Arena wisuda atau pelepasan siswa kelas 2.4 dan 3.6 tahun ini menyimpan banyak cerita. Utamanya tentang berbagai talenta yang bertaburan di Bintaraloka. Salah satu yang akan saya tulis di sini adalah penampilan dari Jason Aditya dengan saxophonenya yang luar biasa.
Denting irama mengalun lembut membuat hadirin diam sesaat. Tak lama kemudian dari arah pintu masuk, melangkah pelan Jason Aditya dengan tiupan saxophone yang demikian manis. Bagaikan seorang penyihir, ia menghipnotis seisi arena wisuda dengan lantunan saxophonenya.
Penampilan Jason Aditya dengan lagu “Sekali Ini Saja”, dokumentasi pribadi
Dalam berbagai kesempatan Jason sering menunjukkan kepiawaiannya dalam bermain alat musik satu ini. Menurut pengamatan saya sejak kelas tujuh ia sering tampil dalam acara sekolah.
Penampilan Jason selalu menarik perhatian, antara Jason dan saxophone seperti dua hal yang tak terpisahkan.
Alat musik saxophone sendiri adalah alat musik tiup yang ditemukan oleh Adolphe Sax pada awal 1840 dan terus mengalami perkembangan hingga dipatenkan pada tanggal 28 Juni 1846.
Penapilan Jason Aditya di acara wisuda, dokumentasi pribadi
Alat musik ini sering digunakan dalam musik klasik, drumband, jazz,musik kontemporer maupun solo. Pemain saxophone disebut saxophonis.
Musik terus mengalun lembut. Sekali Ini Saja, sebuah lagu yang pernah dipopulerkan oleh almarhum Glenn Fredly terasa demikian indah. Selain Glenn Fredly lagu ini juga pernah dinyanyikan Rossa dengan aransemen ulang oleh Andi Rianto pada tahun 2022.
Salut pada Jason yang konsisten menekuni alat musik satu ini sehingga bisa tampil di berbagai acara sekolah termasuk wisuda hari itu.
Jason dalam sebuah persiapan acara, dokumentasi pribadi
Melihat usianya yang demikian muda, dan talenta yang selalu diasah tersimpan harapan besar bahwa potensi Jason akan semakin berkembang lagi ke depannya.
Lampu gedung dimatikan. Suasana menjadi gelap. Intro musik yang mengalun membuat saya tiba- tiba terlempar ke masa lalu.
Dari arah pintu masuk Imraan dengan senyumnya yang khas mengalunkan sebuah lagu. O Sole Mio. Lampu kembali benderang dan suasana terasa demikian hangat.
Che bella cosa, ‘na jurnata ‘e sole (Sungguh indah, hari yang cerah)
N’aria serena doppo ‘na tempesta (Udara tenang setelah badai)
Pe’ l’aria fresca pare già ‘na festa (Udara segar sudah terasa seperti pesta)
Sampai di depan, dua orang penyanyi yang lain muncul. Addin dan Danendra. Aha… The Trinors dengan suara mereka yang demikian memukau mengeksekusi nada nada dari O Sole Mio dengan demikian manis.
Senyum selalu mengembang di wajah mereka. Belum selesai. Menjelang lagu berakhir, muncul Kak Oni. Dan kolaborasi keempatnya membuat lagu ini benar benar terasa istimewa.
Sebuah tampilan yang penuh kejutan. Betapa tidak? Selama ini saya lebih mengenal Imran sebagai pemain pantomim, teater juga dirigen paduan suara.
Penampilan The Trinors dan Kak Oni, dokumentasi pribadi
Addin lebih saya kenal sebagai fotografer yang pendiam, dan Danendra sebagai pemain olah raga. Tapi hari itu mereka seperti menjadi sosok yang lain. Powerful. Dan lewat kolaborasi dengan Kak Oni mereka membuat lagu lawas ini terasa begitu cantik.
Applaus penonton begitu meriah setelah mereka mengakhiri penampilan pagi itu.
Tentang Lagu O Sole Mio
Kota Napoli, sumber gambar: Haluan Lifestyle
O Sole Mio adalah lagu Italia yang sangat digemari. Bahkan seperti menjadi ‘lagu wajib’ bagi orang Napoli.
