Semangat Persiapan TKA (1)

Salam Matematika

Mari kita belajar soal-soal persiapan TKA berikut. Sebagai petunjuk, kerjakan sendiri terlebih dahulu, baru cocokkan dengan kunci jawaban. Tetap semangat ya…

Soal 1:

Diketahui bilangan real p dan q dengan p < q. Pilihlah di antara pernyataan-pernyataan berikut manakah yang benar:

a. 𝑝+1 < 𝑞+1

b. −𝑝 > −𝑞

c. 𝑝−𝑞>0

d. 𝑝−𝑞<0

Soal 2 :

Cuaca Ekstrem dan Perubahan Suhu Harian
Dalam beberapa waktu terakhir, Indonesia mengalami cuaca ekstrem yang ditandai dengan
perubahan suhu yang tidak menentu antara pagi, siang, dan malam hari. Cuaca ekstrem ini
dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti perubahan iklim, pergeseran musim, dan pola
angin yang tidak menentu. Kondisi ini menyebabkan suhu udara mudah berubah dalam
waktu singkat.
Perubahan suhu ini dapat dirasakan di berbagai daerah, termasuk di Kota Malang. Suhu
udara pada pagi hari tercatat sebesar 18°C. Memasuki siang hari, suhu udara meningkat
sebesar 7°C akibat paparan sinar matahari yang cukup terik. Namun, pada sore hari suhu
udara kembali menurun sebesar 5°C karena mulai turun hujan dan angin bertiup lebih
kencang. Pada malam hari, suhu udara turun lagi sebesar 4°C dibandingkan suhu pada sore
hari. Perubahan suhu tersebut terjadi secara bertahap sepanjang hari.
Berdasarkan info pada teks di atas, suhu udara pada malam hari adalah …
A. 16°C
B. 18°C
C. 20°C
D. 25°C

Soal 3 :

Toko “ Segara” menjual buah apel jenis Apel Malang dengan berat rata-rata 0, 98 kg setiap
kantong. Jika toko tersebut menjual 52 kantong Apel Malang, maka
pernyataan-permyataan berikut yang benar adalah… .
a. Jika semua terjual habis, maka perkiraan berat Apel Malang yang terjual adalah 51
kg
b. Total berat Apel Malang yang terjual diperkirakan lebih dari 50 kg
c. Pembulatan 0,98 menjadi 1 menyebabkan estimasi berat Apel Malang yang terjual
menjadi lebih kecil dari hasil sebenarnya
d. Jika 0,98 kg dibulatkan menjadi 1 kg dan 52 kantong dibulatkan menjadi 50, maka
estimasi berat Apel Malang yang terjual semuanya adalah 50 kg

Soal 4 :

Sumber gambar: TribrataNews

Pada saat bencana banjir di Aceh bulan November 2025 yang lalu, sebuah komunitas peduli
bencana mengumpulkan 420 paket makanan untuk korban bencana alam tersebut.
Paket-paket tersebut akan dibagikan ke beberapa posko dengan jumlah paket yang sama di
setiap posko dan tanpa sisa.
Untuk menentukan jumlah paket yang diterima setiap posko, perhatikan
pernyataan-pernyataan berikut kemudian berilah tanda centang (v)pada
pernyataan-pernyataan yang benar!

Selamat Belajar..

Kunci bisa dilihat di sini

Maryam Mirzakhani, Sang Jenius Matematika dari Iran

Maryam Mirzakhani lahir pada 12 Mei 1977 di Teheran, Iran. Masa kecilnya dihabiskan di sebuah negara yang baru saja mengalami pergolakan revolusi. Namun, di tengah situasi tersebut, semangatnya untuk belajar justru tumbuh subur. 

Menariknya, ia tumbuh di keluarga yang tidak memiliki latar belakang ilmuwan, tetapi ia banyak belajar dari kakak laki-lakinya yang tertarik pada matematika dan sains .

Sebagai seorang gadis kecil, Maryam bercita-cita menjadi seorang penulis. Ia sangat gemar membaca novel dan membayangkan bahwa keindahan matematika pun dapat dirasakan seperti alur dalam sebuah cerita. 

