling menghargai.
Sumber gambar : Showpoiler
“Film ini sangat menginspirasi kami untuk tidak membeda bedakan teman, dan saling menghargai antar sesama makhluk hidup. Kita tidak boleh menganggap remeh seseorang, karena bisa jadi seseorang itu yang bisa mengubah masa depan kita menjadi lebih baik,” demikian diungkapkan oleh Darrel kelas 8.1.
Jam masih menunjukkan pukul 14.00 siang. Suasana Dieng Cineplex sudah begitu ramai. Maklumlah akhir pekan. Berdua saya dengan seorang teman segera membeli dua tiket. Aha, sesuai rencana hari itu kami akan menonton film Cocote Tonggo.
Rasa tertarik untuk melihat film ini berawal dari potongan potongan film yang selalu muncul di Instagram saya.
“Sepertinya lucu ini Bu, ayo lihat?” ajak saya pada teman saya, dan langsung di iyakan. Wuih, senangnya… Kapan lagi bisa nonton bareng seperti ini.
Ketertarikan pada film ini semakin bertambah ketika Kompasianer Siska Artati mengajak saya nonton film ini.. he..he.. . Waduh, tidak terbayangkan bagaimana seandainya saya dan Mbak Siska nonton bareng. Ramai pasti..
Belum selesai, kira kira seminggu yang lalu ada sebuah bus besar berhenti di depan hotel dekat sekolah saya. Bus dengan tulisan Cocote Tonggo. Wah, bus ini seolah ngawe awe mengajak saya menonton film ini.
Bus Cocote Tonggo, dokumentasi pribadi
Film dibuka dengan lagu dangdut Jacky yang diputar dari sebuah tape recorder yang digeledek keliling kampung. Lagu yang pernah dipopulerkan Rita Sugiarto di kisaran tahun 80 an ini langsung membuat kami tersenyum. Feel-nya langsung kena.
Lagu Jacky, orang orang kampung yang ribut mau melihat persiapan shooting film terasa begitu ramai.
Rupanya hari itu memang ada acara shooting pembuatan iklan untuk promosi Jamu Djoyo milik Ibu Tien, salah satu penduduk kampung tersebut.
Di awal film sudah tampak betapa sirik dan julidnya beberapa warga kampung yaitu Bu Pur dan teman temannya pada keluarga Bu Tien. Komentar komentar pedas selalu diberikan oleh Bu Pur atas apapun yang dilakukan Bu Tien dan Murni anaknya.
Cocote Tonggo, sumber gambar : Kapanlagi.com
Cocot dalam bahasa Jawa artinya mulut tapi dengan konotasi kasar.
“Cocote Tonggo” artinya cibiran tetangga. Makanya tak heran sepanjang film ini kita disuguhi dengan ulah tetangga yang suka mencibir pada orang lain. Tetangga yang suka nyinyir dan selalu sibuk menggunjing orang lain.
Film dengan durasi kira- kira dua jam ini bercerita tentang pasangan suami istri , Luki (Denis Adhiswara) dan Murni (Ayu Shita) yang mewarisi usaha toko jamu dari Bu Tien.
Toko Jamu kesuburan yang semula laris itu semakin menurun pembelinya karena Murni yang sudah menikah selama lima tahun belum juga dikaruniai anak. Bagaimana mungkin penjual jamu kesuburan sendiri belum juga punya anak?
Kondisi Murni yang demikian ini dipakai Bu Pur dan teman- temannya untuk memojokkan dan menekan Murni secara langsung ataupun lewat sosmed, dan berakibat toko jamu semakin sepi.
Dengan niat agar toko jamu ramai kembali, Murni dan Lukipun mengikuti program hamil.
Tidak cukup itu, usaha dilanjutkan dengan ke dukun bayi bahkan mencari tanaman parijoto.
Parijoto adalah tanaman di sekitar makam Sunan Muria yang dipercaya bisa meningkatkan kesuburan.
