Hawa pagi begitu sejuk. Jam menunjukkan pukul tujuh pagi. Sepagi itu suasana lapangan Rampal sudah mulai ramai. Beberapa orang tampak berlari mengitari lapangan, senam, ada pula yang sedang volly atau basket.
Sementara itu di tepi lapangan Rampal banyak siswa dengan seragam olah raga siap mengikuti kegiatan. Bapak dan ibu guru juga siap di tepi lapangan untuk mendampingi anak anak.
Apel pembukaan latihan PBB, dokumentasi pribadi
Ya, hari itu siswa akan mengikuti latihan PBB sebagai kegiatan awal semester genap 2024/2025.
Kegiatan PBB ini adalah salah satu cara SMP Negeri 3 Malang untuk melakukan pembinaan mental siswa. Kegiatan dilaksanakan secara bergantian, hari Kamis kelas 7 dan 8 , hari Jumat kelas 9.
Apel pembukaan latihan PBB, dokumentasi pribadi
Ditekankan oleh wakasis, kegiatan ini disamping untuk menerapkan berbagai karakter baik juga bertujuan memperkuat semangat dan daya juang anak anak sebelum menghadapi pembelajaran di semester genap.
Siswa sebagai pemuda harapan bangsa adalah pemegang kunci kemajuan bangsa ini. Di tangan merekalah masa depan negeri tercinta kita Indonesia berada.
Pendamping kelas sembilan dan pelatih, dokumentasi Bintaraloka Pandamping kelas 7 dan 8, dokumentasi Bintaraloka
Mengapa PBB? Melalui kegiatan ini bisa ditanamkan berbagai karakter baik pada siswa seperti disiplin, konsentrasi, kekompakan juga rasa setia kawan.
Peserta menyampaikan pesan dan kesan selama mengikuti kegiatan wawasan kebangsaan, dokumentasi pribadi Peserta latihan PBB, dokumentasi pribadi Salah satu acara di lapangan Rampal, dokumentasi pribadi
Sementara sebagian siswa mendapatkan materi PBB di lapangan Rampal, siswa di sekolah mendapatkan materi tentang Wawasan Kebangsaan, Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Manajemen Emosi pada Remaja.
Pelatih dan narasumber berbagai kegiatan ini tidak hanya berasal dari guru, tapi juga orang tua siswa.
Narasumber materi Wawasan Kebangsaan (Divisi Kostrad TNI), pelatih PBB ( Babinsa Klojen) dan pemateri Manajemen Emosi pada Remaja, semua berasal dari orang tua siswa sedangkan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat diberikan oleh guru.
Melatih kesetiakawanan , dokumentasi pribadi
Dua hari yang luar biasa. Melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan diharapkan sekolah bisa menanamkan berbagai karakter baik pada siswa, melakukan manajemen emosi, sekaligus memberi bekal agar siswa lebih siap menghadapi hal-hal baru di semester genap ini.
Melalui kegiatan-kegiatan ini juga diharapkan kerjasama orang tua dan sekolah semakin meningkat guna keberhasilan proses belajar siswa ke depannya.
Libur semester adalah saat istimewa di mana saya bisa jalan jalan lebih leluasa dengan anak saya. Setelah pekan penerimaan rapor yang begitu sibuk, hari Minggu kemarin saya diajak anak saya menonton film Mufasa Lion King di Cineplex Matos Malang.
Rencana sebenarnya kami ingin melihat Moana 2, tapi karena kehabisan tiket kami putuskan untuk menonton Mufasa The Lion King yang diputar satu jam berikutnya (pukul 15.00 wib)
Kami sama sama penggemar film Lion King , jadi melihat film ini rasanya juga surprise, karena kami tidak menduga kalau Mufasa juga sedang diputar di bioskop-bioskop
Film yang disutradarai oleh Barry Jenkins dengan naskah yang ditulis oleh Jeff Nathanson ini menampilkan tokoh-tokoh yang sebelumnya sudah ada di Lion King dengan beberapa tokoh tambahan.
Tiket masuk, dokumentasi pribadi
Film yang bercerita dengan latar sabana Afrika ini sangat menarik. Mengapa? Tokoh- tokohnya yang semua merupakan binatang tampil unik sesuai karakter masing masing. Di film ini kita akan berjumpa kembali dengan tokoh setia di film Lion King sebelumnya seperti Rafiki, Timon, Pumbaa juga Zazu.
