Tingkatkan Kualitas Ibadah di Bulan Ramadhan, Bintaraloka Selenggarakan Pesram dan Irama

Hari Kamis 6 Maret 2025 bertepatan dengan 6 Ramadhan 1445 H telah dilaksanakan pembukaan Pesantren Ramadhan (Pesram) dan Ibadah Ramadhan (Irama) di Bumi Bintaraloka. 

Kegiatan yang dilaksanakan selama enam hari ini terbagi menjadi dua hari untuk masing masing kelas. Kelas sembilan tanggal 6-7 Maret, kelas delapan tanggal 10-11 sedangkan kelas tujuh pada tanggal 12-13 Maret 2025.

Peserta Pesram dan Irama, dokumentasi Ahfi

Kegiatan terbagi menjadi dua yaitu Pesantren Ramadhan (Pesram) selama dua hari, dimana pada hari kedua diikuti dengan kegiatan Ibadah Ramadhan (Irama).

Adapun tema kegiatan kali ini adalah “Puasaku Totalitas, Ramadhanku Berkualitas, Ibadahku Tuntas”.

Dijelaskan oleh Ibu Utien bahwa Irama adalah penerapan dari materi yang sudah didapatkan siswa di sesi Pesram atau Pesantren Ramadhan.

Pembukaan Pesram dan Irama , dokumentasi Ahfi

Kegiatan Pesram dan Irama secara resmi dibuka oleh  Plt Kepala SMP Negeri 3 Malang Bapak Teguh Edy Purwanta pada hari Kamis (06/03).

Dalam sambutan pagi itu beliau berpesan agar siswa melaksanakan segala kegiatan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan bulan Ramadhan ini untuk mendapatkan berkah sebanyak banyaknya.

Berbagai materi yang diberikan dalam Pesram dan Irama ini dituangkan dalam buku kegiatan Ramadhan. Buku kegiatan yang dikemas dengan begitu menarik dan membuat materi materi kekinian, seperti sholat dan kesehatan mental, sekolah moderasi beragama, penggunaan gadget untuk kebaikan dan banyak lagi.

Buku Pesantren Ramadhan, dokumentasi pribadi

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, sekolah bekerja sama dengan Ma’had UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Ada sekitar sebelas pengajar dari Ma’had UIN yang menjadi Narsum sekaligus pendamping anak anak belajar.

Bersama para pengajar dari Ma’had UIN, dokumentasi Ma’had UIN

Jika acara Pesram diisi dengan pemberian materi, maka acara Irama diisi dengan praktik langsung dengan pendampingan para pemateri dan bapak/ ibu guru agama Islam.

Acara Irama diisi dengan taddarus, buka bersama dan sholat tarawih di Masjid Bintaraloka.

Yang menarik, di sore hari saat taddarus, sebagian siswa bertugas membagikan takjil gratis bagi  para pejalan kaki atau pengendara di depan sekolah.

Pembagian takjil, dokumentasi Ahfi
Persiapan pembagian takjil gratis, dokumentasi Ahfi

Acara Pesram dan Irama secara umum berjalan sangat baik, materi tersampaikan dan siswa begitu “enjoy” dalam mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan.

“Menyenangkan, materi mudah diterima,” demikian tanggapan dari Riyani dan April kelas 9.2.

Menanti saat berbuka , dokumentasi Ahfi
Buka bersama, dokumentasi Ahfi

“Harapannya ke depan pelaksanaan Pesram dan Irama bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan pesantren, agar siswa bisa ikut merasakan bagaimana rasanya kehidupan pesantren,” demikian diungkapkan Ibu Utien selaku ketua pelaksana Pesram dan Irama tahun 2025.

Buka bersama, dokumentasi Ahfi

Kegiatan ini ditutup pada hari Kamis malam (13/03) oleh Bapak Teguh Edy Purwanta dengan harapan semoga siswa bisa meningkatkan ibadah mereka sekaligus  meraih keberkahan di bulan yang mulia ini.

Berbagai Manfaat Puasa bagi Kesehatan (Tausiyah Ramadhan 2)

Berpuasalah kamu, niscaya kamu akan sehat” HR Abu Hurairah

Tak terasa sudah sepuluh hari kita bersama sama menjalani bulan Ramadhan yang mulia ini. Bulan yang penuh keutamaan karena banyak hikmah yang terkandung di dalamnya.

Untuk lebih menghayati hikmah yang terkandung dalam Bulan Ramadhan, Selasa pagi (11/02) Ustadz Nur Rohmat memberikan sedikit tausiyah tentang Manfaat Puasa Bagi Kesehatan.

