Sebuah Pagi di Kayutangan

Pagi yang cerah. Sepeda motor kami terus berjalan membelah jalanan kota Malang yang tak seramai biasanya. Tentu saja, Sabtu adalah hari libur sekolah, sehingga intensitas kendaraan jauh berkurang.

“Kayutangan, ya?” kata anak saya.

“Iya Le..,” kata saya yang duduk di boncengan. Ya, sejak beberapa hari yang lalu anak saya berjanji mengajak saya ke tempat yang fenomenal ini.

Meski Kayutangan adalah rute saya tiap pagi saat berangkat sekolah, tapi jalan-jalan ke Kayutangan terasa istimewa karena nuansanya berbeda.

Tidak ada yang tergesa-gesa. Beberapa orang masih ngopi di pinggir jalan. Anak kecil berjalan sambil membawa jajanan, dan beberapa juga berjalan-jalan seperti halnya saya.

Depan toko Oen, dokumentasi pribadi

Dekat Toko Oen kami berfoto sebentar lalu meneruskan perjalanan. Di depan sebuah toko tampak dua orang pemusik siap beraksi. Satu vokalis, satu pemain organ

Sang vokalis menyapa saya ramah. “Mau nyanyi, Bunda?” 

Saya dan anak saya tersenyum. Saya bisa nyanyi.. tapi kalau harus dimasukkan mic, haduuuh tidak berani…, falsnya kelihatan nanti…he..he..

Musisi di Kayutangan , dokumentasi pribadi

Saya menggeleng.

“Barangkali request lagu?” 

Fly Me to the Moon bisa?” jawab saya.

“Oh, itu yang mau saya nyanyikan Bunda..” jawab Sang vocalis.

Setelah intro yang manis lagu yang pernah dipopulerkan oleh Frank Sinatra itupun berkumandang.

Fly me to the moon, Let me play among the stars

Let me see what spring is like, On a, Jupiter and Mars

In other words, hold my hand, In other words, baby, kiss me.

Cantik, itu kesan saya. 

“Berikutnya adalah lagu Sepanjang Jalan Kenangan, sebagai kenangan anda ketika jalan-jalan sepanjang Kayutangan..,” kata Sang vocalis yang langsung disambung  dengan menyanyikan lagu yang pernah dipopulerkan oleh Tetty Kadi di sekitar tahun tujuh puluhan.

“Lagu kesukaan Mbah ini,” bisik saya pada anak saya. Ya, itu adalah lagu kesukaan ibuk saya.

Anak saya mengangguk.

Ah, mana dia kenal, pikir saya.

Sepanjang jalan kenangan kita slalu bergandeng tangan

Sepanjang jalan kenangan kau peluk diriku mesra…

Lagu berakhir dan saya bertepuk tangan. Sebelum meninggalkan tempat saya diajak berfoto bersama. 

Wow, surprise sekali. Setelah foto, kami pun meneruskan perjalanan.

Foto bersama, dokumentasi pribadi

Makin siang geliat kesibukan di Kayutangan makin terasa. Cafe-cafe mulai buka, orang berlalu- lalang semakin banyak. Beberapa cafe mulai ada pengunjungnya sementara yang lain masih bersiap- siap.

Pagi di Kayutangan
Cafe di Kayutangan , dokumentasi pribadi

Perjalanan kami teruskan hingga berhenti di grup musik yang kedua. Berbeda dengan yang pertama kini lagu-lagu yang dibawakan beraliran rock. 

Musisi di Kayutangan, dokumentasi pribadi

Lagu Kehidupan dari God Bless mengalun ciamik. Lengkingan vokal yang tinggi plus permainan gitar yang bagus memaksa saya berhenti di situ.

Satu lagu selesai. 

“Bunda mau nyanyi atau request?”

Aih, lagi- lagi saya disapa. 

Mungkin kami datang kepagian. Pengunjung masih beberapa orang.

“Request saja, ” jawab saya sambil mendekat.

Rumah Kita, God Bless,” tambah saya.

Sang vocalis tersenyum. Dan tak lama kemudian lagu Rumah Kita mewarnai suasana  Kayutangan pagi itu. Bagus sekali.

