Pagi terasa begitu dingin. Meski jam sudah menunjukkan pukul delapan, tapi jaket tetap rapat kami kenakan. Ya, Malang di awal bulan Juli selalu menyajikan bedidingnya yang khas.
Mobil kami terus berjalan membelah lalu lintas Batu yang lumayan ramai. Liburan sekolah. Tak heran jika banyak orang ke Batu untuk menikmati berbagai wahana wisata di sini.
Di sebuah jalan sempat terjadi antrean mobil yang panjang. Menurut informasi di sini baru saja dibuka wahana wisata baru, Mikutopia namanya. Hmm, Batu seolah tak henti berbenah. Ada saja wahana wisata yang ditawarkan untuk menarik para pengunjungnya.
“Wih, antreannya panjang ya,” celetuk seorang teman.
“Iya, wahananya bagus, kapan-kapan ke sini yuk,” jawab yang lain.
Mobil kami terus berjalan, dan memasuki sebuah pelataran parkir kamipun berhenti.

“Sudah sampai,” kata Mas Andre driver kami dengan ramah. Ada sebuah tulisan besar Wisata Dusun Kuliner di pintu masuknya, sekaligus tulisan selamat datang dalam berbagai bahasa. Ahaa, perjalanan kami dimulai. Jelajah Wisata Dusun Kuliner Batu.
Bergegas kami menuju pintu masuk. Tempatnya asyik. Berlatar birunya gunung, hamparan taman bunga, juga pepohonan dimana-mana, sungguh serasa sayang jika tidak diabadikan. Di sekitar pintu masuk ada banyak quotes bagus yang kadang lucu juga, hingga membuat kami senyum sendiri.


Setelah membeli tiket per orang dua puluh ribu rupiah kamipun masuk. Penjaga pintu memasangkan gelang di lengan kami sebagai tanda bahwa kami adalah pengunjung Wisata Dusun Kuliner.
Sekilas tentang Wisata Dusun Kuliner

Berlokasi di Jalan Raya Batu, Cangar No. KM 9, Desa Tulungrejo, Kota Batu, Jawa Timur,
Wisata Dusun Kuliner merupakan tempat wisata yang mengangkat tema kuliner namun menggabungkan wisata alam agar para pengunjung lebih mengenal lingkungan dengan cara yang lebih menarik.
Tempat wisata ini dibuka pertama kali pada tahun 2022. Ada banyak tempat kuliner yang dijual di semacam warung tempo dulu yang diberi nama dengan nama gunung. Ada Omah Kawi, Omah Semeru , juga Omah Panderman. Masing- masing omah menyajikan aneka makanan yang bisa dinikmati oleh para pengunjung.

Selain kuliner, menurut keterangan ada juga tempat pemancingan, area camping dan yang kami kunjungi saat itu adalah Omah Dolan. Area ini menyediakan area bermain anak-anak dengan pilihan permainan tradisional juga tempat lukis untuk anak. Ketika kami datang beberapa anak sudah tampak bermain di sana, dan semakin siang pengunjung semakin banyak.

Bunga, Bunga dan Bunga.

Satu daya tarik istimewa tempat ini adalah pemandangan yang begitu indah dan aneka tanaman bunga yang tertata cantik. Ada Zinnia yang menyapa dengan senyumnya yang cerah, cleome spinosa atau bunga laba-laba dengan warna pinknya yang begitu manis, bunga kenikir dengan warna oranye menyala dan tak ketinggalan hamparan hortensia yang luar biasa indah.

Seseorang berjalan sambil membawa tiga bunga Hortensia berwarna ungu dalam ukuran besar. Rupanya bunga itu pesanan dari pengunjung.

“Cantik sekali bunganya, Mbak?” sapa kami.
Mbak Chelsea namanya . Ia tersenyum. “Di sana ada banyak Bu, silakan pilih nanti akan saya potongkan,” katanya ramah.
Kami terus berjalan menuju arah yang ditunjukkan Mbak Chelsea. Dan Subhanallah.., hamparan bunga hortensia seolah tersenyum menyambut kedatangan kami.

“Indah sekali,” kata kami hampir bersamaan. Sejauh mata memandang, kami dimanjakan dengan warna ungu hortensia yang begitu menawan.
Hamparan Hortensia

Tanaman hortensia (Hydrangea macrophylla) adalah tanaman yang berasal dari wilayah Asia Timur dan Selatan, terutama dari negara Jepang dan Tiongkok. Tanaman ini juga kita kenal dengan nama kembang bokor. Hortensia ini tumbuh subur di daerah dataran tinggi dengan iklim sejuk dan lembap.
Satu bunga hortensia terdiri dari banyak kuntum bunga kecil kecil yang terangkum indah. Hydrangea berasal dari Bahasa Yunani yang artinya bejana air (hydra =air, angos = bejana). Ini bermakna bahwa bunga ini perlu air yang banyak untuk tumbuh dengan baik.
Satu hal yang menarik, warna bunga hortensia berbeda beda sesuai pH tanahnya. Semakin asam tanahnya, semakin biru warna hydrangea dan semakin basa, semakin pink warnanya.
Layaknya bahasa bunga, tiap warna memiliki makna. Hortensia pink melambangkan cinta dan ketulusan, biru melambangkan pengampunan, putih melambangkan kebanggaan, serta ungu melambangkan kelimpahan dan pengertian.
“Mbak Chelsea, kami minta hortensianya tiga ya,” kata kami sambil melihat Mbak Chelsea yang sibuk memilih dan memotong bunga. Rupanya pagi itu banyak juga yang akan membeli hortensia atau buket bunga yang lain.

Oh ya, ada Flower Bemo yang berisikan aneka bunga jika kita mau membeli bunga atau buketnya .
“Ini tahan berapa hari?” tanya kami sambil menerima bunga hortensia yang sudah dipotong. Tak lupa di bagian ujung batang diberi air dalam sebuah plastik supaya bunga tetap segar.
“Kira-kira satu minggu, Bu,” jawab Mbak Chelsea.
Setiap sudut tempat ini menyimpan banyak keindahan. Dari hamparan Zinnia yang tersenyum, hingga hortensia yang mengajarkan bahwa warna bisa berubah, namun keindahan tetaplah abadi.
Setelah membayar harga yang ditentukan kami melanjutkan eksplor Wisata Dusun Kuliner ini. Sepanjang perjalanan pemandangan indah, tanaman bunga, tempat pembibitan bunga serta spot- spot foto yang menarik benar- benar menyegarkan mata.

Ketika matahari semakin tinggi perlahan kami meninggalkan lokasi Wisata Dusun Kuliner. Dari pintu keluar kami langsung menuju tempat parkir.
Tiga hortensia ungu kami dengan genggam erat. Hati kami terasa begitu hangat. Bukan karena dingin pagi telah usai, tapi karena setiap sudut tempat ini menyimpan banyak keindahan. Dari hamparan Zinnia yang tersenyum, hingga hortensia yang mengajarkan bahwa warna bisa berubah, namun keindahan tetaplah abadi.
Salam jalan-jalan..😊