Ustadz Nur Rohmat, dokumentasi Galuh

Bulan Ramadhan adalah bulan dimana kita semua diwajibkan untuk berpuasa, seperti firman Allah dalam QS Al Baqarah 183 :

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Diterangkan oleh Ustadz Nur Rohmat bahwa banyak sekali manfaat puasa bagi kesehatan. Dengan background biologi yang demikian kental, beliau menjelaskan manfaat puasa bagi kesehatan dengan begitu gamblang

1. Puasa adalah kesempatan bagi tubuh kita untuk melakukan detoksifikasi, selama puasa tubuh akan mengalami pengurangan beban pencernaan dan mengalihkan energinya untuk membuang sampah dan sisa metabolisme. Disini tubuh melakukan proses autofagi yaitu proses pembersihan diri dengan membuang sel sel yang rusak atau tidak berguna.

Proses autofagi dalam sel, sumber gambar : hellosehat

2. Berkurangnya nutrisi yang masuk dalam tubuh membuat kita merasa lapar. Para ahli mengatakan bahwa saat lapar stem sel akan banyak memproduksi leukosit yang akan memakan zat-zat asing yang memasuki tubuh ( antigen). Dengan demikian tubuh akan terangsang untuk membentuk antibodi sehingga meningkatkan kekebalan tubuh.

3. Puasa akan mengurangi kadar lemak dalam tubuh. Selama berpuasa, ketika tubuh tidak mendapatkan asupan makanan energi diperoleh dari pembakaran cadangan lemak. Lemak berlebihan dalam tubuh akan merusak sistem keseimbangan dan kekebalan.

4. Puasa membantu proses penurunan berat badan.

Wasana kata, jika tubuh manusia diibaratkan mesin, maka saat puasa ini Sang Pembuat Mesin sedang ingin melakukan perbaikan dan pemeliharaan di sana-sini. 

Bersama Ustadz Nur Rohmat, dokumentasi pribadi Soni

Karenanya marilah kita laksanakan puasa di bulan Ramadhan ini sebaik- baiknya agar bisa mendapatkan banyak berkah, di mana salah satunya yang sangat penting adalah berkah kesehatan. Seperti Hadits yang berbunyi: 

“Berpuasalah kamu, niscaya kamu akan sehat”

Semoga bermanfaat dan Salam Ramadhan.

Perlunya Melakukan Ruqyah Diri Sendiri (Tausiyah Ramadhan 1)

Pernahkah pembaca merasa berangkat ke tempat kerja dengan tergesa-gesa? Anak di rumah tidak bisa cepat, ada yang makannya rewel, baju lupa belum disetrika, kaos kaki si kecil hilang … Ditambah lagi jalanan macet, ketemu pengemudi yang seenaknya sendiri.. duh…, benar benar membuat jengkel.

Berbagai peristiwa pagi yang sering membuat suntuk. Belum masuk kelas, hati sudah demikian sumpek rasanya.

Jika rasa marah terus terpendam di dada, bukan mustahil siswa kita yang akan terkena getahnya.

 Entah dengan penyajian pembelajaran yang jadi kurang menarik, atau guru jadi baper, tidak bisa menahan emosi dan lain sebagainya.

Tausiyah di hari Kamis pagi, dokumentasi Galuh

Berkaca dari hal tersebut maka perlu bagi para guru untuk meruqyah diri sendiri sebelum masuk ke kelas bertemu dengan para siswa agar hati menjadi tenang. Karena bukan mustahil, siswa juga datang ke sekolah dengan membawa berbagai masalah mereka dari rumah.

Tentang Ruqyah dan Manfaatnya

Ruqyah, dalam konteks Islam, berfungsi sebagai terapi penyembuhan dengan membaca ayat-ayat Al-Qur’an atau doa-doa untuk meredakan gangguan atau penyakit, baik fisik maupun non-medis seperti gangguan jin atau sihir. 

Berbagai manfaat dari ruqyah adalah untuk penyembuhan dari penyakit, perlindungan dari berbagai gangguan baik yang bersifat fisik maupun non medis, penyembuhan spiritual dari gangguan jin, sihir dengan memanfaatkan ayat ayat Al-Qur’an dan doa doa.

Ruqyah bisa dilakukan oleh ustadz, orang tua ataupun orang orang yang sholeh dan bertaqwa. Meski demikian tidak menampik kemungkinan bahwa ruqyah bisa dilakukan oleh diri sendiri.

