Latih Mandiri dan Kerjasama Melalui Kegiatan Aktualisasi Pramuka

Kami Pramuka Indonesia
Manusia Pancasila
Satyaku ku darmakan
Darmaku kubaktikan..
(Hymne Pramuka)

Pagi terasa begitu segar. Lapangan volley sejak tadi sudah dipenuhi siswa yang berkegiatan. Dengan seragam Pramuka, hasduk dan topi mereka begitu bersemangat mengikuti komando dari ketua regu. Setiap siswa tampak membawa dua bendera kecil berwarna merah dan kuning.

Semaphore, dokumentasi pribadi

Bendera digerak-gerakkan sesuai dengan bunyi pesan yang hendak disampaikan. Suasana demikian menyenangkan. Ramai, namun semua tetap serius memperhatikan arahan ketua regu dengan gerakan benderanya.

Latihan semaphore, dokumentasi pribadi

Ya, pagi itu para siswa sedang melakukan kegiatan semaphore, sebuah acara dari kegiatan Aktualisasi Pramuka.

Apakah Aktualisasi Pramuka itu?

Pengarahan sebelum kegiatan dilakukan, dokumentasi pribadi

Dari situs Kemdikbud diperoleh keterangan bahwa sebagai kegiatan ekstrakurikuler yang wajib ada di sekolah, Pramuka bisa dilakukan dalam tiga bentuk, yaitu kegiatan Pramuka Reguler, Aktualisasi Pramuka dan Pramuka Blok.

Pelatih dan dewan galang, dokumentasi pribadi

Pramuka reguler adalah kegiatan Pramuka yang bersifat sukarela dan diadakan di gugus depan.

Pramuka blok adalah kegiatan Pramuka yang dilaksanakan setahun sekali dalam bentuk perkemahan dan dilakukan penilaian umum.

Sedangkan aktualisasi Pramuka adalah kegiatan wajib dalam bentuk penerapan sikap dan keterampilan yang dipelajari didalam kelas yang dilaksanakan dalam kegiatan Kepramukaan secara rutin, terjadwal, dan diberikan penilaian formal.

Bongkar Pasang tenda salah satu aktivitas aktualisasi Pramuka, dokumentasi pribadi

Kegiatan aktualisasi Pramuka yang dilaksanakan sekolah dalam tiga hari ini dilaksanakan oleh kelas delapan sementara kelas tujuh melaksanakan MPLS dan kelas sembilan mendapatkan materi penguatan pendidikan karakter.

Jelang apel pembukaan, dokumentasi pribadi

Pembukaan Aktualisasi Pramuka dilakukan oleh Ibu Kepala Sekolah pada hari Senin (15/7) pagi. Sesudah pembukaan siswa melaksanakan berbagai kegiatan, dalam wujud pemberian materi dan mengerjakan tugas tertentu untuk kemudian dilakukan penilaian.

PBB, dokumentasi pribadi

Materi juga kegiatan yang dilakukan siswa meliputi PBB tongkat, bongkar pasang tenda dome, Morse dan semaphore. Adapun pemberi materi adalah dari dewan Galang juga pelatih Pramuka.

Siswa tampak begitu bersemangat. Setiap kegiatan dilakukan dengan antusias mulai dari hari pertama hingga hari ketiga.

Salam Pramuka, dokumentasi pribadi

Seperti yang diungkapkan Kak Evi, diharapkan lewat kegiatan ini siswa bisa menjadi lebih mandiri, mampu bekerja sama dan bersosialisasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Salam Pramuka..

Mari Bersama Sukseskan Nutrition Goes to School (NGTS) Bintaraloka 

Program Nutrition Goes to School (NGTS) merupakan salah satu program utama SEAMEO RECFON yang bertujuan untuk mendukung kegiatan siswa dalam mencapai siswa yang aktif, sehat, bergizi baik dan cerdas.

Sedikit Tentang SEAMEO RECFON

Minum susu bersama sebagai contoh pelaksanaan program NGTS yang sudah pernah dilaksanakan di sekolah, dokumentasi Ruth

SEAMEO RECFON, singkatan dari Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Center for Food and Nutrition, merupakan pusat pangan dan gizi regional Asia Tenggara.