“Keindahan dari matematika hanya akan terwujud bagi mereka yang tekun mempelajarinya,” ujarnya suatu kali. “Semakin aku mendalami matematika, semakin tertarik aku kepadanya” .

Bakat luar biasa Maryam mulai terlihat saat ia bersekolah di Farzanegan, sebuah sekolah khusus untuk siswa-siswa berbakat di Iran . Di sanalah kemampuannya di bidang matematika diasah dan mendapat tantangan yang sepadan.

Keindahan dari matematika hanya akan terwujud bagi mereka yang tekun mempelajarinya

Maryam Mirzakhani

Puncak kejayaan masa mudanya diraih di ajang Olimpiade Matematika Internasional (IMO). 

Pada tahun 1994 di Hong Kong, ia meraih medali emas dengan nilai nyaris sempurna (41 dari 42). Prestasi gemilang ini ia ulangi pada tahun 1995 di Toronto, Kanada. 

Saat itu, ia mencetak sejarah sebagai peserta asal Iran pertama yang meraih nilai sempurna sekaligus meraih medali emas keduanya . Keberhasilannya ini membuka jalan baginya untuk kuliah di dalam negeri tanpa tes masuk.

Pendidikan Tinggi dan Karier Cemerlang di Amerika Serikat

Setelah meraih gelar sarjana di bidang matematika dari Universitas Teknologi Sharif, Teheran pada tahun 1999, Maryam melanjutkan pendidikan pascasarjana ke Amerika Serikat.

Ia meraih gelar PhD dari Universitas Harvard pada tahun 2004, dengan disertasi tentang geodesi sederhana pada permukaan hiperbola. Disertasinya ini diselesaikan di bawah bimbingan Curtis T. McMullen, seorang peraih Fields Medal juga .

Maryam Mirzakhani, Sumber gambar: Aktual.com

Karier akademisnya terus meroket. Ia menjadi peneliti di Institut Matematika Clay, profesor di Universitas Princeton, dan akhirnya bergabung dengan Universitas Stanford sebagai profesor matematika pada tahun 2008. Bidang penelitiannya sangat kompleks, meliputi teori Teichmüller, geometri hiperbola, teori ergodik, dan ruang moduli .

Puncak pengakuan dunia datang pada tahun 2014. Maryam Mirzakhani dianugerahi Fields Medal, penghargaan tertinggi di bidang matematika yang sering dijuluki “Penghargaan Nobel untuk Matematika”.

 Ia adalah wanita pertama dan juga orang Iran pertama yang menerima penghargaan ini sepanjang sejarahnya yang dimulai pada tahun 1936 . Presiden Iran saat itu, Hassan Rouhani, pun mengucapkan selamat dan menyatakan bahwa prestasinya membuat bangsa Iran sangat bangga .

Sayangnya, di balik kecermelangan pikirannya, Maryam harus berjuang melawan kanker payudara yang didiagnosis pada tahun 2013. Pada 14 Juli 2017, di usia 40 tahun, penyakit itu merenggut nyawanya .

Akhirnya Maryam Mirzakhani bukan hanya seorang ilmuwan brilian. Ia adalah simbol harapan dan inspirasi, terutama bagi perempuan di seluruh dunia. Kisahnya menunjukkan bahwa batasan geografis, gender, atau sosial tidak dapat menghentikan seseorang yang memiliki tekad kuat dan kecintaan mendalam pada ilmu pengetahuan.

Warisannya tidak hanya terletak pada rumus-rumus rumit tentang alam semesta yang ia tinggalkan, tetapi juga pada pesan kuat yang ia sampaikan melalui hidupnya: bahwa perempuan dari negeri mana pun, bisa mencapai puncak tertinggi dalam sains dan mengukir namanya dalam sejarah dunia.

Dari Dapur untuk Bumi Lestari: Ketika Ibu-ibu PKK Belajar tentang Eco Enzim 

Pada bulan Pebruari 2026 tim Pokja inovasi teknologi dan Kompos SMP Negeri 3 Malang melakukan sosialisasi penggunaan eco enzim pada ibu-ibu PKK Kelurahan Bunulrejo Kota Malang.