Lebih baik di sini, Rumah kita sendiri 

Segala nikmat dan anugerah Yang Kuasa, Semuanya ada di sini

Rumah kita…

Tak terasa saya ikut bersenandung sambil sesekali memotret penampilan mereka.

Satu lagu selesai. 

Matahari semakin tinggi. Jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan. 

Wah, saya harus segera belanja ini, pikir saya.

Sayapun segera pulang dengan iringan lambaian tangan para musisi.

Pagi hari di Kayutangan benar-benar punya cerita tersendiri. Alunan lagu dari para grup musik membuat kita sejenak bernostalgia, terlempar ke masa lalu yang menyimpan banyak cerita. 

Mendengar lagu kesukaan membuat kita sejenak melupakan segala masalah yang ada. Bukankah dalam hidup masalah akan selalu ada, datang dan pergi silih berganti?

Kami terus berjalan ke tempat parkir. Sayup- sayup para musisi kembali beraksi.

Trouble will find you no mater where you go, oh oh

No Matter if you’re fast no matter if you’re slow, oh oh

The eye of the storm and the cry in the morn, oh oh

Your fine for a while but then start to loose control

He’s there in the dark..

Trouble is a friend dari Lenka mengakhiri jalan-jalan kami ke Kayutangan pagi itu

Museum Keliling, dari Mpu Purwa untuk Bintaraloka

Pada hari Jumat (20/9) , telah berlangsung kegiatan museum keliling yang diadakan oleh Museum Mpu Purwa di aula Bintaraloka satu.

Kegiatan museum keliling, dokumentasi Naufal

Perpustakaan keliling, puskesmas keliling sudah sering kita jumpai. Tapi museum keliling? Nah, menarik ini…

Tentang Museum Mpu Purwa

Belajar sejarah di Museum Mpu Purwa, dokumentasi pribadi

Museum Mpu Purwa terletak di Jalan Soekarno-Hatta No. 210, tepatnya di komplek Perum Griyashanta, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

 Nama asli dari bangunan ini adalah Balai Penyelamatan Benda Purbakala “Mpu Purwa

Bangunan ini diresmikan pada tahun 2018 oleh Bapak Muhadjir Effendy dan  digunakan untuk menyimpan benda-benda cagar budaya yang ditemukan di berbagai wilayah di Malang Raya yang berasal dari  peninggalan  zaman Kerajaan Kanjuruhan abad VIII M, hingga masa akhir Kerajaan Majapahit abad XVI M.

Mengapa museum ini dinamakan Museum Mpu Purwa?   Mpu Purwa adalah seorang tokoh religius dalam masyarakat Jawa Kuno yang nasehatnya selalu diikuti oleh para pengikutnya  

Bagi sebagian orang berkunjung ke museum  adalah aktivitas yang membosankan karena museum identik dengan tempat untuk menyimpan barang kuno atau bersejarah yang memberikan kesan suram.

Melihat koleksi museum Mpu Purwa, dokumentasi pribadi

Namun tidak demikian halnya dengan salah satu museum kebanggaan kota Malang ini. Tata letak benda benda koleksi di dalamnya dibuat sedemikian rupa dengan konsep kekinian yang membuat museum ini menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar, terutama oleh para generasi muda.

Jalannya Kegiatan Museum Keliling

Sesi tanya jawab di kegiatan Museum Keliling, dokumentasi Naufal

Dalam kegiatan museum keliling ini pihak museum menjelaskan tentang museum Mpu Purwa dan koleksinya, serta membawa beberapa barang koleksi untuk diterangkan pada siswa.

Penjelasan pada siswa berkisar pada dibuat sekitar tahun berapa, maknanya juga terbuat dari apa.

Peserta kegiatan museum keliling, dokumentasi Naufal

Tanggapan siswa terhadap acara ini sangat antusias. Terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang masuk.

 Bahkan ketika acara selesai beberapa siswa mendekati narasumber dan bertanya lebih lanjut tentang jenis batu yang digunakan untuk membuat arca kecil yang dibawa narasumber. Dan kembali narasumber memberikan penjelasan tentang benda koleksi yang ditanyakan siswa tersebut.