Menggunakan bahasa dialek Napoli lagu ini diciptakan oleh Giovanni Capurro (1898), dengan komposisi melodi oleh Eduardo di Capua dan Alfredo Mazzucchi.
Almarhum Elvis Presley pernah mempopulerkan lagu ini kembali dengan menggunakan irama O Sole Mio untuk lagu Its Now or Never pada tahun 1960.
Lagu ini memiliki syair yang demikian puitis yang menggambarkan perasaan yang mendalam tentang kerinduan, pengabdian dan kegembiraan saat berada di tengah orang yang dicintai.
Sole Mio artinya Matahariku. Mungkin matahari digunakan penciptanya karena Napoli adalah daerah di Italia yang berlimpah sinar matahari.
Mengapa matahari dipakai sebagai lambang cinta? Kemunculan sinar matahari selalu memberikan kehangatan, harapan dan kegembiraan pada manusia. Sinar matahari adalah lambang optimisme kita untuk melangkah ke depan
Matahari juga lambang dari sebuah kesetiaan. Bukankah dia tak henti menyinari kita di saat dan jam yang sama selama berabad abad? Kemunculannya adalah ibarat kesetiaan dan janji yang selalu ditepati. Tak berlebihan jika beberapa penyair mengatakan bahwa mentari adalah gambaran dari sosok yang tak pernah ingkar janji.
Lewat lagu ini pengarangnya seolah menggambarkan bahwa begitulah seharusnya cinta. Ia memberikan kegembiraan, kehangatan, kekuatan dan optimisme dengan penuh kesetiaan pada orang yang dicintai.
Wisuda saat berbagi kebahagiaan bersama orang orang tercinta, dokumentasi pribadi
Membawakan lagu ini di kala wisuda seperti kemarin terasa begitu tepat. Bukankah dalam wisuda kita berkumpul dengan orang-orang yang kita cintai? Teman, ayah, ibu atau bahkan adik juga kakak.
Dalam acara tersebut kita bisa saling berbagi rasa gembira. Ada keakraban dan optimisme dalam wisuda. Ya, di antara kehangatan hari itu terucap optimisme wisudawan dan wisudawati dalam sebuah janji yang berkali- kali diucap. See you on the top. Semoga kita bertemu lagi dalam prestasi yang lebih baik.
Masa ujian telah usai. Masa perbaikan pun telah menyusul. Kini, tibalah masa yang paling dinantikan seluruh warga sekolah, masa classmeeting.
Jerit dan teriakan siswa baik sebagai pemain maupun suporter begitu mewarnai suasana. Siswa dengan baju kaos kelas berwarna warni tampak begitu bersemangat dengan keringat sehabis pertandingan. Luar biasa.
Siswa siap mengikuti pertandingan basket, dokumentasi pribadiSiswa dengan warna warni kaos kelasnya, dokumentasi pribadi
Sebagai guru saya biasanya sibuk dengan koreksi atau nilai rapor saat classmeeting. Tapi karena kelas sembilan sudah menerima SKL dan rapor kali ini saya bisa lebih leluasa melihat kegiatan ini bahkan mengadakan perbincangan dengan beberapa siswa.
Adapun berbagai lomba yang diselenggarakan adalah basket, futsal, kasti, badminton, tarik tambang dan voli.
Classmeeting kali ini mengambil tema Bintaside out, yang artinya Bintaraloka inside out. Maknanya, setiap siswa di Bintaraloka mempunyai sisi kelebihan atau potensi yang masih tersimpan dan bisa diekspresikan dalam acara classmeeting ini.
Briefing sebelum pertandingan, dokumentasi pribadi Pertandingan basket, dokumentasi pribadi
Diungkapkan oleh Hasna dan Chalyza, tujuan Classmeeting ini disamping untuk menggali potensi siswa dalam berbagai bidang oleh raga, juga bisa menjadi sarana refreshing setelah sekian lama bergelut dengan berbagai macam ulangan dan SAS.
Di samping itu kegiatan ini juga bisa meningkatkan kekompakan, menjalin keakraban, meningkatkan sportifitas dan mengajak siswa berkompetisi secara sehat.