Sosialisasi dilakukan oleh Ibu Ahfi bersama tim. Dalam acara tersebut dipaparkan tentang apakah eco enzim itu, bagaimana cara membuatnya, serta apa saja manfaatnya bagi kita semua.

Proses pembuatan eco enzim, dokumentasi Bintaraloka

Mengapa yang disasar adalah ibu-ibu?. Ibu-ibu sebagai para aktivis utama di dapur, hampir tiap hari berkecimpung dengan masalah sampah.

Ya, dapur adalah penghasil sampah organik yang utama di rumah, seperti kulit buah,  sisa sayur, sisa makanan dan lainnya. Jadi melalui kegiatan ini ibu ibu diajak untuk memanfaatkan sisa sampah organik dari dapur untuk dibuat eco enzim.

Apakah ECO enzim itu?

Eco enzyme adalah cairan organik serbaguna limbah dapur (kulit buah/sayuran), gula merah, molase, dan air. Cairan ini diperkenalkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong sebagai solusi ramah lingkungan untuk mengolah sampah organik menjadi bahan lain yang bermanfaat.

Cara membuat ECO enzim adalah dengan mencampurkan potongan kulit buah ke dalam larutan gula merah dan molase. Setelah tercampur dalam sebuah wadah, tutup wadah tersebut, dan  jangan lupa sering membuka tutup wadah karena selama proses fermentasi akan dihasilkan gas metana.

Setelah tiga puluh hari eco enzim siap dipanen.

Potongan kulit pisang dan kulit jeruk dalam larutan gula marah dan molase, dokumentasi Bintaraloka

Eco enzim bisa dimanfaatkan untuk pembersih  lantai, deterjen pakaian, pupuk organik cair, nutrisi tanaman, pestisida nabati alami dan banyak lagi. 

Diterangkan oleh Ibu Ahfi ketua Pokja inovasi bahwa pembuatan eco enzim di SMP Negeri 3 Malang akan lebih difokuskan dengan menggunakan bahan utama kulit jeruk dan kulit pisang sebagai limbah utama dari MBG.

Jadi dalam keseharian, sisa sampah MBG berupa kulit pisang dan kulit jeruk tersebut bakal dikumpulkan untuk selanjutnya diolah menjadi eco enzim

Yang menarik selain menjelaskan tentang pembuatan eco enzim, pada ibu-ibu PKK juga dikenalkan kalkulator eco enzim, dimana dengan alat tersebut bisa ditentukan dengan mudah jumlah bahan yang diperlukan untuk membuat eco enzim dalam jumlah tertentu.

Calculator eco enzim, dokumentasi Ahfi
Sosialisasi eco enzim, dokumentasi Bintaraloka
Sosialisasi pada ibu PKK Bunulrejo, dokumentasi Bintaraloka

Acara sosialisasi berjalan lancar. Hal ini terlihat dari antusiasme para ibu PKK dengan mengajukan berbagai pertanyaan pada pemateri.

Akhirnya lebih dari sekadar cairan serbaguna, Eco Enzyme adalah bukti nyata bahwa solusi krisis lingkungan bisa dimulai dari langkah sederhana dan kolektif. Ibu-ibu PKK, sebagai pengelola utama rumah tangga, memiliki peran strategis dalam mewujudkan perubahan untuk bumi yang lebih baik.

Bisa dibayangkan bagaimana  jika setiap rumah di lingkungan kita mampu mengolah setengah kilogram sampah dapur menjadi Eco Enzyme, betapa banyak sampah organik yang tidak lagi dibuang ke TPA dan puluhan pohon akan tumbuh lebih subur karena ECO enzim tersebut.

Ya, bumi sebagai tempat tinggal satu satunya harus terus kita jaga kelestariannya untuk kehidupan yang lebih baik untuk sekarang, juga generasi mendatang. Bukankah ada kata bijak yang mengatakan bahwa  alam semesta bukan warisan nenek moyang, tapi ia adalah pinjaman dari anak cucu kita yang harus terus kita jaga kelestariannya?