Narasumber dari Mpu Purwa , Dokumentasi Naufal

Banyak manfaat yang bisa diambil dari kegiatan museum keliling ini. Di antaranya lebih mendekatkan museum dengan masyarakat dengan memperkenalkan benda-benda koleksi di dalamnya, juga meningkatkan kecintaan generasi muda pada museum.

Banner museum Keliling , dokumentasi Naufal

Seperti yang dipesankan Bung Karno, “jasmerah”. Jangan sekali sekali melupakan sejarah. Lewat museum kita bisa belajar sejarah masa lampau agar lebih bijak dalam menentukan langkah kita ke depan. 

Dari “Procol Harum” Hingga “Kangen”, Sebuah Cara Membangun Bonding dalam Keluarga

Topik pilihan Kompasiana kali ini sangat menarik, yaitu tentang bonding antara orang tua dan anak. Renggangnya hubungan antara anak dan orang tua sekarang ini ditengarai karena kurangnya bonding di antara mereka.

Dari berbagai sumber yang saya baca, bonding antara orang tua dan anak adalah ikatan emosional yang kuat dan mendalam yang terbentuk seiring berjalannya waktu. 

Bonding bisa membangun dasar percaya diri, rasa aman, dan cinta antara kedua belah pihak.

Ada banyak cara untuk meningkatkan bonding antara orang tua dan anak, seperti menyediakan waktu berkualitas untuk melakukan kegiatan bersama, mau terlibat dalam kegiatan anak, bersedia saling mendengarkan dan banyak lagi.

Pada prinsipnya bonding terjadi melalui interaksi positif, perhatian, perawatan, dan komunikasi yang ajeg antara orang tua dan anak.

Francis Goya

Berbagai artikel tentang bonding orang tua dan anak ini  mengingatkan  saya ingat pada bagaimana bapak saya membangun ikatan emosional yang kuat dengan kami para anaknya.

Bapak membangun ikatan emosional tersebut lewat membaca dan mendengarkan musik bersama. Mengenai membaca, sudah pernah saya ulas dalam artikel yang berjudul Belajar dari Bapak, Menanamkan Kegemaran Membaca dengan Cara yang Sederhana

Kali ini saya akan bercerita tentang bonding yang terbentuk karena mendengarkan musik bersama.

Sebuah cara yang sangat sederhana namun bisa membuat ikatan emosi kami terjalin erat

Kala itu kami sekeluarga memiliki tradisi mendengar musik bersama. Setiap sore ataupun pagi sebelum sekolah. Sambil mendengar musik yang diputar kdari kaset kami bersih- bersih, istirahat sejenak sambil ‘ngeteh’ lalu meneruskan kegiatan lainnya.

Lagu- lagu yang disetel lewat tape adalah lagu kesukaan bapak yang akhirnya menjadi kesenangan kami juga.

Hingga sampai sekarangpun, di mana saja kami berada jika mendengar lagu -lagu tertentu kami selalu ingat bapak. Bahkan peristiwa peristiwa kecil yang dibawa oleh kenangan dari lagu itu.

Pernah saat ada acara jalan jalan di luar kota, waktu rombongan kami belanja oleh-oleh tiba tiba sebuah lagu instrumen mengalun. Lagu dari Francis Goya. Saya berhenti sejenak sambil tersenyum. Ah, ini lagu bapak, pikir saya.

Sumber gambar: Spotify

 Sampai sekarang setiap mendengar lagu The Whiter Shade of Pale, saya selalu diam sejenak. Menikmati alunannya sambil mengulang kenangan ketika kami , saya dan bapak duduk di ruang depan sambil menyelesaikan jahitan yang akan diambil esok hari.

Ya, bapak saya adalah seorang penjahit, tiap malam kami memasang kancing ataupun menjahit tangan baju baju yang akan segera diambil para pelanggan  kami.

Lagu berikutnya yang sangat sangat membuat saya teringat bapak adalah Belladona dari UFO. Melodinya saja sudah terasa sangat indah menurut saya

Belladona

Di zaman radio masih sering diputar, di suatu siang ketika sedang bermain saya mendengar lagu ini diputar di radio tetangga.

Saya segera berlari ke bapak yang sedang menjahit. “Pak, ada Belladona!” teriak saya.

