Belajar Bijak Berinternet dan Memahami Toleransi Melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Lagu Pelajar Pancasila kembali dikumandangkan  di aula Bintaraloka .  Siswa kelas tujuh duduk berjajar rapi.sambil bertepuk tangan dan menyanyi dengan iringan musik “Naik Becak”.

Di samping mereka alat tulis dan buku sudah siap dipergunakan untuk mencatat hal-hal penting yang akan diperoleh hari itu.

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini siswa menyanyi disertai dengan gerakan sehingga suasana semakin ceria. 

Ibu Ami, Ibu Dani dan Ibu Novi memberikan aba-aba dengan penuh semangat, hingga tiga narasumber yang dinanti memasuki ruangan.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah p535.jpg
Menyanyikan lagu Pelajar Pancasila dengan gerakan, dokumentasi pribadi

Hari itu adalah minggu ketiga dari pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang mengambil topik Aku Bijak Berinternet. 

Dalam satu tahun ada tiga projek yang direncanakan di Bintaraloka, sehingga tiap projek memerlukan waktu sekitar tiga bulan.  Adalah tantangan tersendiri merancang program kegiatan projek sehingga siswa  bisa terkoordinir dengan baik, dan waktu belajar bisa digunakan secara efektif.

Karenanya menjelang pelaksanaan projek biasanya kami yang tergabung dalam komite pembelajaran berdiskusi dalam grup whatsapp untuk membahas kegiatan siswa dan memberikan masukan agar projek bisa berjalan dengan lancar.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah p534.jpg
Sesudah talkshow, dokumentasi pribadi Buz

Jika di kegiatan projek dua minggu sebelumnya kajian tentang bijak berinternet dilakukan dengan mendatangkan narasumber dari Diskominfo dan Polresta,  kali ini narasumber didatangkan dari Kemenag.  Jadi jika sebelumnya bijak berinternet dikaitkan dengan undang-undang yang dibuat manusia, di minggu ketiga ini sebagai insan beragama bijak berinternet ditinjau dari hukum yang lebih tinggi yaitu hukum agama.

Ada bermacam agama yang dianut oleh siswa di SMP Negeri 3 Malang, karenanya acara kajian bijak berinternet hari itu  mendatangkan tokoh dari agama  Islam,  Kristen dan Hindu. 

Narasumber dari agama Islam adalah Ustadz Dedi Novianto,  M. Pdi,  dari agama Kristen Pendeta Muda Yohannes Gery Valentino, S.Pd dan dari agama Hindu Romo Ruby Suprianto, S.Ag,M.Si .

Acara dikemas dalam bentuk talkshow dengan moderator  Ibu Utin Kustianing. 

Acara talkshow berjalan dengan akrab. Pak Dedy,  Pak Gery maupun Pak Ruby memberikan penjelasan dengan menggunakan bahasa dan logika yang demikian mudah diterima oleh siswa. 

Ada banyak pelajaran yang bisa diambil dalam talkshow pagi ini. Diantaranya adalah:

1. Bijak berinternet sangat penting untuk dilakukan.  Dalam ajaran agama apapun, segala apa yang kita lakukan kelak akan diminta pertanggung jawabannya.  Perbuatan yang baik akan mendapat balasan yang baik,  demikian juga perbuatan yang tidak baik kelak di akherat akan mendapat hukumannya.

2. Gunakan internet untuk hal yang baik,  berhati-hati sebelum sharing.  Tabayyun,   mengecek kebenaran sebuah berita sangat penting dilakukan sebelum share berita.

3. Hindari perbuatan riya atau suka pamer.  Internet, terutama media sosial adalah ajang pamer yang banyak digunakan saat ini. Daripada menggunakan untuk perbuatan riya’lebih baik gunakan internet sebagai ladang kebaikan. 

4. Pandai pandailah memilih konten di internet.  Jangan memilih konten yang merusak atau memberikan pengaruh yang kurang baik.

Di akhir acara masing-masing narasumber memberikan nasehat penting berkaitan dengan materi yang dibahas hari itu.

1. Pintar itu relatif tapi akhlak itu mutlak (Pendeta Muda Yohannes Gery Valentino, S.Pd )

2. Setiap apa yang kita lihat, pikirkan,  perbuat,  semua akan dipertanggung jawabkan (Ustadz Dedi Novianto,  M. Pdi)

3. Pikiran, ucapan dan perbuatan merupakan tiga hal yang harus dijaga agar kita bijak berinternet.  Jangan menjadi orang -orang calon penghuni neraka.  (Romo Ruby Suprianto, S.Ag,M.Si)

Sekitar pukul sepuluh, talkshow ditutup dengan berdoa menurut agama dan keyakinan masing masing. Ada yang menengadahkan tangan,melipat tangan atau menangkupkan kedua tangan di dada.

Gambar berikut tidak memiliki atribut alt; nama berkasnya adalah p531.jpg
Berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing, dokumentasi Buz

Siswa begitu antusias pagi itu, terbukti dari  banyaknya pertanyaan yang muncul. Beberapa siswa bahkan mengatakan waktu untuk tanya jawab masih kurang. 

Yang menarik,  talkshow ini tidak hanya membuka wawasan siswa  tentang bijak berinternet namun juga tentang toleransi, perlunya saling menghargai antar  pemeluk agama.

Ya, karena hakekatnya semua agama mengajarkan kebaikan pada para pemeluknya.

Yuli Anita

Leave a Comment

Your email address will not be published.

27 views