Meriahnya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Bumi Bintaraloka

Pagi yang istimewa di Bintaraloka. Gema shalawat dikumandangkan bersama. Iringan banjari membuat suasana makin meriah.

Dengan mengenakan busana muslim tampilan semua menjadi sangat istimewa.

Ya, pagi itu Kamis (04/09) telah dilaksanakan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Bumi Bintaraloka.

Acara yang bertema “Menghadapi Tantangan Global dengan Semangat Integritas Keteladanan Nabi Muhammad SAW” ini, diselenggarakan mulai pukul tujuh pagi di lapangan volly SMP Negeri 3 Malang dan diikuti seluruh guru, siswa, juga komite sekolah.

Pembawa acara, dokumentasi BBC

Bertindak sebagai pembawa acara pagi itu adalah Anindya dan Maulidya siswa kelas sembilan.

Dalam sambutan pagi itu Bapak Plt Kepala SMP Negeri 3 Malang menyampaikan harapan semoga dengan acara peringatan Maulid ini semakin ditumbuhkan rasa cinta kita pada Nabi Muhammad SAW, serta semua warga Bintaraloka senantiasa diberikan keikhlasan untuk melaksanakan berbagai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Sambutan Bapak Teguh Edy Purwanta, dokumentasi BBC

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Bapak Anas Fauzi, seorang penghulu kondang dari kota Malang.

Dalam tausiyah tersebut Bapak Anas menyampaikan tentang kunci kesuksesan. Setiap kita pasti ingin mencapai sukses. Dan menurut Bapak Anas agar bisa meraih kesuksesan kita harus menghormati orang tua, dermawan, rajin membaca Al Qur’an juga tidak melupakan kebaikan yang telah diperbuat orang lain pada kita.

Bapak Anas Fauzi, dokumentasi BBC

Setelah tausiyah, siswa kembali ke kelas masing masing untuk menikmati buah- buahan yang telah dibawa dari rumah. Suasana terasa demikian gayeng dan meriah.

Menikmati buah buahan bersama , dokumentasi Mister Sony

Sesudah menikmati buah bersama  tibalah acara yang ditunggu-tunggu yaitu penyelenggaraan aneka macam lomba. 

Ada lima macam lomba yang diadakan untuk memeriahkan peringatan Maulid kali ini yaitu kaligrafi, MTQ, cerdas cermat , da’i dan adzan.

Lomba dai, dokumentasi pribadi
Lomba azan, dokumentasi BBC
Lomba Cerdas Cermat , dokumentasi BBC
Lomba kaligrafi , dokumentasi pribadi
Lomba MTQ, dokumentasi Maulidya

Lewat berbagai kegiatan yang dilaksanakan hari ini semua belajar tentang berbagai karakter yang dicontohkan Nabi besar Muhammad SAW, seperti amanah, tabligh, fathonah juga shidiq 

Acara yang luar biasa, apresiasi setinggi-tingginya pada semua pihak yang telah bekerja keras sehingga acara ini bisa berjalan dengan lancar. 

Peserta lomba MTQ, dokumentasi pribadi
Peserta Maulid , dokumentasi BBC

“Tahun ini lebih meriah, dan semoga ke depan lebih bagus lagi,” ungkap beberapa siswa yang tergabung dalam panitia acara.

Lantunan suara merdu siswa juga menghiasi kemeriahan acara perayaan Maulid hari itu.

Lantunan merdu suara siswa, dokumentasi BBC

Acara perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW hari itu ditutup dengan pengumuman pemenang lomba dan penyerahan hadiah pada para pemenang.

Penyerahan hadiah, dokumentasi Bu Ida
Penyerahan hadiah pemenang lomba, dokumentasi BBC
Para pemenang lomba, dokumentasi BBC

“Semoga kita dapat memetik hikmah dan nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW, juga menjadi manusia yang lebih baik dan lebih dekat dengan ajaran beliau,” tambah Bu Ida ketua panitia acara ini.

Allahumma sholi ‘ala Muhammad

Tot..tot…tot…, Soundtrack Unik Ngopi di Kayutangan

Kayutangan di akhir pekan sudah menampakkan keramaian melebihi biasanya. Orang berlalu lalang ataupun ngobrol di kursi-kursi yang ada di epan pertokoan sudah mulai banyak.

Kami, saya dan seorang teman segera berjalan dari parkiran dekat jembatan penyeberangan menuju sebuah cafe.

“Ancer-ancernya tidak jauh dari Kayutangan gang dua,” kata saya sambil terus berjalan. 

“Sepertinya kita parkirnya kejauhan ya..,” kata teman saya sambil tertawa. Ya, tulisan Kayutangan gang dua belum juga kami temui.

