Jalan-jalan Sekitar Kajoetangan Sehari Jelang Ramadhan

Suasana jalan tidak begitu ramai pagi itu. Jam masih menunjukkan pukul setengah tujuh. Berempat kami naik sepeda motor berputar-putar sekitar kota Malang.

Sehari menjelang Ramadhan adik dan keluarganya datang ke Malang. Di samping ada agenda mengunjungi teman -temannya, yang tak kalah penting adalah nyekar ke makam ibuk dan bapak.

Kami berboncengan dua dua. Jalan Kawi yang biasanya dipadati kendaraan tampak sepi. Sepeda motor kami melaju bebas, dan Kajoetangan menjadi tujuan utamanya.

Kawasan Kajoetangan, sumber gambar : Terrakota

Di dekat jembatan penyeberangan Kajoetangan sepeda motor kami parkir, dan kami berjalan sepanjang trotoar.

Lama sekali tidak merasakan hawa Kajoetangan bersama adik. Padahal Kajoetangan menyimpan ribuan kenangan bagi kami.

Kami pernah tinggal di daerah Kajoetangan sekitar tahun 1990 selama dua tahun. Jadi daerah daerah kampung Kajoetangan juga toko-toko yang berderet di sepanjang Kajoetangan terasa begitu akrab bagi kami.

Tentunya banyak yang berubah. Seperti Rajabally yang dulu menjadi ikon Kajoetangan sekarang berubah menjadi Cafe Lafayette.

Tempat berfoto yang asyik, dokumentasi pribadi

Kajoetangan semakin cantik. Dengan pembenahan di sana-sini kawasan ini menjadi tempat yang asyik untuk berfoto ria. Bahkan sering dipakai sebagai lokasi foto prewedding oleh pasangan yang akan menikah.

Berfoto di Kajoetangan, dokumentasi pribadi

Bangku-bangku dan lampu taman yang berjejer berpadu dengan kedai kopi atau tempat berjualan makanan yang ditata dengan apik membuat suasana heritage semakin terasa.

Berfoto di Kajoetangan, dokumentasi pribadi

Mengapa daerah ini dinamakan Kajoetangan?

Kawasan ini sebelumnya bernama Jl. Jend Basuki Rachmat. Dikembalikan lagi ke nama Kajoetangan sejak walikota Pak Sutiaji.

Ada empat alasan berbeda yang membuat daerah ini dinamakan Kajoetangan. Alasan tersebut adalah:

Pertama : daerah ini dinamakan Kajoetangan karena sebelum tahun 1914 terdapat petunjuk lalu lintas berbentuk telapak tangan dan terbuat dari kayu. Petunjuk tersebut berada disebelah timur pertigaan Jalan Oro-Oro Dowo dan Kajoetangan.

Penunjuk jalan yang dulunya dari kayu berbentuk tangan, sumber gambar: Malang Voice

Kedua : dinamakan Kajoetangan karena di kawasan ini banyak pohon berderet di sepanjang jalan yang menyerupai deretan tubuh manusia. Tangkai pepohonan seakan tangan yang menjulur ke arah jalan.

Ketiga: dinamakan Kajoetangan karena terdapat pohon yang menyerupai tangan di ujung jalan menuju arah Alun-Alun. Ketika itu kawasan Alun-Alun Jalan Merdeka mulai berkembang.

Keempat, menurut keterangan Oei Hiem Hwie, seorang warga asli Malang, sewaktu ia masih kecil, jalan-jalan di kawasan ini banyak ditanami pohon yang daunnya berbentuk aneh. Daun mirip telapak tangan yang mengembang.

Bahwa kayu tangan adalah nama tanaman, ternyata disebutkan di dalam buku botani ilmiah berbahasa Belanda berjudul Nieuw Plantkundig Woordenboek voor Nederlandsch Indiรซ.

Dalam buku tersebut diterangkan bahwa tanaman โ€œkayu tanganโ€ memiliki nama ilmiah Euphorbia Tirucalli L.

Disebutkan pula bahwa masyarakat Jawa menamakan tanaman ini dengan kayu tangan dikarenakan ketika tanaman ini tumbuh bentuknya mirip dengan tangan.

Depan sebuah cafe, dokumentasi pribadi

Berempat kami bergantian foto di sepanjang jalan Kajoetangan. Hawa yang sejuk dan sangat bersahabat membuat jalan-jalan tak terasa melelahkan. Hanya sayang pagi itu tidak ada konser musik seperti yang kami harapkan.