Panitia lomba dari OSIS tampak stand by di tepi lapangan pertandingan. Penonton yang melihat pertandingan dari atas juga begitu interest.
Petugas UKS, dokumentasi Adzraa
Yang tidak bisa diabaikan di masa classmeeting juga adalah peran dari para petugas di UKS. Menurut keterangan Adzraa dan teman-temannya setiap hari ada sekitar 10-15 siswa yang datang ke UKS karena luka atau pusing, dan siswa yang bertugas siap melayani mereka.
Penonton pertandingan, dokumentasi pribadi
Matahari semakin naik, jam sudah menunjukkan pukul 11, tapi semangat pemain dan animo penonton masih begitu tinggi.
Ada teriakan pemberi semangat, ada pukulan genderang, termasuk juga jerit senang atau juga kecewa ketika regu yang dijagokan berhasil atau gagal mencetak poin nilai.
Penonton pertandingan, dokumentasi pribadiDi tepi lapangan volley , dokumentasi pribadi Siap menjadi supporter , dokumentasi pribadi
Akhirnya semoga classmeeting kali ini tidak hanya berhasil mencari bibit olahraga yang baru, tapi juga bisa menjadi sarana menanamkan kompetisi yang sehat dan menjalin keakraban di antara siswa.
Namanya Titah Gayatri. Jika melihat sekilas dari perawakannya saja, banyak orang mungkin akan berpikir ia hanya siswi SMP biasa, sedang berharap-harap cemas akan masuk SMA mana. Akan tetapi, tidak akan ada yang menyangka bahwa di balik tubuh gadis mungil tersebut, tersimpan segudang prestasi yang ia telah pupuk sejak dini, siap dituai sewaktu-waktu.
Berawal dari medali perunggu yang ia raih pada Kejuaraan Provinsi Jawa Timur untuk kelompok usia tujuh tahun di tahun 2015, karir siswi SMP Negeri 3 Malang tersebut melonjak drastis pasca Pandemi Covid-19 empat tahun silam. Berbagai penghargaan ia sabet, mulai dari medali emas Kejuaraan Provinsi Jawa Timur kelompok usia 13 tahun pada bulan September 2022, Juara 3 Festival Catur Pelajar Nasional kategori SMP putri sebulan setelahnya, hingga yang terbaru adalah Juara 3 JAPFA Chess festival 2023 kategori putri kelompok usia 14 tahun.
Dengan segudang prestasi di genggamannya, saya merasa sangat antusias ketika mendapatkan kesempatan untuk berbincang ringan dengan Titah Gayatri pada hari Selasa (04/06). Darinya, saya mendapatkan banyak pandangan tentang lika-liku perjalanan atlet catur muda dalam mengejar mimpinya.
Bincang ringan dengan Titah Gayatri, pecatur berprestasi SMP Negeri 3 Malang.
Pewawancara (P): Let’s start with a general question. Mengapa catur? Sejak kapan mengenal papan catur dan apa yang membuat seorang Titah Gayatri mulai tertarik bermain catur?
Titah Gayatri (TG): Saya mulai bermain catur dari umur lima tahun, Mas.
P: Lima tahun?!
Jujur, saya cukup terkejut mendengar jawaban Titah. Saya yang memiliki keponakan berusia sekitar lima menuju enam tahun tahu persis betapa sulitnya mengajak anak seusia tersebut untuk duduk diam dan berkonsentrasi selama lebih dari setengah jam, belum pula mengajarkan konsep catur yang bisa dibilang rumit bahkan untuk orang dewasa sekalipun.
Pujian tidak hanya layak dilayangkan kepada Titah dan bakat luar biasanya, melainkan juga kepada pihak keluarga dan pelatih yang mampu bersabar membimbing Titah sejak dini.
TG: Iya, Mas. Saya mulai bermain catur sejak umur lima tahun. Waktu itu, ayah dan kakek yang mengenalkan saya kepada permainan papan catur ini.
P: Kalau begitu, profesi kakek dan ayah Titah..?
TG: Keduanya adalah pelatih catur.