Bergegas bapak nyetel radio Sieghfrid kami di belakang mesin jahit, dan mencari stasiun radio yang memutar lagu Belladona.

Meskipun hanya dapat setengah lagu tapi senang sekali rasanya bisa mendengar bersama bapak. Ada rasa bangga karena saya ‘menemukan’ lagu itu.

Dream Express, tangkapan layar pribadi

Lagu- lagu dari Dream Express yang pernah ngetop di kisaran tahun 80 an  juga menyimpan banyak kenangan manis. Saat itu saya sering diajak ke toko kaset. Mendengar lagu lewat headphone, memilih kaset yang bagus sungguh sangat menyenangkan.

Apalagi kalau di rumah bapak berkata,”Nduk, lagu pilihanmu enak-enak,”

Bahkan urutan lagu Dream Express ini saya hafal saking seringnya disetel di rumah.

Masih banyak lagi lagu lain yang menyimpan kenangan di antara kami. Sampai kamipun hafal lagu kesukaan kakak, ibuk, juga adik.

Sampai sekarang begitu mendengar lagu lagu Deep Purple dan Kitaro saya langsung WhatsApp adik saya. Ya, dulu kami sering ngopi sambil mendengar lagu lagu favorit kami ini.

Mendengar musik bareng juga sering saya lakukan dengan anak-anak saya. Biasanya pulang sekolah atau pas bersih bersih di hari Minggu.

Ada satu lagu favorit yang kami dengarkan bersama yaitu “Music and Me ” dari Michael Jackson. 

Music and Me

Kata anak saya setiap mendengar lagu itu ia selalu ingat suasana Minggu di rumah. “Ada ibuk yang masak di dapur, aku dan adik adik membaca dan ngobrol di kamar belakang dan rumah beraroma obat pel… Selalu bikin kangen,” katanya.

Hingga ketika saya dan anak saya berjauhan karena harus kuliah atau bekerja di luar Malang, berkirim lagu adalah hal yang sering kami lakukan.

Suatu ketika, anak saya yang saat itu sedang kuliah di Jogja mengirim lagu Nothing s Gonna Change My Love for You, dari George Benson lewat WhatsApp.

“Lagi jalan jalan tiba-tiba adalah lagu kesukaan Ibuk,” katanya.

Dewa 19, sumber gambar: Spotify

Aih… Hati saya terasa begitu hangat. Segera saya buka Spotify, saya kirim sebuah lagu balasan untuknya. “Kangen” dari dewa 19. 

“Kangen ya Le…,”

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh), Aritmatika Sosial 4

Saat kita berbelanja di supermarket maupun makan di restoran pasti akan mendapatkan struk pembayaran. Dalam struk pembayaran tersebut akan tertera tambahan biaya, salah satunya pungutan pajak yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN). 

Apa pajak itu dan bagaimana cara menghitung pajak? 

Pajak adalah nilai suatu barang atau jasa yang harus dibayarkan oleh masyarakat kepada pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku. 

Selain memiliki fungsi yang sangat penting bagi kelangsungan suatu negara, pajak juga memiliki manfaat untuk masyarakat umum dan juga bagi negara tersebut. 

Infrastruktur yang pembangunannya juga menggunakan pajak, sumber gambar: DJpB Kemenkeu

Bagi masyarakat sendiri pajak bermanfaat untuk : 

1. Membangun infrastruktur seperti RS, jalanan, sekolah, dan fasilitas umum lainnya

2. Memberikan subsidi seperti subsidi bahan bakar minyak ataupun bantuan sosial

3. Menyediakan pelayanan transportasi umum

4. Melaksanakan hak-hal demokrasi seperti pemilu.

Besarnya pajak diatur oleh perundang-undangan sesuai dengan jenis pajaknya. Tentunya banyak jenis pajak yang diatur dalam undang-undang. Kali ini kita akan membahas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang sering kita temui dalam transaksi jual beli dan PPh atau Pajak Penghasilan.

Sumber gambar : Facebook

PPh merupakan pajak yang harus dibayarkan untuk seseorang atau suatu badan atas penghasilan yang didapatkan selama satu tahun pajak. Sedangkan PPN merupakan pajak yang dikenakan pada suatu barang atau jasa yang diperjualbelikan.