Sebagai organisasi di bidang pangan dan gizi SEAMEO RECFON mempunyai 3 program unggulan  yaitu Anakku Sehat dan Cerdas / Early Childhood Care Nutrition and Education, Gizi Untuk Prestasi/ Nutrition Goes to School, dan Gizi Untuk Produktivitas/ Nutrition Goes to Workplace.

Sejak bulan Mei 2024 SMP Negeri 3 Malang bersama SMP Al Ya’lu dan SMP As Salam menjadi sekolah sasaran program  Nutrition Goes to School (NGTS) di kota Malang.

Sosialisasi awal tim NGTS, dokumentasi pribadi

Dalam sosialisasi awal NGTS yang dilakukan oleh Ibu Indah, Suster Ratna, Ibu Eka dan Ibu Lilik, dijelaskan bahwa ada empat komponen NGTS yang meliputi: 

1. Edukasi gizi

2. Kantin Sehat Sekolah

3. Kebun Sekolah

4. Kewirausahaan Gizi

Berbagai komponen tersebut akan dituangkan dalam bermacam-macam kegiatan di sekolah seperti sosialisasi gizi seimbang dan penerapannya, fun breakfast, on point’ Snack, sosialisasi makanan sehat dk kantin dan banyak lagi.

Makan bubur bersama sebagai salah satu pelaksanaan komponen NGTS, dokumentasi pribadi

Jika dilihat dari penjelasan tim NGTS, komponen tersebut sudah banyak yang dilakukan oleh SMP Negeri 3 Malang, seperti sarapan bersama dengan menu makanan sehat, minum susu bersama, makan bubur kacang hijau dan yang lain. 

Dijelaskan oleh Ibu Indah bahwa yang  perlu digiatkan lagi adalah pada poin kebun sekolah dan kewirausahaan gizi.

Di masa liburan kenaikan kelas ini bapak ibu guru yang tergabung dalam tim NGTS sudah melakukan berbagai kegiatan. Di antaranya melakukan  diskusi secara online, penataan kembali hidroponik dan mengikuti workshop dan webinar ecoliteracy. 

Penataan dan membersihkan area hidroponik, dokumentasi Bintaraloka

Workshop secara offline dilakukan dengan cara meninjau  langsung pembuatan kompos, Eco Enzym dan Biowash di Universitas Brawijaya Malang.

Workshop pembuatan kompos, Eco Enzym dan Biowash di UB, dokumentasi Bu Lilik

Pelaksanaan NGTS dan semua komponennya tentunya bisa berjalan lancar jika ada kekompakan dan sinergi yang baik di antara semua warga sekolah, baik dari siswa, orang tua juga guru di SMP Negeri 3 Malang.

Akhirnya semoga NGTS kita berjalan lancar, sehingga pada akhirnya tercipta siswa Bintaraloka yang aktif, sehat, bergizi baik dan cerdas.

Mari Lakukan “Gebrakan”, Gerakan Bersama Melawan Kekerasan Anak

Pagi itu suasana aula begitu ramai. Banyak siswa mengambil posisi mengitari spanduk besar. Mereka sedang antre, bergantian membubuhkan tanda tangan pada spanduk tersebut dengan menggunakan spidol besar.

Penandatanganan deklarasi anti bullying, dokumentasi PPG

Spanduk berisi deklarasi anti bullying. Ya, saat itu siswa sedang mengikuti acara sosialisasi gerakan bersama melawan kekerasan anak (Gebrakan) yang diadakan di aula sekolah.

Tiga Dosa Besar dalam Pendidikan

Ibu Narsum menjelaskan tentang bullying, dokumentasi PPG

Pada tahun 2022 Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menyebutkan ada tiga dosa besar dalam dunia pendidikan kita yakni kekerasan seksual, perundungan/kekerasan, dan intoleransi.

Penggunaan kosa kata dosa besar menunjukkan bahwa ini adalah masalah penting dan mendesak untuk segera di atasi bersama-sama.

Akibat yang timbul jika masalah tersebut tidak segera diselesaikan adalah sekolah tidak bisa menjadi lingkungan yang aman dan nyaman, bahkan bisa menjadikan ancaman dan trauma bagi kehidupan siswa.

Salah satu cara untuk mencegah tiga dosa besar tersebut adalah dengan cara sosialisasi , seperti yang telah dilakukan oleh para mahasiswa PPG Prajabatan UM Gelombang 1 tahun 2023 di SMP Negeri 3 Malang.

