Giat Kader Pustaka Bintaraloka di Awal Tahun Pelajaran 2025/2026

Sebuah perubahan terjadi di perpustakaan Siciput Bintaraloka. Betapa tidak? Di awal tahun pelajaran 2025/2026 ini Ibu Ayu dan Pak Putra dua pustakawan handal Bintaraloka harus mutasi ke sekolah lain. 

Apa akibatnya? Ketika itu tim perpustakaan tinggal tiga orang dan itupun dengan jam mengajar yang lumayan banyak. Ya, semua anggota tim perpustakaan mempunyai jam mengajar sekitar 30 jam perminggunya. 

Siap mendistribusikan buku paket pada semua siswa, dokumentasi pribadi

Hal tersebut membuat tim perpustakaan harus melakukan langkah strategis agar perpustakaan bisa melaksanakan tugas sebaik-baiknya.

Untuk diketahui bersama bahwa perpustakaan sekolah mempunyai fungsi informatif, edukatif dan rekreatif.

Informatif maksudnya perpustakaan bisa menyediakan berbagai informasi yang diperlukan secara online maupun langsung 

Edukatif maksudnya lewat perpustakaan kita bisa belajar tentang banyak hal, misal bagaimana berkolaborasi, menciptakan pembelajaran yang menarik dan lain lain. Sedangkan rekreatif maksudnya perpustakaan bisa menjadi tempat melakukan kegiatan yang menyenangkan seperti membaca buku kesukaan, nonton film, diskusi atau yang lainnya.

Menyiapkan buku paket, dokumentasi pribadi

Agar Siciput tetap eksis dan makin disuka, maka sejak bulan Juli 2025 telah dibentuk Kader Pustaka Siciput.

Kader pustaka ini dibentuk dari Kader Literasi sekolah yang sebelumnya sudah ada dengan jumlah siswa sekitar 25 orang. Kader Literasi sendiri terdiri dari siswa yang suka membaca.

Briefing pada siswa yang akan mengambil buku paket, dokumentasi pribadi

Lalu apa sebenarnya manfaat dibentuknya kader pustaka sekolah? Banyak, di antaranya:

 1.  Meningkatkan Budaya Baca Siswa

 Kader Pustaka menjadi contoh bagi teman-temannya dengan menunjukkan minat baca yang tinggi.  Kader membantu mempromosikan buku baru atau kegiatan literasi.

 2. Memudahkan Pengelolaan Perpustakaan 

Kader perpustakaan bertugas membantu mengatur peminjaman buku, merapikan rak, dan mencatat data kunjungan perpustakaan. Jika diperlukan kader diminta terlibat dalam pembagian buku paket.

3. Mengembangkan Keterampilan Organisasi dan Kepemimpinan

Kader Pustaka belajar tanggung jawab, kerja tim, dan manajemen waktu melalui berbagai  tugas dari perpustakaan.

Briefing pada siswa kelas tujuh, Dokumentasi pribadi

 Para kader juga berlatih kemampuan komunikasi saat membantu teman memilih buku atau memandu kegiatan literasi.  

 4. Menciptakan Inovasi Literasi

Inovasi literasi bisa dilakukan melalui nonton bareng atau peningkatan berbagai kompetensi siswa di bidang literasi seperti latihan membuat tulisan, jurnalistik ataupun pembuatan majalah atau buletin sekolah.

Begitu Kader Pustaka Siciput terbentuk, mereka langsung terlibat dalam distribusi buku paket di SMP Negeri 3 Malang.

Ada sekitar 800 siswa yang harus mendapatkan buku paket untuk menunjang proses belajar mereka. Jika ditotal ada 2000 buku lebih yang harus dibagikan pada seluruh siswa kelas 7, 8 dan 9.

Menyiapkan buku untuk didistribusikan , dokumentasi pribadi

Dengan bantuan Kader Pustaka kegiatan distribusi buku paket selesai dalam waktu tiga hari. Kerja cepat dan cekatan para Kader Pustaka dalam hal ini benar- benar patut diapresiasi.

