More Than Words, Karena Cinta Lebih dari Sekedar Kata

Permainan gitar sebagai pembuka lagu ini begitu cantik dan menggoda. Gaya Nuno Bettencourt, musikus asal Portugal ini dalam memetik gitar, juga caranya menghayati lagu demikian memukau.

Lagu ini tersimpan begitu lama di laptop saya. Bagus memang. Suara Gary Cherone dan irama gitar Nuno Bettencourt adalah paduan yang begitu pas. Kolaborasi yang begitu menarik. Cukup dua orang, namun bisa membuat pendengarnya tak bosan-bosan mendengar atau berlama-lama memandang aksi keduanya.

Melalui lagu ini Nuno menunjukkan kelasnya sebagai gitaris yang begitu handal, dan dalam perjalanannya Nuno adalah salah satu gitaris terbaik dunia dengan permainan rythm yang sangat wow..

Lagu istimewa ini diciptakan oleh Nuno dan Gary Cherone di sekitar tahun 1990, dan sampai sekarang masih terasa sedap dinikmati. Benar-benar lagu yang tak lekang oleh waktu.

More Than Words bercerita secara ringkas bahwa cinta itu lebih dari sekadar kata-kata, dan lebih baik ditunjukkan melalui tindakan nyata.

Menurut Nuno Bettencourt, lagu ini tercipta karena kata I love you mulai kehilangan maknanya karena sudah terlalu sering diucapkan.

More Than Words pernah dipopulerkan kembali oleh Westlife, sebuah boyband legendaris asal Irlandia di tahun 1999. Tapi saya pribadi lebih suka versi aslinya. Mungkin karena versi asli telah banyak menyimpan kenangan manis.

Sumber gambar: The Hive Asia

Ya, keindahan sebuah lagi sering tak lepas dari kenangan yang dibawanya.

Berikut adalah lirik lengkap dari lagu More Than Words.

More Than Words

Saying “I love you”
Is not the words I want to hear from you
It’s not that I want you
Not to say but if you only knew
How easy, it would be to show me how you feel
More than words is all you have to do to make it real
Then you wouldn’t have to say that you love me
‘Cause I’d already know
What would you do
If my heart was torn in two?
More than words to show you feel
That your love for me is real
What would you say
If I took those words away?
Then you couldn’t make things new
Just by saying “I love you”
La-di-da, da-di-da
Di-dai-dai-da
More than words
La-di-da, da-di-da
Now that I’ve tried to
Talk to you and make you understand
All you have to do is close your eyes
And just reach out your hands and touch me
Hold me close, don’t ever let me go
More than words is all I ever needed you to show
Then you wouldn’t have to say that you love me
‘Cause I’d already know
What would you do
If my heart was torn in two?
More than words to show you feel
That your love for me is real
What would you say
If I took those words away?
Then you couldn’t make things new
Just by saying “I love you”

Berikut adalah lagu More Than Words versi Extreme dan Westlife. Mana yang lebih anda suka? Mari sejenak kita nikmati dengan ditemani secangkir kopi.. 😀

Karena Belajar Adalah Sebuah Proses yang Menyenangkan

Belajar sebuah proses yang menyenangkan, Tekno-Kompas

Hari Minggu selalu banyak pesan masuk lewat whatsapp saya. Dari anak-anak. Lewat pesan-pesan itu mereka mencoba  menjabarkan jawaban dari soal matematika yang saya kirimkan sehari sebelumnya lewat grup kelas. Ya, di akhir pekan  saya sering mengadakan semacam sayembara matematika.

Di era sekarang keberadaan gadget sangat dekat dengan kehidupan kita. Tak luput juga anak-anak. Siswa saya yang duduk di tingkat SMP menunjukkan ketergantungan yang sangat pada gadget.

Menurut hasil survey rata- rata orang Indonesia menghabiskan waktu lebih dari lima jam untuk bermain gadget. Bisa dibayangkan betapa banyak hal yang bisa diperoleh dari benda kecil itu. Hal yang bisa bernilai positif atau negatif. Tergantung dari apa yang sering  kita buka.

