Menikmati Indahnya Bahari Sulawesi Selatan Bersama Kelas 9.6

Sekelompok anak tampak sibuk di sekitar halaman kelas 9.6. Sebuah miniatur perahu ada di depan mereka. Beberapa mengecat, beberapa yang lain membuat ornamen untuk memperindah tampilan perahu.  

Pawai budaya, dokumentasi 9.6

Aha, siswa sedang sibuk membuat ikon untuk pawai budaya dan pameran yang akan diadakan Bintaraloka pada hari Sabtu 27 April 2024.  Sebuah acara yang menjadi penanda puncak perayaan HUT ke 74 SMP Negeri 3 Malang.

Pembuatan miniatur perahu untuk ikon pawai, dokumentasi 9.6

Dalam pameran dan pawai kali ini kelas 9.6 mendapatkan tema Sulawesi, dan mengambil judul Indah Bahari Sulawesi Selatan. 

Mengapa demikian? Keindahan bentang alam dan lautan sekitar Sulawesi sungguh memikat, dan terkenal di mana-mana, dan itu yang akan dieksplor oleh kelas 9.6 lewat berbagai macam karya seni juga penampilan pawai budaya.

Penataan stand pameran, dokumentasi 9.6

Ikon perahu dipilih karena erat kaitannya dengan lautan, juga karena Sulawesi Selatan yang terkenal dengan para pelautnya yang tangguh

Agar bisa menyajikan pameran sesuai yang diinginkan maka pembagian tugas sudah dilakukan jauh hari sebelumnya.

Suasana penataan stand pameran, dokumentasi 9.6

Pembagian tugas dilaksanakan berdasarkan keinginan masing-masing siswa, seperti  bagian konsumsi yang bertugas mengurusi konsumsi siswa saat melakukan kegiatan, ataupun  bagian P3K yang bertanggung jawab atas keselamatan teman saat berkegiatan.

Memasang poster, dokumentasi 9.6

Pawai maupun pameran berjalan demikian meriah. Baju adat siswa didominasi oleh warna merah, hijau dan emas. Sangat cerah secerah suasana hari itu.

Berbagai macam karya, permainan juga area photo booth disajikan di pameran sehingga sangat menarik perhatian pengunjung.

Baju adat Sulawesi Selatan, dokumentasi 9.6
Cantiknya berbaju adat Sulawesi Selatan, dokumentasi 9.6

Pawai maupun pameran adalah gambaran kerjasama yang begitu baik di kelas ini, sehingga menghasilkan karya yang luar biasa.

Di sekitar area stand pameran, dokumentasi pribadi

Akhirnya kelas 9.6 berharap semoga kekayaan budaya Indonesia masih bisa lestari dan tidak hilang termakan oleh perubahan zaman.

Amorous Padang, Ketika Kelas 9.2 Mengajak Kita Memuja Pesona Kota Padang

Kelas 9.2 benar-benar didominasi oleh warna merah pagi itu. Semua siap untuk mengikuti pawai. Kombinasi merah dan emas membuat suasana tampak begitu cerah.

Beberapa siswa siap membawa replika jam gadang sebagai ikon Kota Padang, sementara yang lain siap dalam barisan.

Sesudah beberapa patah kata sebagai pengantar dari pembawa acara, peserta pawaipun berangkat melalui rute yang sudah ditentukan.

Senyum cerah tampak di mana-mana. Hari ini penampilan siswa benar benar berbeda dari biasanya.

Pawai dengan membawa jam gadang, dokumentasi 9.2

Sementara yang lain pawai, beberapa siswa yang bertugas menjaga stand pameran sudah siap di tempat.

Berbagai persiapan sudah dilakukan sehari sebelumnya dan sekarang tinggal sedikit penyempurnaan di sana- sini.

Pembuatan jam gadang, dokumentasi 9.2

Amorous of Padang. Ini adalah judul pawai dan pameran yang dipilih oleh kelas 9.2.

Yang menarik, proses penemuan judul pameran ini membutuhkan waktu beberapa jam saja. 

Banyak sekali judul-judul pameran yang direkomendasikan, namun pada akhirnya kelas 9.2 memilih judul Amorous of Padang. Aha, sebuah frasa yang menarik!

Siap mengikuti pawai, dokumentasi pribadi

Amorous  artinya “Memuja pesona yang berharga”.

Nah, judul tersebut dipilih karena banyak sekali keindahan dari Kota Padang, meliputi keindahan alam, budaya dan adat istiadat yang membedakannya dengan daerah lain di Indonesia. Keindahan yang harus kita puja dalam arti lain kita jaga dan lestarikan. 

Persiapan dalam acara pameran ini dilakukan melalui berbagai diskusi yang banyak dilakukan saat jam kosong.

Dalam diskusi tersebut dilakukan pembagian tugas sesuai dengan keinginan masing-masing sehingga setiap siswa tidak merasa begitu terbebani.

Pembuatan miniatur Jam Gadang, dokumentasi 9.2
Pembuatan miniatur Jam Gadang, dokumentasi 9.2

Ikon yang dipilih untuk  pawai adalah Jam Gadang, karena menara Jam Gadang tersebut merupakan penanda  atau ikon yang ada di Padang Sumatera Barat.

Pembuatan replika Jam Gadang ini dikerjakan bersama oleh kelas dan memerlukan waktu kurang lebih selama 2 minggu.

Lalu bagaimana dengan Pameran Karya kelas 9.2?

Stand pameran dikunjungi Ibu Kepala Sekolah, sumber gambar: Bintaraloka

Persiapan pameran yang meliputi berbagai macam karya, buku tamu, brosur, poster, buku apresiasi sudah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya. Sedangkan penataan tenda dilakukan satu hari sebelumnya.

Proses penataan dilaksanakan bersama -sama mulai pagi hingga malam hari.

Di depan stand pameran, dokumentasi pribadi

Antusias pengunjung untuk melihat pameran karya kelas 9.2 bisa terlihat dari banyaknya yang datang di stand ini. Banyak di antara pengunjung yang sekedar melihat karya ataupun mencoba permainan dan berfoto bersama di area photo booth yang disediakan.

Penjaga stand pameran, dokumentasi pribadi

Sungguh perjalanan karya yang menarik di stand Amorous Padang. 

Lewat pameran ini kelas 9.2 berharap agar generasi muda di masa sekarang maupun yang akan datang terus berusaha melestarikan kebudayaan Indonesia yang beranekaragam, sehingga  bisa menunjukkan bahwa setiap daerah di Indonesia menyimpan kekayaan budaya yang demikian menakjubkan.