Salam hijau lestari

Sumber Belajar Melimpah tapi Motivasi Kian Lemah? Begini Tips untuk Menghadapinya

Tahukah kalian di era dimana terjadi kelimpahan informasi seperti sekarang ini justru semangat belajar kian menurun? Benar- benar terjadi paradoks, di era di mana sumber belajar melimpah, semangat untuk maju kian lemah.

Ada banyak hal yang menyebabkan hal ini seperti:

1. Terlalu banyak sumber dan platform belajar sehingga siswa sibuk memilah dan memilih tapi tak kunjung memulai.

2. Terlalu banyak distraksi. Media untuk belajar (HP) adalah media yang sama untuk bersismed atau betmain. Jadi tengah tengah belajar sering ada notifikasi yang “membuyarkan” konsentrasi.

3. Terlalu tegang dan takut menghadapi ujian. Saat ujian (TKA) yang semakin dekat membuat siswa makin tegang dan mengalami kelelahan mental.

4. Tidak bisa menentukan skala prioritas dan melakukan manajemen waktu. Mengejar kesenangan sesaat dengan terus bermain akan membuat tugas- tugas terbengkalai.

Nah, berikut adalah tips praktis menghadapi ujian (seperti TKA) di tengah paradoks pilihan dan godaan digital yang luar biasa:

Siap hadapi ujian, gambar by AI chat gpt

1. Tetapkan “Komitmen Tunggal” untuk Sumber Belajar. Jangan jadi “kolektor buku” atau “pengoleksi akun platform”. Pilih maksimal 1-2 sumber utama lalu commit untuk menghabiskan sumber itu sampai tuntas. Percayalah, mengerjakan 1 buku 5 kali lebih baik daripada memiliki 5 buku tapi tidak ada yang selesai.

2. Gunakan Teknik “Atomic Habits” (Kebiasaan Kecil)

Ini untuk mengatasi Rasa Malas Memulai dan Rasa Kewalahan. Mengerjakan satu atau dua soal setiap hari adalah salah satu cara membangkitkan diri dari rasa malas.

3. Rekayasa Lingkungan (Bentengi Diri dari Distraksi) terutama untuk mengatasi Godaan Digital. Saat belajar, aktifkan mode pesawat atau gunakan aplikasi focus mode di HP.

Langkah kecil yang konsisten lebih baik daripada lompatan besar yang terhenti

4. Jangan langsung baca pembahasan! Sebelum belajar satu topik, coba kerjakan beberapa soal acak dulu (meskipun belum diajari). Proses ini memaksa otak untuk “gagal” terlebih dahulu. Setelah itu, baru baca materi atau pembahasannya. 

Nah, pada intinya di era banjir informasi ini, strategi belajarnya harus berubah. Bukan lagi “siapa yang punya akses terbanyak”, tetapi “siapa yang bisa menyaring dan konsisten”.

Di era seperti ini, kualitas dan konsistensi mengalahkan kuantitas. 

Satu soal yang dianalisis dengan benar sampai paham konsepnya lebih berharga daripada 10 soal yang dikerjakan asal-asalan sambil buka HP.

Paradigma belajar harus diubah, bukan lagi “siapa yang punya akses terbanyak”, tetapi “siapa yang bisa menyaring dan konsisten”.

Ingat, konsisten sangat penting, seperti sebuah kata bijak bahwa: “langkah kecil yang konsisten lebih baik daripada lompatan besar yang terhenti”. 

Semoga bermanfaat dan salam matematika😊.

“Ada Anak Bertanya pada Bapaknya” dan Rumah Sebagai Ruang Kelas Pertama Anak

Ada anak bertanya pada bapaknya, buat apa berlapar lapar puasa,

Ada anak bertanya pada bapaknya, tadarus tarawih apalah gunanya

Syair lagu Ada Anak Bertanya pada Bapaknya

Di antara banyak lagu religi, lagu satu ini paling mempunyai tempat di hati saya. Dulu bapak sering menyetel lagu ini karena beliau penggemar Bimbo.