Ya, Kajoetangan adalah salah satu tempat warga Malang unjuk seni. Karenanya di salah satu bagian Kajoetangan terdapat jadwal pagelaran musik di Kajoetangan.

Jadwal pagelaran musik di Kajoetangan, dokumentasi pribadi

Matahari semakin naik, ketika jam menunjukkan sekitar pukul setengah sepuluh jalan- jalan pun diakhiri.

Kami segera menuju parkiran mengambil sepeda. Lalu- lalang kendaraan mulai banyak. Kajoetangan terus berbenah. Perubahan terjadi di mana-mana. Pada kampung-kampungnya, juga toko-tokonya yang beberapa beralih usaha.

Ya, perubahan adalah sebuah keniscayaan. Tidak ada yang tidak berubah selain dari perubahan itu sendiri.

Salam satu jiwa….๐Ÿ˜Š

Sumber bacaan :

https://www.terakota.id/asal-usul-nama-jalan-kayutangan-kota-malang/

Mencetak Generasi Cinta Ilmu Melalui Program KALBU

Marhaban yaa Ramadhan. Bulan yang penuh Rahmat. Bulan mulia dimana tersimpan banyak kebaikan di dalamnya. Bulan dimana pahala amal kebaikan dilipatgandakan.

Sungguh sebuah rahmat yang begitu besar kita bisa bertemu kembali dengan Ramadhan tahun ini. Karenanya kedatangan Ramadhan tidak boleh kita sia-siakan begitu saja. Dalam bulan Ramadhan mari kita tingkatkan ibadah dan amal kebaikan dalam keseharian kita.

Salah satu ibadah yang bisa dilakukan dalam bulan Ramadhan adalah mencari ilmu. Ya, dalam bulan Ramadhan kita harus tetap bersemangat dalam mencari ilmu. Janganlah kiranya rasa lapar dan dahaga di bulan Ramadhan menjadikan kita malas mencari ilmu.

Agama Islam mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu, dan tidak terikat oleh waktu dan tempat.

Menuntut ilmu kewajiban laki laki dan perempuan, dokumentasi pribadi

Bahwasanya kedudukan ilmu dalam Islam begitu mulia, bisa kita lihat bahwa ayat pertama  diturunkan kepada Rasulullah SAW adalah “Iqra'” yang artinya
“Bacalah,” (Q.S. Al-Alaq: 1).

Membaca di sini tidak hanya bermakna membaca buku atau sejenisnya, namun secara luas membaca berarti mempelajari segala apa yang ada di sekitar kita.

Dalam sebuah hadits  Rasulullah SAW pernah bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุจุงูู„ุนูู„ู’ู…ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽ ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉูŽ ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุจุงูู„ุนูู„ู’ู…ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽู‡ูู…ูŽุง ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุจุงูู„ุนูู„ู’ู…ู

Artinya: “Barangsiapa yang menginginkan urusan dunia, maka wajiblah baginya berilmu. Dan barangsiapa yang ingin urusan akhirat (selamat di akhirat) maka wajiblah ia memiliki ilmu juga. Dan barangsiapa yang menginginkan keduanya, maka hendaklah ia memiliki ilmu tentangnya juga,โ€ (HR Bukhari dan Muslim).

Mengingat betapa mulianya menuntut ilmu, maka di bulan istimewa ini MGMP PAI mengadakan program kegiatan Kajian Jelang Buka (KALBU). Kegiatan ini merupakan wadah menyampaikan dan menerima ilmu.

Ustadzah Utien, salah satu pengisi KALBU, sumber gambar: tangkapan layar pribadi

Pengisi KALBU adalah guru Pendidikan Agama Islam  SMP baik Negeri maupun Swasta se Kota Malang yg tergabung dalam  MGMP PAI SMP Kota Malang.

Pelaksanaan KALBU dilaksanakan setiap sore pukul 17.25 secara live streaming YouTube. Jadi di siang hari guru PAI selalu mengingatkan para siswa untuk mengikuti KALBU di sore hari dan membuat resume.

