Kebaya, Satu Khazanah Budaya Nusantara

Kamis pertama tahun 2023 yang cerah. Jika biasanya mendung menggantung di langit kota Malang, hari ini cuaca begitu bersahabat. Tidak ada awan mendung. Mentari terasa begitu hangat sehangat senyum kami pagi ini.

Seperti biasanya Kamis ditandai dengan busana kebaya dan Malangan yang dikenakan oleh Bapak/Ibu guru di Bintaraloka.

Ada yang istimewa di Kamis ini. Banyak ibu ibu guru yang mengenakan kebaya Malangan hitam dan putih dengan motif yang hampir sama. Aih, semua tampak cantik. Yang ‘kembaran’ maupun tidak. Lebih-lebih ketika semua berfoto bersama dengan senyum yang hangat dan ceria.

Kebaya Malangan, dokumentasi pribadi

Sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia sudah selayaknya kebaya kita lestarikan dengan cara lebih sering mengenakannya utamanya di acara-acara yang istimewa.

Berkebaya di sekolah, dokumentasi pribadi

Lebih-lebih melalui keputusan hasil rapat bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK), dan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Pemerintah RI telah mengajukan kebaya sebagai warisan budaya tak benda UNESCO secara single nomination.

Sebelumnya Singapura, Malaysia, Thailand, dan Brunei juga mendeklarasikan kebaya untuk diajukan kepada Intergovernmental Committee for Intangible Cultural Heritage and Humanity UNESCO.

Keempat negara itu juga mengajak negara serumpun termasuk Indonesia untuk bergabung dalam joint multinational nominations sesuai dengan operational guideline yang akan diajukan Maret 2023.

Apakah keistimewaan kebaya sebagai kekayaan budaya Indonesia?

  1. Kebaya menunjukan karakteristik unik dari masing-masing daerah di Indonesia. Tiap daerah punya kekhasan kebaya sendiri
  2. Kebaya menjadi identitas bangsa yang mampu menaikan derajat dan martabat Indonesia di mata dunia
  3. Kebaya menjadi daya tarik Indonesia yang bisa dimanfaatkan sebagai aset pariwisata
  4. Kebaya bisa menjadi inspirasi bagi industri fashion di kancah nasional dan internasional.

Last but not least .., kebaya tidak hanya cantik, tapi juga mampu membuat pemakainya tampil lebih anggun dan menarik. Tidak percaya? Mari kita lihat foto foto yang ada di halaman ini.

Kebaya membuat pemakainya lebih cantik dan menarik, dokumentasi pribadi

Ciiiz….:)

Mengunjungi Kampung 3G, Usaha Menanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini

Pagi telah menyapa. Matahari bersinar cerah. Dengan sepeda motor kami segera menuju tempat yang dijanjikan. Ya, hari itu kami mengadakan kunjungan ke Kampung Glintung Go Green yang lokasinya tidak begitu jauh dari sekolah kami.

Suasana hijau dan segar, dokumentasi pribadi

Enam guru dan sekitar 60 orang siswa ikut dalam rombongan pagi itu. Kegiatan belajar di luar atau Outdoor Learning ke Kampung Glintung Go Green ini adalah merupakan kerjasama antara pihak sekolah dan alumni SMP Negeri 3 Malang dan dilaksanakan dalam tiga tahap, dimana masing masing tahap dilakukan oleh tiga kelas.

Mengapa ODL harus mengunjungi kampung? Nah ini ceritanya..

Sejak sebelum pandemi kota Malang gencar sekali mempercantik kampung – kampung dengan tujuan untuk menjadikan kampung sebagai tempat wisata alternatif yang bisa dikunjungi.

Kampung-kampung tersebut dipoles dengan tema dan ciri khas masing – masing. Ada Kampung Warna Warni, Kampung Topeng dan salah satunya adalah Kampung Glintung Go Green.

Tentang Kampung Glintung Go Green ( Kampung 3G)

Kampung ini terletak di Jl Karya Timur dalam blok II Kav 6 Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Sesuai namanya Kampung Glintung Go Green atau kampung 3G adalah kampung yang sangat mempedulikan tanaman dan penghijauan. Karenanya tak heran, begitu memasuki kampung, suasana hijau sangat terasa.

