Mengingat Kematian, Sebuah Cara untuk Menghargai Kehidupan

Sholat Dhuhur baru saja usai. Setelah melipat sajadah, anak saya segera mengeluarkan sepeda motornya. 

“Sekarang, Buk?” katanya. 

Tanpa banyak bicara saya segera memakai kerudung dan mengambil tas. Cuaca agak mendung siang ini, tapi sepertinya tidak akan turun hujan. 

Tak lama berselang, kamipun berboncengan menuju TPU Mergan dan Kasin Malang.

Rencana ziarah kubur sebenarnya akan kami lakukan hari Minggu kemarin. Tapi karena hari Sabtu dan Minggu Malang terus diguyur hujan, akhirnya ziarah baru bisa kami laksanakan hari ini.

Sepeda kami terus berjalan membelah keramaian lalu lintas kota Malang. Suasana lumayan ramai terutama pada jalan menuju arah makam. Ya, rupanya banyak yang melakukan ziarah hari ini karena terhalang hujan kemarin.

Tentang Ziarah Kubur

Berdoa saat ziarah kubur, sumber gambar: detikcom

 Ziarah kubur artinya mengunjungi makam. Akhir bulan Syaban selalu istimewa karena banyak yang melakukan ziarah kubur atau ‘nyekar’ sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Apakah ziarah harus menjelang Ramadhan saja? Tidak juga. Ziarah bisa dilakukan kapan saja, tapi seringnya dilakukan setiap hari Jumat atau menjelang hari-hari istimewa, misal menjelang Ramadhan atau Hari Raya.

Pada mulanya ziarah kubur pernah tidak diperbolehkan oleh Nabi Muhammad saw. Hal tersebut dikarenakan kondisi iman umat yang masih lemah.

Namun akhirnya ziarah diperbolehkan , seperti sabda Rasulullah yang berbunyi: 

Sesungguhnya aku dulu telah melarang kalian berziarah kubur. Maka (sekarang) ziarahlah karena akan bisa mengingatkan kepada akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian dengan menziarahinya. Barangsiapa yang ingin berziarah maka lakukanlah dan jangan kalian mengatakan ‘hujran’ (ucapan-ucapan batil),” (HR Muslim)

Dalam ziarah kubur niat harus ditata benar-benar. Ziarah diniatkan untuk mengirim doa pada ahli kubur, bukan untuk meminta berkah pada makam yang diziarahi.

Lalu apa saja hikmah dari ziarah kubur?

1. Mendoakan ahli kubur. Ya, orang yang sudah meninggal mengharapkan kiriman doa dari anak- anak maupun kerabatnya. Kiriman doa sangat besar artinya bagi ahli kubur seperti hadits berikut:

Seorang mayat dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang memohon pertolongan. Ia menanti-nanti doa ayah, ibu, anak, dan kawan yang terpercaya. 

Apabila doa itu sampai kepadanya, maka itu lebih disukainya daripada dunia dan seisinya. Dan sesungguhnya, Allah menyampaikan doa penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung. Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada orang-orang mati ialah memohon istigfar kepada Allah SWT untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka” (HR. Ad-Dailami).

2. Diampuni dosa-dosanya.

Manusia yang rajin menziarahi makam kedua orang tuanya akan diampuni dosa-dosanya seperti HR Abu Hurairah yang berbunyi: 

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari Jumat, maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan ia tercatat sebagai anak yang taat dan berbakti kepada kedua orang tuanya”.

3. Menyadarkan manusia akan kelemahannya

Ziarah kubur menyadarkan manusia bahwa sehebat apapun dia kelak akan kembali menjadi tanah dari mana dia berasal. Jadi segala macam kehebatan ataupun kebesaran tidak bisa menjadi alasan bagi kita untuk sombong.

