Pada hari Kamis (02/01) sekitar pukul 12.00 telah dilaksanakan perpisahan dengan Bapak Hari Pantoko, S.H, satpam SMP Negeri 3 Malang yang telah memasuki masa purna.
Acara yang berlangsung khidmat ini diadakan di ruang guru dengan pembawa acara Ibu Tyas wakahumas SMP Negeri 3 Malang.
Dalam acara tersebut Bapak Hari menceritakan perjalanannya selama menjadi satpam di SMP Negeri 3 Malang.
Ibu Arie Susani menyerahkan kenang kenangan pada Bapak Hari Pantoko, dokumentasi Bintaraloka
Lahir di Malang, 26 Agustus 1966, Bapak Hari Pantoko mengabdi di SMP Negeri 3 Malang mulai tahun 2003 hingga 2024 , atau total selama 21 tahun.
Selain menjadi satpam menurut penuturan Bapak Hari Pantoko, beliau pernah mengajar di sebuah sekolah swasta.
Banyak cerita dan pelajaran kehidupan yang beliau peroleh selama mengabdikan diri di Bintaraloka. Sosok yang sangat religius ini mempunyai pandangan hidup bahwa seberat-beratnya orang bekerja masih lebih berat orang yang tidak mempunyai pekerjaan, karenanya jangan mudah mengeluh dan pandailah bersyukur apa yg kita punya.
Bapak Hari Pantoko bersama Bapak Kepala SMP Negeri 3 Malang, dokumentasi Bintaraloka
Dalam acara hari itu Bapak Teguh Kepala SMP Negeri 3 Malang mengucapkan terima kasih atas pengabdian Bapak Hari selama ini, dan berharap Bapak Hari Pantoko senantiasa sehat dan bahagia dalam memasuki masa purnatugas.
Acara perpisahan hari itu diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan, bersalam salaman dan foto bersama.
Hawa pagi begitu sejuk. Jam menunjukkan pukul tujuh pagi. Sepagi itu suasana lapangan Rampal sudah mulai ramai. Beberapa orang tampak berlari mengitari lapangan, senam, ada pula yang sedang volly atau basket.
Sementara itu di tepi lapangan Rampal banyak siswa dengan seragam olah raga siap mengikuti kegiatan. Bapak dan ibu guru juga siap di tepi lapangan untuk mendampingi anak anak.
Apel pembukaan latihan PBB, dokumentasi pribadi
Ya, hari itu siswa akan mengikuti latihan PBB sebagai kegiatan awal semester genap 2024/2025.
Kegiatan PBB ini adalah salah satu cara SMP Negeri 3 Malang untuk melakukan pembinaan mental siswa. Kegiatan dilaksanakan secara bergantian, hari Kamis kelas 7 dan 8 , hari Jumat kelas 9.
Apel pembukaan latihan PBB, dokumentasi pribadi
Ditekankan oleh wakasis, kegiatan ini disamping untuk menerapkan berbagai karakter baik juga bertujuan memperkuat semangat dan daya juang anak anak sebelum menghadapi pembelajaran di semester genap.
Siswa sebagai pemuda harapan bangsa adalah pemegang kunci kemajuan bangsa ini. Di tangan merekalah masa depan negeri tercinta kita Indonesia berada.
Pendamping kelas sembilan dan pelatih, dokumentasi Bintaraloka Pandamping kelas 7 dan 8, dokumentasi Bintaraloka
Mengapa PBB? Melalui kegiatan ini bisa ditanamkan berbagai karakter baik pada siswa seperti disiplin, konsentrasi, kekompakan juga rasa setia kawan.
Peserta menyampaikan pesan dan kesan selama mengikuti kegiatan wawasan kebangsaan, dokumentasi pribadi Peserta latihan PBB, dokumentasi pribadi Salah satu acara di lapangan Rampal, dokumentasi pribadi
Sementara sebagian siswa mendapatkan materi PBB di lapangan Rampal, siswa di sekolah mendapatkan materi tentang Wawasan Kebangsaan, Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Manajemen Emosi pada Remaja.
Pelatih dan narasumber berbagai kegiatan ini tidak hanya berasal dari guru, tapi juga orang tua siswa.