Pot-pot yang tertata cantik di depan rumah, taman toga, pohon pohon yang teduh seolah menyapa kehadiran kami saat itu.

Taman toga, dokumentasi pribadi

Kedatangan kami disambut di base camp sebelum diajak berkeliling kampung melihat keistimewaan kampung Glintung Go Green.

Ide untuk membuat gerakan 3G berawal dari Ir. Hj. Bambang irianto ketua RW 23.
Menurut Pak Bambang yang merupakan alumni SMP Negeri 3 tahun 1973 ini, sebelum tahun 2012 Glintung adalah kampung yang kumuh dan sering terjadi banjir.
Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan gerakan penghijauan dan gerakan menabung air (gemar).

Pak Bambang, dokumentasi Apple

Penghijauan mulai dilakukan pada bulan Februari 2012, dan gerakan menabung air salah satunya dilakukan dengan membuat banyak biopori. Ada sekitar 650 biopori di kampung 3G ini.

Meskipun di awal gagasan Pak Bambang ini banyak ditertawakan orang sekitarnya, namun seiring berjalannya waktu warga mulai memberikan dukungan, lebih- lebih setelah warga bisa merasakan berbagai manfaat dari penghijauan dan gerakan menabung air ini.

Manfaaat yang paling dirasakan warga adalah suasana kampung yang lebih asri dan suhu udara menjadi lebih sejuk karena oksigen yang dihasilkan oleh tanaman penghijauan yang di tanam di lorong- lorong dan di sekitar rumah warga.

Pak Bambang juga meminta warga sekitar untuk menanam tanaman supaya jika terjadi hujan air tidak menggenang sehingga kampung ini terbebas dari banjir.

Peserta ODL, dokumentasi Apple

Selain itu pada warga juga diminta untuk mendaur ulang dan menggunakan barang bekas yang tidak terpakai seperti botol plastik kaleng, dan barang barang bekas yang bisa digunakan kembali.

Adanya penghijauan, gerakan menabung air, juga kreativitas warga, membuat di kampung 3G sering menjadi daerah tujuan wisata edukasi utamanya yang berkaitan dengan lingkungan.

Siswa peserta ODL, dokumentasi Apple

Kampung Glintung Go Green ini juga pernah mendapatkan berbagai penghargaan, di antaranya adalah juara 1 lomba kampung bersinar tahun 2018, kemudian menjadi pemenang 15 besar dalam 300 kota dalam program Guangzhou Urban Innovation Award 2016. Singkatnya berbagai penghargaan tingkat Nasional maupun internasional telah diperoleh Kampung 3G.

Pendamping dari SMP Negeri 3, dokumentasi P. Gerry
Sebagian dari Arpilu, dokumentasi Apple

Acara ODL pagi itu berjalan demikian akrab. Mister Sony sebagai wakil pendamping siswa mengucapkan terima kasih pada Arpilu yang telah berkenan mengundang siswa untuk mendapatkan edukasi tentang perlunya menjaga lingkungan. Arpilu (Arek Pitu Telu) adalah wadah alumnus SMP Negeri 3 Malang angkatan tahun 1973

Pihak Arpilu pun dengan senang hati memberikan penjelasan dan melayani pertanyaan atau masukan siswa maupun guru dalam acara tersebut.

Ada banyak pelajaran berharga yang bisa diambil dalam acara pagi itu. Di antaranya adalah:
Satu : pentingnya menjaga lingkungan dengan banyak melakukan penghijauan di lingkungan sekitar kita. Karena dengan penghijauan maka pasokan oksigen akan meningkat sehingga suasana akan terasa lebih segar.

Dua : Lakukan kebaikan dan jangan pernah ragu. Sebesar apapun tantangan, dengan keberanian, dan tekad yang kuat semua pasti akan teratasi.

Tiga: kiprah alumni untuk memberikan edukasi pada adik kelas sangat diacungi jempol. ODL ini tidak hanya mempererat silaturahmi tapi memberi inspirasi pada siswa untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi sesama.