Setelah menggali lebih dalam, putri bungsu dari empat bersaudara ini mengungkapkan bahwa ia memang berasal dari keluarga catur. Selain ayah dan kakeknya, ketiga kakak Titah juga bergelut di bidang catur. Bahkan, kakak laki-lakinya, Nayaka Budhidharma (18) telah mendapatkan gelar master FIDE (FM) di tahun ini, bertengger nyaman di posisi 26 dalam jajaran pecatur terbaik nasional saat ini.
Nayaka Budhidharma, Kakak dari Titah Gayatri dan pecatur nasional bergelar Master FIDE. Source:FIDE.
Akan tetapi, bukan Nayaka yang menjadi tokoh utama di wawancara kali ini, melainkan Titah yang sedang berjuang mengikuti jejak keberhasilan sang kakak.
P: Lalu, apa catur di mata Titah Gayatri saat ini? Apakah sekedar hobi? Lifestyle? Atau sudah menjadi mimpi yang ingin dikejar?
TG: Saat ini, mungking lebih ke mimpi yang ingin dikejar. Saya bahkan sedang berada di posisi saya lebih bersemangat untuk bermain catur daripada belajar.
P: Lantas, adakah kesulitan di sekolah karena harus bergelut di bidang catur juga?
TG: Kesulitan sih ada. Tapi mungkin banyak yang berasal dari diri saya sendiri, seperti susah menghafal di pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) atau tidak mengerti materi pelajaran menjelang ujian. Untungnya, hingga saat ini saya masih tidak pernah mengalami kesulitan di sekolah akibat terlalu focus di bidang catur.
Setelah bertanya pada ibu Yuli Anita, wali Kelas dari Titah Gayatri, beliau mengungkapkan bahwa Titah sendiri masuk dalam golongan siswa yang pintar. Meskipun berada di kelas empat semester dan harus menyelesaikan Pendidikan jenjang SMP hanya dalam waktu dua tahun, Titah masih selalu konsisten mendapat nilai di atas rata-rata. Hal ini membuktikan bahwa meskipun Titah sudah membulatkan tekad pada dunia catur, sekolah masih menjadi prioritas utamanya hingga kini.
P: Apa yang menyebabkan perubahan pola pikir tersebut? Sejak kapan Titah menganggap bahwa catur bukan hanya sekedar hobi saja?
TG: Mungkin sejak pandemi Covid-19 ya, Mas. Meskipun sebelumnya, saya juga sudah memiliki prestasi, tapi karena saya masih terlalu kecil, saya belum pernah membayangkan ingin menjadi apa ketika dewasa kelak. Akan tetapi, ketika sekolah berubah menjadi dari rumah, saya menggunakan banyak waktu luang saya untuk belajar lebih dalam tentang catur. Setelah sekian lama, saya mulai berpikir, kenapa tidak?
Ya, berbeda dari remaja lainnya yang banyak menghabiskan waktu mereka di kala pandemi dengan hanya bermain Tiktok atau aplikasi sejenisnya, Titah memutuskan untuk memanfaatkannya secara produktif dengan memperdalam ilmu catur yang ia miliki. Hal tersebut berbuah manis dua tahun pasca pandemi, ketika Titah baru saja menjadi siswi SMP Negeri 3 Malang. Ia berhasil menyabet medali emas pada Kejuaraan Provinsi Jawa Timur kelompok usia 13 tahun pada bulan September 2022 serta meraih Juara 3 pada Festival Catur Pelajar Nasional kategori SMP putri pada bulan Oktober di tahun yang sama, sebuah lonjakan prestasi yang luar biasa dalam kurun waktu dua tahun.
Titah Gayatri ketika memenangkan medali emas Kejuaraan Provinsi Jawa Timur 2022 kategori putri KU 13.
Titah Gayatri, peraih juara 3 ajang JAPFA Chess Festival 2023 kategori putri KU 14.
P: Adakah sesuatu yang Titah belajar banyak dari dunia catur dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?
TG: Mungkin karena catur adalah olahraga yang menuntut akurasi tinggi dalam waktu terbatas, yang paling banyak diterapkan adalah manajemen waktu dan selalu berpikir untuk beberapa Langkah ke depan.
P: Dan mungkin ini akan menjadi pertanyaan terakhir saya hari ini. Apa target yang ditetapkan untuk diri sendiri di tahun ini dan apa harapan seorang Titah Gayatri untuk karir caturnya di masa depan?