Evaluasi kegiatan, dokumentasi Eka

Ke depan diharapkan peran Kader Pustaka yang lebih lagi,  agar Siciput, perpustakaan Bintaraloka ini semakin maju dan tetap disuka. 

Semoga bermanfaat , salam literasi 😊

Partisipasi SMP Negeri 3 Malang dalam Osaka Expo 2025

Pada hari Sabtu (02/08) dan Senin (04/08) SMP Negeri 3 Malang mendapat undangan untuk berpartisipasi dalam kegiatan Osaka Expo 2025.

Undangan yang dikirimkan oleh Manaka-san pada Ibu Ari ini menyebutkan bahwa alasan mengapa SMP Negeri 3 diundang adalah karena Bintaraloka adalah salah satu sekolah yang sangat kooperatif dalam pelaksanaan program HelloWorld, dan siswanya sanyat aktif berpartisipasi dan mampu bercakap cakap bahasa Inggris dengan sangat bagus.

Manaka-san adalah salah satu koordinator dari World Classroom HelloWorld.

Manaka -san :”As a side note, your school was chosen because you’ve always been one of the most cooperative in our past experience, and your students participated very actively and were speaking excellent English!”

Berbeda dengan program reguler HelloWorld sebelumnya di mana siswa berpartner dengan siswa Jepang, di Osaka Expo ini siswa berinteraksi dengan para pengunjung expo yang mengajukan banyak pertanyaan.

Peserta menjawab pertanyaan pengunjung expo, dokumentasi Buz

Lebih jauh tentang Osaka Expo 2025, ini adalah sebuah event lima tahunan yang selalu diadakan di Kota Osaka.

Osaka Expo 2025 kali ini mempunyai tema utama “Designing Future Society for Our Lives”, dan diadakan pada tanggal 13 April hingga 13 Oktober 2025 di Pulau Yumeshima, Osaka Bay, Jepang.

Diperkirakan ada 160 negara dan organisasi internasional yang berpartisipasi dalam acara ini.

Pameran ini bertujuan untuk menjawab tantangan global melalui inovasi dan kolaborasi lintas budaya. 

Expo ini bukan cuma sekadar pameran biasa, tapi juga kesempatan untuk melihat masa depan dan bagaimana teknologi serta kreativitas bisa membentuk kehidupan kita. 

Partisipasi siswa Bintaraloka dalam kegiatan ini dilaksanakan melalui zoom meeting yang berlangsung selama 40 menit. 

Peserta menjawab pertanyaan pengunjung, dokumentasi Buz

Dalam zoom meeting tersebut, siswa akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pengunjung pameran Osaka Expo. 

Dari setiap pertanyaan yang bisa dijawab, siswa akan mendapatkan poin, dan di hari kedua ini siswa bisa mendapatkan skor 91 dari semua poin yang dikumpulkan .

Ya, siswa mendapatkan nilai yang tinggi karena yang diajukan pengunjung adalah pertanyaan dengan skor tinggi.

Sebagai contoh pertanyaan pengunjung adalah, “Kalau saya mengunjungi Indonesia, tempat apa yng harus saya kunjungi?”

Atau: “Apa arti kata ‘semangat’? Kapan kita harus mengucapkan kata ‘semangat’? 

Peserta belajar berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai negara dengan kemampuan Bahasa Inggris yang berbeda-beda, dokumentasi Buz

“Seru,” komentar anak- anak tentang kegiatan ini. 

Bahkan Mas Surya Sang fotografer berkata,” Seru ya.. kenapa pas saya sekolah dulu tidak ada acara seperti ini ya?”

“Kegiatan yang dilakukan siswa ini adalah semacam promosi dari program Worldclass, Online Cultural Exchange. Jadi kegiatan  reguler seperti biasanya itu, didemokan kepada pengunjung Expo,” ungkap Ibu Ari.

