Senin pagi ini tidak ada upacara seperti biasanya. Meski demikian kesibukan lapangan volly sudah tampak sejak pagi. Ada yang menyiapkan meja, kardus kardus berisi tab, bahkan spanduk besar sudah terpasang di tengah lapangan. Aha, hari ini proses Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos ) 2022 akan segera dilaksanakan.
Memberikan suara, dokumentasi pribadi
Panitia yang terdiri dari siswa dan guru tampak begitu sibuk. Sebuah perhelatan besar akan dimulai, dan semua harus disiapkan dengan rapi.
Sesudah pengarahan proses pemilihan dimulai. Siswa siap dalam barisan kelas masing-masing dan dengan tertib bergantian maju ke depan untuk memberikan suaranya.
Siap memberikan suara, dokumentasi pribadi
Pemberian suara dilakukan lewat Sistem Informasi Manajemen Sekolah dengan user name dan password yang sudah diberikan sebelumnya.
Tidak hanya siswa, bapak/Ibu guru juga ikut memberikan suaranya baik di lapangan maupun di ruang guru.
Memberikan suara di lapangan, dokumentasi AppleMemberikan suara di lapangan, dokumentasi pribadiMemberikan suara di ruang guru, dokumentasi pribadi
Setelah memberikan suaranya, siswa atau guru segera menuju ke panitia yang sudah siap untuk memberikan stempel di tangan. Dan sesudahnya semua langsung menuju ke kelas untuk segera mengikuti pelajaran jam pertama.
Sesudah memberikan suara, dokumentasi Bu TjaturBapak/Ibu guru panitia, dokumentasi Apple
Meski demikian banyak juga di antara siswa yang memanfaatkan waktu untuk berfoto bersama di lapangan atau di depan spanduk Pilketos. Benar-benar sebuah acara yang meriah.
Ya, layaknya sebuah pesta demokrasi, Pilketos memang harus kita rayakan dengan gembira.
Salam Demokrasi… 🙂
Panitia dari siswa, dokumentasi ApplePanitia dari siswa, dokumentasi Apple
Denting gitar mengiringi suara lembut dari Jacinda dan Arinina pagi itu. Keduanya membawakan lagu yang demikian manis dan sempat membuat penonton bernyanyi mengikuti reffrainnya. Ya, pagi itu Bintaraloka kembali berpesta. Tepatnya pesta demokrasi untuk memilih ketua OSIS periode 2022-2023.
Jacinda dan Arinina, dokumentasi pribadi
Pemilihan Ketua OSIS atau Pilketos adalah acara rutin yang diadakan setiap tahun di Bintaraloka. Tujuannya adalah untuk memilih ketua OSIS baru untuk menggantikan ketua OSIS yang lama dan nantinya akan diikuti dengan penyusunan pengurus OSIS yang baru.
Layaknya sebuah kegiatan demokrasi pengajuan calon sebagai pengurus OSIS sudah dilakukan oleh siswa beberapa minggu sebelumnya. Tidak mudah untuk mendaftar menjadi pengurus OSIS karena harus ada rekomendasi dari bapak/ibu guru pengajar yang menunjukkan bahwa siswa yang akan mengajukan diri sebagai pengurus OSIS tidak bermasalah.
Sesudah dilaksanakan seleksi melalui LDK 1, LDK2 dan wawancara, akhirnya tiga orang terpilih sebagai kandidat ketua OSIS 2022-2023. Kandidat tersebut adalah:
Lili Avisha, dokumentasi AppleAmira Rizqia, dokumentasi AppleMaharani Saskia, dokumentasi Apple
1. Lili Avisha
2. Amira Rizqia
3. Maharani Saskia Putri
Sebelum pemilihan dilaksanakan minggu depan tentunya pemilih harus mengenal ketiga calon, baik profil maupun visi dan misinya. Untuk itu pada Jumat pagi itu dilaksanakan debat dan wawancara terbuka calon ketua OSIS SMP Negeri 3 Malang.
Acara diawali dengan perkenalan dan paparan visi dan misi masing-masing kandidat dan dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan pertanyaan yang diajukan baik oleh tim penanya atau guru dan siswa.
