Belajar untuk Kehidupan, Sebuah Catatan Pelaksanaan Ujian Praktik Sekolah

Awal Pebruari adalah hari yang begitu sibuk di Bintaraloka. Ya, sejak tanggal 2 hingga 9 Pebruari siswa akan menjalani ujian praktik sebagai salah satu syarat kelulusan dari SMP Negeri 3 Malang.

Ujian praktik ini diadakan dalam waktu satu Minggu dan diikuti sekitar 280 siswa. Semua mapel diuji praktekkan dengan menggunakan semua ruang kelas sembilan

Pemandangan berbeda sangat tampak sejak kita masuk dari lorong depan kelas 9.1 di pekan ujian ini. 

Semangat persiapan ujian, dokumentasi pribadi

Semangat! Itu yang terasa di mana-mana.

Di depan ruang- ruang ujian siswa demikian sibuk. Ada yang menyanyikan lagu-lagu wajib, menghafalkan teks dialog, orasi, deklamasi, termasuk juga presentasi tentang pembuatan topeng Malangan.

Semangat persiapan ujian, dokumentasi Bintaraloka
Siap mengikuti ujian, dokumentasi pribadi

Di tempat lain, siswa dalam balutan busana daerah Jawa siap menyajikan drama. Berbagai macam properti disiapkan untuk tampilan kelompok mereka.

Selesai? Belum. Di ruangan lain peralatan band sudah siap untuk dimainkan siswa. Di depan ruang tersebut siswa menyiapkan diri agar bisa tampil maksimal saat mendapat giliran.

Siswa tampak demikian sungguh-sungguh. Tentu saja, mereka ingin mendapatkan nilai yang maksimal sekaligus memberikan persembahan karya yang terbaik untuk sekolah.

Siap ujian praktik matematika, dokumentasi pribadi

Berbagai materi diujikan pada siswa, seperti; peribadatan dan membaca kitab suci (mapel agama), praktik olah raga, uji larutan asam basa dan praktikum ayunan bandul (mapel IPA), penggunaan konsep matematika untuk memecahkan masalah sehari-hari, keberanian berpendapat dan hafalan lagu wajib ( mapel PKN), membuat vlog “A Day in My Life” ( mapel TIK), termasuk juga membaca deklamasi, dialog juga drama untuk Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Jawa.

ujian praktik IPS, dokumentasi Bintaraloka

Kemeriahan ujian praktik sangat terasa ketika kita memasuki area ujian seni dan bahasa. Ya, di sana para siswa bersama kelompok band mereka membawakan lagu-lagu bergenre pop, jazz, rock, hingga dangdut dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Bukan sekedar untuk mencari nilai yang bagus, penyelenggaran ujian praktik memiliki banyak hal baik yang merupakan investasi berharga pada diri siswa. Hal baik tersebut misalnya:

1. Menggali dan Melestarikan Budaya Bangsa 

Melalui ujian bahasa Jawa siswa belajar untuk mencintai warisan leluhur. Lewat drama bahasa Jawa mereka tidak hanya belajar bahasa daerah, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur, unggah-ungguh, tata krama, dan filosofi yang terkandung di dalamnya. 

Deklamasi, ujian praktik Bahasa Indonesia, dokumentasi Bintaraloka
Ujian praktik Bahasa Jawa, dokumentasi Bintaraloka

Melalui puisi dan deklamasi siswa belajar menghargai seni dan sastra. Deklamasi puisi mengajarkan mereka untuk meresapi keindahan bahasa, mengekspresikan perasaan, dan memahami makna mendalam dari setiap rangkaian kata. Hal tersebut menumbuhkan kepekaan estetika dan emosional.

2. Membangun Karakter dan Mental yang Tangguh 

Dengan ujian praktik olah raga, orasi, presentasi dan dialog siswa belajar tentang keberanian, rasa percaya diri sekaligus bagaimana berkomunikasi di depan orang banyak. Lewat kegiatan ini juga mereka belajar tentang sportivitas, kerjasama tim, merayakan kemenangan dengan rendah hati dan menerima kekalahan dengan lapang dada.

