Berkah adalah sebuah hal yang diharapkan oleh banyak orang. Berkah bermakna bertambahnya kebaikan yang banyak, sehingga dapat menghadirkan manfaat bagi diri sendiri maupun untuk orang lain.
Bisa dikatakan juga bahwa berkah adalah hidup yang penuh manfaat. Sebagai contoh, harta yang berkah adalah harta yang bermanfaat. Yakni, harta tersebut akan senantiasa membawa pemiliknya ke dalam ketaatan kepada Allah SWT.
Keberkahan bisa diperoleh salah satunya melalui kegiatan berbagi dengan sesama.
Berkaitan dengan mengajak warga sekolah suka berbagi, Bintaraloka mengadakan kegiatan Jumat Berkah.
Sesuai namanya kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat.
Siap untuk dibagi-bagikan dalam kegiatan Jumat Berkah, dokumentasi Bu Utien
Kegiatan berupa pembagian paket-paket makanan kepada siswa. Sumbangan berasal dari siswa, guru, orang tua, kantin, kopsis, pribadi, juga alumni.
Penerima Jumat Berkah adalah juga siswa, piket kerohanian Islam, petugas kebersihan dan keamanan ataupun tukang yang kebetulan bekerja di lingkungan sekolah.
Ada banyak hikmah yang bisa diambil dari kegiatan Jumat Berkah ini. Di samping mengajak siswa dan warga sekolah untuk selalu peduli dan suka berbagi, kegiatan ini juga berpotensi meningkatkan kedekatan dan silaturahmi di antarasesama.
Jumat Berkah, mengajak siswa suka berbagi, dokumentasi pribadi Bu Ahfi
Ya, berbuat baik, berbagi adalah hal yang harus ditanamkan sejak dini. Betapa Allah sangat mencintai orang-orang yang berbuat baik.
Suasana Jumat Berkah, dokumentasi pribadi
Bukankah Allah telah berfirman dalam QS Al Baqoroh 195 yang artinya:
Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
Pagi yang cerah di Bintaraloka. Bel jam pertama sudah berbunyi. Beberapa siswa yang pagi itu melakukan kegiatan doa segera kembali ke kelas, sementara yang berliterasi segera mempersiapkan diri untuk menerima pelajaran jam pertama.
Tampak beberapa siswa kelas sembilan berjalan cepat menuju laboratorium IPA. Selain membawa buku siswa membawa aneka macam bunga. Ada yang masih diletakkan di pot, ada pula yang berupa bunga potong.
Langsung mengeksplor bunga, dokumentasi pribadi
Aha, hari ini saya berkesempatan untuk melihat pembelajaran Biologi di kelas sembilan SMP Negeri 3 Malang.
Diskusi dan memperhatikan arahan guru, dokumentasi pribadi Diskusi dalam kelompok , dokumentasi pribadi
Materi Biologi kali ini sangat menarik. Bersama Mister Sony siswa akan diajak untuk mengenal lebih jauh tentang macam-macam bunga, bagian-bagian bunga dan alat reproduksi pada bunga.
Tentang Bunga dan Bagian-bagiannya
Bunga adalah bagian tercantik dari sebuah tanaman. Karenanya bunga sering digunakan untuk hiasan rumah, ataupun baju juga macam macam hiasan yang lain. Beberapa bunga bahkan digunakan untuk mengungkapkan rasa cinta, gembira, rasa hormat ataupun duka cita.
Namun selain sebagai pemanis, ternyata bunga memiliki fungsi penting sebagai organ vital pada perkembangan generatif tanaman.
Generatif adalah proses perkembangbiakan secara pembuahan atau kawin. Nah, bunga merupakan organ reproduksi pada tumbuhan tertentu seperti padi, jagung, mawar, kembang sepatu, dan masih banyak lainnya.
Adapun bagian bagian bunga adalah seperti yang terdapat pada gambar berikut ini:
Bagian-bagian bunga, sumber gambar: Markijar
Pembelajaran pagi itu berlangsung di gazebo. Dengan sabar Mister Sony menjelaskan satu- persatu bagian bunga, lalu mengajak siswa mengeksplor bunga yang dibawanya dalam kelompok kelompok kecil.
Penjelasan tentang bagian-bagian bunga dari mister Sony, dokumentasi pribadi
Sesudah mengeksplor bagian-bagian bunga, di bagian akhir materi ini nantinya siswa diminta membuat poster tentang bunga dan bagian-bagiannya.