Berkeliling kampung 3G, dokumentasi pribadi

Sebuah kunjungan yang sangat berkesan. Ya, bumi adalah tempat tinggal kita satu-satunya. Jika bukan kita yang peduli pada kelestariannya, lalu siapa lagi?

Salam Bintaraloka..:)

Berbagai Catatan di Akhir Semester Gasal 2022-2023

Kegiatan akhir semester kali ini ditandai dengan hujan yang demikian deras di Bumi Bintaraloka.

Ya, sesudah kegiatan penerimaan rapor di pagi hari, kegiatan disambung dengan rapat evaluasi yang diadakan sesudah sholat Jumat. Menjelang berakhirnya rapat, hujan turun dengan deras sehingga banyak yang tertahan tidak bisa pulang dan akhirnya ngobrol bersama di ruang guru.

Menunggu hujan reda, dokumentasi pribadi

Wajah- wajah bapak ibu guru jauh berbeda dengan sehari sebelumnya. Tentu saja. Rapor sudah dibagikan, dan liburan sudah nyata menunggu di depan mata.

Akhir semester selalu ditandai dengan kegiatan yang begitu padat. Mulai dari penyelenggaraan PAS gasal, pekan remidi dan pengayaan disambung dengan classmeeting, ODL ke Glintung , menonton bioskop bersama dan sebagai penutup adalah penerimaan rapor semester gasal 2022/2023.

Ada banyak catatan menarik dari kegiatan akhir semester gasal tahun ini. Di antaranya adalah:

Penggunaan tab saat PAS, dokumentasi Bu Anna

Satu : Tahun ini adalah pertama kali penggunaan tab sekolah dalam pelaksanaan PAS. Bukan hal mudah menggunakan tab sekolah untuk pelaksanaan ujian. Perlu persiapan jaringan dan perangkat sehingga semua bisa berjalan lancar. Namun berkat kerjasama tim panitia PAS yang diketuai Ibu Anna Rohmawati , semua bisa teratasi dengan baik.

Classmeeting, dokumentasi Jojo

Dua : Penggunaan HP siswa sangat dikurangi baik saat PAS maupun class meeting. Tentunya apresiasi patut diberikan pada tim kesiswaan juga pengawas ujian yang dengan sungguh sungguh mengingatkan siswa agar menyimpan HP saat kegiatan berlangsung.

Menonton film, dokumentasi Bu Anna

Tiga :Kegiatan keluar baik berupa menonton film bersama maupun ODL tetap berjalan lancar. Menonton film adalah kegiatan siswa kelas 7, sementara ODL ke Glintung adalah kegiatan siswa kelas 9. Di sini begitu besar peranan walikelas dalam mendampingi para siswa saat berkegiatan.

ODL ke Glintung, dokumentasi Apple
Pendamping ODL, dokumentasi Gerry

Empat : Kegiatan di dalam sekolah, baik berupa motivasi, parenting maupun pengarahan dari Polresta terkait dengan pornografi berjalan dengan lancar. Kegiatan yang berusaha memberikan ‘pagar’ bagi siswa dalam berinternet ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 9 dan program dua tahun.

Pengerjaan rapor, dokumentasi mister

Lima : Kegiatan entri data dan pengolahan rapor yang begitu ribet berjalan baik. Kerja tim penilaian juga tim pendamping walikelas di bawah pimpinan Pak Aksan sangat berperan dalam kelancaran acara ini.

Wali kelas menyiapkan rapor, dokumentasi pribadi

Pengerjaan rapor memakan waktu agak lama. Beberapa wali kelas ataupun tim penilaian pulang sesudah Maghrib.

Setelah penerimaan rapor di hari Jumat,  sebelum pulang diadakan rapat evaluasi yang langsung dipimpin oleh ibu kepala sekolah.

Dalam rapat tersebut ditekankan lagi pentingnya koordinasi dan komunikasi yang baik dalam pelaksanaan semua kegiatan, juga pentingnya saling berbagi ilmu dan membangun sinergi yang baik antara semua bapak ibu guru di lingkungan SMP Negeri 3 Malang.

