Pada hari Jumat (21/02) telah dilaksanakan kegiatan Perjusa ( Perkemahan Jumat Sabtu) sebagai pelaksanaan Pramuka sistem Blok di Bumi Pusdiklatcab Wita Raga Kota Malang.
Perkemahan pramuka dengan sistem blok ini dilakukan untuk memenuhi jam pengganti ekstrakurikuler pramuka bagi kelas sembilan. Menurut Permendikbud nomor 63 tahun 2014, peserta didik wajib mengikuti kegiatan Pramuka dengan jumlah 36 jam dalam satu tahun.
Kegiatan yang diikuti seluruh siswa kelas sembilan ini ini dilaksanakan mulai pukul 13.00 hari Jumat hingga sekitar pukul 14.00 keesokan harinya dengan didampingi oleh Bapak/Ibu Guru, dan dewan Galang sebagai panitia.
Menyanyikan lagu Hymne Pramuka dalam apel pembukaan, dokumentasi Naufal
Karena hujan turun tak henti-henti, apel pembukaan dilaksanakan di dalam aula dengan pembina apel Kak Herianto.
Dalam sambutannya Kak Herianto berpesan agar siswa melaksanakan kegiatan ini dengan gembira. Kegiatan Perkemahan Pramuka blok kali ini sangat bermanfaat untuk melatih mental, kerjasama juga disiplin para pesertanya sesuai isi Dasa Dharma Pramuka.
Sesudah pembukaan yang ditandai dengan pengalungan tanda peserta, acara dilanjutkan dengan pengarahan dan pemberian materi oleh Kak Mubin.
Sesudah break sejenak untuk sholat Ashar, pendirian tenda dimulai. Meski medan terasa agak berat karena hujan, dengan semangat tinggi tenda-tenda pun berdiri memenuhi lapangan Pusdiklat di sore hari itu.
Mendirikan tenda, dokumentasi pribadi Pendirian tenda, dokumentasi NaufalSemangat walau hari hujan, dokumentasi Naufal
Berbagai lomba diikuti siswa dalam kegiatan dua hari itu, seperti paduan suara, lomba cerdas cermat, halang rintang, mini pionering, bivak juga morse.
Giat malam hari, dokumentasi Bintaraloka
Yang menarik, di pagi hari sebelum lomba memasak siswa harus belanja di pasar tradisional terdekat yaitu pasar Madyopuro. Aha, benar-benar Pramuka mengajak siswa untuk kembali mencintai dan mengenal pasar tradisional kita.
Berbelanja di pasar tradisional , dokumentasi Bu Utin
Dalam kegiatan tersebut Bapak Teguh, Kepala SMP Negeri 3 Malang juga mengunjungi anak-anak. Beliau berharap agar kegiatan ini bisa memberikan dampak positif bagi semua peserta. Tak lupa Pak Teguh mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Kunjungan Bapak Kepala Sekolah saat lomba masak , dokumentasi Bintaraloka
Acara kemah blok ditutup dengan apel dan pengumuman juara masing masing lomba.
Salut setinggi tingginya pada panitia yang diketuai Pak Fabi, juga pendamping yang sejak jauh hari sudah melakukan berbagai persiapan sehingga acara berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir.
Sebagian pendamping, dokumentasi Hertika
Harapannya semoga dari kegiatan ini terbentuk mental mental tangguh dari para pemuda harapan bangsa untuk kemajuan Indonesia kita tercinta.
Siang itu (Jumat, 21/02) tidak seperti biasanya perpustakaan SMP Negeri 3 Malang tampak begitu ramai. Sekitar dua puluh lima siswa dari kelas tujuh dan delapan siap mengikuti nobar atau nonton film bareng di perpustakaan Si Ciput.
Si Ciput adalah akronim dari Siswa Cinta Pustaka yang merupakan ikon dari perpustakaan SMP Negeri 3 Malang. Dengan ikon ini harapannya tentu siswa SMP Negeri 3 Malang cinta akan membaca.