Di depan sebuah cafe tiba tiba tampak teman kami yang sudah sampai lebih dahulu di tempat tujuan. 

“Itu dia..,” kata kami hampir bersamaan.

Foto Kayutangan tempo dulu , dokumentasi pribadi

Kami saling melambai, dan masuk sebuah cafe besar. Ya, Kopi Heritage Tot tot itu tujuan kami sore itu.

Kopi Heritage Tot tot, nama yang cukup unik. Cafe ini berlokasi  di Jalan Kayutangan nomor 43 Malang.

Cafe ini berdekatan dengan tempat penyeberangan yang kerap mengeluarkan bunyi  tot ..tot.. tot..tot…tot…tot….tiap ada orang menyeberang. Karenanya cafe ini dikenal dengan nama Kopi Heritage Tot tot.

Tempat penyeberangan yang sering menimbulkan bunyi tot..tot..tot, dokumentasi pribadi

Begitu masuk cafe suasana vintage langsung terasa. Tempatnya yang lapang dengan kursi rotan yang tertata manis membuat suasana terasa demikian akrab. Hadirnya bajaj dan sekuter berwarna oranye membuat suasana lawas makin terasa.

Bajaj dan sekuter, dokumentasi pribadi

“Pesan apa?” tanya teman saya.

Setelah melihat lihat katalog kami memutuskan untuk memesan dua cangkir kopi dan satu minuman jahe. 

Satu kopi tubruk biasa dan satu kopi tubruk tot tot.

“Kopi tubruk tot tot itu yang bagaimana?” tanya teman saya pada resepsionis.

“Kopi tubruk tot tot itu Arabica, Kak,” jawab Sang resepsionis ramah.

Aih, senang juga rasanya dipanggil kakak.., serasa beberapa tahun lebih muda.

Kami segera mencari tempat duduk yang posisinya paling enak, dalam artian bisa melihat bagian dalam cafe, tapi juga bisa melihat suasana Kayutangan.

Obrolan yang hangat, dokumentasi pribadi

Beberapa meja sudah terisi pengunjung, dan tampaknya pengunjung terus bertambah.

Foto foto lawas dipajang di dinding. Yang menarik, ada foto-foto presiden RI dalam ukuran besar di dinding cafe. Mulai dari Ir Sukarno hingga Prabowo Subianto.

Cantik sekaligus unik. Dari sekian banyak tempat makan atau minum yang saya datangi hanya cafe ini yang menyajikan foto para pemimpin negara sebagai hiasannya.

Deretan foto presiden RI, dokumentasi pribadi
Deretan foto presiden RI, dokumentasi pribadi

Tak berapa lama pesanan kamipun datang. Tiga minuman ditambah tiga piring kecil yang masing-masing berisi mendoan, tahu sutra dan pohong goreng, lengkap dengan sambal kecapnya.

Wuih, mantap. Lezatnya kudapan berpadu dengan kopi hitam yang mantap dan minuman jahe membuat obrolan mengalir hangat. Obrolan tentang apa saja, tentang makanan, lokasi-lokasi dolen yang enak, tentang sekolah dan banyak lagi.

Kopi, jahe dan kudapan, dokumentasi pribadi

Tak terasa lebih dari satu jam kami ngobrol di cafe ini. 

Suasana terasa begitu tenang dan nyaman. Kopi tot tot membuktikan bahwa suasana yang menyenangkan, pelayanan yang ramah  dan penataan yang nyaman membuat pengunjung betah berlama-lama di dalamnya.

Selama kami ngobrol tak terdengar ada musik. Mungkin sengaja dibuat demikian karena banyaknya polemik tentang pajak royalti atas lagu-lagu yang diputar di cafe.

Satu satunya musik yang ada adalah suara tot..tot…tot..tot…sebagai tanda bahwa ada orang menyeberang.

Mudah mudahan nantinya tidak ada tuntutan royalti karena menggunakan suara tot ..tot…tot..tot.. sebagai “hiburan” di cafe ini. He..he…

Salam jalan jalan..

Jalan Sehat Pagi, Acara Jelang HUT RI yang Selalu Dinanti

Bintaraloka benar benar menyala pagi itu. Warna merah putih mewarnai suasana 15 Agustus 2025 , dua hari jelang peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke 80.

Jalan pagi adalah salah satu dari rangkaian acara peringatan HUT Kemerdekaan RI. Acara HUT sendiri terdiri dari berbagai macam lomba siswa dan guru, jalan pagi serta upacara puncak tanggal 17 Agustus 2025.

Pagi itu siswa sudah berbaris rapi di lapangan sejak pukul tujuh kurang. Setelah briefing dari Pak Ardilah, siswa mulai meninggalkan lapangan sekelas demi sekelas.

