Sehangat Bakso Gangsar

Siang itu tak seperti biasanya matahari bersinar cerah. Biasanya jam-jam sesudah Dhuhur mendung sudah menggantung di atas kota Malang.

Bergegas saya menuju Bakso Gangsar, ya, arisan alumni SD Bareng kali ini akan diadakan di sana.

Bertiga kami menghadap mangkok berisi bakso kasar, halus, siomay dan goreng yang dilengkapi saos, sambal dan kecap untuk cocolan. Ngobrol ngalor ngidul dimulai. Tentang apa saja. Tentang les lesan, kucing dan banyak lagi.

Jam sudah menunjukkan hampir pukul setengah satu. Dari tadi cuma tiga orang yang datang termasuk saya. Okelah, acara makan langsung dimulai saja.. Sungkan sama Mas nya kalau duduk terlalu lama di situ.

Kami mengambil bakso masing masing. Khasnya bakso Malang, isinya beragam dan kuahnya segar. Swalayan lagi. Sebelum makan, khasnya emak-emak selalu kami sempatkan untuk berfoto sejenak. Acara wajib itu.. Siapa fotografernya? Ya Mas penjualnya.. He.. He…

Hingga isi mangkuk kami habis, teman yang ditunggu- tunggu belum hadir juga..
Ah, ternyata ada teman yang mendapat instruksi mendadak dari tempatnya bertugas, ada juga yang masih punya kepentingan lain.

Tak apa, semoga di pertemuan berikutnya bisa lebih banyak yang datang. Hari ini setidaknya pertemuan berjalan lancar dan persahabatan serta silaturahmi di antara kami tetap terjaga.

Ya, persahabatan yang demikian hangat, sehangat bakso Gangsar..

Yuli Anita

Leave a Comment

Your email address will not be published.

9 views