Si Ciput , dokumentasi pribadi
Secara berkala dalam programnya Si Ciput akan mengadakan nobar film untuk penguatan pendidikan karakter siswa.
Sebagai salah satu sumber belajar di sekolah, perpustakaan memiliki beberapa fungsi yang sangat penting dalam mendukung kegiatan belajar siswa. Di perpustakaan siswa bisa membaca ataupun meminjam berbagai macam buku, baik untuk pembelajaran, pengetahuan ataupun fiksi.
Dalam perkembangannya, di masa sekarang perpustakaan bukan hanya berfungsi sebagai tempat membaca atau meminjam buku, namun lebih dari itu, di perpustakaan siswa bisa mengakses berbagai macam informasi baik secara daring maupun luring. Perpustakaan sekaligus bisa menjadi tempat belajar yang menyenangkan bagi siswa.
Suasana nobar, dokumentasi Putra
Pada dasarnya ada tiga fungsi utama perpustakaan yaitu:
1. Fungsi edukatif, dimana perpustakaan menyediakan sumber daya belajar yang luas dan beragam untuk mendukung kegiatan belajar dan penelitian.
2. Fungsi informasi, akses berbagai informasi yang akurat dan terkini bisa disediakan perpustakaan melalui buku, jurnal, ataupun akses digital.
3. Fungsi rekreatif, di perpustakaan bisa dilaksanakan berbagai kegiatan yang menyenangkan dalam belajar, misal membaca, bermain dan menonton film.
Film yang diputar hari itu berjudul Turning Red, sebuah film animasi dari Disney Pixar.
Film yang berlatar Kanada pada awal tahun 2000-an ini bercerita tentang seorang gadis bernama Mei Lee yang berubah menjadi panda merah raksasa saat terlalu bersemangat.
Pesan moral dari film ini adalah agar kita bisa menerima perubahan pubertas, menemukan jati diri, belajar mengendalikan emosi, percaya diri, menemukan keseimbangan antara harapan orang tua dan keinginan diri sendiri.
Film Turning Red, sumber gambar: Jabar Express
Film yang sangat menarik dan cocok untuk siswa SMP yang sedang masuk usia pubertas.
Siswa tampak begitu antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Bapak ibu tim perpustakaan semua terlibat dalam persiapan hingga pemutaran film ini sampai selesai.
Sesudah film selesai siswa diminta mengisi google form yang berisikan pertanyaan tentang bagaimana kesan mereka tentang film Turning Red, dan pelajaran apa yang bisa diambil dari film tersebut.
Selain dilombakan, hasil google form ini dipakai sebagai acuan untuk program program perpustakaan Si Ciput ke depannya.
Novel Larasati ini saya temukan di perpustakaan beberapa hari yang lalu. Berbeda dengan tetralogi Pulau Buru yang bukunya tebal-tebal, novel Larasati ini agak tipis, kira- kira terdiri atas 177 halaman.
Buku ini diterbitkan oleh Lentera Dipantara pada tahun 2003, dan pada tahun 2018, buku ini sudah sampai pada cetakan ke-11.
Covernya menarik. wanita cantik dengan riasan “tempo dulu” , tersenyum pada orang sekitarnya.
Pramoedya Ananta Toer, salah satu penulis besar yang dimiliki Indonesia memiliki daya tarik tersendiri dalam karya-karyanya.
Karya Pram seringkali membahas tema-tema yang kuat dan relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia, seperti perjuangan kemerdekaan, kesetaraan sosial juga hak asasi manusia.
Daya tarik lain dari tulisan Pram adalah bahasanya yang sederhana namun sangat efektif untuk menyampaikan pesan yang kompleks.
Sumber gambar: tangkapan layar pribadi
Seperti halnya novel Larasati ini, meski tidak begitu tebal tapi banyak memberikan pesan tentang kesetaraan sosial, hak asasi manusia juga perang kemerdekaan.
Diceritakan bahwa Larasati atau terkenal dengan nama Ara adalah artis film populer yang pro republik.