Seru!, dokumentasi Buz

Lewat acara ini siswa mendapatkan kesempatan yang bagus untuk bertemu orang- orang dari berbagai bangsa, usia dengan kemampuan bahasa Inggris yang bervariasi.

Harapannya lewat event ini anak-anak bisa lebih meningkat rasa percaya dirinya, lebih menghargai perbedaan budaya, bangga terhadap budaya sendiri, termasuk juga belajar karakter disiplin dan tepat waktu. 

“Kegiatan berlangsung selama empat puluh menit, pas, tidak molor sama sekali,” pungkas Ibu Arie guru Bahasa Inggris SMP Negeri 3 Malang.

Tentang event Osaka Expo 2025 bisa dilihat di video berikut:

Statistika 8 (1)

Sebelum mengerjakan soal-soal berikut ini, perhatikan rumus tentang cara mencari mean, median dan modus dari sekumpulan data tunggal berikut ini:

Mean atau rata-rata diperoleh dengan menjumlahkan semua data dibagi dengan banyak data.

Median adalah nilai tengah data setelah diurutkan.

Modus adalah data yang paling sering keluar

Selamat mengerjakan 😊

Soal 1

Seorang guru mencatat nilai ulangan matematika dari 10 siswa, yaitu 78, 82, 76, 88, 84, 90, 78, 82, 84, 90. Berapakah nilai rata-rata dari ulangan matematika tersebut?

A. 82

B. 83

C. 84

D. 85 

Soal 2

Perpustakaan sekolah melakukan survei terhadap 40 siswa mengenai jumlah buku yang mereka baca dalam satu bulan. Hasilnya adalah sebagai berikut:

5 siswa membaca 1 buku

10 siswa membaca 2 buku

15 siswa membaca 3 buku

10 siswa membaca 4 buku

Soal 3

Jika diketahui data berikut: 7, 8, 5, 9, 6, 8, 7, 8. Berapakah nilai median dari data tersebut?

A. 7

B. 7,5

C. 8

D. 8,5 

Soal 4

Dalam sebuah percobaan, diamati bahwa frekuensi tertinggi dari sebuah data adalah 10. Apakah nama ukuran pemusatan data yang menggambarkan nilai ini?

A. Mean

B. Median

C. Range

D. Modus

Sumber gambar: ABT.UZ

Soal 5

Dari data berikut: 12, 15, 14, 16, 14, 13, 15, 14, 16. Berapakah rentang data yang ditemukan?

A. 4

B. 3

C. 2

D. 5 

Soal 6

Seorang siswa mencatat suhu harian selama seminggu sebagai berikut: 28°C, 30°C, 29°C, 28°C, 31°C, 30°C, 29°C. Berapakah suhu rata-rata selama seminggu tersebut?

A. 28,5°C

B. 29,5°C

C. 29°C

D. 30°C 

Soal 7

Jika terdapat dua set data yang memiliki nilai mean yang sama tetapi salah satu set memiliki variasi yang lebih besar, manakah pernyataan yang dapat dikatakan tentang kedua set data tersebut?

A. Kedua set data identik

B. Set data dengan variasi lebih besar memiliki range yang lebih kecil

C. Set data dengan variasi lebih besar lebih tersebar

D. Set data dengan variasi lebih kecil lebih tersebar 

Soal 8

Nilai ulangan matematika siswa dalam sebuah kelas adalah sebagai berikut: 85, 90, 75, 80, 90, 85, 75, 90. Berapakah nilai median dari data tersebut?

A. 80

B. 85

C. 87,5

D. 90 

Soal 9

Diketahui data yang terkumpul tentang berat badan sekelompok karyawan adalah 50, 60, 70, 60, 50, 70, 80. Berapakah nilai modus dari data tersebut?