TG: Untuk tiap tahun, target yang saya tetapkan selalu sama, yaitu memenangkan kejuaraan nasional. Karena jika saya berhasil berprestasi di kejuaraan nasional, besar kemungkinan bagi saya untuk diberangkatkan ke luar negeri (Untuk kompetisi internasional). Sedangkan untuk harapannya, saat ini saya masih tetapkan di gelar FIDE Master Wanita (WFM) terlebih dahulu. Setidaknya, gelar WFM ini adalah lower ceiling saya. Untuk harapan setelah itu, saya akan pikirkan lagi setelah satu (harapan gelar WFM) ini tercapai.
Kejuaraan nasional. Setelah memenangkan medali emas di kejuaraan provinsi Jawa Timur dua tahun silam, Titah mengalihkan targetnya menuju kejuaraan tertinggi di Indonesia. Dan benar katanya, mereka yang mampu meraih gelar di gelaran ini mendapatkan kesempatan besar untuk diberangkatkan oleh Persatuan Catur Indonesia (PERCASI) menuju kompetisi internasional.
Dan melihat dari perjalanan karirnya, memenangkan kejuaraan nasional bukanlah sesuatu yang mustahil bagi Titah. Buktinya, ia mampu meraih 6 poin dari 9 permainan di kejuaraan nasional pertamanya tahun lalu, dimana Titah berhasil menduduki posisi 9 di klasemen akhir. Jika ia mampu lolos menuju kejuaraan nasional tahun ini di Gorontalo, pengalaman dari tahun lalu akan menjadi bekal berharga untuk meraih hasil yang lebih baik lagi.
Statistik akhir Titah Gayatri pada gelaran kejuaraan nasional 2023.
Selain berbincang masalah catur, saya juga sempat bertanya seputar pribadi Titah; mulai dari hobi, keseharian, hingga masalah sekolah. Dari pembicaraan tersebut, saya sedikit banyak dapat melihat seperti apa diri Titah Gayatri yang sebenarnya.
Meskipun bertubuh kecil dan agak pendiam, Titah Gayatri adalah sosok yang ambisius. Dan meskipun di dunia catur profesional, ia bukanlah sosok super jenius yang mampu menggemparkan jagat dunia layaknya para pecatur ulung India, Titah adalah seorang petarung. Demi mewujudkan mimpi-mimpinya, Titah adalah seorang petarung tangguh di atas papan hitam-putih yang siap membantai lawan-lawannya.
Salah satu tempat favorit yang ada di sekolah adalah kantin. Betapa tidak? Keberadaan kantin membuat warga sekolah bisa menikmati aneka makanan dan minuman sesuai selera. Makan dan minum di kantin selalu menyenangkan apalagi jika makan bersama teman-teman. Asyik….
Seperti pengamatan pagi ini di mana ketika jam sudah menunjukkan pukul sepuluh, saat bel penanda istirahat berbunyi para siswa pun keluar kelas dan menuju ke kantin.
Makan bersama di kantin, dokumentasi pribadi
Berbagai hidangan dipesan. Ada nasi pecel, nasi soto, gado-gado, bakso dan banyak lagi. Demikian juga berbagai minuman mulai dari teh panas dan dingin, jus sirsak, jambu… , pokoknya sueger.
Makan bersama di kantin, dokumentasi pribadi
Keberadaan kantin di sekolah sangat bermanfaat. Bukan hanya siswa, guru ataupun pegawai sekolah bisa makan dan minum di sini. Kantin sangat menolong bagi mereka yang lupa membawa bekal ataupun tidak sempat sarapan di rumah.
Makan bersama di kantin , dokumentasi pribadi
Kantin sekolah yang merupakan kumpulan dari beberapa pedagang makanan ini menyediakan berbagai makanan sesuai dengan aturan sekolah. Biasanya sekolah menetapkan jenis makanan yang boleh dijual juga standar kebersihan yang harus diterapkan .
Begitu banyaknya yang mengambil manfaat dari kantin sekolah, maka kehadiran kantin yang sehat sangat diperlukan.
Kantin yang sehat membuat pengunjungnya mendapat makanan yang sehat sehingga sangat berpengaruh pada kualitas kesehatan warga sekolah.