Ya, gadget ibarat pisau bermata dua. Bisa bermanfaat namun juga mempunyai mudharat yang banyak jka tidak bisa memanfaatkannya.

Di tengah serbuan informasi yang begitu deras seperti ini,  kiranya orang tua dan guru harus pintar-pintar mengarahkan siswa atau putera puterinya agar bisa  menggunaan gadget untuk hal hal yang  bermanfaat.

Dalam pembelajaran di kelas  penggunaan gadget juga sering dipakai, misal untuk browsing atau penggunaan aplikasi tertentu untuk mengerjakan laporan atau tigas. Dalam pembelajaran matematika misalnya, gadget bisa dipakai untuk  menggambar grafik fungsi, transformasi juga menentukan gradien garis lurus.

Belajar dengan menggunakan gadget, Antara News

Dengan gadget materi materi di atas akan lebih mudah dipelajari.  Tentu saja pemanfaatannya harus diatur sedemikian rupa sehingga pengalaman belajar tetap yang utama.

Gadget lebih banyak dipakai untuk konfirmasi. Contoh : ketika  anak anak diminta untuk menggambar grafik fungsi, mereka tetap harus menggambar secara manual, yaitu membuat tabel, lalu meletakkan titik titik yang diperoleh dalam bidang koordinat dan akhirnya menggambarkan fungsinya.

Di akhir pembelajaran baru mencocokkan gambar yang diperoleh dengan menggunakan gadget untuk menggambar grafik.

Dalam pembelajaran matematika selalu dijumpai anak yang kemampuan matematikanya rendah dan berakibat pada mereka tidak suka matematika. Atau anak yang tidak suka matematika sehingga kemampuan matematikanya rendah. Dua hal yang saling kait mengait.

Satu trik saya untuk meningkatkan kemampuan anak bermatematika juga meningkatkan kecintaan siswa pada matematika adalah mengadakan sayembara matematika di akhir pekan. He..he..,sayembara kecil-kecilan karena hanya dishare di kalangan siswa kelas saya

Soal sayembara saya share lewat grup whatsapp dan jawabannya dikirim secara japri. Cukup satu soal yang menarik, tidak terlalu berat, tapi harus menerapkan konsep matematika.
Soalnya dari mana? Bisa diambil dari Instagram, tiktok atau medsos yang tentunya disesuaikan dengan materi yang sudah diperoleh siswa.

Ya, di media sosial banyak beredar soal yang tampaknya lucu-lucu tapi sebenarnya mengandung penerapan konsep matematika yang menarik.

Seperti contoh soal berikut ini:

1. Perhatikan kalender 2023 dan 1967 berikut. Mengapa hari dan tanggalnya sama persis?

Sumbr gambar: tangkapan layar pribadi

2. Pada harga minuman yang tertera berikut ini, berapakah selisih harga tertinggi dan terendah?

Sumber: Ig ngaji matematika

Soal pertama bisa diselesaikan dengan menggunakan cara sebagai berikut:
Selisih tahun dari 1967 ke 2023 adalah 56 tahun. Di antara tahun tersebut ada 14 kali tahun kabisat yaitu 1968, 1972, 1976, 1980, sampai dengan 2020.

Jumlah hari dari 1 Januari 1967 sampai 1 Januari 2023 adalah (56 x 365) + 14 = 20.454 hari.
Karena hari berulang tiap 7 hari, maka kita cek apakah 20.454 habis dibagi 7. Jika habis dibagi 7,  berarti 1 Januari 1967 jatuh di hari Minggu, namun jika bersisa berarti tanggal 1 Januari 1967 tidak jatuh di hari Minggu.

Ternyata 20454 :7 = 2922 . Berarti 20.454 habis dibagi 7, karenanya 1 Januari 1967 jatuh di hari Minggu.