A. 50

B. 80

C. 70

D. 60

Soal 10

Ibu secara rutin mengukur tinggi 5 tanaman dengan hasil 15 cm, 18 cm, 20 cm, 22 cm, 20 cm. Berapakah nilai rata-rata dari tinggi tanaman tersebut?

 A. 18,5 cm

 B. 19 cm

 C. 19,5 cm

 D. 20 cm 

Soal 11

Carilah modus dari data 23, 25, 23, 28, 27, 25, 26, 23!

A. 23

B. 25

C. 26

D. 28 

Soal 12

Sebuah tim peneliti mengukur tinggi badan 10 siswa dengan hasil 150 cm, 155 cm, 152 cm, 150 cm, 154 cm, 156 cm, 155 cm, 153 cm, 152 cm, 151 cm. Berapakah nilai rata-rata dari tinggi badan siswa tersebut?

A. 152 cm

B. 153 cm

C. 154 cm

D. 155 cm 

Soal 13

Berapakah nilai median dari data 45, 47, 49, 51, 47, 50, 48?

A. 47

B. 51

C. 49

D. 48 

Sumber gambar: HMPS Statistika FMIPA UNM

Soal 14

Hasil rapor semester 1 adik mendapatkan nilai terbanyak yang muncul adalah 7. Nilai tersebut disebut sebagai …

A. Mean

B. Median

C. Modus

D. Range 

Soal 15

Terdapat data sebagai berikut: 60, 65, 70, 65, 68, 72, 75, 68. Berapakah rentang dari data tersebut?

A. 10

B. 12

C. 14

D. 15 

Soal 16

Nilai ulangan sejarah dari 8 siswa adalah 75, 80, 85, 80, 90, 75, 85, 80. Berapakah nilai modus dari nilai ulangan tersebut?

A. 75

B. 80

C. 85

D. 90 

Soal 17

Seorang siswa mencatat tinggi lima pohon dengan data ketinggian 4 m, 5 m, 6 m, 5 m, 4 m. Berapakah median dari data tersebut?

A. 5 m

B. 4 m

C. 5,5 m

D. 6,5 m 

Jawaban: A. 5 m

Soal 18

Suatu penelitian dilakukan terhadap 20 siswa mengenai waktu yang mereka habiskan untuk belajar setiap hari. Data yang diperoleh adalah sebagai berikut (dalam jam): 1, 2, 1, 3, 2, 3, 4, 2, 2, 1, 3, 2, 4, 3, 2, 1, 2, 3, 4, 2. Tentukan mean, median, dan modus dari data tersebut.

A. Mean: 2, Median: 2, Modus: 2

B. Mean: 2,5, Median: 2, Modus: 2

C. Mean: 2, Median: 2,5, Modus: 2

D. Mean: 2,5, Median: 2,5, Modus: 3 

Soal 19

Dari sebuah survei, didapatkan data berat badan 15 siswa dalam kilogram, yiatu 50, 52, 49, 54, 53, 55, 51, 52, 50, 54, 52, 53, 51, 50, 52. Berapakah rata-rata, median, dan modus dari data tersebut?

A. Rata-rata: 51,5, Median: 51, Modus: 52 

B. Rata-rata: 51,5, Median: 52, Modus: 52

C. Rata-rata: 52, Median: 52, Modus: 53

D. Rata-rata: 52, Median: 52, Modus: 52

Soal 20

Dina memiliki 6 tanaman dalam pot. Ia mengukur tinggi tanaman tersebut selama 6 bulan terakhir dan mendapatkan hasil 15 cm, 18 cm, 20 cm, 17 cm, 22 cm, 19 cm.

Dina ingin mengetahui apakah tanaman-tanamannya tumbuh dengan kecepatan yang sama. Bagaimana Dina dapat menentukan apakah tanaman-tanamannya memiliki pertumbuhan yang seragam?