Ya, ini adalah salah satu lagu religi dari Bimbo. Syair lagu diciptakan oleh Taufiq Ismail dan dinyanyikan oleh Bimbo di kisaran tahun 1980. Lagu ini dinyanyikan lagi oleh Tompi pada tahun 2023.

Lagu yang sederhana tapi selalu menimbulkan rasa haru, bukan karena melodinya yang syahdu, tapi juga mengingatkan kita bahwa sebelum guru di sekolah ada figur yang menjadi guru anak di rumah yaitu orang tua.

Seperti judulnya lagu ini berisi tentang dialog anak dengan bapaknya. Di mana si anak bertanya untuk apa kita harus berpuasa? Untuk apa kita harus tadarus dan tarawih?

Dan dengan sederhana Sang Bapak menjawab bahwa puasa mengajarkan kita kerendahan hati lewat rasa lapar, tadarus artinya membaca sekaligus memahami Al Qur’an, tarawih adalah ibadah sholat di bilang Ramadhan untuk mendekatkan diri pada Ilahi.

Dialog yang sederhana namun penuh makna. Dari percakapan ini ada pelajaran berharga yang bisa kita ambil, seperti:

1. Dialog antar generasi yang tulus

Lagu ini menggambarkan momen langka dan berharga terutama saat ini. Di era serba cepat dan dunia seolah dalam genggaman dialog antara orang tua dan anak terasa kian jarang. Ya, anak sudah mempunyai ‘guru’ yang ada dalam perangkat digital mading-masing, sehingga jarang ngobrol atau dialog dengan orang tua 

Ramadhan adalah bulan yang  mempertemukan keluarga, terutama saat sahur, berbuka, atau tarawih. Di saat-saat inilah “ruang dialog” itu sangat terasa. Anak bertanya dengan penuh keingintahuannya, sementara orang tua menjawab dengan penuh kasih sayang dan kebijaksanaan.

2. Transfer nilai, bukan sekadar pengetahuan

Pertanyaan anak dalam lagu itu tersebut bukan sekadar mencari informasi faktual, ia sedang mencari makna. 

Di sinilah peran orang tua sebagai guru kehidupan memberikan jawaban bahwa puasa bukan hanya untuk menahan haus dan lapar tapi mengajar kita tentang empati, kesabaran dan ketaatan.

Proses transfer nilai inilah yang akan membentuk karakter dan akan selalu diingat anak di masa yang akan datang.

3. Keteladanan (Uswatun Khasanah) Sang Bapak

Mungkin tidak digambar kan jelas dalam lagu itu, tapi lewat dialog dengan sang bapak terjadilah “ruang kelas”, dan inti dari sebuah ruang kelas adalah keteladanan. Ketika anak bertanya, bukankah ia juga mengamati mengapa bapak saya harus bangun djnpagi buta untuk sahur, menahan haus dan lapar dan memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan?

Dan sebuah teladan lebih baik daripada seribu nasehat.

Keluarga adalah tempat bersemainya pendidikan yang paling utama, karena di sanalah anak-anak mengalami proses ‘among’ atau asah, asih, asuh dari orang tuanya

Ki Hadjar Dewantara

Singkat cerita betapa lagu Ada Anak Bertanya pada Bapaknya mengingatkan kita tentang peran keluarga sebagai ruang kelas yang pertama bagi anak. Keluarga adalah sekolah pertama anak, dimana lewat keteladanan dan interaksi orang tua memberikan pendidikan pertama bagi anak anaknya.

Tanpa kurikulum formal, tapi cara berkomunikasi, menghormati serta saling menyayangi yang dicontohkan orang tua akan terus dibawa oleh si anak sepanjang hayat. Seperti nasehat dari Ki Hadjar Dewantara bahwa: “Keluarga adalah tempat bersemainya pendidikan yang paling utama, karena di sanalah anak-anak mengalami proses ‘among’ atau asah, asih, asuh dari orang tuanya.”

Sekedar berbagi cerita, selamat menjalankan puasa Ramadhan..😊