Briefing sebelum jalan pagi, dokumentasi pribadi

Ada senyum di mana-mana. Dengan melambai-lambaikan bendera merah putih kecil siswa terus berjalan dengan didampingi para guru yang bertugas. Beberapa kelas melengkapi penampilan hari itu dengan aksesoris merah putih, seperti bando, pita atau yang lain.

Aksesoris pemanis untuk jalan pagi, dokumentasi pribadi
Aksesoris yang dikenakan siswa, dokumentasi Bintaraloka

Siswa OSIS tampak stand by di titik- titik yang ditentukan. Saling menyapa, melempar senyum dan melambaikan tangan membuat pagi terasa begitu ceria.

Siap berangkat jalan pagi, dokumentasi pribadi
Siap berangkat jalan pagi, dokumentasi pribadi

Di beberapa lokasi kami sempat bertemu dengan rombongan jalan-jalan dari sekolah lain, dari SD, SMP ataupun SMA. Alhasil jalan-jalan pagi itu terasa demikian menyenangkan.

Para pendamping jalan pagi, dokumentasi Bintaraloka
Panitia dari OSIS, dokumentasi pribadi
Siap jalan pagi, dokumentasi pribadi

Sekitar empat puluh lima menit kami sampai kembali di gerbang sekolah. Aplikasi penghitung langkah kaki di saku saya menunjukkan angka mendekati 4000. Lumayan, tiga kilometer lebih.

“Jangan lupa foto bersama!” teriak wali kelas pada anak-anaknya.

Kami segera antre untuk foto di dekat pintu gerbang sekolah. Senyum paling manis kami berikan untuk foto bersama pagi itu.

Jalan pagi jelang HUT Kemerdekaan RI memang selalu dinanti. Di samping untuk meningkatkan kesegaran fisik, meningkatkan nasionalisme, kegiatan ini juga bisa meningkatkan interaksi di antara kami.

Salam Merdeka !

Satya Dalam Jiwa, Dharma dalam Karya, Giat MOP Bumi Bintaraloka 

Jam sudah menunjukkan pukul setengah satu siang ketika rombongan siswa berdatangan dengan seragam pramuka. Hasduk, topi, tongkat juga tas ransel besar yang ada di punggung melengkapi penampilan mereka siang itu.

Sementara itu di pintu masuk sekolah maupun di lapangan sebuah pioneering berdiri gagah menyambut kedatangan para siswa. Ya, siswa kelas tujuh hari Jumat dan Sabtu (8 dan 9 Agustus) menjalani MOP ( Masa Orientasi Pramuka).

MOP adalah tahapan yang harus dijalani siswa sebelum mereka menjadi anggota pramuka sekolah. Jadi perjuangan siswa dua hari ini nantinya berbuah keabsahan mereka menjadi anggota Gudep 03.081-03.082, Barakuda Cempaka.

Kegiatan yang  bertema “Satya Dalam Jiwa, Dharma dalam Karya, Bintaraloka Juara” ini  diikuti oleh sekitar 280 pendamping, dewan galang, juga para guru yang bertugas. Pelatih dan narasumber kegiatan berasal dari dalam ataupun luar sekolah.

Apel pembukaan, dokumentasi Naufal

MOP dibuka dalam sebuah apel dengan pembina Bapak Teguh, Plt Kepala SMP Negeri 3 Malang. Dalam apel siang itu Pak Teguh mengalungkan tanda peserta sebagai tanda MOP dimulai.

Ada berbagai macam kegiatan siswa selama MOP ini, seperti pendirian tenda, ibadah, pengenalan pramuka dan lingkungan sekolah, pentas seni, jelajah malam, senam pagi, bersih-bersih lingkungan dan diakhiri dengan apel penutupan.

Kemah para peserta, dokumentasi Naufal

Pada dasarnya lewat kegiatan-kegiatan tersebut ditanamkan berbagai karakter baik seperti yang tercantum dalam Dasa Dharma Pramuka, seperti disiplin, berani, terampil , suka menolong dan banyak lagi.

Siswa mengikuti semua kegiatan dengan penuh semangat. Meski sempat ada beberapa siswa yang sakit, namun semua  bisa segera diatasi oleh para petugas kesehatan.

“Kegiatan yang sangat menyenangkan, mendampingi anak anak yang sedang belajar menjadi lebih mandiri,” kata Pak Mubin pembina Pramuka Bintaraloka.

Berfoto di depan pioneering, dokumentasi pribadi

Akhirnya selamat dan sukses pada Pramuka Bintaraloka atas penyelenggaraan MOP tahun 2025. 