Setelah setahun tinggal di Yogyakarta, ia kembali ke Jakarta naik kereta api untuk mengembangkan karier sekaligus menemui Lasmidjah ibunya.
Perjalanan Ara berakhir dengan penggeledahan oleh pasukan NICA di bawah pimpinan kolonel sekaligus produser film, Surjo Sentono.
Di sini Ara diajak bermain film propaganda Belanda oleh Mardjohan temannya sesama artis , Surjo Sentono, dan Kolonel Drest.
Dengan tegas Ara menolak ajakan tersebut. Tersinggung dengan penolakan Ara, Sentono meminta Mardjohan untuk mengantar Ara berkunjung ke penjara.
Di penjara Ara menyaksikan kekejaman opsir Belanda pada tahanannya, dan sempat membuat dirinya terguncang hingga pingsan. Ara kemudian diantar pulang oleh sopir Sentono yang seorang Republiken.
Kehidupan Ara di Jakarta terbawa suasana revolusi saat itu. Ia tidak jadi main film, namun justru ikut penyergapan truk NICA yang membuatnya menjadi tawanan Jusman, seorang mata-mata NICA dan pemain gambus berkewarganegaraan Arab.
Novel ini mengambil latar waktu suasana pasca proklamasi dimana secara de jure Indonesia sudah merdeka tapi secara de facto Belanda masih berusaha untuk tetap berkuasa di Indonesia.
Novel ini menceritakan tentang ketegasan Ara menolak segala bujuk rayu untuk mengkhianati Republik. Artis cantik yang mempunyai banyak penggemar ini mendapatkan kekuatan dalam proses perjalanannya dari Yogyakarta ke Jakarta.
Ia bertekad untuk berjuang melawan penjajah sekaligus para angkatan tua yang oportunis.
Ada banyak pertentangan dalam diri Ara terutama melihat kenyataan angkatan tua saat itu yang dalam pandangannya korup dan oportunis. Hal mana yang membuat ia bertekad bulat untuk hidup di antara para pejuang.
Dokumentasi pribadi
Hal istimewa dari novel ini adalah kemampuan Pramoedya dalam menggambarkan situasi sosial pada masa pascaproklamasi.
Bagaimana suasana di kampung saat itu, bagaimana ketika terjadi serangan NICA atau ada penggeledahan di kampung-kampung.
Ara adalah sosok yang dihidupkan Pram, yang melalui sosok itu ditunjukkan bahwa dengan caranya sendiri perempuan bisa mengambil peran dalam revolusi.
Keyakinan dan semangat dalam revolusi diwujudkan Pram lewat pribadi Ara yang berani dan tak pernah menyerah meski dihadapkan dengan berbagai macam halangan.
“Kalau mati dengan berani, kalau hidup dengan berani. Kalau keberanian tidak ada, itulah sebabnya bangsa asing bisa jajah kita (Pramoedya Ananta Toer)
Bintaraloka benar-benar berbeda kali ini. Di depan kelas 9.1 anak-anak berkumpul dengan kelompoknya. Mereka tampak membaca lembaran leaflet dan berlatih mempresentasikannya.
Beberapa anak yang lain menyanyikan lagu bersama-sama. Gugur Bunga, Tanah Airku, Rayuan Pulau Kelapa satu demi satu disenandungkan.
Siap di depan ruang ujian, dokumentasi pribadi
Harapannya nanti di dalam ruang ujian mereka bisa membawakan lagu dengan baik. Ya, sesudah presentasi Topeng Malangan mereka harus menyanyikan satu buah lagi Nasional.
Sementara itu di tempat lain siswa membawa booklet Topeng Malangan, dan siap menerangkan isi booklet tersebut.
Di depan kelas 9.5 siswa siap menerangkan laporan hasil observasi mereka saat proses pembuatan Topeng Malangan yang sudah dilaksanakan dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Persiapan presentasi , dokumentasi pribadi
Di atas adalah gambaran sekilas tentang pelaksanaan ujian praktik kelas sembilan yang sudah dilaksanakan sejak tanggal 10 Februari kemarin.
