Gempita Perayaan Bulan Bahasa 2026 di Bumi Bintaraloka

Oktober adalah bulan yang Istimewa di Bintaraloka. Betapa tidak? Setelah siswa disibukkan dengan Pilketos dan pelantikannya, akhir bulan Oktober ini siswa kembali disibukkan dengan perayaan bulan bahasa.

Bulan Bahasa adalah peringatan yang dilaksanakan bertepatan dengan bulan dilaksanakannya Sumpah Pemuda. Ya, salah satu poin dalam Sumpah Pemuda adalah menjunjung tinggi Bahasa persatuan Bahasa Indonesia.

Peserta lomba poster digital, dokumentasi pribadi

Dalam pelaksanaannya lomba-lomba yang diadakan di sekolah bukan hanya Bahasa Indonesia, tapi juga Bahasa Inggris dan Bahasa Jawa, seperti tema yang diangkat dalam lomba ini yaitu Membumi dengan Bahasa Daerah, Menyatu dengan Bahasa Indonesia, Mendunia dengan Bahasa Inggris, Harmoni dalam Budaya.

Kegiatan perayaan Bulan Bahasa diawali dengan apel pembukaan dengan pembina Bapak Mahmud. Dalam pidatonya Pak Mahmud mengajak semua siswa mengikuti lomba-lomba yang diadakan dengan sebaik-baiknya.

Peserta lomba poster manual, dokumentasi pribadi

Diungkapkan oleh Ibu Happy ketua pelaksana Bulan Bahasa tahun 2026 ini akan diisi dengan delapan belas jenis lomba, baik berupa lomba perorangan atau kelompok. Lomba-lomba tersebut meliputi cipta dan baca puisi, speech, MC, dongeng, drama, mading, paduan suara dan banyak lagi.

Persiapan sebelum tampil, dokumentasi pribadi

Semangat siswa dalam mengikuti lomba lomba ini patut diacungi jempol. Di arena lomba padsu kita bisa menikmati lantunan lagu Rukun Sama Teman dan lagu lagu nasional.

Tampilan peserta lomba padsu, dokumentasi pribadi
Siap berlomba, peserta cipta dan baca puisi, dokumentasi pribadi

Di ruang lomba cipta dan baca puisi kita bisa menikmati tampilan penuh semangat dari para peserta. Demikian juga di lokasi-lokasi pelaksanaan lomba yang lain, banyak hal istimewa yang kita dapatkan.

Persiapan peserta musikalisasi puisi sebelum tampil, dokumentasi pribadi

Berbagai karakter baik begitu tampak, seperti kerjasama, kekompakan, saling mendukung dan saling menyemangati di antara para peserta.

Akhirnya, delapan belas lomba telah digelar. Di balik gempita Perayaan Bulan Bahasa ada pesan yang patut kita renungkan. Tentang betapa pentingnya menguasai bahasa daerah, bahasa Indonesia juga bahasa asing.

Tampilan peserta lomba musikalisasi puisi, dokumentasi pribadi

Menguasai bahasa daerah berarti kita menjaga akar dan identitas kita. Bahasa Jawa adalah warisan yang menghubungkan kita dengan leluhur dan budaya tempat kita tumbuh. 

Menguasai Bahasa Indonesia berarti kita mampu menyatu sebagai satu bangsa, karena bahasa persatuan inilah yang merajut keberagaman menjadi kesatuan, sebagaimana diikrarkan dalam Sumpah Pemuda pada tahun 1928. 

Persiapan peserta sebelum tampil, dokumentasi pribadi

Dan yang terakhir,  menguasai bahasa Inggris berarti kita membuka pintu untuk mendunia, mampu berkomunikasi, belajar, dan bersaing di kancah global tanpa kehilangan jati diri.

Lomba Mading, dokumentasi pribadi

Ketiganya bukan pilihan, melainkan keseimbangan: membumi dengan bahasa daerah, menyatu dengan bahasa Indonesia, mendunia dengan bahasa Inggris, harmoni dalam budaya.

Semangat Bulan Bahasa! Semakin berprestasi siswa Bintaraloka!

Yuli Anita

Published by

Yuli Anita

"The more that you read, the more things you will know. The more that you learn, the more places you’ll go."

Leave a Reply

Your email address will not be published.