Narasumber materi Wawasan Kebangsaan (Divisi Kostrad TNI), pelatih PBB ( Babinsa Klojen) dan pemateri Manajemen Emosi pada Remaja, semua berasal dari orang tua siswa sedangkan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat diberikan oleh guru.
Melatih kesetiakawanan , dokumentasi pribadi
Dua hari yang luar biasa. Melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan diharapkan sekolah bisa menanamkan berbagai karakter baik pada siswa, melakukan manajemen emosi, sekaligus memberi bekal agar siswa lebih siap menghadapi hal-hal baru di semester genap ini.
Melalui kegiatan-kegiatan ini juga diharapkan kerjasama orang tua dan sekolah semakin meningkat guna keberhasilan proses belajar siswa ke depannya.
Pagi itu beberapa hari sebelum penerimaan rapor saya berkesempatan untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh yang diadakan oleh teman guru bahasa Inggris di lab komputer.
Beberapa siswa tampak di depan komputer dengan headset masing- masing. Satu komputer dipakai dua siswa.
Sementara siswa di depan komputer, guru dan operator berada di barisan belakang untuk memantau sekaligus terlibat dalam kegiatan tersebut.
Guru dan operator, dokumentasi pribadi
Pembelajaran jarak jauh ini sangat menarik. Betapa tidak? Pembelajaran dilakukan dengan cara berbincang-bincang bersama para siswa dari sebuah Junior High School di Jepang.
Diterangkan oleh Ibu Arie guru Bahasa Inggris sekolah kami, bahwa melalui pembelajaran jarak jauh ini siswa mendapat kesempatan untuk mempergunakan bahasa Inggris mereka untuk berkomunikasi dengan siswa dari negara lain tanpa melalui pertukaran pelajar. Ya, pertukaran pelajar mungkin hanya bisa diikuti anak-anak yang mampu secara ekonomi.
Kegiatan yang bertajuk Online International Exchange ini diadakan oleh Hello World dan bertujuan untuk mempelajari pentingnya pemahaman perbedaan, mendorong siswa untuk mempraktekkan bahasa Inggris mereka dan memotivasi siswa untuk belajar lebih banyak.
Peserta Online International Exchange, dokumentasi pribadi
Secara bergantian kegiatan ini dilakukan sekolah kami dengan empat sekolah yang berbeda yaitu Kawarajo JHS, Osaka, Ishida JHS, Okinawa NakayamaJHS, Kanagawa, dan Taisya JHS , Hikagawa, Shimane Japan.
Bagaimana pelaksanaan kegiatannya?
Pembelajaran dimulai dengan siswa masuk kelas di link yang disediakan. Masuk dengan tepat waktu. Ini benar-benar dipesankan oleh guru karena waktu pembelajaran hanya 55 menit, dan diharapkan bisa dimanfaatkan siswa secara maksimal.
Kegiatan dilakukan di main room dan break room. Begitu siswa masuk main room acara langsung dimulai dengan opening dari moderator world classroom.
“Hello..,” kata moderator ramah pada tiap kelompok siswa, baik dari Indonesia maupun dari Jepang.
“Hello..,” jawab siswa dengan penuh antusias. Senyum ramah menghiasi wajah- wajah mereka.
Sesudah opening dilaksanakan teachers’ speech, yaitu perkenalan dari perwakilan guru sekolah Jepang maupun Indonesia. Acara yang berlangsung kurang lebih 1 menit ini juga diisi tujuan kegiatan dan motivasi dari masing masing sekolah.
Acara berikutnya adalah quiz yang dipandu oleh moderator. Dalam acara ini siswa mendapat pertanyaan tentang makanan favorite, negara yang ingin dikunjungi, olahraga favorite yang dijawab dengan menggunakan gesture.
Menjawab quiz dengan gesture , dokumentasi pribadi
Berikutnya siswa masuk dalam break room. Ada 10 sampai 12 break room yang tersedia tergantung jumlah peserta.
Dalam hal ini SMP Negeri 3 Malang mengirimkan 20 orang perwakilan kelas 9 di setiap pertemuan, kecuali pertemuan ke tiga yang juga mengikut sertakan kelas 7 dan 8.
Break room yang tersedia ada dua. Di break room pertama siswa Jepang dahulu yang menyapa dan siswa Indonesia menanggapi. Sedangkan di break room kedua siswa Indonesia menyapa lebih dahulu baru ditanggapi siswa Jepang.