Mister Sony, Ibu Kepala Sekolah dan Pak Aksan, dokumentasi ApplePemandu acara, dokumentasi Apple
Bertindak sebagai pemandu acara pagi itu adalah Ghiena dan Falasiva, dan sebagai tim penanya adalah Ibu Kepala Sekolah, Bapak Aksan dan Mister Sony.
Beberapa pertanyaan yang dilontarkan dijawab dengan sigap oleh masing masing kandidat. Siswa tampak begitu antusias menyaksikan jalannya debat dan wawancara terbuka ini. Beberapa kali applaus diberikan oleh para siswa atas jawaban dari kandidat yang mereka jagokan.
Siswa mengikuti jalannya acara dengan antusias, dokumentasi pribadiSebagian penonton acara debat dan wawancara, dokumentasi pribadi
Bapak Ibu guru juga tidak ketinggalan menyaksikan acara ini karena nantinya ikut berpartisipasi sebagai pemilih dalam pemilihan ketua OSIS periode 2022-2023
Dari kualitas jawaban yang diberikan oleh masing masing kandidat tidak salah kiranya jika ketiganya diajukan sebagai calon kdtua OSIS, karena masing-masing memiliki keistimewaan.
Bapak/ibu guru ikut menyaksikan acara debat dan wawancara terbuka, dokumentasi pribadi
Untuk mengetahui lebih jelas tentang visi dan visi masing masing calon bisa dilihat di youtube berikut ini.
Acara hari itu berakhir kira-kira pukul delapan. Lancarnya acara tidak luput dari kerja tim kesiswaan yang begitu solid mulai dari awal hingga akhir acara.
Sie dokumentasi, dokumentasi BBC
Sesudah debat dan wawancara terbuka tentunya semua sudah punya gambaran tentang siapa yang akan dipilih di Pilketos minggu depan.
Siapapun yang terpilih tentunya wajib didukung bersama karena siapapun yang menang dalam Pilketos tahun 2022 ini hakekatnya adalah kemenangan seluruh warga Bintaraloka.
Gempita perayaan Maulid Nabi Muhammad saw yang diadakan dua minggu yang lalu pada minggu ini mencapai puncaknya.
Acara puncak Maulid Nabi ditandai dengan final lomba cerdas cermat PAI juga penyerahan hadiah pada para pemenang lomba.
Suasana final lomba cerdas cermat PAI, dokumentasi Bu UtinSuasana final Lomba Cerdas Cermat PAI, dokumentasi Bu Utin
Final lomba cerdas cermat PAI diadakan hari Kamis tanggal 20 Oktobet 2022. Seperti yang diharapkan pagi itu langit cerah, padahal penyelenggara sempat khawatir jangan-jangan pagi itu hujan turun seperti hari-hari sebelumnya.
Jumlah peserta lomba cerdas cermat PAI ada 130 siswa. Di babak penyisihan pada semua peserta diberikan 50 soal pilihan ganda lewat thatquiz untuk diambil 15 peserta dengan nilai terbaik dan waktu tercepat guna masuk semi final.
Di babak semi final, masing peserta diberi 3 soal tertulis dan membaca 3-4 ayat dari surah yang ditentukan oleh dewan juri. Dari 15 peserta itu akhirnya diambil 3 nilai terbaik yang akan masuk di babak final.
Di babak final masing-masing peserta diberi 3 soal yang sudah ditentukan pada sesi pertama dan di sesi berikutnya adalah adu cepat. Dalam babak adu cepat ada 10 soal rebutan.
Dalam final lomba cerdas cermat ini Ibu Utin, Pak Muhaimin, Pak Abid juga Bu Anggita terlibat langsung baik sebagai pemberi pertanyaan atau pengarah jalannya lomba.
Sesudah final berakhir ternyata diperoleh pemenangnya adalah Meysika kelas 9.7 Amira kelas 7.9 dan Althaf kelas 9.2. Pemberian hadiah dilakukan oleh Pak Herianto selaku wakasis SMP Negeri 3 Malang.
