Rapat Anggota Tahunan Komarwi 2023

Jumat identik dengan hari yang padat. Betapa tidak ? Hari Jumat Minggu terakhir bulan Januari, Bintaraloka melaksanakan beberapa kegiatan beruntun. Pagi hari diisi dengan giat pokja, dilanjutkan pembelajaran, sholat Jumat, lanjut rapat koordinasi dan yang terakhir adalah Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Margo Widodo.

Undangan dari Dinas Koperasi, PKPRI dan Dekopinda, dokumentasi pribadi

Aha, agenda yang terakhir itulah yang ditunggu-tunggu. Satu moment yang paling menyenangkan sebagai anggota koperasi adalah pelaksanaan RAT. Saat dimana semua anggota koperasi bisa bertemu bersama, membahas tentang program koperasi, juga menerima SHU ..! Pokoknya seru..

Acara RAT siang itu dimulai sekitar pukul 14.45. Acara dipandu oleh Pak Mahmud dengan notulis Ibu Yuliana.

Pak Mahmud sebagai pembawa acara, dokumentasi pribadi

Sesudah anggota yang hadir memenuhi quorum dan undangan dari PKPRI, Dinas Koperasi dan Dekopinda hadir, acarapun dimulai.

Seperti biasa acara diawali dengan doa bersama, dengan harapan semoga acara RAT bisa berjalan lancar sesuai yang diharapkan.

Sesudah berdoa acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Koperasi yang dipimpin oleh Ibu Maria. Mendengarkan lagu Mars Koperasi tiba- tiba ingatan saya terlempar ke masa lalu. Ya, saat orba berkuasa lagu itu tiap hari diputar di TVRI terutama di sekitar bulan Juli, bulannya Koperasi.

Sesudah menyanyi mulailah acara sambutan-sambutan. Mulai dari sambutan Bu Uci sebagai ketua koperasi, Ibu Kepala Sekolah sebagai pembina koperasi, sambutan dari PKPRI, Dekopinda dan Dinas Koperasi.

Pembacaan notula, dokumentasi pribadi

Menurut catatan Dinas Koperasi Komarwi adalah koperasi ke 29 dari 263 koperasi di kota Malang yang sudah melaksanakan RAT. Wah, salut sekali untuk Komarwi karena pelaksanaan RAT pada waktu yang ditentukan menunjukkan kredibilitas dari sebuah koperasi.

Menurut penjelasan dari Dekopinda , RAT adalah wahana yang penting bagi koperasi. Karena lewat RAT anggota bisa memberikan masukan , laporan pertanggung jawaban dari pengurus dan pengawas. RAT adalah
momentum bagi anggota untuk aktif berpartisipasi atas landasan kekeluargaan dan gotong royong.

Lewat sambutannya perwakilan Dinas Koperasi berpesan agar Komarwi tetap menjadi koperasi yang sehat dan kedepannya bisa menjadi koperasi bertransformasi.

Anggota Komarwi, dokumentasi pribadi

Koperasi bertransformasi adalah koperasi yang memanfaatkan digitalisasi dan mengajak anak anak muda supaya tertarik berkoperasi.

Sesudah berbagai sambutan, acara dilanjutkan dengan laporan pertanggungjawaban pengurus koperasi yang disampaikan oleh Ibu Uci dan dilanjutkan dengan laporan pertanggungjawaban pengawas koperasi yang disampaikan oleh Mister Sony.

Pertanggungjawaban pengawas koperasi, dokumentasi pribadi

Laporan keduanya dengan bulat diterima oleh seluruh anggota.

Dalam kesempatan tersebut sebuah pertanyaan diajukan oleh Ibu Ninik berkaitan tentang keluarnya sebuah koperasi dari PKPRI, dan mendapat jawaban bahwa sebuah koperasi bisa keluar dari PKPRI jika koperasi tersebut sudah bubar.

Pertanyaan tersebut muncul karena pada rapat sebelumnya ada wacana untuk keluar dari PKPRI dengan berbagai pertimbangan.