Sesudah saling menyapa pembicaraan pun mengalir, tentang apa saja bahkan sampai masalah anime. Aha..
Kegiatan di break room ada dua pilihan yaitu presentasi atau tanya jawab, dan yang kami pilih adalah tanya jawab. Kegiatan tanya jawab dilakukan dengan panduan BINGO sheet.
Sesudah asyik berbincang di break room, semua kembali ke main room untuk mendengarkan farewell speech dari perwakilan tiap sekolah.
Farewell speech berisi ucapan terima kasih serta ungkapan kesan dan harapan siswa.
Farewell speech, dokumentasi Buz
Dari 4 pertemuan yang dilaksanakan, anak-anak mengatakan bahwa mereka senang dengan acara tersebut dan berharap ada pertemuan lagi di waktu yang akan datang.
Sebelum ditutup, pembelajaran diakhiri dengan berfoto bersama. Total seluruh kegiatan berlangsung pas 55 menit, tidak kurang tidak lebih.
Apa pelajaran penting yang bisa diambil dari kegiatan ini?
Di samping untuk memperlancar bahasa Inggris siswa bisa belajar untuk lebih mengenal budaya negara lain, belajar berkolaborasi, toleransi dan tentunya membuat jalinan pertemanan.
Harapan Ibu Arie semester depan kegiatan ini masih bisa dilakukan dan semua anak bisa mendapat kesempatan untuk mengikutinya.
Berbagai kesan positif atas pelaksanaan program muncul dari kedua sekolah. Sekolah Jepang mengatakan bahwa siswa mereka sangat senang mengikuti acara ini karena bisa belajar banyak hal.
Diskusi dalam break room, dokumentasi Buz
Dari sekolah kami sendiri siswa sangat senang dengan kegiatan ini. Seperti jawaban beberapa siswa berikut :
I was very happy to meet other students from Japan. Because I learned a lot from them, such as cultures, hobby, etc (Ali Wasil)
I feel amazing, all of the japanese student was nice and we had a great conversation learning about our different culture. (Almira)
Akhirnya betapa teknologi telah membuat jarak yang jauh menjadi lebih dekat.
Wajah-wajah sesudah pembelajaran, dokumentasi Buz
Dengan memanfaatkan teknologi kita bisa membuat pembelajaran yang lebih bermakna. Pembelajaran yang tidak hanya menyenangkan dan menantang, tapi sekaligus menanamkan berbagai karakter baik didalamnya.
Senin ini terasa istimewa. betapa tidak? Hari ini dilaksanakan perpisahan dengan Ibu Uci Lusiati guru IPA yang telah mengabdi selama dua puluh tahun di SMP Negeri 3 Malang.
Ibu Uci telah memberikan kenangan yang begitu dalam di hati kami semua. Beliau bukan hanya guru yang disiplin dan inspiratif tapi juga teman satu tim yang demikian gigih dan penuh kerja keras.
Bagi saya sendiri, Ibu Uci bukan hanya teman guru, tapi beliau juga penyiar pujaan saya ketika saya masih bersekolah.
Perpisahan di lapangan upacara , dokumentasi Fabi
Ya, beliau adalah penyiar Radio KDS 8 di era 80 -90 dengan nama kondang Uci Santoso.
Perjalanan Ibu Uci sebagai guru cukup panjang. Berbagai prestasi diraih. Lahir pada tanggal 20 November 1965, beliau pernah mengajar fisika di SMP Negeri 4 Numfor Biak, SMP Negeri 1 Pacitan dan sejak tahun 2004 mengajar di SMP Negeri 3 Malang.
Selama mengajar di Bintaraloka, Bu Uci yang juga merupakan alumni sekolah kita tercinta ini pernah menjadi pembina KIR, Olimpiade Fisika, Staf kurikulum, Waka kurikulum, Waka kesiswaan, juga guru inti pada tahun 2014.
Penyerahan kenang kenangan , dokumentasi pribadi
Pagi ini acara perpisahan yang dipandu oleh Mister Sony, baik di lapangan maupun di ruang guru berlangsung penuh haru.
Pada para siswa Ibu Uci berpesan agar para siswa tetap melakukan hal yang terbaik agar nama besar SMP Negeri 3 Malang tetap berjaya.