4. Mengingat kematian dan kehidupan di akhirat.

Dengan ziarah kubur kita akan lebih mengingat kematian yang nantinya akan dilanjutkan dengan kehidupan di alam akhirat nanti. 

Banyak berbuat kebaikan , sumber gambar: Islam Digest Republika

Apakah kita sudah membawa bekal yang cukup untuk menghadapinya?

Mengingat kematian membuat kita lebih giat beribadah untuk mencari bekal sebanyak- banyaknya, memanfaatkan waktu hidup kita di dunia dengan berbuat kebaikan baik pada Allah maupun sesama. 

Menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk melakukan kebajikan adalah perwujudan rasa syukur kita atas kehidupan yang telah diberikan oleh Sang Pencipta.

Akhirnya, satu nasehat yang sangat penting dari ziarah kubur adalah mengingat kematian, karena 

hakekatnya mengingat kematian membuat kita lebih bersyukur akan anugerah kehidupan yang sedang kita jalani sekarang ini.

Ramadhan Adalah Bulan Rindu

Ramadhan kembali menyapa. Hadirnya selalu disambut dengan penuh sukacita. Ya, bulan penuh rahmat dan ampunan. Bulan dimana pahala amal kebaikan dilipat gandakan.

Bulan Ramadhan ketika anak-anak sudah besar jauh sekali rasanya dengan ketika mereka masih kecil. Ketika anak-anak sudah besar bahkan beberapa harus tinggal di luar kota, bulan Ramadhan terasa lebih sepi.

Di bandingkan saat ini, bulan Ramadhan saat mereka masih kecil  selalu penuh cerita heboh dan lucu, dan semua itu sungguh membuat rindu.

https://youtu.be/BmlhXUwfTuc?si=h9OWne9qLv9bXRcK
Lagu Ramadhan Tiba dari Opick, Gembira sambut datangnya bulan suci Ramadhan

Ramadhan adalah bulan rindu. Ya, rindu keramaian anak- anak yang selalu sibuk menghitung jam. “Buk, buka kurang berapa jam lagi?” Itu selalu yang mereka tanyakan.

Puasa adalah perjuangan. Benar, perjuangan mereka menahan lapar,  berkali-kali keluar masuk dapur untuk sekedar membaui aroma masakan sekaligus melihat apa saja makanan  yang disiapkan untuk berbuka nanti.

Ilustrasi anak kecil berpuasa, sumber gambar: NU Online

Ramadhan adalah bulan rindu. Rindu saat menantikan buka bersama sambil nonton acara TV yang selalu diselingi iklan sirup yang begitu legendaris.

Saat tertawa bersama melihat tingkah Pak RW cs dan ruwetnya komunikasi antara Azzam dan Aya di sinetron Para Pencari Tuhan. Dan semua kegiatan menonton sinetron langsung berhenti begitu azan Maghrib berkumandang.

Ilustrasi anak kecil shalat tarawih, sumber gambar: Fimela

Ramadhan adalah bulan rindu. Rindu saat melihat anak-anak pergi ke langgar untuk shalat tarawih, juga mendengarkan suara mereka taddarus lewat pengeras suara. Sementara para ibu sibuk bersih- bersih, cek nasi dan lauk untuk santap sahur seusai tarawih. 

Ramadhan adalah bulan rindu. Rindu perjuangan saat membangunkan mereka untuk makan sahur. Alarm disetel keras, tapi tidak juga mampu membangunkan mereka yang lelap, sampai satu demi satu didekati dan ditepuk- tepuk badannya.

Ilustrasi kebersamaan saat Ramadhan, sumber gambar: Suarakalbar

Ramadhan adalah bulan rindu. Rindu saat ibadah terasa demikian nikmat, suasana terasa demikian teduh, doa- doa terasa demikian khusyuk dan jalur langit serasa begitu dekat.

Ramadhan adalah bulan rindu. Rindu pada yang ada dan sudah tiada. Dan dimana pada saatnya semua kerinduan akhirnya tertumpah  dalam kata-kata juga ribuan doa dan harapan untuk kebaikan semua yang tercinta.