Jika awal bulan jatuh di hari yang sama, maka bisa dipastikan tanggal yang lain dalam bulan itu  jatuh di hari yang sama pula.

Sedangkan soal yang kedua cukup mencari masing masing harga minuman lalu dicari selisih harga terendah dan tertingginya. Berikut contoh jawaban seorang siswa:


Sumber gambar: tangkapan layar pribadi

Di luar dugaan siswa yang tertarik dan mengikuti sayembara  lumayan banyak. Paling tidak dalam  satu sayembara ada 15 siswa yang mengirimkan jawaban.

Hal yang menggembirakan adalah pada mulanya yang tertarik adalah  siswa  yang suka matematika atau tergabung dalam ekstra olimpiade matematika, namun  lama- kelamaan tidak.

Siswa yang dalam keseharian matematika nya kurang menonjolpun  sudah mulai berani mengirimkan jawaban, dan itu ‘sesuatu’ sekali bagi saya. Apalagi jawaban siswa menggunakan cara yang beragam dan kadang menggunakan alur logika yang menarik.

Layaknya sayembara, meski kecil-kecilan  harus ada hadiahnya. Lalu apa hadiahnya? Tidak terlalu mahal juga. Kadang saya siapkan hadiah penggaris kecil, busur atau notes kecil. Intinya alat-alat yang sering dibutuhkan siswa saat belajar matematika.

Meski tidak mahal yang namanya hadiah selalu membuat gembira.  Beruntungnya di daerah saya banyak toko ATK, sehingga saya bisa belanja ATK dengan harga yang murah.

Seperti pagi ini ada 10 jawaban yang bagus dari anak-anak. Jawaban bisa berupa pesan atau foto. Jika ada hal yang kurang jelas dengan jawabannya biasanya besok pas ada kelas matematika, saya minta menerangkan jawaban tersebut.

Akhirnya melalui sayembara matematika ini diharapkan kecintaan siswa pada matematika akan semakin meningkat, dan pada akhirnya akan meningkatkan pula kompetensi mereka dalam bermatematika. Juga dengan sayembara ini siswa diajak menggunakan gadget mereka untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat.

Ya, hakekatnya belajar adalah proses yang menyenangkan. Belajar bisa dilakukan kapan saja dan menggunakan media apa saja.
Selamat beraktivitas dan salam matematika:)

Malang -Gresik- Surabaya yang Menyimpan Banyak Cerita

Soto Ambengan Surabaya, dokumentasi Cyin Any

Sengaja catatan perjalanan Sabtu di minggu pertama Januari 2023 ini saya buat dalam dua bagian. Supaya tidak terlalu panjang jadi lebih enak dibaca.

Bagian pertama menceritakan perjalanan kami menuju resepsi pernikahan Pak Faqih di Gresik, bagian kedua bercerita tentang jalan- jalan sepulang dari Gresik. Tepatnya perjalanan menuju tempat oleh-oleh, Tunjungan Plaza dan terakhir mampir Soto Ambengan dan Sup Iga sebelum akhirnya pulang kembali ke Malang.

***

Pukul setengah satu siang di Gresik benar benar sesuatu rasanya. Kami yang terbiasa dengan sejuknya hawa di kota Malang merasakan hawa siang yang begitu panas.

Sesudah resepsi pernikahan Pak Faqih, kami sholat di masjid terdekat dan siap- siap untuk melanjutkan perjalanan. Matahari begitu panas menyengat. Keluar dari masjid cepat-cepat kami masuk bus yang parkir tepat di depan masjid.

Pusat oleh-oleh, dokumentasi pribadi

Setelah semua penumpang lengkap, perjalananpun dilanjutkan. Pusat oleh-oleh khas Gresik itu tujuan utamanya.

Belanja di pusat oleh oleh, dokumentasi pribadi

Sampai di pusat oleh oleh kami berkeliling. Beberapa teman membeli pudak, otak otak bandeng, kerupuk ikan juga kerupuk udang. Sementara saya sendiri membeli beras kencur dingin dalam kemasan botol.