Sebuah pembelajaran yang menarik. Ada beberapa catatan yang bisa didapatkan dari pembelajaran ini. Di antaranya adalah :
1. Dengan meneliti langsung obyek yang dipelajari (dalam hal ini bunga ) siswa akan lebih memahami materi yang dipelajari.
2. Belajar bersama di luar kelas membuat suasana menjadi lebih fresh. Ya, siswa serasa bermain sambil belajar.
3. Suasana belajar yang fresh membuat siswa tidak segan bertanya ataupun saling berpendapat. Keberanian bertanya dan mengungkapkan gagasan atau pikiran membuat nalar kritis siswa berkembang lebih baik.
Last but not least, belajar bersama tentang alam dan kekayaannya sungguh membuat siswa akan semakin sadar betapa besar kuasa Tuhan yang telah menciptakan mahluk hidup dengan segala keanekaragamannya.
Hari belum begitu siang. Jam masih menunjukkan sekitar pukul sebelas. Mobil yang kami tumpangi terus melaju di tengah keramaian lalu lintas kota Malang. Minggu pagi itu, sepulang dari acara silaturahmi ASN di Graha Cakrawala kami takziyah ke daerah Polehan.
Pulang dari takziyah tiba-tiba Ibu Amini mengajak kami mencari pecel. Aih, memang kalau sudah rezeki tak akan ke mana. Dalam hati saya membayangkan makan yang seger-seger, tiba-tiba ada tawaran makan pecel. Benar-benar pucuk dicinta ulam tiba.
Rempeyek kacang dan grago pelengkap nasi pecel, dokumentasi pribadi
Kami berhenti di deretan warung daerah Bunul. Dengan dipandu Bu Anna dan Bu Has kami segera menuju sebuah rumah makan. Warung Pecel Tumpang Pak Sun, begitu bunyi tulisan di bagian depannya.
Kami segera menempati tempat duduk yang tersedia. Ada dua meja yang kami pakai. Satu di bagian luar, yang lain di bagian dalam. Saya sendiri memilih di bagian dalam. Ya, karena di dalam kami bisa mendengar alunan lagu-lagu yang disetel di rumah makan tersebut.
Tak berapa lama pesanan pun datang. Nasi pecel dengan kulup sayur bayam, kecambah dan bunga turi. Rempeyeknya ada yang berisikan kacang , ada pula yang grago. Ada dadar jagung pula. Maknyus pokoknya.
Pecel Tumpang rasa Korea, dokumentasi Ahfi
Ditambah kehadiran minuman jeruk hangat dan teh hangat, makan bersama pagi itu terasa begitu lengkap. Nikmat Tuhan yang Mana yang hendak kamu dustakan?
Makan terasa lebih lezat ketika lagu-lagu yang diperdengarkan didominasi oleh lagu Korea. Hmm, serasa berada di negeri ginseng .., makan bulgogi bersama oppa-oppa. He ..he…
Ketika azan Dhuhur berkumandang kami segera meninggalkan tempat makan. Impian tentang makan bersama oppa-oppa buyar. Kami tiba-tiba ingat masih banyak tugas menanti.
Bukankah hari Minggu identik dengan Hari Cuci dan Setrika Nasional? He..he… ayo tetap semangat….
Hari masih begitu pagi. Meski begitu Jalan Semarang dan beberapa ruas jalan lain menuju Universitas Negeri Malang sudah demikian ramai.
Seragam Korpri bertebaran dimana-mana. Baju biru dongker dipadu bawahan biru dongker. Peci hitam atau kerudung biru yang senada membuat penampilan pemakainya begitu apik.
Presensi, dokumentasi pribadi
Aha, pagi itu kami mendatangi undangan silaturahmi ASN dan Karyawan BUMD Kota Malang yang diadakan di gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang.
Silaturahmi ini bertujuan untuk meningkatkan integritas ASN menuju Indonesia maju menyongsong Indonesia Emas tahun 2045.
Suasana demikian ramai. Bisa di bayangkan. Ribuan ASN dari semua dinas juga karyawan BUMD tumplek blek di sana.
Di depan Graha Cakrawala, dokumentasi Fabi
Supaya berjalan tertib area parkir maupun tempat absen pun ditata terpisah. Sesudah tanda tangan absen di tempat yang ditentukan, kami mendapatkan tas berisi konsumsi dan segera masuk ke gedung Graha Cakrawala.
Selain tertulis, presensi juga dilakukan dengan selfie di dalam gedung. Selfie adalah penanda bahwa kami hadir dan mengikuti acara sampai selesai.