Ujian praktik kali ini diikuti oleh sekitar 270 siswa yang tersebar dalam sembilan kelas.
Secara umum tujuan dari pelaksanaan ujian praktik adalah mengukur mutu dan pencapaian hasil belajar psikomotor, kecakapan dan keterampilan peserta didik pada akhir jenjang satuan pendidikan pada mata pelajaran yang telah ditentukan
Ujian praktik di SMP Negeri 3 Malang dilakukan di seluruh pelajaran dengan durasi waktu 120 menit tiap mapel.
Ada yang menarik dari ujian praktik kali ini yaitu adanya kolaborasi beberapa mata pelajaran dengan P5 yang mengambil tema Topeng Malangan.
Mapel yang berkolaborasi adalah PPKN, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, IPS, Prakarya, dan Informatika.
Empat mapel lainnya yaitu matematika, IPA, PJOK dan Agama mengusung tema sendiri.
Apa materi ujian dari masing masing mapel?
Mapel matematika mengambil tema bangun ruang dan statistika. Materi bangun ruang dikerjakan secara berkelompok, sedangkan statistika secara individu.
Uprak matematika , dokumentasi pribadi Uprak Matematika, dokumentasi pribadi
Untuk mapel IPA materi ujiannya adalah uji asam basa dan getaran bandul ayun.
Uprak IPA, dokumentasi mister
PJOK mengujikan materi basket dan volley, sedangkan agama mengujikan sholat jenazah dan tajwid (agama Islam).
Bagaimana dengan mapel yang berkolaborasi dengan P5?
Dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila siswa kelas sembilan sekarang sedang mengambil tema Membangun Seniman Muda Topeng Malangan.
Dalam projek tersebut siswa diajak belajar tentang sejarah dan filosofi topeng Malangan sekaligus membuatnya.
Siswa karya topeng Malangan mereka, dokumentasi pribadi
Sudah hampir 1,5 bulan siswa berkutat dengan topeng Malangan, tentunya banyak pengetahuan juga pengalaman yang mereka dapatkan. Segala pengetahuan dan pengalaman tersebut yang akan dipakai sebagai bahan ujian praktik beberapa mapel tahun ini.
Untuk mapel PPKN siswa diminta untuk membuat pamflet dengan isi cara-cara melestarikan budaya Topeng Malangan.
Uprak PKN, dokumentasi pribadi Yuliana
Tugas untuk mapel Bahasa Indonesia , siswa diminta membuat teks laporan tentang pembuatan Topeng Malangan. Laporan ditulis tangan, bukan diketik. Laporan dibuat dari hasil pengalaman mereka membuat topeng Malangan dalam P5 di minggu-minggu sebelumnya.
Uprak Bahasa Jawa, dokumentasi Anna R
Mapel Bahasa Jawa meminta siswa membuat video tentang karakter dari Topeng Malangan. Ya, dalam Topeng Malangan bisa dijumpai karakter baik (karakter becik) dan karakter jahat (karakter olo). Dalam video siswa menjelaskan berbagai karakter tersebut dalam bahasa Jawa.
Uprak Bahasa Inggris , dokumentasi Buz
Tugas dari mapel Bahasa Inggris adalah membuat teks deskripsi, prosedur, dan dialog tentang Topeng Malangan dan cara membuat nya.
Tugas dari mapel IPS adalah meminta siswa membuat booklet yang isinya sejarah dan filosofi dari tokoh Topeng Malangan.
Pamflet topeng Malangan karya siswa, dokumentasi pribadi
Mapel prakarya meminta siswa menjelaskan cara membuat Topeng Malangan, sedangkan mapel Informatika meminta siswa membuat video vlog berkelompok tentang perjalanan pembuatan Topeng Malangan.