Dalam menghitung pajak tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Dimana, cara menghitung pajak, baik PPh dan PPN tersebut dapat menggunakan rumus sebagai berikut :

 PPh = %PPh x penghasilan kotor 

Penghasilan Bersih = Penghasilan Kotor – PPh 

PPN= (%PPN x Harga Barang Awal

Harga Barang Akhir = Harga Barang Awal + PPN 

Agar kalian lebih mengerti tentang potongan pajak ini, maka kita akan membahasnya dengan menggunakan contoh soal sebagai berikut : 

Pertanyaan 1 : Pak Sandy adalah seorang pegawai dengan gaji Rp4.500.000. Jika gaji tersebut dipotong PPh sebesar 10%. Maka tentukanlah besar gaji bersih Pak Sandy!

Sumber gambar: Tribunjatim

Penyelesaian:

Penghasilan Bersih = Penghasilan Kotor – PPh

= Penghasilan Kotor – (10% x Penghasilan Kotor)

= 4.500.000-( 10% x 4.500.000)

= 4.500.000-450.000 = 4.050.000

Jadi, gaji bersih Pak Sandy adalah sebesar Rp4.050.000

 Pertanyaan 2 : Rima bersama Irma pergi ke sebuah restoran. Restoran tersebut mengenakan biaya PPN sebesar 10% untuk setiap makanan dan minuman yang dipesan. Jika total pesanan mereka adalah Rp.385.000 maka berapakah total harga yang harus mereka bayar? 

Sumber gambar : Liputan 6

Penyelesaian:

PPN   = 10% x harga beli PPN  

= 10% x Rp.385.000 = Rp38.500

Total harga pembelian  = 385.000 + 38.500 = 423.500

Jadi, total harga yang harus mereka bayar adalah sebesar Rp423.500  

Agar lebih memahami materi di atas, mari mengerjakan soal berikut ini:

1.Suatu hari Nina pergi ke kedai Mie bersama temannya. Dalam acara makan hari , mereka menghabiskan dua porsi mie, dua minuman coklat panas dan satu piring kecil Snack. Jika satu porsi mie seharga Rp18.000,00, satu cangkir coklat panas Rp9000,00, satu piring Snack Rp11.000,00, dan PPn 10%,berapakah harga keseluruhan yang harus dibayar?

Kedai Mie, dokumentasi pribadi

2.Sebagai pegawai biro travel Sidohealing Pak Hanis mendapatkan gaji Rp3.500.000,00 dan uang transport Rp750.000,00. Jika pajak atas gaji adalah 5%, tentukan penghasilan bersih Pak Hanis setiap bulannya!

Sumber gambar: iStock

3. Pak Darus membeli sebuah kulkas seharga Rp4.500.000,00. Karena pelanggan khusus, ia mendapat diskon 15%.Ketika membayar ke kasir ia dikenai pajak 10% . Berapakah total harga yang harus dibayar Pak Darus?

Sumber gambar: Dongkrak Usaha

4. Bu Intan berbelanja buah di toko HARUM MANIS berupa mangga 2kg, apel 3kg dan pear 4kg. Jika harga masing masing untuk mangga , apel dan pear adalah Rp 15.000,00, Rp17.000,00 dan Rp16.000,00 per kg,dan setiap pembelian dikenai PPN 10%, maka harga yang harus dibayar Bu Intan adalah….

Sumber gambar: Tokopedia

Selamat belajar ..

Baca juga:

Temon (Telang Lemon), Sebuah Inovasi Benang Mass untuk Pembelajaran yang Lebih Bermakna

Fotografer : Ruth

Pembelajaran berdiferensiasi adalah satu ciri khas dari Kurikulum Merdeka.  Dengan pembelajaran ini anak akan mendapatkan layanan sesuai kebutuhan dan gaya belajarnya, sehingga pembelajaran akan lebih menyenangkan.

Untuk melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi di awal tahun pelajaran selalu dilaksanakan tes diagnostik baik akademik maupun non akademik.

Salah satu tes yang dilakukan dalam tes diagnostik non akademik di sekolah kami adalah tes psikologi. Nah, hasil tes psikologi bisa dipetakan siswa yang memiliki kemampuan kognitif tinggi rendah ataupun sedang.