Di dalam Graha Cakrawala, dokumentasi BintaralokaDi tribun, dokumentasi BintaralokaDi tribun atas, dokumentasi BintaralokaHadir…., dokumentasi Bintaraloka
Di dalam gedung tempat ASN dari masing-masing dinas sudah ditata sedemikian rupa. Kami dari Dinas Pendidikan lesehan di karpet. Mungkin karena jumlah kami yang lebih banyak daripada jumlah ASN dari dinas yang lain.ย
Suasana Graha Cakrawala, dokumentasi Bintaraloka
Sambil menunggu acara dimulai, lagu-lagu diperdengarkan. Mulai dari lagu-lagu Dewa, Chrisye, juga lagu lain yang sangat familier di telinga kami.
Mendengarkan lagu-lagu tersebut kami jadi ikut bersenandung. Benar, lagu-lagu yang membuat kami sejenak terlempar ke masa lalu.. eh..๐คญ
Lagu-lagu menjelang acara dimulai, dokumentasi pribadi
Sekitar pukul 08.15 acarapun dimulai. Lagu Indonesia Raya dinyanyikan oleh semua yang hadir dengan khidmat.
Sesudah menyanyikan lagu Indonesia Raya, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kenaikan pangkat, pemberian SK Pensiun dan penghargaan pada para ASN yang berprestasi di tingkat Nasional.
Sesudahnya, ditayangkan potongan-potongan video kilas balik pembangunan yang dilakukan di Malang selama lima tahun terakhir.
Pengarahan dan sambutan Pak Sutiaji, dokumentasi pribadi
Dan puncak acara pagi itu adalah sambutan, arahan, sekaligus motivasi dari Pak Sutiaji kepada seluruh ASN kota Malang.
Dalam sambutan sekaligus arahannya Pak Sutiaji mengajak semua ASN untuk meningkatkan kekompakan dan kekuatan sekaligus menghilangkan kesombongan dalam diri sehingga bisa memberikan layanan yang terbaik pada masyarakat kota Malang.
Berbagai spanduk , dokumentasi pribadi
Dalam acara tersebut Pak Sutiaji juga mengucapkan terima kasih pada seluruh ASN yang telah bersama-sama bekerja, bersinergi memberikan layanan pada masyarakat semasa kepemimpinan beliau sebagai walikota Malang periode 2018-2023.
Suasana terasa gayeng, namun juga haru. Apalagi ketika berbagai spanduk yang berisikan berbagai macam ucapan dibentangkan di tribun.
Acara diakhiri dengan bersalam-salaman antara Pak Sutiaji, Bu Sutiaji, Pak Wawali, dengan para pejabat di lingkungan Pemkot Malang.
Bersalam-salaman di akhir acara, dokumentasi pribadi
Akhirnya, Rutam Nuwus Pak Sutiaji.. Semoga kami semua bisa semakin meningkatkan pelayanan pada masyarakat dan terus melanjutkan berbagai program pembangunan di Kota Malang tercinta.
Batu di malam hari menyimpan banyak pesona. Meskipun kami tak terlalu lama berjalan-jalan di kota Batu hari Jumat saat itu, namun sedikit perjalanan tersebut memberikan kesan yang sangat manis karena ada kehangatan dalam perjalanan kami dari Asida-Punten- Soto Diponegoro. Berikut adalah sedikit cerita perjalanan Sidohealing di awal September 2023.
Mobil yang kami naiki terus berjalan sepanjang jalan besar di kota Malang. Lalu lintas lumayan ramai. Ya, Jumat sore banyak yang pulang lebih awal. Tentunya semua sudah siap dengan rencana akhir pekan masing-masing.
Sore itu ada agenda mendadak dari Sidohealing. Ya, Bu Utien mengajak kami untuk jalan-jalan ke Batu sekalian mengantar beliau bertemu dengan mahasiswa PPG UIN Malang.
Singkatnya Bu Utin akan mengadakan copy darat dengan mahasiswa PPGnya di hotel Asida Batu, sekalian PPG ada acara di sana.
Sebagai informasi, Bu Utien adalah salah satu guru pamong PPG UIN dari guru PAI SD sampai SMA dari Provinsi Jawa Tengah.
Mobil melaju ringan seringan hati kami sore itu. Jalan-jalan sejenak melupakan segala kesibukan dan kepenatan adalah sebuah healing yang ringan namun sangat menyenangkan.