Persiapan ujian praktik PJOK, dokumentasi pribadi
Dialog, ujian praktik Bahasa Inggris, dokumentasi Bintaraloka

 3. Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif 

Lewat ujian matematika mereka belajar bagaimana menghubungkan teori dengan kehidupan nyata. Matematika realistik mengajarkan siswa bahwa matematika tidak hanya tentang rumus di kertas, tetapi ada di mana-mana. 

Matematika realistik , dokumentasi pribadi

Lewat ujian di laboratorium siswa belajar bagaimana mengasah keterampilan proses sains, mulai dari  merumuskan masalah, membuat hipotesis, melakukan eksperimen, menganalisis data, hingga menarik kesimpulan. 

Ini melatih mereka untuk berpikir logis, sistematis, dan tidak mudah percaya pada informasi tanpa bukti.

Ujian praktik IPA, dokumentasi Bintaraloka

Tidak semua eksperimen akan langsung berhasil, dari sini siswa juga akan belajar dari kegagalan. Mereka belajar bahwa kegagalan adalah bagian dari proses, dan akan segera melakukan perbaikan.

4. Menanamkan Nilai-nilai Spiritual dan Sosial

Lewat ujian praktik agama siswa belajar untuk memperdalam penghayatan agama sekaligus toleransi dan saling menghormati. Ya,  lingkungan sekolah yang beragam membuat ujian agama dilakukan bermacam-macam sesuai dengan agama yang dipeluk siswa.

Siswa dipersiapkan untuk menghadapi dunia nyata yang kompleks, di mana yang dibutuhkan bukan hanya hafalan, tetapi juga kemampuan memecahkan masalah, bekerja sama, berkomunikasi, dan beradaptasi.

Membaca Al Quran , dokumentasi Bintaraloka

Akhirnya secara keseluruhan, rangkaian ujian praktik ini mengajarkan satu hal yang sangat mendasar bahwa belajar adalah untuk kehidupan, bukan hanya untuk ujian.

Lewat kegiatan ini siswa belajar menjadi manusia yang utuh, yang tidak hanya cerdas secara intelektual , tetapi juga terampil dan berkarakter baik. 

Ujian praktik PKN, dokumentasi Bintaraloka

Mereka dipersiapkan untuk menghadapi dunia nyata yang kompleks, di mana yang dibutuhkan bukan hanya hafalan, tetapi juga kemampuan memecahkan masalah, bekerja sama, berkomunikasi, dan beradaptasi.

Matematika Realistik, Sebuah Alternatif Pelaksanaan Ujian Praktik Matematika 

Suatu hari di ruang kelas. Siswa duduk dengan kelompoknya, berpasang-pasangan dan tampak asyik berdiskusi. Ada dua bungkusan permen di hadapan mereka. Di setiap bungkusan tertera harga, dan keduanya sedang menghitung berapa harga satuan tiap permen.

“Permen jenis pertama kita misalkan x ya?” kata anak pertama dalam sebuah kelompok. Temannya mengangguk langsung menulis di buram

“Berarti permen kedua kita misalkan y,” tambah anak kedua sambil meneruskan hitungan. Dua buah persamaan matematika terbentuk dan keduanya langsung menyelesaikannya dengan berbagai metode yang pernah dipelajari yaitu eliminasi, subtitusi , campuran dan metode grafik.

Siswa mengerjakan ujian praktik matematika, dokumentasi pribadi

Diskusi terus berlangsung dan senyum kelegaan tampak ketika penyelesaian diperoleh. “Berarti harga permen jenis pertama lima ratus, jenis kedua tiga ratus,” kata mereka setengah berbisik supaya jangan sampai mengganggu peserta yang lain.

“Yes, ayo gambar grafiknya,”

Selembar kertas milimeter dikeluarkan, penggaris, pensil spidol mulai ikut berbicara. Ya, tugas mereka sekarang membuat grafik penyelesaian soal yang ada.

“Bu, apakah permen boleh dikeluarkan dari plastik?” tanya seorang anak pada guru pengawas ujian. “Tidak boleh, karena kalau salah masuk, nanti kalian akan mendapatkan hasil pecahan,” jawab Bu Guru.

“Walah..,” tangan yang sudah hendak membuka kantong plastik  tempat permen langsung batal. Daripada mendapat hasil pecahan, pikirnya.