Juara 1 lomba Cerdas Cermat PAI, dokumentasi Bu UtinJuara 2 lomba Cerdas Cermat PAI, dokumentasi Bu UtinJuara 3 Lomba Cerdas Cermat PAI, dokumentasi Bu Utin
Acara pagi itu demikian meriah. Wajah-wajah gembira tampak dimana-mana terutama dari para pemenang dan supporternya.
Selain pada pemenang cerdas cermat penyerahan hadiah juga dilakukan pada penenang lomba asmaul husna, azan, tartil juga kaligrafi di hari sebelumnya. Karena kondisi lapangan yang basah, penyerahan hadiah dilakukan di depan ruang guru
Pemenang lomba tartil, dokumentasi Bu UtinPemenang lomba kaligrafi, dokumentasi Bu UtinPemenang lomba adzan, dokumentasi Bu UtinPemenang lomba asmaul husna, dokumentasi Bu utin
Akhirnya selamat bagi para pemenang. Semoga dengan peringatan Maulid ini siswa semakin giat dalam melaksanakan ajaran dan sunnah nabi, dan ke depannya mereka bisa menjadi generasi yang sholeh/ sholehah yang bermanfaat bagi sesama.
Topik pilihan Kompasiana kali ini sangat menarik yaitu tentang aturan penggunaan baju adat/ tradisional sebagai seragam sekolah di samping seragam yang lain.
Peraturan tentang penggunaan baju adat untuk seragam sekolah dikeluarkan Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) melalui Permendikbudristek Nomor 50 Tahun 2022 tentang Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah menyebutkan bahwa para peserta didik diperbolehkan mengenakan adat pada hari atau acara adat tertentu.
Tujuan peraturan ini adalah menanamkan/menumbuhkan nasionalisme, memberikan wawasan keragaman budaya, serta meningkatkan kesetaraan antar siswa tanpa memandang latar belakang.
Beberapa tahun yang lalu sebelum pandemi di event event tertentu seperti HUT sekolah, HUT kota Malang atau hari Kartini, guru dan siswa di kota Malang sering merayakannya dengan mengenakan baju adat. Baju Malangan.
Penggunaan baju adat Malangan pernah dianjurkan pada siswa di kota Malang tepatnya saat HUT Malang atau pas hari Kartini.
Penggunaan baju khusus juga pernah dianjurkan pada siswa ketika hari batik. Pada saat batik mereka boleh mengenakan batik bebas di luar seragam sekolah.
Sejauh itu pelaksanaan berjalan lancar. Siswa yang mempunyai baju adat mengenakan baju tersebut dan siswa yang tidak mempunyai baju adat memakai baju yang lain sesuai yang ditentukan sekolah.
Berbaju Malangan saat event tertentu, dokumentasi pribadi
Ada rasa bangga dan seru saat kita mengenakan baju adat. Bisa ditebak, pulang sekolah siswa akan berfoto-foto sebentar di lapangan sebagai bahan untuk diupload di sosmed mereka.
Sebagai catatan, baju adat yang dikenakan adalah baju adat yang bisa dipakai dalam keseharian, bukan baju untuk upacara adat yang mempunyai banyak asesoris.
Seperti kebaya yang sederhana untuk perempuan, atau baju adat sederhana untuk laki- laki dengan ikat kepalanya yang khas. Jadi intinya baju adat yang simpel, mudah dikenakan dan tidak mengganggu gerak kita.
Seperti di kota Malang sekarang saat hari Kamis akan banyak guru atau pegawai pemkot yang mengenakan baju Malangan. Saya juga berangkat ke sekolah dengan berkebaya simpel dengan naik sepeda motor.
Ada sebuah pengalaman lucu tentang ketidak mengertian anak-anak tentang baju adat mereka.
Anak kecil berbaju Malangan, Sumber gambar: Bukalapak
Ketika itu anak saya masih duduk di TK dan sekolahnya mengadakan karnaval Peringatan Hari Kemerdekaan.
Anak saya dan temannya (keduanya sama sama laki-laki) menyewa baju di tempat yang sama yaitu baju Malangan berwarna hitam lengkap dengan udengnya.
Berangkat karnaval saya dengar mereka bisik- bisik sambil tertawa geli.
“Weh, lucu ya rasanya pakai baju dukun..,” kata teman anak saya disambut dengan tawa keduanya.