Peserta tausiyah, dokumentasi Galuh

Ruqyah pada diri sendiri bisa dilakukan dengan membaca Alfatihah, QS Al Falaq, QS An Nas, QS Al Ikhlas, dan doa-doa yang ada dalam Al Quran.

Ya, membaca doa-doa yang ada dalam Al Qur’an akan menimbulkan ketenangan hati. Seperti firman Allah dalam QS (Ar-Ra‘d [13]:28)

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram 

Dengan sering melakukan ruqyah pribadi diharapkan hati kita bisa menjadi lebih tenang, sabar dan siap menghadapi siswa yang sudah menunggu siraman ilmu para guru mereka. 

Yang perlu kita ingat keberhasilan ruqyah sangat bergantung pada keimanan dan ketakwaan orang yang diruqyah dan orang yang meruqyah, serta keyakinan bahwa kesembuhan berasal dari Allah SWT. 

Ya, bukankah segala kebaikan hanya bersumber pada Dia Sang Pemilik alam semesta?

Keterangan:

Disarikan dari tausiyah Ramadhan hari pertama oleh Bapak Teguh Edy Purwanta

Pasar Takjil, yang Kehadirannya Selalu Dinanti Saat Ramadhan

Kehadiran pasar takjil adalah sesuatu yang selalu dinantikan saat bulan Ramadhan. Pasar dadakan yang menjual berbagai macam makanan ini biasanya dimulai sesudah Ashar dan berakhir saat berbuka puasa tiba.

Dalam tulisan ini saya akan menuliskan tentang pasar takjil di sekitar Jl Lembang dan Jl. Setaman kelurahan Lowokwaru Malang.

Bagi satu orang dengan yang lain pasar takjil mempunyai manfaat yang berbeda. Ada yang memanfaatkannya sebagai tempat berjualan untuk mengais rezeki , berbelanja, cuci mata ataupun sebuah media ekspresi. 

Seperti yang ada di pasar takjil Ramadhan di kawasan Jalan Lembang kota Malang. 

Selain menjual berbagai makanan, di pasar ini kita bisa menikmati ‘konser musik’ yang dimainkan oleh anak anak muda. Ya, mereka memainkan musik sambil menjual martabak mini.

Konser musik di stand martabak mini, dokumentasi pribadi Utien

Kehadiran konser ini seolah magnet yang menarik pengunjung untuk selalu datang dan berbelanja ke pasar takjil ini.

Pasar takjil di Jl Lembang ini merupakan agenda rutin RW dan penjualnya tidak dikenakan biaya alias gratis. Penjual berasal dari warga sekitar dan UMKM. 

Tidak jauh dari pasar takjil tersebut terdapat  di pasar takjil lain di Jalan Setaman. 

Pasar takjil yang juga merupakan agenda rutin RW ini menyediakan berbagai macam makanan seperti aneka lauk, jajanan kekinian, bahkan jajanan tempo dulu seperti gulali.

Menurut Ibu Siti, seorang penjual di Setaman, untuk berjualan biaya kontrak tiap stand berkisar antara 125.000-150.000 selama satu bulan dan tiap hari dikenai iuran sampah Rp.5000,00.

Semakin sore suasana pasar takjil semakin ramai. Para pembeli juga  penjual tampak demikian ceria. Ya, pembeli dan penjual mayoritas sudah kenal satu sama yang lain. 

Kehadiran anak kecil meramaikan stand penjual jajanan membuat suasana terasa kian ‘meriah’

Ya, kehadiran pasar takjil membuat suasana  bulan Ramadhan demikian hangat. Kehadirannya tidak hanya menghidupkan ekonomi warga, tapi juga sebagai perekat kebersamaan antar sesama.

Suasana pasar takjil bisa dilihat di video berikut:

Suasana pasar takjil di Jl Lembang dan Jl.Setaman

Makna Puasa Menurut Al Ghazali dan Pentingnya Membuat Target Spiritual Selama Ramadhan

Hari ini saya kembali menyimak pengajian filsafat dari Pak Fahruddin Faiz. Menyimak pengajian beliau sesudah sholat adalah salah satu ‘kesibukan’ saya setiap hari.

Mendengarkan pengajian filsafat  selalu membuat hati terasa adem. Apalagi jka sudah sampai pada kisah- kisah kehidupan tokoh-tokoh terkenal. Kisah yang mengajarkan bahwa setiap manusia pasti mempunyai sisi positif dan negatif dalam kehidupannya.