Di atas adalah suasana ujian praktik matematika yang kami adakan di dalam satu minggu ini.  Ujian  dilaksanakan di bulan Pebruari supaya sesudahnya kami bisa lebih fokus untuk persiapan TKA juga  ujian tulis sekolah.

Jika di ujian praktek sebelumnya kami menguji ketrampilan siswa  dalam menggunakan alat alat matematika seperti jangka, busur, penggaris dan meminta siswa untuk menggambar transformasi, kali ini kami mencoba menerapkan  matematika realistik dalam ujian praktik.

Apakah matematika realistik itu?

Matematika Realistik adalah pendekatan pembelajaran yang menempatkan matematika sebagai aktivitas manusia yang harus dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari atau situasi nyata. 

Pendidikan Matematika Realistik atau Realistic Mathematics Education (RME) dicetuskan pertama kali oleh Prof. Hans Freudenthal di Belanda pada tahun 1971. 

Di Indonesia, pendekatan ini diterapkan lewat program Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) sekitar tahun 1998-1999 dan dipelopori oleh tim dosen dari berbagai LPTK yang belajar langsung di Belanda. 

Unsur- utama dalam Matematika Realistik adalah penggunaan masalah kontekstual sebagai titik awal, pengembangan model sendiri oleh siswa (modelling), kontribusi aktif siswa, interaktivitas, dan keterkaitan antar topik matematika. Pendekatan ini menekankan bahwa matematika adalah aktivitas manusia, bukan sekadar rumus. 

Materi yang kami ambil dalam ujian praktik kali ini adalah penggunaan Sistem Persamaan Linier Dua Variabel untuk memecahkan masalah. 

Dalam pelaksanaannya pada siswa diberikan dua buah bungkusan yang berisi permen. Tiap bungkus berisi dua jenis permen dengan jumlah yang berbeda dengan bungkusan yang lain, dan ada harga yang tertera di setiap bungkus.

Media ujian praktik matematika, dokumentasi Fathim

Contoh: bungkus pertama berisi permen A lima buah dan permen B dua buah dengan harga Rp 1900,00, sedangkan bungkusan kedua berisi empat permen A dan tiga permen B seharga Rp 1800,00. Pada siswa diminta mencari harga tiap butir permen, menjawab beberapa pertanyaan serta menggambar grafik penyelesaian soal tersebut di atas.

Soal dikerjakan dalam waktu 120 menit secara berkelompok.

Nah, mengapa pelaksanaan ujian praktik matematika di atas bisa dikatakan menggunakan pendekatan matematika realistik?

1. Konteks Nyata dan Bermakna

Penggunaan permen adalah merupakan konteks nyata dan sangat familiar bagi siswa. Masalah menghitung harga satuan adalah masalah yang sangat sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

2. Modelling Matematika

Dalam ujian ini untuk mencari harga satuan siswa diajak untuk mentransformasi situasi nyata (dua paket permen dengan harga berbeda) menjadi model matematika berupa sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV).

· Contoh:

    Paket A: 5 permen A dan  2 permen B harga Rp 1900

    Paket B: 4 permen A dan 3 permen B= harga Rp  1800

 dengan memisalkan x = harga permen A dan y = harga permen B akan  muncul persamaan:

  5x + 2y = 1900

  4x+ 3y =  1800

3. Kontribusi aktif siswa dalam proses penemuan dan penyelesaian

Di sini siswa bisa menggunakan berbagai strategi sendiri (coba-coba, eliminasi, substitusi, grafik atau campuran.

4. Interaktivitas dan Diskusi

Aktivitas mencari harga satuan yang dilaksanakan berkelompok akan mendorong diskusi untuk menemukan hubungan antara paket permen dan persamaan, juga grafik yang sudah dibuat.

5. Keterkaitan antar topik matematika 

Dalam proses mencari harga satuan siswa akan banyak menggunakan prinsip aljabar, ataupun persamaan garis lurus ketika mereka menggunakan metode grafik.

Dengan matematika realistik siswa bisa diajak untuk  ‘merasakan’ matematika dalam konteks nyata, sehingga pemahaman mereka lahir dari pengalaman, bukan hafalan

Sesudah satu soal selesai, setiap kelompok bisa saling bertukar media untuk menyelesaikan soalBu Bu. Waktu dua jam cukup untuk mengerjakan dua soal, dan yang paling menyita waktu adalah saat pembuatan grafik.