Sesudah belanja, dokumentasi pribadi

Sesudah puas membeli oleh-oleh perjalananpun dilanjutkan menuju Tunjungan Plaza. Pusat perbelanjaan yang terletak di kota Surabaya ini mempunyai 6 bangunan utama yang saling berhubungan (Tunjungan Plaza 1-6).

Sepanjang perjalanan di Surabaya Bu Anna banyak bercerita pada saya tentang tempat-tempat di kota Pahlawan ini. Ternyata beliau lama tinggal di Surabaya sehingga hafal dengan sudut sudut kota Surabaya.

Tunjungan Plaza, dokumentasi pribadi

Tunjungan Plaza ini begitu luas sehingga untuk berkeliling di dalamnya perlu waktu yang agak lama. Karenanya waktu yang disediakan bagi kami untuk berkeliling di Tunjungan Plaza adalah satu setengah jam. Tepatnya mulai pukul 15.30 sampai dengan 17.00.

Jalan jalan di Tunjungan Plaza, dokumentasi pribadi
Di Tunjungan Plaza, dokumentasi P.Dian

Sama dengan di kota Malang, keberadaan plaza adalah hal yang sangat bermakna bagi warga. Plaza bisa menjadi tempat refreshing, tempat belanja atau bersosialisasi.

Di Tunjungan Plaza beberapa teman berbelanja, beberapa yang lain mencuci mata, bergaya seperti anak muda, atau sekedar berjalan- jalan dengan orang tercinta. Aih, semua itu sungguh membuat bahagia.

Depan Tunjungan Plaza, dokumentasi Cyin Any
Depan Tunjungan Plaza, dokumentasi Cyin Any

Lelah berkeliling plaza, pukul lima tepat semua penumpang sudah berada di dalam bus kecuali dua orang yaitu Bu Sinta dan Bu Novi. Penumpang di bus mulai bertanya-tanya, kemana gerangan mereka berdua? Namun syukurlah tak lama kemudian keduanya tampak berlari-lari menuju bus, dan kami sambut dengan penuh rasa lega.

Terlambat masuk bus, dokumentasi Cyin Any

Bus kembali melaju. Sebelum balik Malang, kami mampir dulu ke Soto Ambengan, sementara mobil sekolah mampir ke sop iga. Hmm, apapun hidangannya, dalam kebersamaan semua terasa hangat dan lezat.

Soto Ambengan, dokumentasi Cyin Any
Soto Ambengan, dokumentasi Cyin Any
Sup Iga, dokumentasi P.Dian
Soto Ambengan, dokumentasi Cyin Any
Soto Ambengan, dokumentasi Cyin Any

Sekitar pukul 6 hujan mulai mengguyur Surabaya. Bergegas kami naik bus kembali untuk pulang ke kota Malang tercinta.

Tidak seperti saat berangkat, tidak ada yang bernyanyi kali ini. Mungkin sudah lelah, ditambah dengan mengantuk, juga kekenyangan.

Badan sudah terasa demikian lelah, tapi memang anak muda selalu punya ide ide segar di kepala.

Dalam perjalanan pulang, semua penumpang bus diajak membuat tiktok dengan panduan Pak Vigil dan Pak Fabi. He…he… Apa pula ini?
Baru kali ini saya ikut dalam pembuatan tiktok. Hasil tiktok bisa dilihat di link bagian bawah halaman ini.

Malam semakin larut. Jalanan Surabaya nampak begitu sibuk. Bus kami terus melaju meninggalkan kota Surabaya untuk mengakhiri perjalanan sepanjang pagi hingga petang hari ini.
Ya, perjalanan hari ini sangat asyik dan meninggalkan begitu banyak kenangan cantik.

https://vt.tiktok.com/ZS8r3JadH/

Bintaraloka Goes to Gresik, Mengunjungi Resepsi Pernikahan Pak Faqih Romadhon

Menunggu kedatangan bus, dokumentasi pribadi

Sabtu pagi ini warga Bintaraloka mendapat undangan istimewa. Ya, salah seorang Bapak guru yaitu Pak Faqih akan melangsungkan resepsi pernikahan di daerah asal beliau yaitu Gresik.