Film Mufasa The Lion King ini punya kaitan erat dengan Lion King 1. Jika Lion King 1 bercerita tentang perjuangan Simba merebut tahta dari Scar, maka Mufasa The Lion King bercerita tentang perjuangan Mufasa menjadi raja di Milele atau Pride Rock.
Dalam Lion King 1 terdapat tokoh antagonis yang mengusir Simba dari kerajaan ayahnya yaitu Scar. Dengan licik Scar mengusir Simba dari kerajaan dan merebut tahta dari Mufasa.
Ketika melihat Lion King 1 timbul pertanyaan dalam benak saya, jika Scar memiliki tabiat begitu licik, mengapa ia masih ‘diberi tempat’ oleh Mufasa? Nah, pertanyaan saya itu ternyata terjawab di film Mufasa The Lion King ini.
Salah satu adegan dalam Mufasa The Lion King, sumber gambar: Variety
Film diawali dengan adegan Rafiki yang bercerita pada Kiara, anak Simba tentang sejarah kakeknya yaitu Mufasa.
Dengan dilengkapi celoteh Timon dan Pumba, Rafiki pun bercerita masa kecil dan perjuangan Mufasa.
Mufasa kecil sering mendapatkan cerita dari kedua orang tuanya tentang sebuah tempat yang sangat indah bernama Milele. Tempat dimana pepohonan begitu banyak, dan air melimpah sehingga berbagai macam fauna senang tinggal di dalamnya.
Banyak hewan mengatakan bahwa Milele hanyalah dongeng, tapi tidak dengan orang tua Mufasa.
Dalam perjalanan mencari Milele terjadi sebuah tragedi di mana Mufasa hanyut dan terpisah dari kedua orang tuanya.
Mufasa diselamatkan oleh Taka, seekor singa yang begitu ingin mempunyai saudara.
Taka dan Mufasa, Sumber gambar: CNN Indonesia
Kehadiran Mufasa dalam keluarga Taka ditolak oleh ayah Taka yaitu Obashi, karena Obashi beranggapan sebagai calon raja Taka tidak boleh bergaul dengan binatang asing.
Namun tidak demikian halnya dengan Eshey, ibu Taka. Eshey menerima kehadiran Mufasa. Dalam sebuah peristiwa pertempuran dengan rombongan singa putih yang dipimpin oleh Kiros, Mufasa telah menyelamatkan Eshey dan hal ini membuat Obashi bisa menerima kehadiran Mufasa.
Kiros, sumber gambar: CNN Indonesia
Ketika rombongan singa putih kembali menyerang, Mufasa dan Taka tak mempunyai pilihan lain selain pergi menyelamatkan diri.
Dalam perjalanan mencari tempat untuk menyelamatkan diri ini Taka merasakan bahwa dalam banyak hal Mufasa mempunyai kelebihan dari dirinya, seperti keberanian, juga insting dalam membaca alam.
Kehadiran singa betina Sarabi membuat hubungan keduanya semakin merenggang, bahkan akhirnya putus.
Nah, bagaimana cerita selanjutnya? Mengapa nama Taka berubah menjadi Scar? Melihat sendiri film ini sepertinya lebih menarik.
Berbeda dengan Lion King 1 dan 2 yang merupakan film animasi, Mufasa The Lion King dibuat dengan menyatukan teknis pembuatan film live-action dengan gambar komputer yang realistis.
Saya sendiri lebih suka jika filmnya dibuat kartun saja seperti Lion King 1 sebelumnya. Mengapa? Lebih lucu, juga dengan animasi sosok dan karakter masing masing tokoh terlihat jelas.
Misal Mufasa yang berwarna kuning oranye , wajahnya menunjukkan singa yang bijaksana. Berbeda dengan Scar yang berwarna keabu- abuan. Tatap mata dan senyumannya menunjukkan bahwa dia singa yang licik dan jahat.
Lepas dari itu, dukungan sound effect yang megah, visual yang cantik , juga lagu- lagu membuat film drama musikal ini ini mempunyai daya tarik tersendiri.
Bersama Kimi , dokumentasi pribadi
Sebagai pengisi liburan film ini recommended terutama buat anak kecil. Saya sendiri menonton dengan Kimi, si kecil kesayangan kami😃
Mufasa The Lion King. Film yang banyak memberikan pelajaran bagi kita terutama tentang kegigihan, keberanian, kesetiaan dan kasih sayang.
Pagi itu beberapa hari sebelum penerimaan rapor saya berkesempatan untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh yang diadakan oleh teman guru bahasa Inggris di lab komputer.
