Satya Dalam Jiwa, Dharma dalam Karya, Giat MOP Bumi Bintaraloka 

Jam sudah menunjukkan pukul setengah satu siang ketika rombongan siswa berdatangan dengan seragam pramuka. Hasduk, topi, tongkat juga tas ransel besar yang ada di punggung melengkapi penampilan mereka siang itu.

Sementara itu di pintu masuk sekolah maupun di lapangan sebuah pioneering berdiri gagah menyambut kedatangan para siswa. Ya, siswa kelas tujuh hari Jumat dan Sabtu (8 dan 9 Agustus) menjalani MOP ( Masa Orientasi Pramuka).

MOP adalah tahapan yang harus dijalani siswa sebelum mereka menjadi anggota pramuka sekolah. Jadi perjuangan siswa dua hari ini nantinya berbuah keabsahan mereka menjadi anggota Gudep 03.081-03.082, Barakuda Cempaka.

Kegiatan yang  bertema “Satya Dalam Jiwa, Dharma dalam Karya, Bintaraloka Juara” ini  diikuti oleh sekitar 280 pendamping, dewan galang, juga para guru yang bertugas. Pelatih dan narasumber kegiatan berasal dari dalam ataupun luar sekolah.

Apel pembukaan, dokumentasi Naufal

MOP dibuka dalam sebuah apel dengan pembina Bapak Teguh, Plt Kepala SMP Negeri 3 Malang. Dalam apel siang itu Pak Teguh mengalungkan tanda peserta sebagai tanda MOP dimulai.

Ada berbagai macam kegiatan siswa selama MOP ini, seperti pendirian tenda, ibadah, pengenalan pramuka dan lingkungan sekolah, pentas seni, jelajah malam, senam pagi, bersih-bersih lingkungan dan diakhiri dengan apel penutupan.

Kemah para peserta, dokumentasi Naufal

Pada dasarnya lewat kegiatan-kegiatan tersebut ditanamkan berbagai karakter baik seperti yang tercantum dalam Dasa Dharma Pramuka, seperti disiplin, berani, terampil , suka menolong dan banyak lagi.

Siswa mengikuti semua kegiatan dengan penuh semangat. Meski sempat ada beberapa siswa yang sakit, namun semua  bisa segera diatasi oleh para petugas kesehatan.

“Kegiatan yang sangat menyenangkan, mendampingi anak anak yang sedang belajar menjadi lebih mandiri,” kata Pak Mubin pembina Pramuka Bintaraloka.

Berfoto di depan pioneering, dokumentasi pribadi

Akhirnya selamat dan sukses pada Pramuka Bintaraloka atas penyelenggaraan MOP tahun 2025. 

Gelar seni, dokumentasi Anggita

“Semoga kegiatan ini bisa menumbuhkan rasa tanggung jawab, kerjasama, disiplin, dan mandiri pada diri siswa, sekaligus lebih mengenalkan budaya Pramuka Bintaraloka,” ungkap Ibu Tika wakasis SMP Negeri 3 Malang.

Giat Kader Pustaka Bintaraloka di Awal Tahun Pelajaran 2025/2026

Sebuah perubahan terjadi di perpustakaan Siciput Bintaraloka. Betapa tidak? Di awal tahun pelajaran 2025/2026 ini Ibu Ayu dan Pak Putra dua pustakawan handal Bintaraloka harus mutasi ke sekolah lain. 

Apa akibatnya? Ketika itu tim perpustakaan tinggal tiga orang dan itupun dengan jam mengajar yang lumayan banyak. Ya, semua anggota tim perpustakaan mempunyai jam mengajar sekitar 30 jam perminggunya. 

Siap mendistribusikan buku paket pada semua siswa, dokumentasi pribadi

Hal tersebut membuat tim perpustakaan harus melakukan langkah strategis agar perpustakaan bisa melaksanakan tugas sebaik-baiknya.

Untuk diketahui bersama bahwa perpustakaan sekolah mempunyai fungsi informatif, edukatif dan rekreatif.

Informatif maksudnya perpustakaan bisa menyediakan berbagai informasi yang diperlukan secara online maupun langsung 

Edukatif maksudnya lewat perpustakaan kita bisa belajar tentang banyak hal, misal bagaimana berkolaborasi, menciptakan pembelajaran yang menarik dan lain lain. Sedangkan rekreatif maksudnya perpustakaan bisa menjadi tempat melakukan kegiatan yang menyenangkan seperti membaca buku kesukaan, nonton film, diskusi atau yang lainnya.

Menyiapkan buku paket, dokumentasi pribadi

Agar Siciput tetap eksis dan makin disuka, maka sejak bulan Juli 2025 telah dibentuk Kader Pustaka Siciput.