Berkaitan dengan topik tulisan Ramadhan di hari kedua ini, salah satu target saya dalam bulan Ramadhan adalah membuat kumpulan tulisan tentang pengajian beliau. Ya, semacam rangkuman.  

Tulisan tentang pengajian beliau sudah ada beberapa, dan saya kumpulkan dalam sebuah blog pribadi.

Mengapa harus membuat tulisan? Simpel saja. Saya tertarik pada materi filsafat dan  ingin membuat catatannya untuk sewaktu- waktu saya pelajari lagi. Atau bahkan mengirimkan pada teman yang punya ketertarikan yang sama. 

Pada siswa saya selalu menasehatkan  bahwa saat mempelajari sebuah materi, jangan hanya membaca atau mendengarkan. Tapi paling tidak kita harus membuat catatan.

Dengan membaca atau mendengarkan kira akan belajar satu kali, sementara menulis membuat kita belajar dua kali. Jadi membuat tulisan tentang pengajian adalah usaha saya untuk belajar lebih lanjut tentang materi filsafat.

Membuat target di bulan Ramadhan adalah hal yang sangat dianjurkan menurut  pengajian beliau yang saya simak pagi ini. Pengajian yang mengulas tentang pandangan Al Ghazali tentang puasa. 

Hidangan berbuka puasa, dokumentasi pribadi Ima

Menurut Al Ghazali, puasa bukan hanya masalah menahan lapar dan haus, namun puasa memiliki berbagai macam konteks ibadah bagi manusia.

Ada berbagai makna puasa menurut Al Ghazali, di antaranya adalah:

1. Puasa adalah wujud kepatuhan kita pada Allah. Puasa yang kita lakukan yang utama adalah karena kita patuh kepada Allah. Jadi jika ada pertanyaan mengapa kita berpuasa? Ya, karena Allah memerintahkan kita untuk berpuasa.

Jika ada banyak hikmah yang terkandung dalam puasa itu adalah akibat dari kepatuhan kita. Dan segala hikmah yang kita peroleh karena puasa akan lebih memperkuat kepatuhan kita kepada Nya

2. Puasa adalah riyadhoh/pelatihan. Puasa adalah latihan mengendalikan diri dari hawa nafsu. Puasa semacam short course selama satu bulan. Usahakan dalam puasa ada target-target spiritual tertentu agar sesudah course kita bisa kembali fitrah.

Puasa adalah pengorbanan , sumber gambar: Merdeka.com

3. Puasa adalah pengorbanan juga persembahan.  Kita melakukan pengorbanan dengan menahan lapar, haus dan segala hal yang membatalkan puasa. Segala pengorbanan itu kita persembahkan hanya kepada Allah SWT. Ya, kita persembahkan semua ibadah kita pada Allah SWT. 

Seperti yang selalu kita ucapkan saat doa iftitah dalam sholat yang maknanya: Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup, dan matiku semata hanya untuk Allah Tuhan Semua Alam, tiada sekutu bagi-Nya, dan begitulah aku diperintahkan dan aku dari golongan orang muslim.

4. Puasa adalah penyucian diri. Dengan berpuasa kita berusaha meningkatkan kualitas kemanusiaan kita, menuju goal terakhir kita yaitu sebagai manusia yang fitrah.

5. Puasa adalah perjuangan atau mujahadah. Jihad yang paling adakah jihad melawan hawa nafsu dan itu benar benar tampak pada puasa.

6. Puasa adalah keikhlasan. Seseorang yang berpuasa hanya bisa diketahui oleh Allah dan dirinya sendiri. Berbeda dengan ibadah lain yang bisa diketahui banyak orang, puasa benar benar bersifat rahasia. Karenanya keikhladan kita sangat diuji dalam melakukan puasa.

Ada banyak hikmah yang terkandung dalam puasa, Sumber gambar: Rukita

7. Puasa adalah hikmah dan i’tibar. Dari puasa kita bisa mengambil berbagai macam pelajaran. Misal kita bisa lebih sehat, ataupun lebih memiliki kepekaan sosial.

Demikian catatan yang saya buat tentang makna puasa menurut pandangan Al Ghazali. 

Betapa puasa memiliki banyak makna dan juga dimensi. 

Karenanya memasang target spiritual tertentu dalam bulan Ramadhan sangat dianjurkan agar manfaat puasa bisa kita dapatkan  setelah perjuangan satu bulan,  yaitu menjadi manusia yang fitrah.

Salam Ramadhan..

detikcom

Rukita

Merdeka.com

Kumparan