Suasana ujian praktik, dokumentasi pribadi

“Tidak sulit, kami harus teliti saja, “

“Menyenangkan, tidak begitu tegang,” komentar beberapa siswa tentang ujian yang baru saja dilaksanakan.

Akhirnya penerapan matematika realistik dalam ujian praktik tidak hanya bisa menjadi alternatif yang menarik, tapi juga membuka kesadaran siswa bahwa matematika  sangat dekat dengan kehidupan kita. 

Dengan matematika realistik siswa bisa diajak untuk  ‘merasakan’ matematika dalam konteks nyata, sehingga pemahaman mereka lahir dari pengalaman, bukan hafalan, dan inilah yang akan membuat matematika konsep tertanam kuat dalam benak mereka.

Semoga bermanfaat, salam matematika 😊 

Kunjungan Perpustakaan Keliling: Permudah Akses Literasi, Tingkatan Minat Baca

Sebuah mobil berwarna biru memasuki area sekolah. Setelah parkir di tempat yang strategis, dua orang turun sambil tersenyum ramah. 

“Selamat pagi, kami dari perpustakaan kota,”

Aha.., tanpa penjelasan tersebut sebenarnya kami sudah tahu siapa yang berkunjung dari berbagai tulisan yang ada di mobil.

Ya,  hari ini sekolah kami mendapatkan kunjungan dari Perpustakaan Umum Kota Malang dalam bentuk Perpustakaan Keliling.

Mobil layanan perpustakaan keliling, dokumentasi pribadi

Perpustakaan Keliling Kota Malang adalah sebuah layanan dari Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang dengan menggunakan mobil operasional untuk mendekatkan akses buku ke masyarakat, khususnya anak-anak. 

Kader pustaka siap menyambut kedatangan perpustakaan keliling

Sebuah layanan jemput bola, dimana selain melakukan kunjungan, perpustakaan ini juga beroperasi rutin di beberapa lokasi seperti Alun-Alun Kota Malang dan Taman Merjosari.

Setelah beramah-tamah sejenak, kami langsung menuju perpustakaan sekolah, dan di sana sudah ditunggu oleh siswa dan kader pustaka.

Acarapun dimulai. Dari berkenalan, petugas perpustakaan menjelaskan tentang cara menjadi anggota Perpustakaan Umum Kota Malang. Beberapa pertanyaan muncul dari siswa yang menunjukkan antusias mereka salam mengikuti acara ini.

Membaca bersama, dokumentasi pribadi
Membaca bersama , dokumentasi pribadi

Sekitar sepuluh menit kemudian acara dilanjutkan dengan pemutaran film dan peminjaman buku untuk dibaca di tempat.

Adalah sebuah pemandangan menarik ketika melihat siswa duduk bareng di atas karpet sambil menonton film yang diputar di televisi. Ya, generasi sekarang pasti belum tahu sensasinya nonton TV rame- rame seperti yang sering dilakukan para generasi terdahulu (termasuk saya).

Nonton film bareng, dokumentasi pribadi

Begitu film berakhir siswa segera menuju mobil yang berisi penuh buku dan memilih sekaligus membacanya. Sangat menyenangkan. Bukunya begitu beragam mulai dari fiksi maupun non fiksi. 

Satu hal membuat saya surprise. Ya, tiba-tibasaya menemukan buku serial Little House on the Prairie karya Laura Ingalls Wilder. Buku yang lama saya cari dan sudah tidak ada di toko buku manapun.

Tentang Little House on the Prairie, ini adalah serial yang pernah diputar di TVRI di kisaran tahun 1980 an, dan saya adalah salah satu penggemarnya.

Buku Laura Ingalls Wilder, dokumentasi pribadi

Serial klasik Amerika ini  mengisahkan kehidupan keluarga Ingalls, Charles, Caroline, dan anak-anak mereka yang berjuang, bertahan hidup, dan membangun kehidupan di Walnut Grove, Minnesota pada tahun 1870-an hingga 1880-an. Serial yang sarat dengan nilai persahabatan, kasih sayang dan kegigihan berjuang.