Kader pustaka ini dibentuk dari Kader Literasi sekolah yang sebelumnya sudah ada dengan jumlah siswa sekitar 25 orang. Kader Literasi sendiri terdiri dari siswa yang suka membaca.

Briefing pada siswa yang akan mengambil buku paket, dokumentasi pribadi

Lalu apa sebenarnya manfaat dibentuknya kader pustaka sekolah? Banyak, di antaranya:

 1.  Meningkatkan Budaya Baca Siswa

 Kader Pustaka menjadi contoh bagi teman-temannya dengan menunjukkan minat baca yang tinggi.  Kader membantu mempromosikan buku baru atau kegiatan literasi.

 2. Memudahkan Pengelolaan Perpustakaan 

Kader perpustakaan bertugas membantu mengatur peminjaman buku, merapikan rak, dan mencatat data kunjungan perpustakaan. Jika diperlukan kader diminta terlibat dalam pembagian buku paket.

3. Mengembangkan Keterampilan Organisasi dan Kepemimpinan

Kader Pustaka belajar tanggung jawab, kerja tim, dan manajemen waktu melalui berbagai  tugas dari perpustakaan.

Briefing pada siswa kelas tujuh, Dokumentasi pribadi

 Para kader juga berlatih kemampuan komunikasi saat membantu teman memilih buku atau memandu kegiatan literasi.  

 4. Menciptakan Inovasi Literasi

Inovasi literasi bisa dilakukan melalui nonton bareng atau peningkatan berbagai kompetensi siswa di bidang literasi seperti latihan membuat tulisan, jurnalistik ataupun pembuatan majalah atau buletin sekolah.

Begitu Kader Pustaka Siciput terbentuk, mereka langsung terlibat dalam distribusi buku paket di SMP Negeri 3 Malang.

Ada sekitar 800 siswa yang harus mendapatkan buku paket untuk menunjang proses belajar mereka. Jika ditotal ada 2000 buku lebih yang harus dibagikan pada seluruh siswa kelas 7, 8 dan 9.

Menyiapkan buku untuk didistribusikan , dokumentasi pribadi

Dengan bantuan Kader Pustaka kegiatan distribusi buku paket selesai dalam waktu tiga hari. Kerja cepat dan cekatan para Kader Pustaka dalam hal ini benar- benar patut diapresiasi.

Evaluasi kegiatan, dokumentasi Eka

Ke depan diharapkan peran Kader Pustaka yang lebih lagi,  agar Siciput, perpustakaan Bintaraloka ini semakin maju dan tetap disuka. 

Semoga bermanfaat , salam literasi 😊

Partisipasi SMP Negeri 3 Malang dalam Osaka Expo 2025

Pada hari Sabtu (02/08) dan Senin (04/08) SMP Negeri 3 Malang mendapat undangan untuk berpartisipasi dalam kegiatan Osaka Expo 2025.

Undangan yang dikirimkan oleh Manaka-san pada Ibu Ari ini menyebutkan bahwa alasan mengapa SMP Negeri 3 diundang adalah karena Bintaraloka adalah salah satu sekolah yang sangat kooperatif dalam pelaksanaan program HelloWorld, dan siswanya sanyat aktif berpartisipasi dan mampu bercakap cakap bahasa Inggris dengan sangat bagus.

Manaka-san adalah salah satu koordinator dari World Classroom HelloWorld.

Manaka -san :”As a side note, your school was chosen because you’ve always been one of the most cooperative in our past experience, and your students participated very actively and were speaking excellent English!”

Berbeda dengan program reguler HelloWorld sebelumnya di mana siswa berpartner dengan siswa Jepang, di Osaka Expo ini siswa berinteraksi dengan para pengunjung expo yang mengajukan banyak pertanyaan.

Peserta menjawab pertanyaan pengunjung expo, dokumentasi Buz

Lebih jauh tentang Osaka Expo 2025, ini adalah sebuah event lima tahunan yang selalu diadakan di Kota Osaka.

Osaka Expo 2025 kali ini mempunyai tema utama “Designing Future Society for Our Lives”, dan diadakan pada tanggal 13 April hingga 13 Oktober 2025 di Pulau Yumeshima, Osaka Bay, Jepang.

Diperkirakan ada 160 negara dan organisasi internasional yang berpartisipasi dalam acara ini.

Pameran ini bertujuan untuk menjawab tantangan global melalui inovasi dan kolaborasi lintas budaya. 

Expo ini bukan cuma sekadar pameran biasa, tapi juga kesempatan untuk melihat masa depan dan bagaimana teknologi serta kreativitas bisa membentuk kehidupan kita. 