“Di sinetron- sinetron itu ‘kan dukunnya selalu pakai baju hitam- hitam..? ” kata anak saya tertawa.
Mau tak mau saya ikut tertawa. Betapa anak- anak tidak mengerti dengan baju adat mereka sendiri sehingga mengira baju adat Malangan adalah baju dukun.
Dalam pandangan saya penggunaan baju adat di saat-saat tertentu di sekolah banyak manfaatnya. Salah satunya menanamkan kebanggan kita akan kekayaan budaya yang kita miliki berupa baju adat. Sayang sekali jika anak- anak atau siswa tidak kenal baju adat mereka sendiri.
Tentunya dalam pelaksanaannya juga harus ada keluwesan dari pihak sekolah, seandainya ada siswa yang belum bisa menyediakan baju adat.
Setidaknya ada solusi dari sekolah misal memperbolehkan siswa mengenakan baju batik sambil menunggu orang tua bisa membelikan baju adat bagi mereka.
Manfaat lain dari memasukkan baju adat dalam ketentuan seragam sekolah adalah UMKM akan cepat menyikapi dengan menyediakan baju adat yang simpel dengan harga yang terjangkau.
Sentra penjualan baju batik, Sumber gambar : Tribun Travel
Seperti pengalaman beberapa tahun yang lalu ketika siswa diminta menggunakan baju batik Malangan saat HUT Kota Malang, di pasar pagi langsung banyak penjual yang menyediakan baju batik Malangan dengan harga yang terjangkau.
Pada hemat saya jika tujuannya adalah untuk menanamkan/menumbuhkan nasionalisme, memberikan wawasan keragaman budaya, sebaiknya jangan hanya baju adat yang diperhatikan,namun sekolah juga perlu memperhatikan bahasa daerah.
Sebagaimana diketahui penggunaan bahasa daerah semakin lama semakin menurun. Dikhawatirkan perlahan-lahan bahasa daerah akan punah karena saat ini para penutur bahasa daerah banyak yang tidak lagi menggunakan dan mewariskan bahasa ke generasi berikutnya
Jika di sekolah-sekolah tertentu sering ada English day di mana dalam sehari siswa maupun guru berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris, akan sangat menarik juga jika diadakan gerakan sehari berbahasa daerah setiap satu minggunya.
Karena selain busana adat, bahasa daerah juga satu kekayaan budaya yang harus kita lestarikan bersama.
Jumat siang itu lapangan volly sudah tampak kegiatan yang nyata. Beberapa siswa berbaris dan di depan Ibu kepala sekolah dan beberapa bapak/ ibu guru sudah siap untuk melaksanakan apel. Ya, siang itu dilaksanakan apel pembukaan LDK PMR di Bumi Bintaraloka.
Apel pembukaan, dokumentasi PMR
Sekilas tentang Palang Merah Remaja
Palang Merah Remaja adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI, yang selanjutnya disebut PMR.
Lambang PMR , dokumentasi design
Jumlah anggota PMR yang tersebar di PMI kota atau kabupaten di seluruh Indonesia lebih dari 5 juta orang.
Anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.
Di Indonesia dikenal ada 3 tingkatan PMR sesuai dengan jenjang pendidikan atau usianya.
Satu : PMR Mula adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Dasar (10-12 tahun). Warna slayer hijau muda. PMR Mula berfungsi sebagai peer leadership, yaitu dapat menjadi model ketrampilan hidup sehat bagi teman sebaya.
Dua : PMR Madya adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Pertama (12-15 tahun). Warna slayer biru langit. PMR Madya berfungsi sebagai peer support, yaitu memberikan dukungan, bantuan, semangat kepada teman sebaya agar meningkatkan ketrampilan hidup sehat.
Tiga : PMR Wira adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Atas (15-17 tahun). Warna slayer kuning cerah. PMR Wira berfungsi sebagai peer educator, yaitu pendidik sebaya keterampilan hidup sehat.
Dalam PMR dikenal istilah Tri Bhakti PMR yang meliputi meningkatkan keterampilan hidup sehat, berkarya dan berbakti di masyarakat dan mempererat persahabatan nasional dan internasional.