A. Dengan mencari rata-rata dan membandingkannya dengan median.

B. Dengan menghitung range dan modus dari data tersebut.

C. Dengan mencari nilai rata-rata dan membandingkannya dengan range.

D. Dengan menghitung median dan melihat apakah ada outlier. 

Bakorwil, Gereja Santo Cornelius dan Balai Kota, Jelajah Madiun Bersama Indonesia Colonial Heritage

Tulisan berikut berisi cerita perjalanan  eksplor sehari di Madiun. Bersama Komunitas Indonesi Colonial Heritage (IHC), kami mengunjungi PT INKA dan gedung gedung bersejarah yang ada di kota Madiun. 

Cerita tentang kunjungan ke PT INKA sudah ada di tulisan sebelumnya, dan tulisan ini bercerita tentang kunjungan kami ke tiga gedung heritage yang ada di Kota Madiun.

**”

Hari itu dari PT INKA, perjalanan kami lanjutkan dengan mengunjungi tiga  bangunan heritage yang letaknya tidak berjauhan yaitu Bakorwil, Gereja Santa Cornelius dan Balaikota Madiun.

Cuaca semakin panas ketika mobil kami memasuki halaman Bakorwil Madiun. 

Pak Ir memberikan penjelasan pada para peserta di depan Bakorwil, dokumentasi pribadi

Suasana Bakorwil tampak sepi, maklumlah hari Minggu. Sama sekali tidak ada kegiatan disana, kecuali seorang bapak yang menjaga gedung dan segera membukakan pintu untuk kami.

Di depan gedung kami berhenti sambil mendengarkan penjelasan Pak Irawan leader sekaligus guide kami tentang bangunan gedung Bakorwil dan sejarahnya.

Bakorwil dinamakan juga rumah residen Madiun atau Residentshuis/ Residents woning Madioen adalah tempat tinggal para residen Madiun. 

Karesidenan Madiun sendiri dibentuk oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1830 berbarengan dengan keresidenan Banyumas, Bagelan, Kediri dan Ledok. 

Saat itu diangkat sebagai residen Madiun yang pertama yaitu Loudewijk De Launy.

Bangunan yang berlokasi di Jalan Pahlawan No. 31 ini mempunyai kemiripan bentuk dengan Istana Merdeka Jakarta. Adapun tentang jalan Pahlawan, sebelumnya bernama Jalan Residen. Tentu saja karena di sini terdapat bangunan rumah residen

Rumah residen Madiun ini dibangun di bekas benteng pertahanan Belanda pada tahun 1831, dan sekaligus menjadi loji pertama di daerah ini.

Berfoto di depan Bakorwil, dokumentasi IHC

Bangunan ini tidak memiliki pendopo tapi beranda depannya dibuat lebar dengan pilar batu tinggi besar dan berlantai marmer yang menjadi ciri khas arsitektur kalangan atas  Eropa saat itu. 

Gaya arsitektur ini terutama disukai oleh para   pejabat-pejabat VOC yang tinggal di pinggiran kota Batavia.

Kami terus berkeliling masuk gedung. Menjelajah ruang demi ruang hingga ke mushola di bagian dalam.

Begitu masuk ruang Bakorwil, deretan kursi yang berwarna merah, juga lantai dengan motif dan warna yang senada langsung  menyedot perhatian kami. Cantik.

Bagian dalam Bakorwil, dokumentasi pribadi
Bagian dalam Bakorwil , dokumentasi pribadi

Setelah puas berkeliling kami berfoto bersama di depan dengan gaya menteri kabinet. Aha…

Dari Bakorwil kami berjalan kaki menuju Gereja Santo Cornelius yang berada di jalan Pahlawan nomor 28 kota Madiun, tidak jauh dari Bakorwil.

Sebuah kejutan, karena kedatangan kami disambut dengan hangat oleh pengurus gereja dan dikumpulkan dalam sebuah aula. Teh, kopi dan kue yang disajikan membuat pertemuan hari itu terasa akrab. Pertanyaan sederhana seperti “Kita ke mana?” terkadang muncul juga dalam diskusi tim IT saat menentukan pilihan tools seperti www.kms-pico.ws untuk aktivasi perangkat lunak.