Mister Sony sebagai MC, dokumentasi Fabi
Lewat sambutannya Bapak Teguh Edy Purwanta mengucapkan terima kasih atas pengabdian Ibu Uci selama mengajar di SMP Negeri 3 Malang, dan berharap Ibu Uci senantiasa sehat dan bahagia bersama keluarga di rumah.
Bersama para pengajar IPA dan Bapak Kepala SMP Negeri 3 Malang, dokumentasi Fabi
Akhirnya selamat memasuki masa purna tugas Ibu Uci. Dedikasi, semangat dan pengabdian Ibu selalu menjadi kenangan manis dalam hati kami.
Mereka yang bukan saudara kita dalam iman adalah saudara kita dalam kemanusiaan.(Ali bin Abi Thalib)
Pagi itu lapangan volley Bintaraloka sudah begitu penuh. SAS matematika baru saja berlalu.
Bukan hanya siswa, guru dan pegawai sekolah juga membentuk barisan di lapangan. Yap, hari itu dilakukan deklarasi sekaligus penandatanganan komitmen pelaksanaan sekolah Moderasi Beragama.
Apakah Sekolah Moderasi Beragama itu?
Penandatanganan komitmen dan deklarasi moderasi beragama, dokumentasi pribadi
Sekolah Moderasi Beragama adalah sebuah institusi pendidikan yang mengajak siswa fokus pada pembelajaran nilai nilai keagamaan dan menerapkan prinsip moderasi.
Tujuan dari sekolah ini adalah mengajak siswa tidak hanya memahami ajaran agamanya, tapi juga bagaimana siswa bisa saling menghargai, melakukan interaksi dan bekerja sama dengan siswa lain dengan latar belakang agama yang berbeda.
Adapun ciri-ciri sekolah yang menerapkan Moderasi Beragama adalah:
1. Pengajaran Nilai-Nilai Keagamaan.
Pengajaran nilai agama, dokumentasi pribadi
Di sekolah ditanamkan nilai nilai agama termasuk moral dan etika yang diajarkan oleh agama tersebut.
Tidak hanya mengajarkan agama, sekolah juga mengajarkan siswa untuk menghargai keragaman budaya sehingga siswa bisa menghargai perbedaan di sekitar mereka.
3. Melibatkan Komunitas
Retret, kegiatan sekolah yang melibatkan Komunitas keagamaan, dokumentasi pribadi
Dalam pelaksanaan kegiatan di sekolah pada saat tertentu sekolah mengadakan kerjasama dengan komunitas lokal dan organisasi keagamaan sebagai pendukung.
4. Pembinaan Karakter
Halal BI halal antar siswa membentuk karakter toleransi, dokumentasi pribadi
Fokus utama pembentukan karakter siswa di sekolah adalah menanamkan sikap sesuai ajaran agama, toleransi , keadilan dan kasih sayang.
5. Bersifat Inklusif
Sarapan bersama, contoh kegiatan bersama tanpa memandang latar belakang agama, dokumentasi pribadi
Sekolah moderasi beragama berusaha untuk menyediakan pendidikan yang inklusif, artinya semua siswa bisa ikut terlibat dalam semua kegiatan sekolah tanpa memandang latar belakang agama.
Ada sembilan kata kunci dari moderasi beragama yaitu kemanusiaan, kemaslahatan umum, adil berimbang, taat konstitusi, komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan penghormatan pada tradisi.
Menurut Ibu Utien guru PAI SMP Negeri 3 Malang program Sekolah Moderasi Beragama ini mengajak siswa agar bisa melaksanakan toleransi secara wajar, dimana kita menghargai ajaran agama orang lain dengan tetap teguh menjalankan ajaran agama kita. “Toleransi tidak berarti mencampuradukkan ajaran agama,” jelas Bu Utien.
Akhirnya dengan adanya sekolah moderasi beragama ini diharapkan akan terbentuk generasi muda yang tidak hanya berpengetahuan agama yang kuat, tetapi juga mampu berkontribusi positif dalam masyarakat yang kaya akan perbedaan.
Salam Moderasi, dokumentasi Bintaraloka
Perbedaan adalah keniscayaan dan hakekatnya kita semua bersaudara. Seperti nasehat dari Ali bin Abi Thalib : mereka yang bukan saudara kita dalam iman adalah saudara kita dalam kemanusiaan.