Lalu bagaimanakah kantin yang sehat itu?
Menyiapkan makanan di kantin, dokumentasi pribadi
Dari situs Kementerian Kesehatan diperoleh informasi bahwa syarat kantin sekolah yang sehat adalah:
1. Tersedia tempat cuci peralatan makan dengan air mengalir
2. Tersedia tempat cuci tangan dengan air mengalir
3. Tersedia tempat penyimpanan bahan makanan
4. Tersedia tempat penyimpanan makanan matang yang tertutup
5. Tersedia tempat penyimpanan peralatan yang bersih
6. Tersedia tempat pembuangan sampah minimal 20 meter dari kantin.
Makaman di kantin , dokumentasi pribadi
Untuk meningkatkan kesadaran warga sekolah tentang pentingnya makan makanan yang sehat, sekolah bisa mengadakan penyuluhan secara berkala, ataupun dengan menempelkan poster di tempat tempat yang strategis , serta memberikan keterangan kandungan gizi dari makanan yang dijual di kantin.
Ya, pengetahuan tentang makanan bergizi amat penting, mengingat banyaknya masalah kesehatan yang muncul di kalangan pelajar karena asupan gizi yang kurang seimbang, misalnya stunting, anemia dan obesitas.
Menyiapkan minuman di kantin , dokumentasi pribadi
Jika tidak segera diatasi, hal tersebut bisa mengurangi konsentrasi belajar siswa yang berakibat pada penurunan kualitas sumber daya manusia ke depannya.
Program pemerintah yang berencana untuk memberikan makanan bergizi gratis bagi siswa adalah sebuah hal yang patut diapresiasi, karena lewat program tersebut pemerintah sedang mengusahakan bagaimana cara memberikan asupan gizi yang lebih baik pada para pelajar.
Tinggal pengelolaan di lapangan yang perlu dilakukan dengan baik agar program tersebut bisa memberikan hasil yang maksimal.
Poster ajakan makan makanan sehat, dokumentasi pribadi
Salah satu alternatif cara pelaksanaan program tersebut adalah dengan memberdayakan kantin sekolah.
Bagaimana caranya? Kantin yang terdiri atas beberapa pedagang makanan, bisa diajak bekerja sama untuk menyiapkan makanan- makanan dengan menu tertentu seperti yang sudah ditetapkan sekolah.
Kandungan gizi makanan yang ada di kantin, dokumentasi pribadi
Pelaksanaannya bisa diatur sekolah. Seperti contohnya, jika di kantin menyediakan soto, pecel, gado-gado, lalapan dan nasi sop, maka menu dibuat berganti-ganti setiap harinya mulai hari Senin sampai Jumat. Misal hari Senin makan nasi soto, Selasa nasi pecel dan seterusnya.
Berbagai poster yang mengajak makan makanan sehat, dokumentasi pribadi
Alternatif lain kantin menyediakan makanan seperti biasanya dan pada siswa diberikan kupon untuk mengambil satu jenis makanan dan minuman yang diperlukan. Keberadaan kupon diperlukan sebagai kontrol jumlah makanan dan minuman yang dikonsumsi siswa hari itu
Kerjasama dengan kantin sekolah dalam penyediaan makanan bergizi gratis memungkinkan sekolah bisa selalu melakukan pengawasan terhadap makanan yang disediakan.
Ya, pengawasan terhadap makanan dan minuman adalah hal yang penting agar siswa bisa mendapatkan makanan bergizi dan program ini bisa mendapatkan hasil seperti yang diharapkan.
Selain di atas, hal positif lain yang bisa diambil dengan pemberdayaan kantin sekolah adalah kehadiran program ini tidak akan mengurangi pendapatan para pedagang di kantin, bahkan membantu meningkatkan pendapatan para pedagang, karena semua siswa wajib makan makanan bergizi yang disediakan oleh kantin sekolah.
Akhirnya semoga program pemberian makanan bergizi gratis ini bisa berjalan lancar dan ke depan bisa tercipta generasi yang sehat dan berkualitas sesuai yang kita harapkan bersama.
Salam Edukasi..:)
Artikel ini sudah tayang di Kompasiana tanggal 6 Juni 2024