Kami berhenti sejenak di toko kue dan oleh- oleh , lalu cuuz langsung menuju Kota Batu. Tujuannya adalah Hotel Asida.
Mencari lokasi Asida tidak begitu sulit. Ya, sebagian besar dari kami pernah datang ke sini untuk mengikuti berbagai macam Diklat.
Bersama PPG UIN di Hotel Asida Batu, dokumentasi pribadi
Bagi Bu Ari hotel ini menyimpan kisah sendiri karena di sini tempat beliau presentasi lomba Guru Prestasi yang di adakan di tahun-tahun sebelum pandemi.
Begitu masuk Hotel Asida beberapa orang langsung menyambut kedatangan Bu Utien. Mulanya kami bertiga akan menunggu di dalam mobil saja. Tapi demi melihat kehangatan dan suasana haru dari pertemuan Bu Utien dan mahasiswa PPG, akhirnya kamipun turun, berkenalan , bahkan berfoto bersama.
Aih, perjumpaan yang begitu manis. Lewat perjumpaan tersebut bisa dibayangkan kedekatan hubungan antara Ibu Utien dan para mahasiswa PPGnya.
Kedekatan itu dipertegas dari foto- foto berikut tatkala Bu Utien mengantar kepulangan para mahasiswa di Stasiun Kota Baru Malang.
Mengantar sampai Stasiun Kota Baru Malang, dokumentasi pribadi
Setelah berpamitan,sekitar pukul lima kami meninggalkan Hotel Asida. Perjalanan kami lanjutkan ke Punten. Ya, kami akan bersilaturahmi ke rumah famili dari Bu Ari di daerah Punten Batu.
Dalam perjalanan Bu Ari bercerita banyak tentang familinya yang tersebar di daerah Punten. Indahnya bunga-bunga di rumah rumah sepanjang jalan yang kami lalui membuat perjalanan terasa menyenangkan.
Memasuki rumah Ibu Las, famili dari Bu Ari sungguh saya merasa terperangkap ke dalam masa lalu. Hiasan lukisan, serta kursi- kursi kuno yang tertata rapi begitu khas rumah masa silam.
Demikian juga tanaman yang tertata rapi di depan memberikan suasana adem dan tenang.
Secangkir teh hangat menemani obrolan kami senja itu. Bu Las di usianya yang sudah mencapai 75 tahun masih tampak begitu energik. Beliau banyak bercerita tentang karnaval di daerah sekitar Batu.
Selepas sholat Maghrib perjalanan kami lanjutkan kembali.
Hawa dingin kota Batu mulai terasa. Lampu-lampu hias di sekitar jalan membuat jalan kampung redup bertabur warna biru dan ungu.
Lampu hias di jalan membuat suasana bertabur warna ungu di Punten, dokumentasi pribadi
Di depan Indomaret Mas Andre driver sekaligus guide kami sudah menunggu. Kami segera naik dan mobilpun kembali melaju.
Aha, mobil kami kini berhenti di Soto Diponegoro. Sebuah tempat makan dan toko oleh-oleh yang terletak berdekatan dengan KUD Batu.
Sambil menunggu pesanan beberapa di antara kami ada yang berbelanja oleh-oleh. Ada banyak oleh- oleh utamanya makanan ringan dan berbagai produk olahan susu di sini.
Belanja oleh-oleh , dokumentasi pribadi
Lokasinya yang strategis memungkinkan tempat ini banyak dikunjungi. Hanya saja karena kami datangnya sudah agak malam pengunjung tidak terlalu banyak.
Aneka oleh-oleh, dokumentasi pribadi
Tak berapa lama menunggu, pesanan kamipun datang. Soto daging lengkap dengan taburan koya, jeruk nipis, sambal dan kerupuk. Luar biasa lezatnya.
Tiba di Soto Diponegoro, dokumentasi pribadi
Dari sekian banyak soto yang pernah saya coba, soto ini demikian khas. Ya, rempahnya sangat terasa sehingga menimbulkan aroma yang menggoda.
Ada banyak obrolan mengalir di antara kami sambil menikmati Soto Diponegoro. Tentang apa saja. Tentang Kota Batu, sekolah, anak, dan banyak lagi. Mas Andre yang setia mengantar kami sesekali membantu memotret kami semua.
Akhirnya menjelang Isyak kami harus kembali. Sebuah perjalanan healing yang menyenangkan. Ya, perjalanan yang penuh kehangatan dari Asida, Punten dan Soto Diponegoro.