LDK PMR SMP Negeri 3 Malang Tahun 2022
Salah satu program kerja PMR SMP Negeri 3 Malang ialah mengadakan latihan dasar kepemimpinan bagi setiap anggota nya. Tujuan dari Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan ini adalah:
Pengalungan tanda peserta LDK pada apel pembukaan, dokumentasi PMR
Merealisasikan program kerja PMR SMP Negeri 3 Malang.
Melatih kepemimpinan para anggota PMR SMP Negeri 3 Malang.
Menambah pengalaman dan wawasan setiap anggota PMR SMP Negeri 3 Malang.
Kegiatan LDK PMR ini dilaksanakan oleh 65 orang, yang meliputi 43 peserta, 12 pemateri /pendamping dan 10 panitia siswa.
LDK dilaksanakan mulai hari Jumat 14 Oktober sampai Sabtu 15 Oktober 2022 di SMP Negeri 3 Malang.
Adapun acara diklat dimulai dengan persiapan (presensi) dan sholat Ashar berjamaah di Jumat sore hari.
Sesudahnya acara dilanjutkan dengan apel pembukaan yang dipimpin oleh Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang. Di akhir apel Ibu Kepala Sekolah mengalungkan tanda peserta LDK pada dua peserta perwakilan.
Sesudah apel berakhir peserta mendapatkan Materi Pertolongan Pertama dari Kak Dima selama kurang lebih satu jam.
Petugas apel, dokumentasi PMR
Menjelang sholat Maghrib, peserta diperbolehkan beristirahat sampai pukul 19.00 dan acara dilanjutkan dengan pemberian materi tentang 7 prinsip dasar dan kepalang merahan dari Kak Disha.
Kak Dima dengan materi Pertolongan Pertama , dokumentasi PMRPeserta LDK, dokumentasi PMR
Dalam materinya Kak Disha menerangkan tentang 7 prinsip dasar yang harus diketahui dan dilaksanakan oleh setiap anggotanya.
Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama “7 Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional” (Seven Fundamental Principle of Red cross and Red Crescent) yang meliputi: Kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan dan kesemestaan.
Kak Disha dengan materi 7 Prinsip dasar Palang Merah, dokumentasi PMR
Sesudah materi dari Kak Disha acara dilanjutkan dengan materi Kepemimpinan dari Pak Faqih.
Untuk mengasah kreatifitas, keberanian dan rasa percaya diri di pukul 21.00 diadakan pagelaran seni dan sekitar pukul 22.00 semua peserta diperbolehkan beristirahat.
Materi kepemimpinan dari Pak Faqih, dokumentasi PMR
Satu acara yang sangat menantang adalah jelajah malam. Acara yang dimulai pukul dua dini hari ini berisi pemantapan materi, dimana tiap peserta harus melewat 3 pos yang disediakan dan di setiap pos itu akan diulas tentang materi yg sudah diberikan.
Pentas seni, dokumentasi PMR
Pos pertama mengulas tentang kepemimpinan, pos kedua tentang kepalang merahan dan pos ketiga tentang 7 prinsip dasar palang merah.
Hari Sabtu pagi acara diawali dengan bersih diri dan sholat Subuh dan dilanjutkan dengan senam pagi bersama.
Sesudah sarapan pagi dan berbagai macam game acara dilanjutkan dengan pencarian badge PMI. Dalam acara ini peserta diminta untuk mencari badge PMR mereka yang disembunyikan ditempat-tempat tertentu. . Acara hari Sabtu diakhiri dengan apel penutupan yang dipimpin oleh Pak Herianto, sekaligus pelantikan juga penyiraman bunga pada anggota PMR.
Kegiatan pagi, dokumentasi PMRSenam pagi, dokumentasi PMR
Sesudah apel satu demi satu peserta meninggalkan Bintaraloka untuk kembali ke rumah.
Pelantikan oleh Pak Herianto, dokumentasi PMR
Dengan berakhirnya acara LDK ini diharapkan semua peserta bisa lebih meningkatkan kompetensi mereka dalam kepalang merahan juga lebih memahami, menghayati dan mengamalkan prinsip dasar dan tugas mereka sebagai seorang anggota Palang Merah Remaja.