Materi yang disajikan dalam KALBU bermacam- macam dengan judul yang sangat menarik, seperti Ramadhan Bulan Literasi, Mari Mengaji dan Mengkaji , Menempa Diri di Madrasah Ramadhan, Menghindari Permusuhan dengan Puasa Komen di Medsos, Puasa dan Semangat Anti Kekerasan, Jangan Buat Puasa Kita Prematur dan banyak lagi.

Semangat mencari ilmu, dokumentasi pribadi

Sebuah kegiatan yang sangat bermanfaat. Melalui KALBU siswa diajak membahas berbagai masalah agama dan mengaitkan dengan isu kekinian di sekitar mereka.

Harapannya semoga di bulan Ramadhan ini siswa tumbuh menjadi generasi yang mencintai ilmu, dan ke depannya mereka akan menjadi manusia yang cerdas dan berakhlak mulia.

Salam Ramadhan…:)

KALBU Episode 1

Asyiknya Mengunjungi Berbagai Stand Pameran dan Bazaar HUT Bintaraloka ke 73

Tulisan ini adalah bagian kedua dari tulisan tentang HUT. Acara HUT yang begitu istimewa rasanya tidak cukup jika disajikan dalam satu artikel saja. Bagian kedua ini berkisar pada pawai, pameran dan Bazaar. Mengenai gebyar seni akan coba saya tulis di bagian ketiga ..๐Ÿ˜Š

****

Pagi itu kesibukan demikian terasa di Bintaraloka. Jam belum lagi menunjukkan pukul enam, tapi suasana sudah demikian ramai.
Ya, hari itu Sabtu tanggal 18 Maret 2023 adalah puncak perayaan HUT Bintaraloka ke 73.

Tenda-tenda berukuran 3m x 3m sudah berderet di dekat lapangan parkir hingga dekat lobby. Ditambah dengan stand- stand bazaar di lapangan volly yang sudah siap menjual aneka makanan.
Penjaga stand bazaar dan pameran sudah siap di area kerja masing masing.

Salah satu stand Bazaar, dokumentasi Jojo

Kostumnya ? Wow.. untuk siswa kelas sembilan mengenakan busana adat sesuai tema masing-masing kelas, sementara kelas tujuh dan delapan mengenakan baju dengan tema vintage.

Sebelum pameran atau bazaar dimulai, siswa bersama para guru melakukan pawai sesuai rute yang ditentukan.

Pawai naik Macito, dokumentasi Jojo
Pawai dengan Jeep, dokumentasi Jojo

Berjalan dari satu stand ke stand pameran yang lain seolah menjelajahi negeri tercinta dari Sabang sampai Merauke. Betapa tidak? Meski hanya sembilan stand tapi keaneka ragaman dari negeri kita tergambar begitu jelas.

Lewat pakaian adat, karya siswa juga makanan khas yang disajikan.
Semua adalah gambaran betapa cantik dan kayanya Nusantara kita tercinta.

Ada sembilan tema yang diusung pameran siswa kali ini yaitu:

Kelas 3.6.1 Papua
Kelas 3.6.2 Jawa Timur
Kelas 3.6.3 Batak
Kelas 3.6.4 Makassar
Kelas 3.6 5 Palembang
Kelas 3.6.6 DI Aceh
Kelas 3.6.7 Pontianak
Kelas 3.6.8 Bali
Kelas 2.4.1 Nusa Tenggara Timur

Nah, sekarang mari kita jalan -jalan sejenak untuk menikmati nuansa dari stand ke stand.

Papua

Spirit of Papua, dokumentasi Apple

Papua pulau yang terletak di Indonesia bagian timur ini menyimpan pesona yang tiada tara. Kekayaan alam juga budayanya sudah banyak dikenal bahkan sampai mancanegara.

Persiapan stand pameran, dokumentasi Apple

Oleh kelas 3.6 .1 Papua dieksplor lewat berbagai karya yang dipamerkan. Suasana Papua demikian terasa lewat hiasan rumah ataupun pakaian adat yang penuh rumbai-rumbai.

Jawa Timur

Stand pameran Jawa Timur, dokumentasi Apple

Nuansa Jawa Timur sangat kental terasa lewat ornamen cantik di pameran , juga ucapan dan baju adat yang dikenakan. Kelas 3.6.2 menyajikan nuansa Jawa Timuran dengan begitu manis.

Jawa Timur, dokumentasi Buz
Berfoto, dokumentasi Apple

Yang menarik, setelah berkunjung dan foto di area photo booth pengunjung mendapatkan bonus roti moho. Aha, roti zaman dulu yang mempunyai cita rasa begitu khas.