Beberapa siswa tampak di depan komputer dengan headset masing- masing. Satu komputer dipakai dua siswa.
Sementara siswa di depan komputer, guru dan operator berada di barisan belakang untuk memantau sekaligus terlibat dalam kegiatan tersebut.
Guru dan operator, dokumentasi pribadi
Pembelajaran jarak jauh ini sangat menarik. Betapa tidak? Pembelajaran dilakukan dengan cara berbincang-bincang bersama para siswa dari sebuah Junior High School di Jepang.
Diterangkan oleh Ibu Arie guru Bahasa Inggris sekolah kami, bahwa melalui pembelajaran jarak jauh ini siswa mendapat kesempatan untuk mempergunakan bahasa Inggris mereka untuk berkomunikasi dengan siswa dari negara lain tanpa melalui pertukaran pelajar. Ya, pertukaran pelajar mungkin hanya bisa diikuti anak-anak yang mampu secara ekonomi.
Kegiatan yang bertajuk Online International Exchange ini diadakan oleh Hello World dan bertujuan untuk mempelajari pentingnya pemahaman perbedaan, mendorong siswa untuk mempraktekkan bahasa Inggris mereka dan memotivasi siswa untuk belajar lebih banyak.
Peserta Online International Exchange, dokumentasi pribadi
Secara bergantian kegiatan ini dilakukan sekolah kami dengan empat sekolah yang berbeda yaitu Kawarajo JHS, Osaka, Ishida JHS, Okinawa NakayamaJHS, Kanagawa, dan Taisya JHS , Hikagawa, Shimane Japan.
Bagaimana pelaksanaan kegiatannya?
Pembelajaran dimulai dengan siswa masuk kelas di link yang disediakan. Masuk dengan tepat waktu. Ini benar-benar dipesankan oleh guru karena waktu pembelajaran hanya 55 menit, dan diharapkan bisa dimanfaatkan siswa secara maksimal.
Kegiatan dilakukan di main room dan break room. Begitu siswa masuk main room acara langsung dimulai dengan opening dari moderator world classroom.
“Hello..,” kata moderator ramah pada tiap kelompok siswa, baik dari Indonesia maupun dari Jepang.
“Hello..,” jawab siswa dengan penuh antusias. Senyum ramah menghiasi wajah- wajah mereka.
Sesudah opening dilaksanakan teachers’ speech, yaitu perkenalan dari perwakilan guru sekolah Jepang maupun Indonesia. Acara yang berlangsung kurang lebih 1 menit ini juga diisi tujuan kegiatan dan motivasi dari masing masing sekolah.
Acara berikutnya adalah quiz yang dipandu oleh moderator. Dalam acara ini siswa mendapat pertanyaan tentang makanan favorite, negara yang ingin dikunjungi, olahraga favorite yang dijawab dengan menggunakan gesture.
Menjawab quiz dengan gesture , dokumentasi pribadi
Berikutnya siswa masuk dalam break room. Ada 10 sampai 12 break room yang tersedia tergantung jumlah peserta.
Dalam hal ini SMP Negeri 3 Malang mengirimkan 20 orang perwakilan kelas 9 di setiap pertemuan, kecuali pertemuan ke tiga yang juga mengikut sertakan kelas 7 dan 8.
Break room yang tersedia ada dua. Di break room pertama siswa Jepang dahulu yang menyapa dan siswa Indonesia menanggapi. Sedangkan di break room kedua siswa Indonesia menyapa lebih dahulu baru ditanggapi siswa Jepang.
Sesudah saling menyapa pembicaraan pun mengalir, tentang apa saja bahkan sampai masalah anime. Aha..
Kegiatan di break room ada dua pilihan yaitu presentasi atau tanya jawab, dan yang kami pilih adalah tanya jawab. Kegiatan tanya jawab dilakukan dengan panduan BINGO sheet.
Sesudah asyik berbincang di break room, semua kembali ke main room untuk mendengarkan farewell speech dari perwakilan tiap sekolah.
Farewell speech berisi ucapan terima kasih serta ungkapan kesan dan harapan siswa.
Farewell speech, dokumentasi Buz
Dari 4 pertemuan yang dilaksanakan, anak-anak mengatakan bahwa mereka senang dengan acara tersebut dan berharap ada pertemuan lagi di waktu yang akan datang.