Suasana dan konflik makin ramai ketika Luki menemukan bayi di depan rumah, dan Murni memutuskan untuk pura-pura hamil agar Toko Jamu Djoyo ramai kembali.
Dalam bioskop, dokumentasi pribadi
Sandiwara akhirnya berakhir dan membuka sebuah sejarah masa lalu tentang mengapa Bu Pur begitu membenci keluarga Murni. Sandiwara yang ternyata juga membongkar aib dari keluarga Bu Pur sendiri.
Lalu bagaimana akhir kisah ini? Apakah Murni dan Luki dikaruniai anak?
Sepertinya menonton film ini terasa lebih mengasyikkan.
Dari awal hingga akhir film ini sukses mengajak para penontonnya tertawa. Dialog Jawa yang kental, ungkapan- ungkapan spontan yang muncul, lagu- lagu dangdut lawas dari tape recorder nya Mbah Mila membuat film terasa segar. Meski penuh dengan bahasa Jawa tapi penonton tak usah khawatir karena ada terjemahannya.
Kehadiran Yati Pesek (Mbah Mila), Asri Welas (Bu Pur), Bayu Skak ( sebagai Pak Gatot, meski muncul cuma sebentar), Sundari Soekotjo (Bu Tien), Brilliana Arfira (Bulik Yayuk), Maya Wulan (Bu Heri), Putri Munjo (Bu Wira) membuat film ini terasa begitu ramai. Ya, nuansa julid tetangga di kampung begitu terasa.
Khasnya film Bayu Skak, dialog yang ada ‘misuh’ nya kadang muncul. Bagusnya dalam film ini misuhnya sudah jauh berkurang, tidak seperti di film Sekawan Limo misalnya.
Sebagai hiburan di akhir pekan film ini cukup recomended tapi kurang cocok untuk anak -anak.
Dokumentasi pribadi
Ada pelajaran penting yang bisa diambil dari film ini, yaitu jangan biarkan lingkungan sekitar mendikte kita dalam melangkah.
Tidak perlu menghiraukan segala omongan atau komentar orang lain, asal kita yakin dengan apa yang kita lakukan dan tetap berada di atas kebenaran, terus saja berjalan.
Ya, kebahagiaan kita tergantung kita sendiri. Jangan biarkan orang lain ikut menentukan standar kebahagiaan kita.
Sebuah kubus memiliki volume 216 cm³. Hitunglah panjang diagonal ruang kubus tersebut!
2. Balok dan Perbandingan
Sebuah balok memiliki perbandingan panjang : lebar : tinggi = 3 : 2 : 1. Jika luas permukaan balok adalah 352 cm², hitunglah volumenya!
Macam macam bangun ruang, tangkapan layar pribadi
3. Limas Segiempat
Sebuah limas segiempat beraturan memiliki sisi alas 12 cm dan tinggi limas 8 cm. Hitunglah luas permukaan limas (termasuk alas)!
4. Gabungan Kubus dan Tabung
Sebuah kubus dengan rusuk 14 cm dilubangi oleh tabung yang sumbunya sejajar dengan diagonal ruang kubus. Jika diameter tabung 7 cm, hitung volume bagian kubus yang tersisa setelah dilubangi!
5. Bola dan Kerucut
Sebuah kerucut memiliki tinggi 24 cm dan jari-jari alas 7 cm. Jika di dalam kerucut dimasukkan bola terbesar yang mungkin, hitunglah volume bola tersebut!
6. Prisma Segitiga
Sebuah prisma segitiga memiliki alas berbentuk segitiga siku-siku dengan sisi 6 cm, 8 cm, dan 10 cm. Jika tinggi prisma 15 cm, hitunglah luas permukaannya!
7. Optimasi Ruang
Sebuah kotak berbentuk balok dengan panjang 12 cm, lebar 9 cm, dan tinggi 8 cm akan diisi oleh kubus kecil dengan rusuk 3 cm. Berapa banyak kubus kecil yang dapat dimasukkan?