Dari hasil tes psikologi yang sudah dilakukan, ada beberapa siswa yang memiliki kemampuan kognitif kurang tapi memiliki keunggulan dalam ketrampilan. 

Mading Benang Mass dan inovasinya, dokumentasi Bintaraloka

Untuk melayani siswa dengan berbagai karakteristik ini ada satu program sekolah yang bernama Benang Mass (Belajar Menyenangkan Bersama Anak Spesial).

Benang Mass selalu melakukan inovasi yang bisa digunakan untuk merangkul siswa ini agar mereka lebih bisa mempunyai rasa percaya diri, komunikatif dan bisa bergaul di antara teman temannya.

Salah satu inovasi yang dilakukan Benang Mass ini adalah dengan mengajak siswa membuat produk makanan dan minuman bersama. Produk ini dinamakan Temon (Telang dan Lemon). Sesuai namanya minuman atau makanan (puding) yang dibuat menggunakan perpaduan bunga telang dan buah lemon.

Tentang tanaman Telang (Clitoria ternatea).

Kembang Telang, sumber gambar: Alodokter

Telang adalah salah satu jenis tanama liar yang kini mulai banyak dibudidayakan . Tanaman ini  berasal dari daerah Ternate, Maluku, dan kini sudah mulai menyebar luas di seluruh daerah di Indonesia.

Bunga telang atau kembang Telang (Jawa) memiliki ciri khas pada warna bunganya yang bermacam macam yaitu merah, putih, serta ungu

Telang memiliki kandungan zat yang bermanfaat bagi kita. Menurut Budiasih (2017), bunga telang mengandung tanin, flobatanin, karbohidrat, saponin, triterpenoid, polifenol, flavanol glikosida, protein, alkaloid, antrakuinon, antosianin, stigmasit 4-ena-3,6 dion, minyak volatil dan steroid. Bunga telang bermanfaat  sebagai antioksidan, antibakteri, antiparasit dan antisida, antidiabetes, dan anti-kanker.

Tentang tanaman Lemon (Citrus Limon (L.) Burm. F.)

Lemon, sumber gambar : Pixabay

Lemon memiliki warna kuning terang dan rasa buahnya masam dan berbentuk bulat lonjong.

Dalam lemon terkandung vitamin C, air, protein, serat, magnesium, kalium, dan kalsium.

Berbagai kandungan zat tersebut membuat buah yang tergolong dalam tanaman citrus ini mempunyai banyak manfaat seperti mencerahkan dan menghilangkan bekas jerawat serta komedo, menjaga kesehatan mulut hingga mencegah penyakit jantung.

Ada banyak manfaat dari bunga telang dan lemon. Karenanya makanan/minuman yang dibuat dengan kombinasi keduanya tidak hanya sedap namun mengandung banyak nutrisi yang diperlukan oleh tubuh kita.

Pembuatan minuman berbahan dasar Telang dan lemon, dokumentasi Bintaraloka

Hal yang sangat membanggakan ternyata inovasi pembuatan makanan dan minuman dengan bahan baku Telang dan Lemon (Temon) ini telah membuat SMP Negeri 3 Malang menjadi juara tiga lomba inotek yang diadakan oleh Bappeda Malang.

Lomba diawali dengan pengajuan proposal, presentasi pada tanggal 8 September dan verifikasi lapangan yang dilaksanakan pada tanggal 13 September 2024.

Saat verifikasi lapangan, dokumentasi Bintaraloka

Dengan dimotori oleh Ibu Fathim, Ibu Happy,  Ibu Novi dan inisiasi dari guru BK Ibu Ami dan Ibu Lilik,  siswa begitu antusias mengikuti kegiatan ini. Beberapa siswa mengatakan bahwa kegiatan ini sangat menyenangkan karena membuat mereka memiliki ketrampilan baru juga lebih akrab dan bisa bersosialisasi lebih baik dengan siswa yang lain.

Akhirnya semoga inovasi di Bintaraloka semakin berkembang sehingga bisa mendukung terlaksananya pembelajaran yang menyenangkan namun tetap bermakna di SMP Negeri 3 Malang.