Dinas Koperasi menyampaikan evaluasi positif dari jalannya RAT hari itu. Menurut beliau jalannya RAT sudah bagus sesuai dengan ketentuan RAT. Hal tersebut tentunya karena persiapan yang bagus pula.

Acara hari itu juga ditandai dengan pergantian pengawas koperasi. Ibu Tjatur Yuli karena masa jabatannya habis, dan kesibukannya sebagai bendahara bosnas, maka beliau harus digantikan.

Siapa penggantinya? Alamak…. Lha kok saya.
Tidak apa… Penunjukan ini berarti penghargaan dan kepercayaan anggota Komarwi pada saya.

Janji pengawas , dokumentasi Bu Maskunin

Saya berharap semoga Allah memberikan kesehatan dan kekuatan sehingga bisa melaksanakan tugas sebaik-baiknya.

Sesudah semua acara selesai, acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Mas’ud Irama. He..he.. kami sering memanggil begitu karena suara beliau sangat merdu. Lebih -lebih saat menyanyikan lagu Rhoma Irama dan Ebiet.

Pak Mas ud, dokumentasi pribadi

Sesudah berdoa kini tibalah saat yang ditunggu- tunggu yaitu pembagian SHU dan doorprize .
Wow…Surprise .. Selain SHU saya mendapatkan panci cantik berwarna pink.

Pembagian door prize , dokumentasi pribadi

Komarwi benar benar tahu kalau saya hobby masak.

Panci cantik, dokumentasi pribadi

Ah, jadi tak sabar menunggu esok pagi untuk segera memasak…

Open Studio Yusa Art, Sebuah Cerita Tentang Perjalanan Mencari Jati Diri

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan melihat Open Studio Yusa Art yang diadakan di Perumahan Pungging Mojosari.

Sesuai nama eventnya, pada acara ini Yusa Art membuka studionya, dan mempersilakan orang lain untuk datang dan menikmati berbagai lukisan yang ada di studio.

Suasana Mojosari yang demikian panas langsung terasa adem ketika kami masuk rumah pelukis Yusa Effendy yang berlokasi di Perumahan Pungging Permai.

Berbagai lukisan di Yusa Art Studio, dokumentasi pribadi

Pohon kamboja kuning dengan bunganya yang bermunculan seolah tersenyum menyambut kedatangan kami. Berbagai tanaman yang tumbuh di halaman membuat hawa terasa lebih sejuk.

Open Studio ini dilaksanakan dua hari yakni tanggal 21 dan 22 Januari 2023. Acara dikemas dengan santai dan akrab. Sementara persiapan sudah dilakukan dengan cermat beberapa hari sebelumnya.

Cerita perjalanan tiga puluh tiga tahun, dokumentasi pribadi

Open Studio berlangsung mulai pagi hingga malam hari, di Studio Yusa Art yang berada di kediaman Pak Yusa lantai dua.

Ada sekitar 130 lebih karya yang dipamerkan. Karya-karya tersebut bercerita tentang perjalanan Pak Yusa dalam menggeluti dunia seni rupa.

Berfoto bersama, dokumentasi pribadi

Ya, karya yang dipamerkan menggambarkan perjalanan Pak Yusa selama tiga puluh tiga tahun menggeluti karya seni lukis . Dalam kurun waktu yang panjang, lulusan Seni Rupa IKIP Malang ini berusaha mencari jati dirinya dalam berkesenian.

Dalam Open Studio tersebut Pak Yusa menceritakan pada pengunjung tentang perjalanan melukisnya, mulai dari inspirasi yang didapat, aliran seni yang dianut , juga makna dari lukisan yang dipamerkan.

Pengunjung pameran, dokumentasi pribadi

Sangat menarik, melalui Open Studio tampak juga tokoh tokoh yang menjadi inspirasi dari Pak Yusa. Dari bidang seni rupa tampak tokoh Pablo Picasso, Salvador Dali, Basuki Abdullah, Affandi juga Vincent Van Gogh. Ya, tokoh dengan berbagai aliran yang sangat mempengaruhi karya Pak Yusa.