Soal 2
Rumus luas dan volume bangun ruang, tangkapan layar pribadi
1. Aplikasi dalam Bangun Datar
Sebuah persegi panjang memiliki panjang diagonal 15 cm dan lebar 9 cm. Panjang persegi panjang tersebut adalah…
2. Segitiga Samakaki
Sebuah segitiga samakaki memiliki alas 12 cm dan tinggi 10 cm. Keliling dan luasnya adalah…
3. Bangun Ruang
Sebuah balok memiliki panjang rusuk 8 cm, 6 cm, dan 24 cm. Panjang diagonal ruang dan diagonal bidang balok tersebut adalah…
5. Soal Cerita
Seorang anak menaiki tangga yang bersandar pada tembok. Jika jarak kaki tangga ke tembok adalah 1,5 meter dan tinggi tembok yang dicapai tangga adalah 2 meter, maka panjang tangga tersebut adalah…
6. Triple Pythagoras
Diketahui segitiga siku-siku dengan sisi-sisi berupa bilangan bulat. Jika salah satu sisi siku-sikunya adalah 20 cm, maka pasangan sisi yang mungkin untuk sisi siku-siku lainnya dan sisi miring adalah…
Soal 3
Sumber gambar: Kompasiana
1. Diketahui x dan y adalah bilangan bulat positif yang memenuhi persamaan:
xy + 3x + 5y = 109
Tentukan semua pasangan (x, y) yang memenuhi persamaan tersebut.
2. Diberikan segitiga ABC dengan AB = 10 , BC = 17 , dan AC = 21 . Titik Dterletak pada sisi BC sehingga AD adalah garis tinggi. Hitung panjang AD.
3. Dalam suatu turnamen catur, setiap peserta harus bermain tepat satu kali melawan setiap peserta lainnya. Jika total terdapat 120 pertandingan, berapa banyak peserta dalam turnamen tersebut?
4. Tentukan semua bilangan bulat positif n sehingga n^2 + 5n + 6 adalah bilangan prima.
5. Dalam sebuah kotak terdapat 4 bola merah dan 6 bola biru. Jika diambil 2 bola secara acak tanpa pengembalian, berapa peluang bahwa kedua bola berwarna sama?
Tiada hari tanpa prestasi. Sepertinya itu budaya yang ada di SMP Negeri 3 Malang.
Ya, setelah berbagai prestasi diraih para siswa Bintaraloka dari berbagai bidang, kini cabang volly pun ikut unjuk gigi.
Ya, tim volly SPENTI pada tanggal 18/5 telah meraih juara ketiga dalam HEXA CUP TURNAMEN VOLI Se Malang Raya yang diadakan oleh SMA Negeri 6 Malang.
Tim SPENTI , dokumentasi Voli
Dalam turnamen kali ini tim SMP Negeri 3 Malang mengirimkan sembilan siswa yaitu Romi kelas 9.1, Aguero kelas 9.9, Taufiq kelas 9.7, Rido kelas 9.6, Vio kelas 9.9, Angga kelas 8 , Lila kelas 7, Aqeel kelas 9.2 dan Rizal kelas 9.4.
Total seluruh peserta dalam turnamen kali ini adalah 10 tim, dan pertandingan dilaksanakan salama dua hari yaitu 17-18 Mei 2025.
SPENTI in action, dokumentasi tim voli
Setelah pertandingan yang ketat melawan tim dari SMP Negeri 6 dan SMP Negeri 10 Malang, akhirnya tim asuhan Moch Haris Sasongko ini berhak mendapatkan gelar juara tiga.
Wajah cerah tampak di mana-mana. Kerja keras dan perjuangan telah terbayar dengan sebuah kemenangan yang sangat membanggakan.
Bersama piala kejuaraan, dokumentasi tim voli
Sungguh pengalaman yang mengesankan, terutama bagi siswa kelas sembilan yang sebentar lagi akan meninggalkan bangku SMP.
Akhirnya selamat pada tim bola volley SPENTI, semoga ke depan prestasi kalian akan semakin bersinar.