Demikian catatan penting yang sempat saya rekam selama beberapa Minggu ini. Pastinya ada yang tercecer, dan tidak sempat ditulis.

Akhirnya semoga hujan yang turun di Jumat sore itu adalah penanda keberkahan yang selalu melimpah di bumi Bintaraloka.

Selamat tinggal semester gasal 2022/2023, semoga semester depan jauh lebih baik daripada semester ini , dan selamat menikmati liburan untuk semuanya…😊

Arrow Generation, Melatih Kebersamaan dan Meningkatkan Keimanan Melalui Kegiatan Retret Bintaraloka

Jumat siang itu sementara siswa muslim sholat Jumat dan keputrian, ada kegiatan juga yang dilaksanakan oleh siswa Kristen dan Katholik. Ya, hari itu siswa Kristen dan Katholik akan melaksanakan kegiatan retret di Rumah Khalwat Betlehem Jedong.

Tentang Retret

Kegiatan retret, dokumentasi Jojo

Retret memiliki makna menjauhkan diri sendiri dari lingkungan keseharian untuk sementara waktu. Kegiatan retret dapat dilakukan untuk alasan yang berhubungan dengan kebutuhan spiritual, menghindari stres, menjaga kesehatan, bagian dari gaya hidup, ataupun hal-hal lainnya.

Sambutan Ibu Kepala sekolah, dok. Bu Any
Bu Diana dan Bu Maria, dokumentasi Bu Maria

Retret yang diadakan pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 16 -17 Desember kemarin diikuti oleh 45 siswa dan 4 guru pendamping. Ini adalah retret Bintaraloka pertama sesudah dihentikan selama dua tahun karena pandemi.

Di samping merupakan kegiatan tahunan retret juga bertujuan untuk memperingati natal, karenanya selalu diadakan di sekitar bulan Desember.

Pemateri dan pendamping, dokumentasi Jojo

Dalam kegiatan tersebut hadir pula Ibu Kepala Sekolah, Ibu Any, Ibu Diana dan Ibu Maria, sedangkan pendamping siswa dalam kegiatan adalah Ibu Cahya, Pak Gerry, Pak Vigil dan Ibu Hertika.

Kegiatan retret, dokumentasi Jojo

Mengapa tema yang diambil adalah Arrow Generation? Siswa bisa diibaratkan anak panah dari seorang pahlawan. Karakter dari sebuah anak panah adalah cepat dan tepat sasaran , karenanya diharapkan ke depan siswa akan menjadi generasi yang cepat dan tepat sasaran dalam mengambil langkah dan menghadapi segala tantangan kehidupan.

Acara retret dua hari itu diisi dengan renungan pagi dipimpin oleh Ibu Cahya, khotbah tentang narkoba yang disampaikan oleh bapak Ismail Al ikhlas Hakim, juga outbond.

Kebersamaan dalam retret, dokumentasi Jojo

Dalam kesehariannya Pak Ismail berada dalam satu layanan dengan Pak Gerry untuk mengurusi orang-orang yang masuk dalam jeratan narkoba.

Setelah berbagai kegiatan yang padat tapi akrab, di hari Sabtu pukul satu siang semua peserta meninggalkan Rumah Khalwat Betlehem Jedong, untuk kembali menuju Bintaraloka.

Kegiatan pagi, dokumentasi Jojo

Wajah gembira tampak dimana-mana. Tentu saja. Retret, sebuah acara yang sangat berkesan di hati siswa, karena melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan siswa bisa melakukan ibadah bersama untuk meningkatkan kualitas keimanan mereka.

Salam Bintaraloka…😊

Gempita Pelaksanaan Kemah Blok Kelas 3.5 dan 2.3 di Bintaraloka

Jumat itu terasa istimewa. Betapa tidak? Jam sepuluh lebih semua siswa sudah diperbolehkan pulang. Sebuah moment yang sangat langka.

Kira-kira apa penyebabnya? Aha, ternyata akan diadakan Kemah Blok pada pukul 13 nanti siang. Acara apa lagi ini? Ayo kita cek bersama..