Sebelum ditutup, pembelajaran diakhiri dengan berfoto bersama. Total seluruh kegiatan berlangsung pas 55 menit, tidak kurang tidak lebih.
Apa pelajaran penting yang bisa diambil dari kegiatan ini?
Di samping untuk memperlancar bahasa Inggris siswa bisa belajar untuk lebih mengenal budaya negara lain, belajar berkolaborasi, toleransi dan tentunya membuat jalinan pertemanan.
Harapan Ibu Arie semester depan kegiatan ini masih bisa dilakukan dan semua anak bisa mendapat kesempatan untuk mengikutinya.
Berbagai kesan positif atas pelaksanaan program muncul dari kedua sekolah. Sekolah Jepang mengatakan bahwa siswa mereka sangat senang mengikuti acara ini karena bisa belajar banyak hal.
Diskusi dalam break room, dokumentasi Buz
Dari sekolah kami sendiri siswa sangat senang dengan kegiatan ini. Seperti jawaban beberapa siswa berikut :
I was very happy to meet other students from Japan. Because I learned a lot from them, such as cultures, hobby, etc (Ali Wasil)
I feel amazing, all of the japanese student was nice and we had a great conversation learning about our different culture. (Almira)
Akhirnya betapa teknologi telah membuat jarak yang jauh menjadi lebih dekat.
Wajah-wajah sesudah pembelajaran, dokumentasi Buz
Dengan memanfaatkan teknologi kita bisa membuat pembelajaran yang lebih bermakna. Pembelajaran yang tidak hanya menyenangkan dan menantang, tapi sekaligus menanamkan berbagai karakter baik didalamnya.
Mendengar kata ‘ngeteh’ yang langsung tergambar dalam benak saya adalah minum teh bersama dengan keluarga.
Aih, terbayang cangkir rumah lengkap dengan lepeknya yang berwarna putih kekuningan. Di dalamnya ada teh buatan ibuk yang hangat sedikit panas dengan aroma melati. Sedap sekali.
Tradisi ‘ngeteh’ di pagi hari selalu dilakukan sejak kami masih kecil. Saya ingat teh favorit kami adalah Teh 999 dan Teh Gopek. Keduanya memiliki wangi segar. Begitu dituang air panas, kesegarannya langsung menguar mewarnai pagi kami.
Tradisi ‘ngeteh’ bersama paling terasa dilakukan di hari Minggu. Hari yang selalu diisi dengan kesibukan bapak dengan jahitannya, dan ibuk yang duduk bersama kami menikmati teh dalam cangkir masing-masing.
Tentu saja minum teh bersama dilakukan ketika kami sudah selesai bersih-bersih. Ah ya, tugas saya ketika itu menyapu dan mengepel lantai, adik menyapu halaman sementara mas saya menimba air.
Selesai dengan tugas masing masing kami duduk di ruang depan. Saat ngeteh adalah saat yang sangat menyenangkan. Saat dimana bapak bercerita tentang apa saja, ditambah candaan kami dan tak ketinggalan lagu-lagu yang disetel dari tape kesayangan kami.
Ada lagu-lagunya Jim Reeves, Andy William, Deep Purple, Francis Goya, Bimbo, Ebiet dan banyak lagi. Ya, lagu-lagu Bapak yang akhirnya menjadi lagu kegemaran kami. Bahkan sampai sekarang playlist saya di hp maupun laptop isinya lagu-lagu itu.
Ilustrasi minum teh bersama keluarga, sumber gambar; Depositphotos
Kegemaran ‘ngeteh’ terus terbawa di keluarga saya sendiri, mulai anak-anak masih kecil hingga besar. Saat ini kami mulai mengenal teh celup. Untuk anak-anak saya lebih suka membuatkan teh celup karena lebih praktis.
Ketika akan makan di luar, untuk memilih tempat makan, satu hal yang saya jadikan pertimbangan adalah rasa tehnya. Ya, warung yang tehnya sedap pasti akan sering kami kunjungi
Dari berbagai macam teh yang disajikan yang menjadi teh favorit saya adalah nesgitel. Artinya teh yang panas, legi dan kenthel (panas, manis dan kental). Begitu minum teh ini, byar…, rasanya mata langsung melek dan capek-capek terasa hilang.
Dari sekian banyak teh yang saya nikmati ada satu teh yang sangat berkesan di hati saya, dan saya anggap sebagai teh tersedap yang pernah saya rasakan.
Teh tersebut adalah ketika saya pergi ke Jogjakarta untuk menjenguk anak saya yang baru pindah kos.