“Bukunya bagus-bagus,”

“Nonton filmnya asyik,” ungkap beberapa siswa. 

Hari yang luar biasa. Lewat kegiatan ini siswa mendapatkan pengalaman baru, sekaligus lebih memahami program-program perpustakaan umum kota Malang yang belum diketahui.

Berfoto bersama di akhir acara, dokumentasi Dwikaa

“Sekarang di perpustakaan juga ada kitab kuning dan bacaan dalam huruf Braille,” ungkap Pak Ichwan yang menjadi narasumber pagi itu.

Ketika saya bertanya ada berapa sekolah yang harus dilayani  Perpustakaan Keliling ini, Pak Ichwan menjawab bahwa ada 400 sekolah dan kelurahan yang akan dikunjungi perpustakaan keliling ini, dan armada yang dikerahkan ada lima buah.

Menurut informasi, perpustakaan keliling ini akan berkunjung setiap satu semester sekali.

Semoga kehadiran perpustakaan umum sebagai sumber literasi yang terpercaya bisa semakin dirasakan masyarakat kota Malang.

Hari yang luar biasa. 

Semoga dengan kegiatan perpustakaan keliling ini minat baca masyarakat semakin meningkat karena akses baca yang semakin mudah, serta kehadiran perpustakaan umum sebagai sumber literasi yang terpercaya bisa semakin dirasakan masyarakat kota Malang.

Nasi Gegok, Sebuah Kelezatan dalam Balutan Kesederhanaan

“Bu, tidak usah bawa bekal, karena sudah saya pesankan nasi gegok di teman saya,”

Sebuah pesan tiba tiba masuk WhatsApp saya.

Nasi gegok? Wah, saya baru tahu ini. 

“Wah, terima kasih. Nasinya yang bagaimana se itu?”

Asli, saya belum pernah tahu nasi gegok ini. Mendengar namanya juga baru kali ini.

“Nanti bisa dilihat kalau sudah datang,” kata teman saya. Jawaban yang bikin penasaran, apalagi di bagian belakang pesan masih ditambah dengan emoticon senyum sambil mengedipkan mata.

Kira-kira jam setengah tiga saya diberitahu bahwa nasi sudah datang dan diletakkan di meja.  Aha, sambil bersiap- siap pulang saya segera membuka kresek putih yang ada di meja. 

Sebuah bungkusan daun pisang dengan aroma sedap ada di dalamnya. Ooh, ini rupanya nasi gegok itu. Baunya cukup menggoda apalagi bungkusannya padat berisi dengan balutan daun pisang yang sepertinya habis dipanggang.

Nasi gegok, nasi dalam balutan daun pisang, dokumentasi Buz

Tanpa menunggu lama kresek putih saya masukkan tas untuk nanti saya nikmati bersama anak anak di rumah.

Penasaran dengan nasi yang satu ini akhirnya saya browsing ke sana sini.

Apakah nasi gegok itu?

Ternyata nasi gegok yang punya nama lain sego gegog ini  adalah kuliner khas Trenggalek yang berasal dari Kecamatan Bendungan sekitar tahun 1970-an. 

Sego gegog adalah hasil kreativitas warga setempat untuk membuat bekal petani agar mudah dibawa ke sawah agar praktis dan tahan lama.

Sego gegog adalah akronim dari “sega genem godhong gedhang” (nasi yang dibungkus daun pisang), kuliner ini populer karena perpaduan nasi yang gurih, sambal teri pedas, dan aroma khas daun pisang yang dikukus. 

Karena pengucapan konsonan g dan k di akhir kata hampir sama sego gegog sering dinamakan juga Sego gegok atau nasi gegok.

Nah, bagaimana cara membuatnya? Menurut teman yang pandai memasak cara membuatnya mirip cara membuat arem-arem. Hanya jika arem- arem berisi   sambal goreng atau ayam suwir, nasi gegok ini  berisi sambal teri.

Bahan yang diperlukan adalah nasi aron (setengah matang), teri, jahe, sereh, bawang merah, bawang putih, cabe rawit, garam dan penyedap rasa secukupnya.

Cara membuat nasi aron cukup cuci bersih beras masak dengan magic com sampai seten, lalu masak dengan magic com hingga setengah matang.