Peserta sosialisasi sedang menjawab pertanyaan, dokumentasi PPG

Sosialisasi kali ini bertajuk Gebrakan (Gerakan Bersama Melawan Kekerasan Anak), dan dilaksanakan pada Kamis Minggu ke tiga bulan ini.

Kegiatan ini dilatar belakangi oleh masih banyaknya kasus kekerasan terhadap anak terutama di sekolah. Untuk diketahui, menurut studi Programme for International Student Assessment (PISA) pada tahun 2023 terhadap 78 negara, Indonesia termasuk dalam lima besar negara dengan kasus bullying tertinggi di dunia. Sekitar 41 persen pelajar berusia 15 tahun di Indonesia mengalami kasus kekerasan atau bullying dalam satu bulan.

Tujuan utama diadakannya acara ini adalah :

1. Meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang kekerasan pada anak

2. Mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, serta bebas dari bahaya kekerasan anak.

Siswa yang mendapat hadiah, dokumentasi PPG

Bertindak sebagai  narasumber dalam acara Gebrakan ini adalah Dr. Khairul Bariyyah,M.Pd., Kons. (Dosen Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Malang).

Dalam paparannya narasumber menjelaskan

pengertian bullying dan jenis-jenisnya, akibat bullying serta mengajak peserta melakukan refleksi “apakah aku seorang perundung?”

Tak kalah penting dalam acara ini juga dipaparkan bagaimana cara berhenti menjadi pembully, mencegah terjadinya bullying  dan bagaimana mendukung teman yang mengalami bullying.

Siswa sangat antusias dalam mengikuti acara ini dari awal hingga akhir. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya siswa yang mendapatkan hadiah dari panitia.

Berfoto bersama di akhir acara, dokumentasi PPG

Berbagai hadiah diberikan pada siswa yang bisa menyelesaikan pre test dan post test paling cepat, bisa menjawab pertanyaan dari pemateri , juga siswa yang bisa memberikan testimoni berupa video.

Acara hari itu ditutup dengan berfoto bersama, penyelenggara dan peserta. 

Harapannya dengan acara ini kesadaran siswa semakin meningkat untuk mencegah terjadinya tindak bullying di sekolah. 

Tidak ada pelaku maupun korban bullying, dan pada akhirnya tercipta sekolah sebagai tempat belajar yang aman dan menyenangkan bagi semuanya.

Semoga bermanfaat dan salam edukasi ..

Artikel ini sudah ditayangkan di Kompasiana

Regenerasi Pratama Pramuka Bintaraloka

Jumat pagi itu tampak sebuah kesibukan di dekat tiang bendera. Beberapa anak dengan atribut Pramuka lengkap tampak sibuk membuat pionering. 

“Ada acara apa ini?” tanya saya ingin tahu.

“Pionering Bu.. untuk persiapan Sertijab nanti siang,” jawab salah satu anak.

Aha, setelah sekian lama saya tidak meliput kegiatan Pramuka kini ada event lagi.

Suasana apel Sertijab, dokumentasi Pramuka Bintaraloka

Selepas sholat Jumat siswa sudah siap dalam posisi apel di lapangan volley. Mengingat pentingnya acara, sebelum penyelenggaraan apel dilakukan lebih dahulu gladi bersih.

Lewat jam 13.00 apel dilaksanakan sebagai penanda Sertijab organisasi Pramuka SMP Negeri 3 Malang. Sertijab ditandai dengan  penggantian Pratama.

Pratama (Pemimpin Regu Utama) adalah pimpinan dari seluruh regu Pramuka di sekolah. Ada dua orang Pratama di kepramukaan sekolah yaitu Pratama putra dan Pratama putri.

Proses Sertijab, dokumentasi Pramuka Bintaraloka

Serah terima jabatan Pratama putra dilakukan dari dari Prayoga (9.6) kepada Hanas (8.3), sedangkan putri dari Shafa (9.5) kepada Azalea (8.9).

Serah terima jabatan ini adalah sekaligus merupakan pengesahan dari Musyawarah Penggalang yang telah diadakan di sekitar bulan Maret 2024. Karenanya selain Sertijab pada hari itu juga dilakukan pembaharuan struktur pengurus Pramuka SMP Negeri 3 Malang.