Ya, anak saya ketika itu pindah ke kawasan Jalan Kaliurang untuk mendekati kampusnya. Ia masih duduk di semester satu saat itu. Jadi hitungannya masih maba.
“Ibuk ke tempat kos mu ya..,” kata saya lewat telpon saat itu. Ia baru saja mengabarkan kalau seminggu yang lalu pindah kos dengan dibantu teman temannya.
“Ibuk sama siapa?” tanya anak saya.
“Sama adikmu, nanti habis ujian,” jawab saya
Di hari yang ditentukan kami berangkat. Berdua saya dan anak saya naik travel. Mengapa travel? Saat itu saya belum biasa naik kereta api, dan anak saya masih baru di Jogja. Saya tidak mau dia nanti repot harus menjemput di stasiun.
“Kos an ku dekat Rumah Makan Sederhana, ya Buk,” kata anak saya sambil memberikan sebuah alamat.
Sesuai janji travel, kami dijemput pukul sebelas. Dan menurut perkiraan kami akan sampai di Jogja sekitar maghrib.
Perjalanan berjalan lancar, travel berisi penuh penumpang. Ternyata yang mempunyai tujuan Jogja lumayan banyak. Jadinya begitu masuk kota Jogja kami berputar- putar dulu mengantar para penumpang ke tempat tujuannya.
Teh celup, sumber gambar: Kompas.com
Sampai Isyak kami belum juga menuju Kaliurang. Perut mulai lapar
“Ibuk sampai di mana?” tanya anak saya lewat WhatsApp.
“Ini masih muter-muter antar penumpang, Le,” jawab saya.
Jam setengah delapan belum ada tanda tanda ke Jl Kaliurang. Penumpang tersisa tiga. Saya, anak saya dan satu orang penumpang.
Ketika satu penumpang diturunkan di sebuah daerah (saya lupa namanya), mobil langsung menuju Jl Kaliurang.
“Ternyata kita terakhir, ” bisik anak saya sambil tersenyum. Tampak sekali dia sangat lelah.
“Kita nanti makan di Rumah Makan Sederhana dekat kos an masmu saja ya,” bisik saya. Seperti halnya saya, dia pasti lapar.
Jam sudah menunjukkan pukul delapan . Mobil kami mulai masuk wilayah jalan Kaliurang. Saya fokus ke kanan jalan. Mencari tulisan Rumah Makan Sederhana, karena anak saya berjanji menunggu di depan rumah makan.
Akhirnya yang kami cari ketemu juga. Meski tulisan Rumah Makan Sederhana tidak tampak oleh saya, tapi saya melihat anak saya berdiri di tepi jalan.
“Di sini saja, Pak,” kata saya pada sopir.
Saya segera turun dan anak saya langsung berlari menyambut kedatangan saya dan adiknya.
“Ayo makan dulu Le, adikmu lapar,” kata saya begitu tas saya dibawa anak saya.
“Ke Rumah Makan Sederhana yuk..,” ajak saya.
Anak saya tersenyum.
“Mahal sepertinya Buk.. itu rumah makannya,” kata anak saya sambil menunjuk sebuah rumah makan besar dan tampak mewah. Tulisannya besar-besar dan bagus. “Restoran Sederhana”
Waduh..bayangan saya Rumah Makan Sederhana itu seperti di daerah saya. Rumah makan kecil dengan bangunannya yang sederhana, masakannya yang enak, dan harganya terjangkau.
Tapi yang ini…, melihat bangunnya saja tiba- tiba saya khawatir kalau uang saya tidak cukup. Apalagi namanya bukan rumah makan tapi restoran. He..he…
Tidak sederhana ini.., pikir saya.
Niat makan di Rumah Makan Sederhana langsung batal.
“Makan di mana ini enaknya, Le? ” tanya saya.
“Ayo cari magelangan saja,” katanya sambil menuju sebuah gerobak tak jauh dari restoran. Di situ disediakan beberapa kursi plastik untuk yang pesan makanan.
Nasi magelangan, sumber gambar: detikfood
“Magelangan tigo, Pak..,” kata anak saya.
Magelangan adalah nasi goreng dengan tambahan mie dan disajikan dengan krupuk kecil-kecil.
“Teh e rumiyin nggih,” kata saya. Perjalanan yang lama membuat saya capek dan benar benar butuh ‘ngeteh’.
“Nggih, Bu,” jawab penjualnya sigap.