(Sekedar renungan menjelang Bulan Suci Ramadhan)

Selamat menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan, semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan kelancaran pada kita semua dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

https://youtu.be/s_Kur0UNXUQ?si=3s7Uu5l-jgOiNzjs
Sinetron favorit saat Ramadhan, Para Pencari Tuhan

Memperkuat Ukhuwah dan Kasih Sayang Melalui Kegiatan Zakat Fitrah

Sebagai penyempurna ibadah puasa Ramadhan, maka di akhir bulan suci ini kaum muslimin wajib menunaikan zakat fitrah. Zakat fitrah dibayarkan dalam bentuk bahan makanan pokok atau uang sejumlah pembelian bahan makanan pokok tersebut.

Zakat berupa makanan pokok, dokumentasi BDI

Karena makanan pokok kita adalah beras, maka zakat fitrah diberikan dalam bentuk beras atau uang.

Orang yang berzakat disebut muzakki sedangkan yang menerima zakat dinamakan mustahiq.

Panitia zakat, dokumentasi BDI

Siapa sajakah orang yang berhak menerima zakat? Menurut QS At Taubah 60, ada delapan golongan orang yang berhak menerima zakat yaitu fakir,miskin, amil, mualaf, ghorim, riqab, fi Sabilillah dan Ibnu sabil

اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَاۤءِ وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْعَامِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغَارِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَابْنِ السَّبِيْلِۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ

Artinya: Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk(membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. (Q.S. at-Taubah (9) ayat 60).

Menyerahkan zakat fitrah, dokumentasi Nesya

Berkaitan dengan implementasi ajaran zakat fitrah, SMP Negeri 3 Malang tahun ini menerima dan menyalurkan zakat fitrah. Kegiatan ini dikelola oleh BDI dengan pengawasan dan bimbingan langsung dari guru-guru PAI.

Menyerahkan zakat fitrah, dokumentasi Nesya

Penerimaan zakat dilaksanakan di ruang sekretariat yang berlokasi dihalaman depan dekat parkiran , sementara penyaluran dilaksanakan pada tanggal 20 April 2023 di kelas 3.6.1.

Zakat dibagikan pada warga sekolah dan warga masyarakat sekitar yang membutuhkan.

Ada 256 paket berisi beras 5 kilogram dan 55 paket beras 6 kilogram yang dibagikan hari itu.

Ada banyak hikmah yang terkandung dalam kegiatan zakat fitrah, di antaranya adalah:

  1. Memperoleh keberkahan harta.
    Zakat fitrah dapat mensucikan jiwa sekaligus dapat membersihkan harta.
  2. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt. Zakat fitrah mengajarkan bentuk syukur kepada Allah Swt atas semua nikmat yang telah diberikan kepada kita, dengan cara berbagi.
  3. Mempererat kepedulian dan silaturahmi. Ya, dalam Islam diajarkan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dan kasih sayang. Zakat fitrah adalah salah satu cara menanamkan nilai-nilai tersebut.
Membagikan zakat fitrah, dokumentasi BDI

Akhirnya salut pada BDI juga pembina dan guru pendamping yang telah bekerja demikian sungguh-sungguh sehingga acara penerimaan dan pembagian zakat fitrah bisa berjalan dengan lancar.

Bersama sebagian dari BDI dan pembina, dokumentasi BDI

Semoga Allah menerima segala amal Ramadhan kita, dan mudah mudahan kita semua diberikan kesempatan untuk bertemu kembali dengan Ramadhan di tahun mendatang.

Salam Ramadhan 🙂

Giat Badan Dakwah Islam Bintaraloka di Penghujung Bulan Ramadhan

Sore itu hujan deras mengguyur kota Malang. Halaman dan sekitar sekolah basah dilanda hujan yang tiada henti-hentinya. Meski demikian, semangat siswa untuk berkegiatan tidak pernah surut. Aula Bintaraloka 1 sejak bakda sholat Ashar sudah diramaikan oleh berbagai kesibukan siswa.