Tentang Pramuka Blok

Pendidikan Kepramukaan Sebagai Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Menengah telah dikukuhkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014

Maknanya kegiatan pramuka merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik.

Dalam pelaksanaannya, Permendikbud tersebut juga menjelaskan bahwa kegiatan kepramukaan sendiri dilaksanakan dalam tiga model yaitu Model Blok, Model Aktualisasi, dan Model Reguler.

Penjelasan untuk masing masing model adalah sebagai berikut :

  1. Model Blok adalah kegiatan pramuka dalam bentuk perkemahan yang dilaksanakan setahun sekali dan diberikan penilaian.
  2. Model aktualisasi adalah kegiatan pramuka dalam bentuk penerapan sikap dan keterampilan yang dipelajari di dalam kelas yang dilaksanakan dalam kegiatan kepramukaan secara rutin, terjadwal, dan diberikan penilaian formal.
  3. Model reguler dalam pendidikan kepramukaan adalah kegiatan kepramukaan yang bersifat sukarela (tidak wajib) berbasis minat peserta didik yang dilaksanakan pada Gugus Depan

Pelaksanaan Kegiatan Kemah Blok di Bintaraloka

Kegiatan Kemah Blok yang bertema “Satyaku Kudharmakan, Dharmaku Kubaktikan” ini dilaksanakan selama dua hari satu malam. Tujuannya adalah untuk memenuhi kewajiban mengikuti pramuka selama 36 jam sehingga di rapor siswa memiliki nilai ekstra kurikuler wajib sebagai salah satu syarat kenaikan atau kelulusan.

Menjelang pukul satu siang selepas Jumatan geliat pelaksanaan Kemah Blok mulai terasa. Peserta yaitu kelas 3.5 dan 2.3 mulai datang dengan membawa segala macam perbekalan dalam ransel ransel mereka.

Wajah mereka begitu bersemangat. Tentu saja. Lama sekali kegiatan Kemah Blok tidak dilaksanakan.
Semangat juga tampak pada wajah-wajah dewan galang yang bertugas di depan pintu masuk. Mereka bertugas menjaga presensi yang akan diisi oleh tiap peserta.

Sekitar pukul dua apel pembukaan dimulai. Persiapan dilakukan dengan teliti oleh Kak Gerry dan tim, sementara bertindak sebagai petugas adalah para dewan galang dan pembina upacara adalah Kak Herianto.

Dalam upacara ini seluruh wali kelas 3.5 dan 2.3 turut hadir guna memberikan semangat pada para peserta.

Dalam kesempatan tersebut Kak Herry menyematkan tanda peserta Kemah Blok pada dua perwakilan siswa yang diikuti seluruh peserta apel.

Sekitar tiga puluh menit apel berakhir dan kegiatanpun dimulai. Cuaca yang agak panas membuat beberapa peserta tumbang, tapi karena kesigapan petugas kesehatan semua bisa teratasi dengan baik.

Apa saja kegiatan siswa pada acara Kemah Blok ini? Banyak. Diterangkan oleh Kak Hertika selaku penanggung jawab dalam Kemah Blok ini, siswa akan mendapatkan berbagai materi tentang kepramukaan, jelajah malam, pentas seni, juga lomba memasak.

Wow.. seru sekali.

Di hari Sabtu penulis menyempatkan diri ke sekolah guna melihat pelaksanaan lomba memasak di lapangan basket.

Sebuah catatan yang perlu digaris bawahi, lancarnya kegiatan Kemah Blok ini tak lepas dari kompaknya kerja tim kesiswaan juga siswa yang bertugas.

Akhirnya pada dasarnya pendidikan kepramukaan dilaksanakan untuk menginternalisasikan nilai ketuhanan, kebudayaan, kepemimpinan, kebersamaan, sosial, kecintaan alam, dan kemandirian pada peserta didik.

Semoga melalui kegiatan Kemah Blok ini ke depan akan tercipta generasi yang cakap, cerdas, dan berkarakter baik sesuai dengan apa yang tercantum dalam Dasa Dharma Pramuka.

Salam Pramuka…