Gelar seni, dokumentasi Anggita

“Semoga kegiatan ini bisa menumbuhkan rasa tanggung jawab, kerjasama, disiplin, dan mandiri pada diri siswa, sekaligus lebih mengenalkan budaya Pramuka Bintaraloka,” ungkap Ibu Tika wakasis SMP Negeri 3 Malang.

Giat Kader Pustaka Bintaraloka di Awal Tahun Pelajaran 2025/2026

Sebuah perubahan terjadi di perpustakaan Siciput Bintaraloka. Betapa tidak? Di awal tahun pelajaran 2025/2026 ini Ibu Ayu dan Pak Putra dua pustakawan handal Bintaraloka harus mutasi ke sekolah lain. 

Apa akibatnya? Ketika itu tim perpustakaan tinggal tiga orang dan itupun dengan jam mengajar yang lumayan banyak. Ya, semua anggota tim perpustakaan mempunyai jam mengajar sekitar 30 jam perminggunya. 

Siap mendistribusikan buku paket pada semua siswa, dokumentasi pribadi

Hal tersebut membuat tim perpustakaan harus melakukan langkah strategis agar perpustakaan bisa melaksanakan tugas sebaik-baiknya.

Untuk diketahui bersama bahwa perpustakaan sekolah mempunyai fungsi informatif, edukatif dan rekreatif.

Informatif maksudnya perpustakaan bisa menyediakan berbagai informasi yang diperlukan secara online maupun langsung 

Edukatif maksudnya lewat perpustakaan kita bisa belajar tentang banyak hal, misal bagaimana berkolaborasi, menciptakan pembelajaran yang menarik dan lain lain. Sedangkan rekreatif maksudnya perpustakaan bisa menjadi tempat melakukan kegiatan yang menyenangkan seperti membaca buku kesukaan, nonton film, diskusi atau yang lainnya.

Menyiapkan buku paket, dokumentasi pribadi

Agar Siciput tetap eksis dan makin disuka, maka sejak bulan Juli 2025 telah dibentuk Kader Pustaka Siciput.

Kader pustaka ini dibentuk dari Kader Literasi sekolah yang sebelumnya sudah ada dengan jumlah siswa sekitar 25 orang. Kader Literasi sendiri terdiri dari siswa yang suka membaca.

Briefing pada siswa yang akan mengambil buku paket, dokumentasi pribadi

Lalu apa sebenarnya manfaat dibentuknya kader pustaka sekolah? Banyak, di antaranya:

 1.  Meningkatkan Budaya Baca Siswa

 Kader Pustaka menjadi contoh bagi teman-temannya dengan menunjukkan minat baca yang tinggi.  Kader membantu mempromosikan buku baru atau kegiatan literasi.

 2. Memudahkan Pengelolaan Perpustakaan 

Kader perpustakaan bertugas membantu mengatur peminjaman buku, merapikan rak, dan mencatat data kunjungan perpustakaan. Jika diperlukan kader diminta terlibat dalam pembagian buku paket.

3. Mengembangkan Keterampilan Organisasi dan Kepemimpinan

Kader Pustaka belajar tanggung jawab, kerja tim, dan manajemen waktu melalui berbagai  tugas dari perpustakaan.

Briefing pada siswa kelas tujuh, Dokumentasi pribadi

 Para kader juga berlatih kemampuan komunikasi saat membantu teman memilih buku atau memandu kegiatan literasi.  

 4. Menciptakan Inovasi Literasi

Inovasi literasi bisa dilakukan melalui nonton bareng atau peningkatan berbagai kompetensi siswa di bidang literasi seperti latihan membuat tulisan, jurnalistik ataupun pembuatan majalah atau buletin sekolah.

Begitu Kader Pustaka Siciput terbentuk, mereka langsung terlibat dalam distribusi buku paket di SMP Negeri 3 Malang.

Ada sekitar 800 siswa yang harus mendapatkan buku paket untuk menunjang proses belajar mereka. Jika ditotal ada 2000 buku lebih yang harus dibagikan pada seluruh siswa kelas 7, 8 dan 9.

Menyiapkan buku untuk didistribusikan , dokumentasi pribadi

Dengan bantuan Kader Pustaka kegiatan distribusi buku paket selesai dalam waktu tiga hari. Kerja cepat dan cekatan para Kader Pustaka dalam hal ini benar- benar patut diapresiasi.

Evaluasi kegiatan, dokumentasi Eka

Ke depan diharapkan peran Kader Pustaka yang lebih lagi,  agar Siciput, perpustakaan Bintaraloka ini semakin maju dan tetap disuka. 

Semoga bermanfaat , salam literasi 😊