Menikmati singkong goreng, dokumentasi pribadi
Menuju bus, dokumentasi pribadi

Sehari sebelumnya acara akad nikah dilaksanakan di Pakisaji Malang yang merupakan daerah asal dari mempelai wanita. Jadi di Gresik adalah acara ngunduh mantu dari keluarga Pak Faqih.

Sejak pukul enam pagi kami sudah siap di sekolah. Menurut pemberitahuan sebelumnya kami harus datang jam 6 karena sekitar pukul setengah tujuh kami harus berangkat menuju Gresik supaya tidak terlalu panas.

Siap berangkat, dokumentasi pribadi

Jumlah peserta perjalanan kali ini adalah 40 orang, dan kendaraan yang digunakan adalah Bus Halokes dan mobil sekolah. Karena kapasitas bus sekolah adalah 34 orang, maka yang berada di mobil sekolah ada 6 orang.

Seperti yang dijanjikan Bus Halokes masuk halaman Bintaraloka sekitar pukul setengah tujuh. Kami yang saat itu sedang menunggu sambil menikmati singkong goreng segera berkemas dan menuju bus dan mobil sekolah.

Setelah semua beres, dengan dipimpin Pak Muhaimin semua berdoa bersama. Tak lama kemudian buspun melaju membelah keramaian lalu lintas kota Malang menuju Gresik.

Suasana dalam bus, dokumentasi pribadi
Suasana dalam bus, dokumentasi pribadi

Semua tampak gembira. Sesudah lima hari kami harus menyelesaikan berbagai target pekerjaan, perjalanan hari ini tak ubahnya refreshing untuk menyegarkan pikiran dan mempererat silaturahmi di antara warga Bintaraloka.

Suasana semakin segar ketika satu demi satu lagu dikumandangkan dari karaoke. Suara merdu Bu Diana, Pak Gerry, Pak Vigil mengalunkan lagu-lagu dari Dewa 19, Pance Pondaag , Glenn Fredly atau Panbers dengan begitu manis. Ditambah lagi dengan penganan yang mengalir tiada henti. Mulai dari pisang rebus, bentoel maknyus, snack jagung , kerupuk dan banyak lagi.

Membagi Snack, dokumentasi pribadi
Bentoel maknyus, dokumentasi pribadi

Menjelang pukul setengah sepuluh kami tiba di tempat resepsi. Karena suatu hal, rombongan pengantin belum tiba dari Pakisaji dan akhirnya kami harus sabar menunggu hingga rombongan tiba.

Cak Pandi in action, dokumentasi pribadi

Untunglah masa tunggu yang agak panjang tidak terasa menjenuhkan karena Cak Pandi mampu menghidupkan suasana sehingga semua terasa demikian gayeng. Cak Pandi adalah seorang pembawa acara serba bisa. Selain MC ia juga merangkap sebagai DJ, penyanyi, juga pemandu sholawat. Luar biasa.

Hitam manis…., dokumentasi pribadi

Dengan bersenjatakan laptop, sound dan suara yang merdu Cak Pandi membawakan lagu-lagu dari Rhoma Irama, A.Rafiq juga lagu Melayu lawas lainnya. Lagu “Ani” dari Rhoma Irama dieksekusi dengan cantik oleh Cak Pandi hingga membuat suasana semakin hangat.

Menunggu datangnya mempelai, dokumentasi pribadi
Menunggu datangnya mempelai, dokumentasi Cyin Any

Beberapa penonton ikut bergoyang, bahkan Pak Gerry dan Bu Any juga menyumbangkan lagu Hitam Manis dan Ojo Dibanding-bandingke.

Acara resepsi hari ini juga diramaikan oleh grup Al Banjari yang membawakan sholawat nabi dengan merdu dan rancak.