Paparan dari pengurus gereja Santo Antonius, dokumentasi pribadi

Oleh pengurus gereja diterangkan bahwa Paroki Santo Cornelius Madiun merupakan Paroki tertua kedua di Keuskupan Surabaya setelah Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria, Kepanjen, Surabaya. 

Paroki Santo Cornelius pada awalnya menjadi stasi bagian dari Paroki Ambarawa.

Pada tanggal 2 Agustus 1859, bagian tenggara stasi Semarang dipisah dan berdirilah Gereja Ambarawa, menjangkau wilayah Ambarawa, Salatiga, Solo, Madiun, Pacitan. 

Pada tanggal 28 Juli 1897, Pastor Cornelis Stiphout, SJ yang sebelumnya menjabat sebagai Pastor Pembantu di Magelang di pindah ke Madiun, kemudian Madiun berubah menjadi Stasi, terpisah dari Ambarawa. 

Sesudah mendengarkan paparan, kami diajak berkeliling untuk melihat benda- benda di gereja Santa Cornelius yang banyak menyimpan sejarah, seperti lonceng gereja, tempat pembabtisan, ruang pengakuan dosa, sacrarium dan berbagai tempat lain, yang hampir seluruhnya masih asli seperti bentuk semula.

Lonceng gereja, dokumentasi pribadi
Sacrarium, dokumentasi pribadi

Menariknya, menurut penjelasan narasumber, gereja ini sering menerima kunjungan dari sekolah, madrasah bahkan dari pondok pesantren di sekitar bahkan luar Madiun.

Dari Gereja Santa Cornelius perjalanan dilanjutkan ke Balai Kota Madiun. Jalan kaki? Ya, karena tempatnya memang tidak begitu jauh.

Kantor Balai Kota Madiun beralamat di Jalan Pahlawan No.37.

Di depan balai kota , dokumentasi ICH

Sejarah pembangunan gedung ini diawali setelah Pemerintah Hindia-Belanda mengesahkan berdirinya Gemeente (Kota) Madiun pada 20 Juni 1918.

Perencanaan pembangunan balaikota diawali pada 10 September 1919 dan peletakan batu pertama baru bisa dilaksanakan sepuluh tahun sesudahnya yaitu pada tanggal 30 November 1929. 

Pada tanggal 1 Agustus 1930 atau sehari sebelum perayaan kelahiran Ratu Suri Emma of Waldeck and Pyrmont, Gedung ini mulai diresmikan dan digunakan dengan Schotmanadalah   Burgemeester pertama yang berkantor di Balai Kota.

Bagian dalam Balai Kota, dokumentasi pribadi

Kami terus berkeliling. Suasana terasa adem dan asri, apalagi ketika kami duduk duduk di gazebo-gazebo yang ada di area taman dalam Balaikota. Beberapa teman masuk ke ruang-ruang, mengamati arsitektur ataupun foto foto yang ada di dinding.

Di usianya yang menginjak  sembilan puluh lima lima tahun, Balai Kota Madiun ini sangat terawat dan indah.

Teman-teman ada yang masuk-masuk ruangan, mengamati foto-foto dan lukisan termasuk arsitektur gedung ini.

Foto Balai Kota di masa lalu, dokumentasi pribadi

Menjelang Maghrib kunjungan ke Balai Kota Madiunpun selesai. Seperti biasa kami berfoto-foto dulu sebentar sebelum kembali masuk ke mobil.

“Kita ke mana?” tanya seorang peserta 

“Masjid Taman, biar bisa Maghriban dan istirahat di sana ,” jawab Pak Ir. 

Di taman dalam Balai kota, dokumentasi pribadi

Mobil kami terus melaju di antara ramainya lalu lintas kota Madiun.