Selain tokoh seni, tokoh sainspun tak luput dari perhatian Pak Yusa, ilmuwan Albert Einstein contohnya.

John Lennon, dokumentasi pribadi

Dari bidang agama tampak lukisan Mustofa Bisri, Gus Dur, Syafi’i Maarif juga Bunda Teresa , sementara dari bidang politik ada lukisan Pak Jokowi. Rupanya Pak Yusa adalah penggemar berat Pak Jokowi.

lLukisan Pak Jokowi, dokumentasi pribadi 7

Yang sangat menonjol adalah banyaknya lukisan tokoh dalam bidang musik seperti Freddy Mercury, Iwan Fals, John Lennon dan banyak lagi. Selain melukis, hobby apak Yusa yang lain adalah bermain musik.

Berfoto di depan lukisan Albert Einstein, dokumentasi pribadi

Open Studio tidak hanya berupa pameran dan penjelasan dari Pak Yusa tentang karya karyanya namun juga diselingi dengan diskusi dari para seniman yang datang.

Diskusi dan bermain musik, dokumentasi pribadi

Diskusi berjalan hangat dan akrab.
Lebih-lebih ketika di sela- sela diskusi para peserta memainkan alat musik dan menyanyi bersama.

Lagu-lagu dibawakan dengan begitu mantap meski kadang diselingi gurauan. Ada lagu dari Ebiet, Ari Wibowo, God Bless ataupun Koes Plus.

Selain dari kalangan seniman pengunjung Open Studio juga didatangi guru-guru dari berbagai TK. Ya, dalam keseharian Pak Yusa banyak memberikan pelajaran ekstrakurikuler menggambar untuk anak TK di daerah Mojokerto dan sekitarnya.

Penghargaan, i.g Effendyyusa

Dalam perjalanannya Pak Yusa juga pernah mendapatkan penghargaan dari Top Summer Art TV and Digital Edition Certificate for Artistic Merit sebagai Extraordinary Creativity and Chromatic Sensitivity Shown.

Sebuah perjalanan yang menarik. Pelajaran berharga yang bisa diambil dari Open Studio ini adalah bahwasanya berkesenian adalah perjalanan yang panjang.

Berfoto bersama pengunjung, dokumentasi Pak Yusa

Nikmati setiap moment dan jalani dengan penuh kesabaran, karena dari moment-moment tersebut seorang seniman pada akhirnya akan menemukan jati dirinya.

Salam:)

Kayutangan yang Penuh Kenangan

Pagi ini cuaca agak mendung di kota Malang. Lalu lintas jalan Kawi tak begitu ramai. Tentu saja, ini adalah hari pertama libur akhir semester. Biasanya jalan raya di pagi hari padat dengan anak – anak yang akan berangkat sekolah, sekarang tidak.

Vario saya berjalan pelan. Nyaman sekali tidak dikejar-kejar jam seperti biasanya. Dari Jalan Kawi sepeda terus berjalan ke Talun. Sampai di perempatan Alun alun Merdeka sepeda belok ke kiri ke arah Kayutangan.

Berkendara sepanjang Kayutangan membuat mata dimanjakan dengan berbagai bangunan tua yang terjaga keasliannya.

Di kanan jalan tampak Gereja Katolik Hati Kudus Yesus yang populer dengan nama Gereja Kayutangan. Gereja ini memiliki gaya arsitektur yang unik dan mempunyai nilai sejarah dan arsitektur bergaya Gothic.
Hingga saat ini bangunan gereja masih berfungsi sebagai tempat ibadah umat Katolik.

Tidak jauh dari gereja terdapat toko Oen. Sebuah restoran yang memiliki gaya klasik Belanda di setiap sudut bangunan juga koki dan pelayannya.