Ya, hari itu kita semua sudah hampir berada di penghujung bulan Ramadhan. Karenanya Badan Dakwah Islam (BDI) mengadakan acara Khotmil Quran dan kirim doa bersama.

Briefing, dokumentasi Bu Utien

Acara diikuti oleh sekitar 27 siswa dan 3 guru pendamping yaitu guru PAI SMP Negeri 3 Malang; Pak Muhaimin, Bu Utien dan Pak Abid.

Peserta kegiatan, dokumentasi Bu Utien

Acara yang dimulai pukul 16.00 ini diisi dengan pembuatan video ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri, pelatihan publik speaking, pengisian materi seputar Ramadhan, sholat Maghrib berjamaah, buka bersama, sholat Isyak dan Tarawih berjamaah serta khotmil Quran.

Azan penanda waktu masuknya sholat, dokumentasi Bu Utien

Bertindak sebagai imam sholat Maghrib adalah Pak Abid, dan imam sholat Isyak dan Tarawih adalah Pak Muhaimin.

Yang membanggakan dalam acara pelatihan publik speaking dan pengisian materi, siswa bergantian tampil untuk menunjukkan kepiawaiannya memberikan ‘ceramah’ di depan teman-temannya.

Lily dan Naura, dokumentasi Bu Utien

Adapun judul yang diangkat dalam publik speaking dan pengisian materi sekitar Ramadhan adalah Kemuliaan di Bulan Ramadhan (Addin dan Nadia), Godaan Bulan Puasa (Lily Avisha dan Fashli), Silaturahmi dan Persaudaraan (Febri dan Naura).

Public speaking, dokumentasi Bu Utien
Peserta kegiatan, dokumentasi Bu Utien

Acara berjalan dengan lancar. Sesudah Sholat Maghrib berjamaah, berbuka bersama,sholat Isyak dan Tarawih berjamaah, acara dilanjutkan dengan Khotmil Quran.

Buka bersama, dokumentasi Bu Utien

Bulan Ramadhan, bulan yang begitu mulia. Di bulan ini pertama kali diturunkannya Al Qur’an. Karenanya sudah sepatutnya kita mengisi bulan ini dengan banyak membaca Al Qur’an.

Ya, bukankah Al Qur’an yang kelak akan memberikan kita syafaat di yaumil qiyamah kelak?

Peserta kegiatan, dokumentasi Bu Utien

Harapannya semoga kita semua bisa menjadi generasi yang cinta Al Qur’an, dan ke depan kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu kembali dengan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan ampunan ini.

Amiin YRA.

Salam Ramadhan😊

Menjadi Manusia yang Dirindukan Surga

Surga adalah tempat di akhirat yang diciptakan Allah SWT untuk orang yang beriman dan bertakwa. Surga merupakan balasan Allah atas amal kebaikan yang dilakukan manusia selama hidup di dunia.

Dalam bahasa Arab surga disebut Al-Jannah. Al-Jannah diambil dari ungkapan al-hadiqah zatusy-syajar yang artinya kebun atau taman yang terdapat banyak pepohonan.

Banyak ayat dalam Al Quran yang menerangkan tentang surga dan keindahannya. Setiap dari kita pasti ingin masuk surga. Kita semua tentu berharap dan rindu untuk masuk surga di kehidupan akhirat kelak.

Namun ternyata ada golongan manusia yang justru dirindukan surga. Betapa istimewa mereka. Surga menunggu kehadiran mereka.

Ada empat golongan manusia yang dirindukan surga yaitu:

Satu : Orang yang rajin membaca Al Qur’an


Mari kita perhatikan hadits berikut:

Membaca Al Quran, dokumentasi: Bu Utin

Dari Usman bin Affan ra, Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).

