Suara gamelan menghiasi Bintaraloka pagi itu. Beberapa siswa bergerak selaras irama. Senyum bertebaran di mana-mana.
Baju mereka yang berwarna merah, kuning, hijau, hitam membuat suasana kian semarak.
Sementara itu di depan panggung siswa yang lain tampak begitu sibuk. Aroma hidangan begitu menggoda membuat rasa lapar kian merajalela.

Siswa dengan baju adat warna-warni menawarkan dagangan di meja, sementara yang lain membeli dan mencicipi dagangan berupa aneka makanan dan minuman Nusantara.
Tidak berhenti sampai di situ, di ruang-ruang kelas yang sudah disulap sedemikian rupa menjadi tempat pameran, para siswa kelas sembilan sibuk menerangkan pada para pengunjung tentang bangunan bersejarah di kota Malang, makanan khas juga budaya Malang.

Aha.., hari itu, Kamis 22/10, Bintaraloka sedang melaksanakan perayaan Kokurikuler semester gasal 2026/2027.
Acara yang dimulai tepat pukul delapan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Bapak Suwarjana SE, dan Bapak Anton Ketua Komite SMP Negeri 3 Malang.

Dalam sambutan pagi itu Bapak Suwarjana menjelaskan tentang pentingnya kerjasama dan komunikasi yang baik antara orang tua dan masyarakat sehingga berbagai kegiatan sekolah bisa terlaksana sesuai yang diharapkan.
Sementara itu Bapak Anton menyampaikan selamat atas terselenggaranya kegiatan perayaan kokurikuler dan berharap mudah mudahan budaya berprestasi terus terpateri dalam diri siswa SMP Negeri 3 Malang.
Ada tiga acara besar dalam kegiatan ini yaitu pentas sendratari , bazaar dan pameran kelas. Sendratari dilaksanakan di panggung, Bazaar di lapangan dan pameran di masing-masing kelas.

Acara yang didukung oleh paguyuban masing-masing kelas ini menunjukkan effort siswa yang luar biasa dalam usaha untuk memberikan tampilan terbaik mereka di hadapan teman maupun orang tua.
Persiapan untuk acara besar ini dilaksanakan sejak awal pelaksanaan Kokurikuler, Senin (11/10) hingga Rabu (20/10). Melalui berbagai tahapan seperti latihan tari, praktik memasak juga ODL, akhirnya siswa bisa menyelesaikan tugas akhir mereka yang dituangkan dalam perayaan hari Itu.
Dalam perayaan kokurikuler kali ini kelas tujuh mengambil tema Senaloka (Seni dalam panggung budaya Bintaraloka). Setiap kelas membawakan sendratari yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti; Jawa Timur, Jawa Tengah, Papua, Sulawesi, Kalimantan, Bali, Jawa Barat, NTT, Maluku.


Melalui Bintaraloka Traditional Foodfest, siswa diajak mencintai bangsa melalui cita rasa. Berbagai kegiatan yang dilakukan selama satu minggu lebih akhirnya membawa siswa ke puncak acara peringatan kokurikuler yaitu bazaar dengan tema makanan dari berbagai daerah di Nusantara, yaitu Sumatera Selatan, Jawa Barat, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Papua, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah juga Kalimantan Selatan.
Harapannya semoga kegiatan kokurikuler Senaloka, Food Festival, dan Heritage SMPN 3 Malang ini menjadi ruang belajar yang bermakna, menggembirakan, dan kontekstual.
Pameran dengan tema Malang Heritage membuat para pengunjung sejenak bernostalgia sambil belajar tentang bangunan bersejarah di kota Malang.
Lewat replika bangunan, makanan asli tiap kelas mengajak pengunjung memahami lebih dekat budaya kota Malang tercinta.
Dalam pameran ini kita bisa mengetahui sejarah bakso, putu, atau jajanan pasar. Rumah Jengki, Balai Kota juga tidak luput diabadikan anak anak lewat replika yang mereka buat.

Satu hal yang patut diacungi jempol adalah kolaborasi antar siswa dalam kelas yang luar biasa, juga yang menjadi catatan penting adalah para penjaga pameran bisa memaparkan obyek yang dipamerkan dengan begitu percaya diri. Tidak sia-sia rasanya mereka melaksanakan dua kali ODL sebelum pelaksanaan pameran ini.

Harapannya kegiatan kokurikuler Senaloka, Food Festival, dan Heritage SMPN 3 Malang ini menjadi ruang belajar yang bermakna, menggembirakan, dan kontekstual.
Anak-anak tidak hanya belajar pengetahuan, tetapi juga mengembangkan kreativitas, kemandirian, kolaborasi, serta kecintaan terhadap budaya dan warisan sejarah.
“Semoga kegiatan ini tidak berhenti sebagai sebuah perayaan, tetapi menjadi pengalaman belajar yang membentuk karakter, memperkuat identitas Bintaraloka, dan menumbuhkan kebanggaan sebagai generasi penerus bangsa,” kelas Pak Teguh Kepala SMP Negeri 3 Malang.