Partisipasi siswa Bintaraloka dalam kegiatan ini dilaksanakan melalui zoom meeting yang berlangsung selama 40 menit. 

Peserta menjawab pertanyaan pengunjung, dokumentasi Buz

Dalam zoom meeting tersebut, siswa akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pengunjung pameran Osaka Expo. 

Dari setiap pertanyaan yang bisa dijawab, siswa akan mendapatkan poin, dan di hari kedua ini siswa bisa mendapatkan skor 91 dari semua poin yang dikumpulkan .

Ya, siswa mendapatkan nilai yang tinggi karena yang diajukan pengunjung adalah pertanyaan dengan skor tinggi.

Sebagai contoh pertanyaan pengunjung adalah, “Kalau saya mengunjungi Indonesia, tempat apa yng harus saya kunjungi?”

Atau: “Apa arti kata ‘semangat’? Kapan kita harus mengucapkan kata ‘semangat’? 

Peserta belajar berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai negara dengan kemampuan Bahasa Inggris yang berbeda-beda, dokumentasi Buz

“Seru,” komentar anak- anak tentang kegiatan ini. 

Bahkan Mas Surya Sang fotografer berkata,” Seru ya.. kenapa pas saya sekolah dulu tidak ada acara seperti ini ya?”

“Kegiatan yang dilakukan siswa ini adalah semacam promosi dari program Worldclass, Online Cultural Exchange. Jadi kegiatan  reguler seperti biasanya itu, didemokan kepada pengunjung Expo,” ungkap Ibu Ari.

Seru!, dokumentasi Buz

Lewat acara ini siswa mendapatkan kesempatan yang bagus untuk bertemu orang- orang dari berbagai bangsa, usia dengan kemampuan bahasa Inggris yang bervariasi.

Harapannya lewat event ini anak-anak bisa lebih meningkat rasa percaya dirinya, lebih menghargai perbedaan budaya, bangga terhadap budaya sendiri, termasuk juga belajar karakter disiplin dan tepat waktu. 

“Kegiatan berlangsung selama empat puluh menit, pas, tidak molor sama sekali,” pungkas Ibu Arie guru Bahasa Inggris SMP Negeri 3 Malang.

Tentang event Osaka Expo 2025 bisa dilihat di video berikut:

Gebyar Demo Ekstrakurikuler, Sebuah Acara yang Selalu Dinanti

Sebuah acara yang paling dinanti dalam rangkaian MPLS adalah Gebyar Demo Ekstrakurikuler.

Ya, kegiatan ini adalah ajang dari tiap ekskul untuk menunjukkan kepiawaian dalam bidangnya untuk menarik minat siswa baru agar masuk dalam kegiatan ekskul mereka.

Acara demo Ekskul pagi itu dimulai sekitar pukul tujuh pagi. Setelah sambutan dan pengarahan dari kesiswaan dan Pak Ardilah selalu koordinator ekstrakurikuler, acarapun dimulai.

Pengarahan dari Pak Ardilah, dokumentasi BBC

Kegiatan Gebyar Demo Ekskul yang dilaksanakan hari Jumat (18/07) ini  diikuti oleh semua cabang ekstrakulikuler, mulai dari Tahfidz Qur’an, Al-Banjari, KIR, Paduan suara, Voli, Futsal, Basket, Karate, Karawitan, Tari,  Parade fashion ekstrakurikuler dari  jurnalistik, Olimpiade IPA, Olimpiade IPS, Band, PMR, Paskibra juga Pramuka.

Al Banjari, dokumentasi BBC
Paduan Suara, dokumentasi BBC
KIR, dokumentasi pribadi

Benar- benar Jumat yang luar biasa. Para siswa tanpa ragu menunjukkan talentanya. Para penonton bersorak sorai menyambut tampilan-tampilan peserta demo yang sangat all out.

Berbagai tanggapan positif muncul dari para siswa.

Band, dokumentasi BBC
Jurnalistik , dokumentasi BBC
PMR, dokumentasi BBC

Seru banget, semua ekskul ditampilkan sendiri-sendiri tanpa harus join dengan ekskul lain.”

Sangat seru, semua peserta demo ekskul menunjukkan semangat yang begitu membara, tampilan mereka bagus-bagus dan sangat kreatif,” demikian diungkapkan Salsabila dan Qonita peserta dan panitia Gebyar Demo Ekstrakurikuler.

Karate, dokumentasi BBC
Paskibra, dokumentasi BBC

Selain menghibur dan memberikan informasi terkait berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah, begitu banyak manfaat dari kegiatan demo ekskul ini, seperti meningkatkan rasa percaya diri, belajar berkolaborasi dan mempersiapkan sebuah event, menggali potensi yang ada pada diri termasuk juga mendorong siswa untuk lebih berprestasi.