Uprak TIK, dokumentasi pribadi
Sekilas tugas-tugas tersebut tampak berat, tapi jika siswa bisa mengatur waktu semua bisa terselesaikan karena proses pembuatan sudah dilakukan sejak seminggu sebelum ujian praktik dilaksanakan, include dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Uprak IPS, dokumentasi Bintaraloka
Penggunaan Topeng Malangan untuk materi ujian praktik dari berbagai mapel ini adalah sebagai wujud nyata dari pelaksanaan theme based learning di tingkat SMP.
Akhirnya selamat menjalankan ujian praktik bagi anak-anak kelas sembilan, semoga semua diberikan kemudahan dan kelancaran.
Berikut adalah contoh soal volume kerucut dengan pembahasannya.
1. Sebuah kerucut mempunyai alas dengan jari-jari 14 cm, sedangkan tinggi kerucut yaitu 54 cm. Hitunglah volume kerucut tersebut!
V= 1/3 × π × r × r × t
V = 1/3 × 22/7 × 14 × 14 × 54
V = (1/3 × 54) × (22/7 × 14) × 14
V = 18 × 44 × 14
V = 11.088 cm kubik
2. Tentukan volumekerucut dengan jari-jari 5 cm dan tinggi 21 cm! (π = 22/7)
Volume = (1/3) π r² t
Volume = (1/3)(22/7)(5²)(21)
V = (1/3)(66)(25)
V = 550 cm³
3. Hitunglah volume kerucut dengan jari-jari 5 cm dan tinggi 10 cm! (π = 3,14)
Volume = (1/3) π r² t
Volume = (1/3)(3,14)(5²)(10)
V = (1/3)(3,14)(250)
V = 261,6 cm kubik.
4. Tentukan jari-jari jika volume kerucut adalah 462 cm² dan tingginya adalah 9 cm! (π = 22/7)
Mencari jari-jari,
V = (1/3) π r² t
462 = (1/3)(22/7)(r²)(9)
r² = (462)(7/22)(3) / 9
r² = (21)(7)(3) / 9
r² = 147/3
r² = 49
r = √49 = 7 cm
5. Sebuah kerucut memiliki jari-jari 10,5 cm dan tinggi 20 cm, maka volumenya adalah…
V = 1/3×π×r²×tinggi
V= 1/3×3,14×10,5²×20
V= 115,4 ×20
V= 2.307,9 cm³
6. Sebuah kerucut memiliki volume 8.300 cm³ dan memiliki tinggi 20 cm, maka berapa jari-jarinya?
V=1/3×π×r²×tinggi
8.300 =1/3×3,14×r²×20
8.300 =21×r²
8.300/21=r²
395,2=r²
r=√395,2 =19,8 atau dibulatkan menjadi 20 cm
7. Sebuah kerucut memiliki volume 6.378 cm³ dan memiliki jari-jari 21 cm, maka tingginya adalah…
V=1/3×π×r²×tinggi
6.378=1/3×3,14×21²×tinggi
6.378=461,58×tinggi
tinggi=6.378/461,58 =13,81 cm
Berikut ini contoh soal untuk luas permukaan kerucut:
Belajar Bangun Ruang Sisi Lengkung, dokumentasi pribadi
1. Sebuah kerucut memiliki alas dengan jari-jari lingkaran 5 cm, garis pelukis (s) = 13 cm, dan tingginya 12 cm. Maka, berapa luas permukaan kerucut ini?
Pembahasan:
L = (π x r) (r+s)
= (3,14 x 5) (5+13)
= 78,5 + 204,1
= 282,6 cm²
Maka, rumus luas permukaan kerucut ini adalah 282,6 cm².
2. Cetakan nasi tumpeng memiliki bentuk kerucut dengan jari-jari 8 cm, dan garis pelukis 15 cm. Maka, panjang garis pelukisnya adalah..
Pembahasan:
L = πr (r+s)
= 3,14 (8) (8+15)
= 577,6 cm²
Maka, luas permukaan cetakan nasi tumpeng tersebut adalah 577,6 cm².
3. Sebuah kerucut mempunyai jari-jari alas (r) 21 cm dan garis pelukis (s) 35 cm, maka berapakah luas permukaannya?