Toko Oen pernah menjadi tempat para peserta kongres KNIP beristirahat makan siang saat kongres yang diadakan tanggal 25 Februari 1947.

Toko Oen, sumber gambar: Kumparan

Bangunan bersejarah lain adalah Tugu jam penunjuk arah di pertigaan Celaket di kawasan jl J.A Suprapto, Jl. Brigjen Slamet Riyadi dan Jl. Basuki Rahmat. Tugu yang berperan sebagai jam kota dan papan penunjuk arah.

Tugu penunjuk arah, sumber gambar: terakota

Di depan tugu tersebut terdapat bangunan tua PLN. Bangunan ini memiliki beberapa ruang bawah tanah sebagai tempat berlindung atau menyelamatkan dan melindungi alat-alat vital listrik, dari perang dunia ke-II.

Gedung PLN, Sumber gambar: Kekunaan

Suasana jalan tak begitu ramai. Aktivitas tampak begitu nyata di gereja dekat masjid Jamik juga gereja Kayutangan. Beberapa jemaah datang, namun ada juga yang bersiap pulang. Ya, hari ini umat Kristiani sedang merayakan Natal.

Pagi di Kayutangan, dokpri

Sepeda saya terus melaju, sampai di depan dealer sepeda motor hentakan musik tiba tiba memaksa saya berhenti. Suara penyanyi yang mantap, diiringi suara musik yang sangat cetar sungguh sangat menyita perhatian saya.
‘Semut Hitam’ dari God Bless dibawakan demikian rancak.

Beberapa pengendara sepeda juga berhenti seperti saya. Sambil manggut- manggut mengikuti hentakan irama kami turun dari sepeda dan berdiri di trotoar.

Lagu God Bless, dokpri

Lagu berganti. Raungan gitar listrik ditambah hentakan drum yang mengiringi sebuah lagu yang lain membuat ingatan kembali terlempar ke masa lalu. Saat di mana God Bless beberapa kali konser di kota Malang dan kami heboh membicarakannya.

Saya ingat saat saat itu ketika Achmad Albar datang ke kota Malang , teman saya ikut nyanggong di daerah Embong Arab karena kabarnya Achmad Albar mau mampir sana. He..he…

Mendengarkan lagu God Bless selalu mengingatkan saya pada adik. Ya, kami dulu sering ngopi bareng sambil mendengarkan lagu bersama, dan God Bless salah satu yang kami gemari.

Dua lagu selesai. Yang menonton semakin banyak. Beberapa menyempatkan diri memesan lontong bahkan mungkin juga ngopi di Teras Heritage yang tidak jauh dari situ.

Teras Heritage, dokpri

Menginjak lagu berikutnya cepat- cepat saya ambil sepeda. Wah, bisa kepanjer ini. Kalau mendengar lagu enak bisa lupa waktu.

Sepeda kembali melaju. Tidak jauh dari tempat pertama, saya berhenti lagi. Kali ini lagu-lagu Utha Likumahua yang didendangkan oleh sebuah grup band membuat ingatan kembali salto ke masa lalu, hingga tak terasa jadi ikut bersenandung mengikuti reffrainnya.

Lagu Utha Likumahua, dokpri

Bersama bayanganmu kasih
Aku mencoba berdiri dan melangkah lagi…

Ingatan saya kembali ke masa SMA di mana saat pulang sekolah bersama teman-teman berjalan kaki melalui Kayutangan.

Lagu-lagu terus mengalun manis. Beberapa penonton ada yang berdiri seperti saya, sementara yang duduk juga banyak. Ya, sejak pembangunan Kayutangan Heritage dilaksanakan ada banyak kursi yang berjajar sepanjang Kayutangan.

Ketika langit semakin gelap rintik gerimis mulai turun. Ah, baru ingat.. saya tidak membawa jas hujan pagi ini. Bergegas saya mengambil sepeda di parkiran untuk melanjutkan perjalanan pulang.