Apel siang itu  berlangsung khidmat dengan pimbina  wakasis Pak Herianto dan pimpinan apel Daffa dari kelas 9.6.

Daffa sebagai pemimpin apel Sertijab, dokumentasi Pramuka Bintaraloka

Akhirnya Sertijab adalah bukti regenerasi kepemimpinan Pramuka yang ada di SMP Negeri 3 Malang. Harapannya akan selalu lahir calon-calon pemimpin masa depan yang handal dari bumi Bintaraloka tercinta. 

Satyaku ku dharmakan

Dharmaku kubaktikan

Agar jaya Indonesia…..

Magnificent of Java, Sajian Keindahan Luar Biasa Budaya Jawa

Apa yang menarik dari budaya Jawa? Kehalusannya, sopan santunnya , adat istiadatnya? Betapa banyak yang tidak kita ketahui tentang Jawa tercinta meski sebagian besar dari kita lahir dan besar di pulau Jawa.

Untuk lebih jauh mengenal tentang Jawa dan berbagai hal menarik tentangnya, kelas 9.3 menyajikan  pameran karya dan pawai budaya yang berjudul Magnificent of Java.

Siap pawai bersama wali kelas 9.3, dokumentasi Bintaraloka

Kata Magnificent berarti extremly beautiful atau keindahan yang luar biasa. Judul ini dipilih oleh kelas 9.3 secara voting di kelas. 

Judul tersebut dipilih karena dianggap sangat cocok untuk menggambarkan keagungan yang tersebar luas di pulau Jawa. 

Kelas 9.3 mengenakan busana Jawa dengan dominasi warna hitam, dokumentasi Bintaraloka

Dalam mempersiapkan pameran dan pawai,  kelas ini membentuk panitia inti juga berbagai sie pelaksana kegiatan sesuai bagian masing-masing.

Persiapan sudah dilaksanakan sejak awal semester genap. Wow, benar-benar semangat yang luar biasa dari siswa kelas 9.3.

Maskot yang dibuat untuk kegiatan ini adalah  adalah rumah joglo. Mengapa harus joglo? Karena rumah joglo merupakan rumah adat khas Jawa, dan sangat melekat dengan rumah adat Jawa Timur.

Pembuatan rumah joglo sebagai maskot, dokumentasi pribadi

Sebagai informasi, Joglo berasal dari kata Tajug Loro (Juglo) yang artinya dua gunung. Dalam filosofi Jawa, gunung adalah tempat yang tinggi dan sakral.

Jika melihat bangunan rumah Joglo, maka akan ditemukan dua gunung yang dapat dilihat dari bentuk atap rumah Joglo. 

Dalam perkembangannya kata juglo sering diucapkan dengan joglo.

Rumah joglo, dokumentasi Bintaraloka

Dengan dikerjakan bersama, pembuatan maskot ini membutuhkan waktu kurang lebih 2 minggu.

Pameran dan pawai pagi itu berjalan demikian menarik. Kelas 9.3 dengan busana Jawa yang didominasi warna hitam tampak demikian  anggun.

Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang dan Komite menikmati jamu, dokumentasi Bintaraloka

Berbagai karya disajikan dalam pameran karya seni mereka. Semua karya berusaha menonjolkan kharisma dan keindahan budaya Jawa. Yang menarik di stand kelas 9.3 juga disediakan jamu. Aha, siapa tak kenal minuman berkhasiat dari Jawa ini? 

Dalam pameran bahkan Ibu Kepala Sekolah, komite dan alumni berkenan untuk mencicipi kesegaran jamu khas Jawa yang disediakan di stand ini.

Alumni , Ibu Kepala SMP Negeri 3 dan Komite berkunjung ke stand 9.3, dokumentasi Bintaraloka

Akhirnya harapan kelas 9.3 berkaitan dengan pelestarian budaya Indonesia adalah agar 

generasi muda turut aktif melestarikan budaya kita yang sangat indah dan beragam.

Poster Magnificent of Java dari kelas 9.3, dokumentasi pribadi

Tanpa kepedulian generasi muda dikhawatirkan budaya kita yang Adi luhung akan tergerus oleh perkembangan zaman yang berjalan demikian cepat.

Salam Bintaraloka 😊