Batak

Batak, dokumentasi Jojo

Daerah di Indonesia yang terkenal akan danau Toba nya ini disajikan siswa kelas 3.6.3 dengan apik dengan tema Mystery of Batak.

Mystery of Batak, dokumentasi pribadi

Lewat busana khas dengan ulos yang berwarna-warni juga berbagai karya seni yang bernuansa khas Batak.

Makassar

Makassar, dokumentasi Bu Maria

Daerah di Indonesia yang terkenal dengan Anging Mamirinya ditampilkan begitu cantik oleh siswa kelas 3.6.4.

Mengikuti pawai, dokumentasi Jojo

Siswa putra berbaju hitam dan sarung, sementara siswa putri berbaju bodo dengan berbagai hiasan di kepala mereka. Cantik sekali.

Palembang

Palembang, dokumentasi Jojo
Pameran seni Palembang, dokumentasi pribadi

Tidak kalah cantik dengan yang lain, Sumatera Selatan ditampilkan dengan aneka busana adat yang didominasi oleh kombinasi warna merah, biru dan emas oleh siswa kelas 3.6.5.

DI Aceh

DI Aceh, dokumentasi Nazafa

Serambi Mekah ditampilkan oleh kelas 3.6.6 dengan busana adat Aceh dalam berbagai model. Yang menarik saya mendapatkan cindera mata karena termasuk datang awal di sana.

Bersama putri Aceh, dokumentasi pribadi

Di stand Aceh juga disediakan tempat untuk foto di area photo booth.

Pontianak

Pontianak, dokumentasi Zaldy

Seram. Itu kesan yang pertama timbul begitu masuk stand kelas 3.6.7 ini. Sinar lampu dibuat redup dengan hantu-hantu yang tampil di pojok-pojok ruangan.

Bu Utin meruqyah hantu, dokumentasi pribadi

Pertama datang saya merasa sangat terkejut. Ekspresi hantu yang dingin terus menatap kedatangan saya dan Bu Utin. Namun ekspresi seram tersebut langsung berubah tatkala Sang Hantu diruqyah oleh Bu Utin.

Bali

De Javu in Bali, dokumentasi Jojo

“Ayo..ayo datang ke pameran kami.. dijamin seperti di Bali sungguhanโ€ฆ Anda akan serasa masuk surga..,”
Aha, teriakan yang begitu menggoda dan membuat pengunjung menjadi ingin mampir ke stand 3.6.8.

Berkunjung ke Bali, dokumentasi pribadi

Stand ini didominasi berbagai kerajinan Bali dan para penjaga stand yang mengenakan baju nuansa putih.

Sesudah berkeliling melihat karya yang dipamerkan kami mendapatkan kue pie khas Bali.

Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Timur, dokumentasi Gabrily

NTT sebagai salah satu propinsi di Indonesia mempunyai banyak hal menarik. Salah satu di antaranya adalah komodo. Siswa kelas 2.4.1 menyajikan pameran dan pawai dengan miniatur komodo sebagai ikonnya. Pameran yang menampilkan keunikan Makassar seperti ini sering memunculkan ide-ide kreatif, sama seperti inovasi sistem di casinoscdn.com yang mengulas platform hiburan daring dengan fitur menarik untuk pemula.

Demikian juga bagian dalam ruang pameran dipenuhi hiasan dan hasil karya bernuansa NTT.

Siap menunggu kedatangan pengunjung, dokumentasi pribadi

Di tempat ini pengunjung juga bisa mencoba permainan melemparkan bundaran ke botol -botol yang disediakan.

Salah satu stand Bazaar, dokumentasi Jojo

Bagaimana dengan bazaar? Stand bazaar tak kalah menarik. Ada berbagai macam makanan yang disediakan dan penjualnya pun menggunakan baju dengan tema tertentu. Makanan yang dijual adalah makanan kekinian juga makanan tempo dulu.

Stand bazaar 7.3, dokumentasi Jojo
Stand Bazaar 7.2, dokumentasi Azalea

Berbagai penampilan yang luar biasa dan patut diapresiasi dari putra -putri Bintaraloka. Ya, kesungguhan dan kerja keras mereka akhirnya memberikan hasil berupa tampilan yang menarik hari itu.