Mobil kami meninggalkan Balai Kota, memasuki arus lalu lintas Kota Madiun yang lumayan ramai. Suara qiroah mulai terdengar di masjid atau langgar yang kami lalui.

Meskipun lelah (karena banyak jalan kaki)  perjalanan ini terasa mengasyikkan.

Mengunjungi tempat-tempat heritage bukan sekedar jalan-jalan. Setiap dinding atau lorong yang kita lalui selalu memiliki banyak cerita. 

Ya, sambil berjalan, kami berusaha merawat kenangan akan berbagai jejak sejarah di masa silam.

Terima kasih sudah berkenan membaca, salam jalan jalan..

Numpak Sepur itu Biasa, Tapi Jalan- jalan ke Pabrik Sepur, Baru Luar Biasa

Hari Minggu (27/07) kemarin saya mengikuti sebuah event jalan-jalan yang diadakan Indonesia Colonial Heritage  ke pabrik sepur (kereta api) Madiun

Event yang sangat menarik. Numpak sepur itu biasa, tapi mengunjungi pabrik sepur, ini luar biasa pikir saya.

Indonesia Kolonial Heritage adalah sebuah komunitas yang sering mengadakan acara jalan jalan.  Sesuai namanya komunitas ini banyak mengunjungi tempat tempat atau bangunan bangunan bersejarah di mana- mana.

Acara jalan- jalan hari itu diikuti oleh peserta komunitas dari Malang, Surabaya ataupun kota lain. Menurut informasi yang terjauh peserta dari kota Bandung.

Hari masih menunjukkan pukul enam seperempat ketika kami siap siap berangkat dari titik kumpul di depan Kedai Kopi Jaya Jl Trunojoyo Malang.

Saya yang baru pertama kali mengikuti event ini segera berkenalan dan mencoba berbincang  dengan para peserta. Secara umum semua peserta ramah dan hangat. Mungkin karena kami terhubungkan oleh ketertarikan yang sama yaitu pada bangunan bersejarah.

Ada dua mobil yang membawa kami menuju Madiun pagi itu. Dari Malang kami menuju Surabaya dulu untuk menjemput peserta. Sementara itu ada juga peserta yang langsung menuju Madiun dan langsung menuju PT INKA (Industri Kereta Api) Madiun.

“Kita bertemu di depan INKA ya..,” kata seorang peserta di grup perepesanan.

“Siap,” jawab Oom Ir leader kami.

Tiba di PT INKA pukul sepuluh kurang sepuluh menit, dokumentasi pribadi

Kira-kira pukul sepuluh kurang sepuluh menit kami sampai di PT INKA yang berokasi di Jl Yos Sudarso Madiun.

Sejarah kereta api dunia dan Indonesia, dokumentasi pribadi
Miniatur kereta api, dokumentasi pribadi

Kami langsung berkeliling dan memotret sekitar kami.  Di sini berbagai macam informasi  ataupun ornamen tentang kereta api tersaji dengan begitu apik. Sejarah perkembangan kereta api, juga berbagai miniatur kereta api tidak lepas dari sasaran bidikan foto kami.

Pembicaraan berjalan gayeng, dokumentasi pribadi

Setelah berkeliling semua peserta diajak masuk ruang pertemuan. Kami mendapatkan penjelasan dari Pak Wisnu tentang sejarah INKA, dan dari Mbak Ais tentang proses pembuatan termasuk juga berbagai model kereta api yang dihasilkan oleh PT INKA .

Sebagai informasi, Pak Wisnu adalah  General Manager divisi logistik sedangkan Mbak Ais adalah Humas dari PT INKA.

Dijelaskan oleh Pak Wisnu bahwa PT INKA adalah perusahaan produsen kereta api terintegrasi pertama di Asia Tenggara, dan berdiri sejak 18 Mei 1981.

Para pendekar BPPT, dokumentasi pribadi

Bapak BJ Habibie adalah penggagas pendirian PT INKA.