Kendaraan mulai ramai, musik terus mengalun. Kayutangan terus berbenah. Jalan-jalan terus dipercantik dan geliat ekonomi masyarakat kampung sekitarnya semakin terasa.

Kayutangan tak berhenti membangkitkan kenangan dan membuat kenangan yang baru lagi.

Kontak saya putar. Tapi sebelum mesin sepeda dihidupkan, sebuah pesan whatsapp saya kirimkan buat adik.

Ayo.. kapan ngopi nang Kayutangan..?

Pagi yang Penuh Inspirasi Bersama dr Gamal Albinsaid, M.Biomed

Suasana lapangan pecah dengan yel yel dan sambutan yang begitu meriah pagi itu. Ibu Kepala sekolah, ketua komite juga bapak ibu guru berdiri di dekat lobby untuk menyambut kedatangan tamu istimewa hari itu. 

Ya,  hari  Selasa itu dr. Gamal Albinsaid, M.Biomed, alumni Bintaraloka angkatan tahun 2005 datang di Bumi Bintaraloka. 

Gamal Albinsaid adalah seorang dokter, wirausahawan sosial, CEO Indonesia Media, dan penggagas berdirinya Klinik Asuransi Sampah dan Bank Sampah. Benar-benar tokoh muda kebanggaan Indonesia. 

Sambutan atas kehadiran dr Gamal Albinsaid, M. Biomed begitu meriah.  Dengan dipandu oleh Mister Sony, Pak Vigil dan tim. siswa menyajikan atraksi sambutan yang luar biasa. Lebih lebih ketika menyanyikan lagu Meraih Prestasi bersama seraya melambaikan tangan.  Meriah,  sekaligus mengharukan. 

Sesudah sambutan dari siswa dr Gamal dipersilakan memberikan sedikit pesan pada para adik kelas sebagai motivasi.

Dalam pesan singkatnya dr Gamal mengemukakan bahwa tidak ada jalan instan menuju sukses.  Semua perlu perjuangan keras, dan doa orang tua sangat berperan di dalamnya.

Sesudah beramah tamah sebentar di ruang kepala sekolah dr Gamal dan tim segera menuju aula Bintaraloka 1 karena di sana sudah siap wali murid siswa kelas 3.5 dan 2.3 untuk mendapatkan materi parenting yang bertajuk Mendidik Buah Hati Menjadi Pemuda Level Dunia.

Sesudah sambutan dari Ibu Kepala Sekolah dan Ibu Ketua Komite acara parenting dimulai.

Dalam paparannya dr Gamal mengemukakan pentingnya orang tua untuk mengetahui potensi anak dan mengembangkannya.

Mengajak anak memperjuangkan mimpi dan mendoakannya adalah hal yang harus dilakukan orang tua.  Apapun kondisinya jangan sampai membatasi mimpi dan cita-cita anak.  Never limit you vision based on your current resources. Hold the vision,  trust the process and your vision pulls you.

Tidak ada keberhasilan tanpa perjuangan. 
Tidak ada jalan instan untuk sukses, maka kita harus melewati anak tangga. Nikmatilah tantangan karena disanalah orang hebat, orang tangguh, dibesarkan.

Satu peristiwa yang membuat dr Gamal melakukan inovasi dalam bidang kesehatan adalah kisah seorang anak kecil bernama Khairunnisa, yang meninggal digerobak sampah sang ayah karena sakit diare dan tidak mampu membiayai obat anaknya.

Sang ayah saat itu memapah anaknya yang meninggal di atas Kereta Rel Listrik (KRL). Dari situ muncullah gagasan membuat klinik sampah yang terus dikembangkan hingga menjadi salah satu inovasi dalam bidang kesehatan. Dimana dengan sampah masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang memadai.

Berbagai prestasi diraih oleh dr Gamal bahkan hingga tingkat dunia.  Berbagai negara sudah dikunjungi, bercengkerama dengan  BJ Habibie,  menjadi undangan  Pangeran Charles,  mengobrol dengan Putin semua adalah buah dari kerja keras yang telah dilakukannya selama ini.  Kerja keras yang memberikan banyak kontribusi bagi kemanusiaan.