Pramuka, dokumentasi BBC
Pramuka, dokumentasi BBC

Kegiatan hari itu ditutup dengan flashmob bersama dari para peserta demo ekstrakurikuler. Suasana ceria dan semangat begitu terasa.

Flashmob, dokumentasi BBC
Flashmob, dokumentasi BBC

Harapannya setelah  kegiatan demo ini setiap siswa tidak ragu lagi menentukan pilihan ekstra yang akan diikuti, dan terus  berlomba membuat prestasi demi kebanggaaan Bintaraloka tercinta.

Pembukaan MPLS, Aktualisasi Pramuka dan Pendidikan Karakter di Bumi Bintaraloka 

Pagi yang istimewa. Menandai awal tahun pelajaran 2025/2026 ini pada hari Senin (14/07) telah dilaksanakan upacara pembukaan MPLS, Aktualisasi Pramuka serta Pendidikan Karakter di SMP Negeri 3 Malang.

Ketiga kegiatan tersebut dilaksanakan dalam lima hari ini. MPLS adalah kegiatan untuk kelas 7, Aktualisasi Pramuka kelas 8 sedangkan Pendidikan Karakter kelas 9.

Acara yang juga dihadiri oleh perwakilan orang tua siswa kelas tujuh ini dimulai pukul tujuh pagi.

Kehadiran orang tua di acara pembukaan MPLS, dokumentasi pribadi

Dalam sambutan pagi itu Ibu Novi, ketua panitia penyelenggara kegiatan ini menerangkan bahwa ketiga kegiatan tersebut diikuti oleh 853 siswa dengan rincian 288 siswa kelas tujuh, 282 siswa kelas delapan  dan 283 siswa kelas sembilan.

Adapun kegiatan yang diikuti siswa kelas tujuh meliputi pengenalan lingkungan sekolah, visi misi, kurikulum, kesiswaan, pencegahan kekerasan di sekolah dan banyak lagi.

Materi yang didapatkan kelas delapan dalam Aktualisasi Pramuka adalah PBB tongkat, pioneering, sandi Morse,semaphore dan LKVBBT.

Laporan Ibu Novi, ketua panitia pelaksana kegiatan, dokumentasi pribadi

Sedangkan kelas sembilan dalam kegiatan Pendidikan Karakter akan mendapatkan materi pengenalan PBB, tata tertib, generasi sehat generasi beradab dan bagaimana cara menumbuhkan jiwa enterpreneurship.

Kegiatan di awal tahun pelajaran ini diikuti oleh 853 siswa dengan rincian 288 siswa kelas tujuh, 282 siswa kelas delapan  dan 283 siswa kelas sembilan

Kegiatan PBB di Rampal, dokumentasi Happy

Dalam upacara pagi itu Ibu Susetyaningtyas, wakahumas SMP Negeri 3 Malang mengucapkan selamat atas bergabungnya seluruh siswa kelas tujuh sebagai warga Bintaraloka yang baru. Harapannya seluruh warga bisa meneruskan tradisi prestasi yang sudah lama ada di SMP Negeri 3 Malang.

Dalam kesempatan tersebut Bapak Angga selaku perwakilan wali murid kelas tujuh  secara simbolis ‘menyerahkan’ putra-putri nya kepada sekolah untuk mendapatkan pendidikan di SMP Negeri 3 Malang.

Bapak Angga secara simbolis menyerahkan siswauntuk dididik di SMP Negeri 3 Malang, dokumentasi Fabi

Acara hari itu juga dihadiri oleh Bapak Anton ketua komite SMP Negeri 3 Malang beserta jajarannya. Dalam sambutannya Bapak Anton mengajak orang tua untuk menjalin kerjasama yang baik dengan sekolah demi kelancaran program program sekolah.

Menandai diawalinya  kegiatan MPLS, Aktualisasi Pramuka dan Pendidikan Karakter ini Ibu Tyas mengalungkan tanda peserta pada perwakilan siswa kelas tujuh, dan memasang topi Pramuka pada perwakilan siswa kelas delapan.

Pemassngan topi sebagai tanda kegiatan Aktualisasi Pramuka dimulai, dokumentasi pribadi

Suasana semakin meriah ketika banner MPLS , Aktualisasi Pramuka dan Pendidikan Karakter dibuka di akhir upacara oleh pembina upacara bersama dengan komite.

Akhirnya semoga ketiga acara tersebut bisa berjalan lancar, dan semua siswa bisa mengambil manfaat sebanyak- banyaknya demi pengembangan karakter, serta kenyamanan proses belajar mereka di SMP Negeri 3 Malang.