Sampai jumpa di tulisan HUT berikutnya:)

Salam Bintaraloka:)

History, Story, Memory, Gempita Perayaan HUT Bintaraloka ke 73

Bintaraloka selalu istimewa.
Tanggal 17 Maret 2023 genap 73 tahun usia sekolah kita tercinta. Banyak kegiatan yang dilakukan. Gebyar perayaan 73 tahun Bintaraloka dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 17-18 Maret 2023.

Dua tahun tidak melaksanakan perayaan ulang tahun secara normal membuat acara perayaan tahun ini begitu dinanti.
Betapa tidak? Kegiatan seperti sebelum pandemi kini bisa dilaksanakan kembali.

Aha, kesibukan tampak di mana-mana. Bahkan sejak hari Kamis tenda dan baliho sudah mulai dipasang.

Memasang baliho, dokumentasi pribadi

Perayaan HUT dimulai hari Jumat pagi dengan apel bersama di lapangan volly. Siswa mengambil tempat di lapangan sementara Bapak/ibu guru berada di atas panggung. Bertindak sebagai pembina apel adalah ibu kepala sekolah.

Apel, dokumentasi Bu Any
Senam bersama, dokumentasi pribadi

Sesudah apel acara dilanjutkan dengan senam sehat bersama. Sebagai pemandu adalah Pak Ardillah dan beberapa siswa. Senam dan bergoyang mengikuti irama sungguh menyenangkan rasanya.

Setelah senam, dokumentasi Bu Any

Apalagi di sela-sela gerakan senam ada teriakan atau tepuk tangan yang menambah semangat para peserta.

Usai senam acara dilanjutkan dengan potong tumpeng dan doa bersama. Pemotongan tumpeng dan doa bersama dilaksanakan di ruang guru.

Pemotongan tumpeng, dokumentasi Bu Any

Selesai? Belum โ€ฆ Masih jauh. Sesudah pemotongan tumpeng semua dihibur dengan atraksi finalis lomba band, tari, dan menyanyi solo.

Tampilan salah satu finalis band, dokumentasi Bintaraloka
Tampilan salah satu finalis band, dokumentasi pribadi

Semangat siswa dan wali kelas benar benar luar biasa. Sementara para finalis beraksi, siswa yang lain menyiapkan pameran dan Bazaar. Bazaar diadakan di lapangan volley oleh kelas tujuh dan delapan, sementara pameran diadakan di dekat parkiran oleh kelas sembilan.

Persiapan stand pameran, dokumentasi pribadi
Persiapan stand pameran, dokumentasi pribadi

Sore hari sempat ada rasa khawatir di antara para peserta pameran karena hujan gerimis tiba-tiba turun. Tapi tidak lama lagi hujan berhenti dan pekerjaan dilanjutkan kembali.

Siap tampil menari, dokumentasi pribadi
Tampilan salah satu finalis, dokumentasi pribadi

Tiap kelas mengusung tema pameran yang berbeda. Berikut adalah tema dari tiap kelas:

Kelas 2.4.1 Nusa Tenggara Timur
Kelas 3.6.1 Papua
Kelas 3.6.2 Jawa Timur
Kelas 3.6.3 Batak
Kelas 3.6.4 Makassar
Kelas 3.6 5 Palembang
Kelas 3.6.6 DI Aceh
Kelas 3.6.7 Pontianak
Kelas 3.6.8 Bali

Tema masing-masing kelas, dokumentasi pribadi
Makassar, dokumentasi pribadi

Siswa benar benar all out dalam menyiapkan pameran maupun bazaar. Terbukti di hari Jumat sampai malam mereka masih sibuk mendekor stand pameran. Stand pameran didekor sesuai tema masing-masing.

Bazaar, dokumentasi pribadi

Sabtu tanggal 18 Maret gebyar perayaan HUT ditandai dengan pawai , pameran, bazaar juga pentas seni.

Siap pawai, dokumentasi 2.4.1
Busana tempo dulu, dokumentasi pribadi
Busana tempo dulu, dokumentasi pribadi
Busana tempo dulu, dokumentasi Bu Any

Penampilan siswa dan guru guru tampak demikian berbeda. Ada yang mengenakan baju adat sesuai tema daerah masing masing, ada pula yang memakai baju vintage. Ya, sesuai tema HUT kali ini yaitu History, Story, Memory, banyak yang mengenakan busana tempo dulu.