Al Banjari, dokumentasi pribadi

Ketika pengantin sudah siap, acara seremonial pun dimulai. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur an dan pembacaan sholawat bersama, acara dilanjutkan dengan penyerahan mempelai wanita pada pihak keluarga mempelai laki-laki.

Acara berlangsung dengan hangat namun tetap khidmat. Kedua mempelai tampil begitu serasi dan tampak sekali rona bahagia dari wajah keduanya. Berbagai nasehat disampaikan oleh yang ‘dituakan’ dari pihak keluarga kedua mempelai.

Sekitar pukul setengah satu setelah menikmati hidangan kami segera berpamitan. Ya, tamu begitu banyak. Supaya tidak terlalu berjubel kami harus segera meninggalkan tempat.

Namun sebelum pulang semua menyempatkan diri untuk berfoto bersama. Ciiz….senyum paling manispun terukir di wajah kami masing masing.

Berfoto bersama, dokumentasi Cyin Any
Berfoto bersama, dokumentasi Cyin Any

Akhirnya selesai sudah kunjungan kami ke acara resepsi pernikahan Pak Faqih Romadhon di Gresik.

Mengutip kalimat dari Cak Pandi, kami semua mendoakan agar kedua mempelai bisa membangun keluarga yang samarasa (sakinah, mawaddah warrahmah dan sentosa) dan samaraba (sakinah, mawaddah warrahmah dan barokah).

Amiin YRA.

Kebaya, Satu Khazanah Budaya Nusantara

Kamis pertama tahun 2023 yang cerah. Jika biasanya mendung menggantung di langit kota Malang, hari ini cuaca begitu bersahabat. Tidak ada awan mendung. Mentari terasa begitu hangat sehangat senyum kami pagi ini.

Seperti biasanya Kamis ditandai dengan busana kebaya dan Malangan yang dikenakan oleh Bapak/Ibu guru di Bintaraloka.

Ada yang istimewa di Kamis ini. Banyak ibu ibu guru yang mengenakan kebaya Malangan hitam dan putih dengan motif yang hampir sama. Aih, semua tampak cantik. Yang ‘kembaran’ maupun tidak. Lebih-lebih ketika semua berfoto bersama dengan senyum yang hangat dan ceria.

Kebaya Malangan, dokumentasi pribadi

Sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia sudah selayaknya kebaya kita lestarikan dengan cara lebih sering mengenakannya utamanya di acara-acara yang istimewa.

Berkebaya di sekolah, dokumentasi pribadi

Lebih-lebih melalui keputusan hasil rapat bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK), dan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Pemerintah RI telah mengajukan kebaya sebagai warisan budaya tak benda UNESCO secara single nomination.

Sebelumnya Singapura, Malaysia, Thailand, dan Brunei juga mendeklarasikan kebaya untuk diajukan kepada Intergovernmental Committee for Intangible Cultural Heritage and Humanity UNESCO.

Keempat negara itu juga mengajak negara serumpun termasuk Indonesia untuk bergabung dalam joint multinational nominations sesuai dengan operational guideline yang akan diajukan Maret 2023.

Apakah keistimewaan kebaya sebagai kekayaan budaya Indonesia?

  1. Kebaya menunjukan karakteristik unik dari masing-masing daerah di Indonesia. Tiap daerah punya kekhasan kebaya sendiri
  2. Kebaya menjadi identitas bangsa yang mampu menaikan derajat dan martabat Indonesia di mata dunia
  3. Kebaya menjadi daya tarik Indonesia yang bisa dimanfaatkan sebagai aset pariwisata
  4. Kebaya bisa menjadi inspirasi bagi industri fashion di kancah nasional dan internasional.

Last but not least .., kebaya tidak hanya cantik, tapi juga mampu membuat pemakainya tampil lebih anggun dan menarik. Tidak percaya? Mari kita lihat foto foto yang ada di halaman ini.

Kebaya membuat pemakainya lebih cantik dan menarik, dokumentasi pribadi

Ciiiz….:)