Jam sudah menunjukkan pukul tiga lebih ketika bus kami mulai memasuki halaman Masjid Al Aqsha Klaten. Lampu masjid yang berwarna- warni membuat siluet masjid tampak begitu anggun di tengah kegelapan.
“Bapak/ibu , silakan beristirahat di Masjid Al Aqsha sambil menunggu saatnya shalat Subuh,” kata Mbak Nia leader kami dari Nala Tour.
Beberapa di antara penumpangpun turun menuju masjid, sementara yang lain lebih memilih menunggu dalam bus hingga azan tiba. Ya, perjalanan selama lima jam dari kota Malang membuat badan terasa lelah dan mata demikian mengantuk.

Sejuknya air wudhu membuat mata saya kembali terasa segar. Sementara itu suara qiroah dari pengeras suara masjid mulai terdengar, menandakan saat subuh akan segera datang.
Hari itu (Jumat, 05/09) adalah untuk kedua kalinya saya mampir ke Masjid Al Aqsha Klaten. Yang pertama adalah sekitar tahun 2018 ketika perjalanan pulang dari Yogyakarta, dan yang kedua adalah sekarang ini ketika saya ikut rombongan sekolah dalam perjalanan Malang-Yogykarta.
Sekilas tentang Masjid Agung Al Aqsha Klaten

Masjid yang indah. Itu yang terpatri dalam ingatan saya setelah kunjungan yang pertama. Masjid dipenuhi dengan ornamen cantik yang akan memukau setiap pengunjungnya. Ornamen tersebut berupa ragam hias maupun kaligrafi petikan ayat suci Al Qur’an.
Masjid Al Aqsha terletak di Jl. Solo – Jogja, Peraksangkal, Jonggrangan, Kec. Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Lokasi masjid yang sangat strategis membuatnya selalu ramai pengunjung.

Dibangun sejak tahun 2012 di atas lahan seluas 5.266 meter persegi, masjid ini memiliki arsitektur gaya Timur Tengah yang demikian megah dan detail ukir-ukiran di sudut-sudutnya.
Dari berbagai sumber diperoleh keterangan bahwa lahan tempat Masjid Agung Al-Aqsha ini berdiri dulunya merupakan terminal Bus utama di Klaten yang kemudian dipindahkan ke dekat jalan lingkar Klaten.
Masjid ini juga dilengkapi dengan menara setinggi 66.66 meter dengan menara pandang diketinggian 35 meter.

Setelah sekitar 15 menit menunggu, lantunan Azan Subuhpun terdengar. Suara muadzin yang lembut dan merdu membuat kami, para jamaah duduk terpekur merasakan kesejukan serta kedamaian yang langsung merasuk ke dalam hati.
Ketika jamaah semakin banyak, sholat Subuh pun didirikan. Takbir dan doa-doa yang terucap adalah ungkapan kelemahan diri dan permohonan petunjuk pada Ilahi untuk mengarungi perjalanan hari ini.
Akhirnya, sebagai bagian dari sebuah perjalanan, mampir ke Masjid Al Aqsha Klaten adalah sebuah kenangan yang tak akan terlupakan.

Berada di jalur lalu lintas antar kota, kehadiran masjid ini seperti oase penyejuk jiwa yang mengingatkan kita untuk sejenak berhenti, bersyukur pada Ilahi atas segala nikmat yang diberikan. Ya, bukankah atas berkah dan kasih dan sayang Nya hingga hingga kita mampu menempuh perjalanan hidup sampai di titik sekarang ini?
Salam jalan-jalan 😊