Mister Sony pembawa acara, dokumentasi Bu Any

Acara pawai diberangkatkan sekitar pukul tujuh pagi. Bertindak sebagai pembawa acara adalah Mister Sony.

Tidak hanya siswa dan guru para alumni, juga bapak /ibu guru yang purna tugas juga ikut terlibat di dalamnya.

Dalam pawai beberapa kendaraan diikutkan juga. Ada jeep, bentor bahkan Macito. Luar biasa. Benar-benar heboh.

Di dalam Macito, dokumentasi B. Galuh
Naik Jeep, dokumentasi pribadi
Peserta pawai, dokumentasi pribadi

Ada juga rombongan peserta yang membawa miniatur komodo, leak , ataupun semacam rumbai rumbai yang membuat tampilan mereka begitu serem. He..heโ€ฆ

Pawai mengambil rute yang tak begitu jauh yaitu sekitar jl dr Cipto, Jl. Diponegoro, belakang RSU dan kembali lagi ke SMP Negeri 3 Malang.

Komodo, dokumentasi pribadi

Begitu tiba di sekolah pengunjung langsung mengunjungi stand stand pameran, bazaar, juga pagelaran seni. Bahkan di lapangan basket juga ada acara yang diadakan alumni. Luar biasa.

Alumni, dokumentasi Bintaraloka

Lapangan volly benar benar menjadi surga aneka makanan. Ada kebab, spaghetti, jajan pasar, boba, dan banyak lagi.

Salah satu stand bazaar, dokumentasi Favian

Lalu bagaimana detail acara pameran, bazaar, pentas seni dan bintang tamu? Tunggu di tulisan berikutnyaโ€ฆ๐Ÿ˜Š

Salam Bintaraloka…

Sebuah Cerita Tentang Sumsuman Pagi Ini

Pagi ini tiba-tiba ada pesan dalam grup whatsapp kedinasan. Isi pesan terutama yang nomor dua singkat saja, namun cukup membangkitkan semangat.

Sumber gambar : tangkapan layar pribadi

Aih, panitia memang mantap. Tahu benar kalau badan masih terasa begitu lelah karena euforia HUT Bintaraloka hari Jumat dan Sabtu kemarin.

Ya, acara HUT yang menyenangkan sekaligus melelahkan. Semua warga Bintaraloka terlibat di dalamnya sehingga acara berjalan begitu meriah.

Sesudah senam bersama, pawai, apel, bazaar, juga konser tentunya badan terasa pegal semua. Harus ada ‘sesuatu’ untuk mengembalikan semangat juga menetralisir semuanya. Dan ternyata bubur sumsum salah satu jawabannya..๐Ÿ˜ƒ

Tentang Tradisi Sumsuman dan Filosofi Bubur Sumsum

Bubur sumsum, dokumentasi pribadi

Sumsuman adalah tradisi makan bubur bersama- sama sesudah selesai mengadakan perhelatan atau semacam pesta.

Dalam acara Sumsuman semua yang hadir bersama-sama menikmati bubur yang terbuat dari tepung beras, santan dan gula merah.

Biasanya sambil makan bubur sumsum dilakukan evaluasi kegiatan yang sudah dilaksanakan. Rasa bubur sumsum yang lembut , gurih dan manis sungguh terasa sedap dimakan bersama sehingga membuat suasana terasa akrab.

Tapi tahukah pembaca ada filosofi unik di balik lezatnya bubur sumsum?

Bubur sumsum Bintaraloka, dokumentasi pribadi

Bubur berwarna putih melambangkan hati yang bersih. Kuah manis dari gula jawa melambangkan kesejahteraan karena gula banyak digunakan dalam makanan Jawa. Sedangkan tekstur bubur yang lengket merupakan simbol eratnya persaudaraan antar sesama.

Memakan bubur sumsum diharapkan bisa menghilangkan semua rasa lelah sehabis terlibat dalam sebuah perhelatan bersama.

Bubur sumsum sekaligus merupakan ucapan terimakasih dari penyelenggara acara atas bantuan dan dukungan semuanya sehingga acara bisa berjalan dengan lancar, juga harapan agar persaudaraan dan keakraban senantiasa terjalin erat.

Aih, sebuah filosofi manis. Semanis bubur sumsum pagi ini.