Tak berapa lama tiga gelas teh dihidangkan. Hangat agak panas dengan aromanya yang harum. Sangat cocok dinikmati di malam hari yang mulai terasa dingin
Begitu saya minum, ah.., sedap sekali.
“Alhamdulillah.. uenak Le,” kata saya lega. Anak- anak saya juga mulai menyeruput teh mereka.
Kami mulai berbincang. Hidangan yang datang membuat perbincangan kami semakin hangat. Lalu-lalang orang sama sekali tidak mengganggu keasyikan kami.
Menuangkan teh dalam cangkir, Sumber gambar: Kemenparekraf
Sungguh, rasa haus, lelah dan lapar membuat teh dan magelangan terasa begitu istimewa, seistimewa pertemuan kami malam itu.
Tahukah kalian bahwa tanggal 22 Desember juga merupakan Hari Matematika?
Ya, 22 Desember adalah hari ulang tahun matematikawan terkenal India Srinivasa Ramanujan, dan untuk mengenang jasanya yang telah banyak memberikan kontribusi di dunia matematika tanggal itu diperingati oleh negara India sebagai Hari Matematika (Mathematics Day).
Lahir pada tanggal 22 Desember 1887 di Tamil Nadu, India Ramanujan berasal dari keluarga yang sangat miskin. Tanpa pendidikan matematika formal Ramanujan tumbuh menjadi jenius matematika.
Srinivasa Ramanujan, sumber gambar: Alamy
Ramanujan mengenal matematika di usia 10 tahun, dan bakat alaminya pada matematika tampak ketika di usia 12 tahun ia bisa menguasai trigonometri tingkat mahir yang dikarang oleh S. L. Loney.
Pada usia 17 tahun Ramanujan melakukan penelitian dalam bilangan Bernoulli dan konstanta Euler-Macheroni.
Terobosan besar Ramanujan dilakukan pada tahun 1913 ketika dia memulai kemitraan dengan matematikawan Inggris, Godfrey Harold Hardy, dari Universitas Cambridge.
Ketika itu Ramanujan mengirimkan karyanya pada Hardy, dan pihak Cambridge mengakui karya yang telah dikirimkan Ramanujan itu sangat luar biasa.
Langkah selanjutnya pihak Cambridge langsung mengatur perjalanan Ramanjuan dari India ke Inggris.
Catatan Ramanujan, sumber gambar: IndianetZone
Menurut Hardy karya Ramanujan adalah sebuah karya yang ditulis oleh seorang matematikawan dengan kualitas terbaik. Bahkan Hardy membandingkan Ramanujan dengan ahli matematika hebat dunia lain seperti Leonhard Euler dan Carl Gustav Jacob Jacobi.
Tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Matematika Nasional di India sejak tahun 2012.
Peringatan hari nasional tersebut diisi dengan berbagai acara-acara pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah dan universitas-universitas di seluruh negeri.
Pada tahun 2017, peringatan Hari Matematika ini ditingkatkan dengan pembukaan Taman Matematika Ramanujan di Kuppam, di Chittoor, Andhra Pradesh.
Patung Ramanujan, Sumber gambar: IndianetZone
Untuk menghormati jasa Ramanujan pemerintah India juga menerbitkan perangko dengan gambar Srinivasa Ramanujan pada tahun 2012.
Sejarah mencatat bahwa putra keluarga Tamil Brahmin Iyengar itu telah memberikan kontribusi yang besar untuk bidang analisis matematika, teori angka, deret angka dan pecahan berulang.
Perangko bergambar Srinivasa Ramanujan , sumber gambar: Wikipedia
Ramanujan secara mandiri mengumpulkan hampir 3.900 hasil penemuannya. Kebanyakan penemuannya berupa rumus. Rumus-rumus yang ditemukannya memiliki nama-nama unik seperti konstanta Landau-Ramanujan, bilangan prima Ramanujan, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Perjalanan hidup Ramanujan diabadikan dalam film The Man Who Knew Infinity yang dibintangi oleh aktor Dev Patel (2015).
Ramanujan meninggal saat umur 32 tahun (1920) karena penyakit hepatic amebiasis, disentri dan kekurangan asupan vitamin.
Sungguh sebuah usia yang masih sangat muda.
Dari sejarah hidup Ramanujan kita bisa belajar bahwa kemiskinan bukan penghalang seseorang untuk bercita -cita, dengan perjuangan dan kegigihan, pada akhirnya seseorang akan bisa mencapai apa yang dicita-citakan.