Isinya dibuat dengan cara menghaluskan bumbu yang terdiri atas bawang merah, bawang putih, cabe rawit, garam dan penyedap, lalu ditumis. Saat menumis masukkan lengkuas, jahe dan sereh supaya harum.

Nasi gegok disajikan dengan dipotong-potong, dokumentasi Buz

Sambil diaduk aduk, ke dalam bumbu tersebut dimasukkan teri yang sudah digoreng dulu sebelumnya.

Jika sudah, siapkan daun pisang untuk membungkus. Agar tidak mudah pecah, daun pisang sebaiknya dijemur atau dibakar di atas kompor dengan api kecil.

Letakkan nasi aron di daun pisang, lalu tambahkan bumbu yang ditumis tadi, kemudian lalu tutup lagi dengan nasi aron dan bungkus yang rapi. Terakhir, kukus kira kira 15 menit.

Nah, nasi gegok atau sego gegog siap untuk dinikmati. Bisa ditambah tumis sayur supaya lebih maknyus, atau dipotong-potong seperti yang ada di foto.

Sekilas seperti lemper tampilannya. Rasanya sedap, pedas, enak dinikmati hangat- hangat.

Sumber gambar: cookpad

Ada paduan kesederhanaan dan kelezatan dalam sajian nasi gegok atau sego gegog. Saya membayangkan bagaimana para petani dahulunya menikmati hidangan ini sambil ngobrol saat istirahat menggarap sawah. Pasti nikmat sekali.

Nah, bagaimana pembaca ? Ingin mencoba? 

Salam Kompasiana 😊

Uji Coba KRL Solo Balapan–Palur

Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah (BTP Jabagteng) bersama dengan Direktorat Prasarana Ditjen Perkeretaapian, PT KAI (Persero) Daop 6 Yogyakarta dan PT KAI Commuter menggelar uji coba perjalanan KRL di lintas Solo Balapan–Stasiun Palur. 

Uji coba itu dilakukan selama dua hari pada pekan ini, yaitu Selasa (5/4) dan Rabu (6/4). Kegiatan testing and commissioning itu dilakukan hingga 3 kali perjalanan pergi dan pulang dalam setiap harinya. Pengujian dilakukan terhadap keseluruhan sistem dari sarana KRL dan prasarana yang meliputi jaringan listrik aliran atas (LAA) dan gardu traksi.

Sumber gambar: Bisnis Style

Pengujian pertama dilakukan pada hari Selasa, kecepatan sarana KRL ditingkatkan secara bertahap, mulai 40 km/jam, 60 km/jam, sampai kecepatan maksimal 90 km/jam. Uji coba kedua dilakukan dengan memacu KRL dengan kecepatan 90 km/jam. Uji coba di hari kedua dilakukan dengan kecepatan 90 km/jam di tiga perjalanan. Hasilnya, semua sudah bisa berfungsi seperti yang diharapkan. Uji coba serupa akan dilakukan pada pekan depan.

Sumber: 

https://www.detik.com/jo/iteng/bisnis/d-6020677/uji-coba-krl-solo-balapan-palur-segini-kecepatannya-dikeses-tangggal-10 Mei 2022 dengan penyesuaian

Pertanyaan 1

Berdasarkan stimulus di atas, beri tanda centang (✓) pada kotak di depan pernyataan-pernyataan yang benar.

⬜ Jarak tempuh kereta api dipengaruhi waktu tempuh.
 

⬜ Grafik antara jarak dengan waktu membentuk suatu garis lurus dengan gradien positif.
 

⬜ Grafik antara jarak dengan waktu membentuk suatu garis lurus dengan gradien negatif.
 

⬜ Semakin besar kecepatan, semakin besar gradien garis lurus yang menunjukkan hubungan antara jarak dan waktu.

Sumber gambar: Solopos

Pertanyaan 2

Pilihlah satu jawaban yang tepat.

Uji coba KRL Solo Balapan–Palur di hari kedua dilakukan dengan memacu KRL dengan kecepatan 90 km/jam di tiga perjalanannya. Grafik antara jarak dan waktu yang sesuai pernyataan tersebut adalah ….

Sumber : Matematika Erlangga 8

Selamat mengerjakan , salam matematika 😊