Satu jam yang benar benar mengesankan. Yang hadir di aula benar benar antusias.  Sayang karena keterbatasan waktu tanya jawab hanya dibatasi sampai dua pertanyaan saja.

Pagi yang penuh hikmah. Ada banyak nasehat dan kata bijak yang terucap.  Namun dari semua itu yang paling mengesankan adalah bahwa orang tidak akan peduli setinggi apapun prestasimu, karena yang paling diingat  adalah seberapa besar kamu memberi manfaat bagi sesama manusia. 

Salam inspirasi… 🙂

Lomba Memasak, Sebuah Catatan dari Arena Kemah Blok Bintaraloka

Pagi ini dengan bersepeda motor saya menuju Bintaraloka. Meski seharusnya Sabtu libur, di sekolah ada acara kemah blok untuk siswa kelas 3.5 dan 2.3. Hmm, sebuah acara yang menarik dan sayang jika dilewatkan begitu saja.

Kira kira pukul setengah delapan saya tiba di lokasi. Tidak seperti yang saya bayangkan ternyata di lapangan volly suasana agak sepi. Tenda-tenda tertutup rapi ditinggalkan penghuninya.

“Acaranya apa sekarang?” tanya saya pada seorang dewan galang.
“Lomba masak Bu, di lapangan basket.., ” jawab Sang Dewan Galang.

Setelah mengucapkan terima kasih bergegas saya menuju lapangan basket. Aha…, bau sedap masakan menguar di mana-mana. Tiap regu sibuk dalam kelompoknya. Ada yang menggoreng, merebus, mengupas, membuat sambal, menghias makanan juga ada yang masih asyik makan.

Satu demi satu saya mendatangi regu-regu tersebut. Wah, banyak hal menarik yang bisa dicatat dari kegiatan memasak ini, di antaranya adalah:

Satu : Masakan siswa sangat kekinian. Ya, zaman sudah berubah, termasuk selera makan juga berubah banyak.

Dulu saat saya masih sekolah, jika ada pelajaran memasak yang kami buat tak jauh dari menu keseharian kami. Sayur bening, tempe, tahu dan sambal. Kadang kadang ditambah ayam goreng, tapi itu jarang sekali.

Di lomba masak ini menu yang dibuat siswa sungguh beraneka ragam. Ada yang membuat chicken katzu, sop jagung dan telur, sosis asam manis, sop sayur, nugget dipenyet dengan sambel… Wow, mantap pokoknya…
Tapi dari semua menu yang ada, sepanjang pengamatan saya nasi goreng masih jadi favorit

Dua : Alat masak yang dibawa sangat praktis. Saya bandingkan dengan zaman dulu jika pelajaran masak, pasti ada yang bagian mengangkat kompor minyak tanah untuk dibawa ke sekolah. Sampai ‘gotongan’ bawanya. Sekarang alat masak siswa tak begitu besar, seperti kompor portable, wajan kecil, grill, penanak nasi kecil juga.

Tiga : Siswa pintar mengolah masakan dan plating. Bisa jadi karena siswa sudah terbiasa membantu orang tua memasak di rumah, mendapat kursus singkat dari orang tua atau melihat tutorial dari internet.

Ya, sumber belajar yang begitu banyak membuat kreasi siswa sangat beraneka ragam dan tampaknya sangat lezat juga.

Hal penting melalui lomba memasak pagi ini siswa membuktikan bahwa mereka bukan generasi strawberry, yang salah satu cirinya hanya pintar memesan masakan secara online seperti yang diungkapkan Mister Heri di apel pembukaan Kemah Blok Pramuka 2022.

Semoga ke depan mereka akan menjadi generasi yang tangguh, serba bisa dan selalu mau belajar dari apa yang ada di sekitar mereka.

Salam pramuka..