Membaca Al Quran adalah ibadah yang mulia dan karena itu setiap muslim wajib mempelajarinya.

Membaca Al Quran, dokumentasi: Bu Utien

Tingkatan dalam belajar Al Qur an meliputi :

  1. Belajar membaca Al Quran. Penting bagi setiap muslim untuk belajar membaca Al Qur’an dengan bacaan yang benar.
  2. Memahami Al Quran. Sesudah bisa membaca Al Quran sebaiknya kita belajar memahami dan menghayati isi kandungan Al Quran.
  3. Mengimplementasikan . Sesudah membaca, menghayati isinya yang terakhir kita mencoba mengimplementasikan Al Qur’an dalam kehidupan kita sehari hari

Dua : Menjaga lisan

Menjaga lisan, sumber gambar: FPSB UII

Betapa pentingnya kita menjaga lisan kita. Ada sebuah kata bijak yang mengatakan bahwa selamatnya manusia adalah dari lisan atau kata-katanya.

Al kisah pada suatu saat Lukman Al Hakim diminta menyembelih sapi oleh tuannya. Tuannya berkata , ” Wahai Lukman, sembelihlah seekor sapi yang bagus, lalu bawakan kepadaku bagian tubuh sapi yang terbaik dan terburuk.”

Lukman segera melaksanakan tugas tersebut. Dan ia memberikan bagian tubuh sapi yang terbaik dan terburuk dalam dua buah wadah.

Ketika tuannya membuka apa yang dibawa oleh Lukman, tuannya heran karena kedua wadah berisi lidah sapi.
“Apa maksudnya ini, Lukman?” tanya tuannya kepada Lukman.

Lukman menjawab, “Bagian tubuh yang terbaik adalah lidah, karena jika ia berkata -kata baik , maka selamatlah manusia. Bagian tubuh terburuk juga lidah, karena jika lidah berkata-kata yang kurang baik, maka manusia akan tergelincir dalam kebinasaan.”

Betapa pentingnya kita menjaga lisan agar tidak tergelincir dalam kebinasaan.

Tentang menjaga lisan ini diungkapkan hadits nabi : “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berbicara yang baik atau diam” (HR. Bukhari).

Tiga : Suka memberi makan pada orang yang membutuhkan.

Suka berbagi, dokumentasi Bu Utien

Islam mengajar kita agar suka berbagi dan peduli pada orang sekitar kita. Jangan sampai kita sudah melaksanakan banyak ibadah, namun terhalang masuk surga gara- gara tidak peduli pada orang sekeliling kita yang kekurangan.

Melatih kepedulian pada sesama, dokumentasi pribadi

Peduli pada sesama perlu dilatihkan sejak kecil agar kita semua suka berbagi.

Empat : Berpuasa di bulan Ramadhan.

Ilustrasi berbuka di bulan Ramadhan, dokumentasi Bu Utien

Berbahagialah kita yang bisa melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan karena kita termasuk manusia yang dirindukan surga.

Karenanya mari kita jaga puasa kita dengan menghindarkan diri dari segala perbuatan yang tercela agar kita bisa memperoleh pahala puasa. Jangan sampai kita tidak mendapat pahala puasa, melainkan hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja.

Seperti hadits yang diriwayatkan Imam An-Nasai dan Ibnu Majah: “Berapa banyak orang yang berpuasa, tidak mendapat pahala puasa kecuali hanya lapar dan hausnya saja. Berapa banyak orang yang bangun malam, tidak mendapat pahala kecuali hanya bangun malamnya saja.”

Akhirnya semoga kita semua senantiasa diberikan petunjuk dan kekuatan agar kita bisa melaksanakan berbagai amal kebajikan yang membawa kita ke dalam golongan manusia yang dirindukan surga. Amiin YRA.

Salam Ramadhan.

Disarikan dari Pengajian KALBU