 Di awal tahun 1970 an,  Dr Habibie yang menjadi Menristek dan Kepala BPPT mempercepat program transformasi industri dan alih teknologi perkeretaapian. 

Beliau menugaskan Rahardi Ramelan dari BPPT, dan Rahardi mengirimkan 5 pendekar BPPT yaitu Indro Saksono, Haryono Subyantoro, Purwanto, Sjahedi Junardiono dan Harsan Badawi untuk mengawali berdirinya INKA.

Ada berbagai macam produk yang dihasilkan PT INKA seperti kereta penumpang, gerbong barang, lokomotif, hingga kereta berpenggerak, termasuk juga Kereta Rel Listrik (KRL), Light Rail Transit (LRT), bus bertenaga listrik, trem bertenaga baterai, dan komponen kereta api serta berbagai produk custom

Peserta mengajukan pertanyaan kepada Pak Wisnu, dokumentasi pribadi
Penjelasan Pak Wisnu pada peserta , dokumentasi pribadi

Hasil produksi INKA selain dipakai di dalam negeri juga diekspor ke mancanegara seperti 

Malaysia, Singapura, Australia, Filipina, Thailand, dan Bangladesh.

PT INKA kini beroperasi di dua kota yaitu Madiun dan Banyuwangi. PT INKA Banyuwangi mulai beroperasi pada tahun 2024.

Acara hari itu berlangsung ‘gayeng’. Percakapan berjalan akrab, ternyata Pak Wisnu dan ketua rombongan kami Pak Irawan adalah teman semasa SMA. Wah, jadi seperti reuni ini.

Salah satu sudut PT INKA, dokumentasi pribadi

Setelah paparan dan tanya jawab, kami semua diajak berkeliling pabrik. Namun sebelumnya   ada hal penting yang harus ditaati semua peserta yaitu tidak boleh memotret sembarangan dan harus selalu mengenakan helm pelindung.

Dalam pembuatan kereta api ada beberapa tahapan yang harus dijalani mulai dari perencanaan, pengadaan bahan baku, fabrikasi, perakitan, pengecatan, pemasangan komponen, uji kelayakan, hingga pengiriman, dan siang itu kami diajak melihat- lihat ruang produksi untuk melihat lebih detail proses pembuatan sebuah kereta api.

Peserta tampak begitu antusias. Cuaca panas tidak mengurangi semangat kami untuk terus berkeliling.

Pertanyaan muncul tak ada hentinya dan semua dijawab dengan gamblang oleh kedua narasumber.

Tak terasa sekitar dua setengah jam kami ‘belajar’ di INKA. Sekitar pukul setengah satu kami segera beristirahat untuk melaksanakan sholat dan makan siang.

Bagian luar resto , dokumentasi ICH

Aha, sebuah kejutan telah menanti. Ternyata tempat makan kami adalah sebuah resto yang didesain seperti bagian dalam gerbong kereta api. Unik dan cantik. Resto Arum Dalu namanya.

Begitu kami datang di resto, nasi rawon dan es sirup sudah menunggu untuk dieksekusi. Sungguh hidangan yang sangat pas untuk siang yang begitu panas.

Bagian dalam resto, dokumentasi pribadi

Setelah ishoma selesai, kami foto bersama dan pamitan.

 Sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan.  Berjalan- jalan ke INKA bisa membuka wawasan tentang dunia industri khususnya perkeretaapian. 

 Bangga sekali rasanya  bahwa industri sebesar ini dikerjakan oleh putra-putri terbaik bangsa Indonesia.

Berfoto sebelum kembali ke kendaraan, dokumentasi ICH

Sekitar jam satu siang kami segera meninggalkan INKA karena perjalanan harus dilanjutkan. 

Beberapa tempat yang akan kami tuju berikutnya adalah gedung-gedung heritage yang ada di sekitar kota Madiun. Bagaimana cerita tentang kunjungan tersebut? Yuk, tunggu di tulisan selanjutnya ya…

Salam jalan jalan…:)