Selamat Jalan Pak Burhan, Pembacaan Yasin dan Tahlil di Bumi Bintaraloka

Pagi ini langit begitu cerah. Sesuai jadwal di kegiatan pasca PAS hari yang pertama ini akan diadakan doa bersama yang berintikan pembacaan Yasin dan tahlil untuk almarhum Bapak Burhannudin yang wafat pada hari 27 November 2022.

Tahlil dan Yasin dipimpinPak Muhaimin danPak Abid, Dokumentasi Bu Any

Bapak Burhanuddin adalah sosok yang sangat akrab bagi warga Bintaraloka. Ya, beliau pernah menjabat sebagai kepala SMP Negeri 3 Malang dan banyak hal yang beliau lakukan selama itu.

Paparan dari Bu Ninik, dokumentasi Anggita

Menurut paparan Bu Ninik sebelum acara doa dimulai, Pak Burhan adalah perintis RSBI, peletak batu pertama pembangunan Masjid Bintaraloka, penggagas dikenakannya seragam celana dan rok panjang untuk siswa SMP Negeri 3 yang akhirnya banyak diikuti SMP lain di kota Malang, juga perintis sister school, kerjasama antara SMP Negeri 3 dengan sebuah sekolah di Singapura.

Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Bintaraloka tanggal 26 Juli 2013, dok. P. Helmy

Tidak hanya akrab di hati warga SMP Negeri 3 Malang, jabatan beliau sebagai ketua MKKS SMP kota Malang, juga ketua PGRI membuat Pak Burhan banyak berinteraksi dengan siapa saja sehingga banyak dikenal utamanya di lingkup dunia pendidikan.

Bahkan saya punya kenangan saat mengunjungi SMP Sleman Depok bersama rekan rekan guru matematika se Asean ketika acara Seameo di Jogjakarta.

Ketika acara ramah tamah saya ditanya oleh Kepala SMP Negeri Depok Sleman.
“Ibu dari Malang? ” tanya beliau
“Benar, Bu, ” jawab saya
“SMP berapa? “
“SMP negeri 3,” jawab saya lagi. Sejenak Ibu kepala sekolah terkejut dan langsung tertawa sambil menyalami saya.
” Ah, kami banyak belajar pada SMP Negeri 3.., salam saya buat Pak Burhan, ” kata beliau lagi.
Saya sungguh terkesan, bahkan sampai jauh di luar Malang beliau dikenal, pikir saya.

Acara pagi itu diawali dengan pembacaan Surah Yasin dengan dipandu oleh Pak Muhaimin dan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa yang dipimpin oleh Pak Abid.

Peserta doa bersama, dokumentasi Bu Any

Hari itu acara berjalan demikian khusyuk. Selain siswa, Bapak/Ibu guru dan Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang juga ikut serta dalam acara kirim doa ini.

Suasana doa bersama, dokumentasi Anggita

Acara yang dimulai pukul 07.00 itu berakhir hingga sekitar pukul 07.30.
Acara yang singkat namun cukup menjadikan renungan bagi kami bahwa setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Ya, jika Sang Pemilik Waktu sudah menghendaki, kemana lagi kita akan berlari?

Ucapan duka, dokumentasi Bintaraloka

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang dan manusia mati meninggalkan nama. Karya dan kebaikan Pak Burhan membuat nama beliau akan selalu kami kenang.

Akhirnya selamat jalan Pak Burhan, semoga Bapak mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah swt.

Mencetak Calon Pemimpin Berkarakter Melalui Kegiatan Geladian Pimpinan Regu Pramuka Bintaraloka

Jumat itu jam masih menunjukkan pukul setengah sebelas. Namun ada kesibukan yang nyata di gazebo. Sekitar empat puluh anak duduk sambil menyimak arahan dari pembina pramuka Kak Gerry.

Briefing peserta di gazebo, dokumentasi pribadi
Menjelang berangkat, dokumentasi pribadi

Aha, ternyata pramuka Bintaraloka mempunyai satu acara lagi. DIANPINRU, yang diadakan hari Jumat tanggal 4 Nopember 2022 bertempat di Precet Forest Park Wagir.

Siswa mengikuti pengarahan dengan cermat. Tentu saja. Semua yang dipaparkan Pak Gerry adalah hal-hal yang berkaitan dengan DIANPINRU yang akan mereka jalani sejak Jumat sore hingga Sabtu siang keesokan harinya.

Sekilas tentang DIANPINRU (Geladian Pimpinan Regu)

Peserta Dian pinru, dokumentasi Anggita

DIANPINRU adalah singkatan dari Geladian Pimpinan Regu . DIANPINRU diikuti oleh siswa yang tergabung dalam pramuka inti. Ya, pramuka inti adalah motor dalam kegiatan pramuka bagi peserta pramuka yang lain.

Adapun tujuan dari kegiatan DIANPINRU adalah mengembangkan anggota penggalang agar:

  1. Dapat mengembangkan kepimipinan yang lebih cakap
  2. Meningkatkan kecakapan, keterampilan, dan kemampuan dalam teknik kepramukaan
  3. Mampu menanamkan kesadaran akan
    tugas dan kewajibannya sebagai pemimpin atau wakil pemimpin regu

Hal-hal yang dipelajari dalam kegiatan DIANPINRU adalah:

  1. Patriotisme
  2. Organisasi dan Administrasi
  3. Mampu memahami sikap kepimpinan dalam memimpin sebuah regu.

Kegiatan DIANPINRU Pramuka Bintaraloka di Precet Forest Park

Mendirikan tenda di tengah hujan, dokumentasi Anggita

Kegiatan DIANPINRU Bintaraloka tahun ini diadakan di Precet Forest Park dan diikuti oleh sekitar 42 siswa, 2 pelatih dan 13 pendamping.

Sekitar pukul setengah dua rombongan berangkat ke lokasi dengan menggunakan mikrolet dan mobil sekolah. Semua tampak begitu bersemangat. Ransel besar yang berisi berbagai macam perlengkapan, tongkat, tali melengkapai penampilan siswa siang itu.

Mendung tebal mengiringi keberangkatan rombongan. Hujan yang lebat membuat rombongan tiba di lokasi sekitar pukul empat sore.

Peserta tiba, dokumentasi Anggita

Precet Forest Park sebuah lokasi yang terletak di lereng gunung Kawi. Tempat dengan ketinggian lebih dari 1000 mdpl ini menyimpan banyak keindahan. Panoramanya yang dipercantik oleh aneka tanaman yang tumbuh liar tampak begitu memukau.

Kabut tebal yang turun menyambut kedatangan rombongan sore itu membuat suasana begitu eksotis.

Dikarenakan hujan yang terus turun apel pembukaan ditiadakan dan peserta langsung mendirikan tenda.

Di bawah guyuran hujan akhirnya tenda-tenda sebagai tempat berlindung pun berdiri di lokasi. Kehadiran beberapa tenda seolah cendawan cendawan kuning yang melengkapi keindahan Precet Forest Park kala itu.

Pembina pramuka, dokumentasi Jojo
Semangat meskipun hujan, dokumentasi Jojo
Kegiatan di masjid, dokumentasi Anggita

Sesudah tenda berdiri semua melaksanakan ishoma mulai pukul 17.00 hingga 19.00. Saat ishoma dimanfaatkan peserta untuk iistirahat, sholat dan makan. Acara sholat sekaligus dipakai sebagai penempuhan TKK peribadatan, dimana yang mudlim sholat berjamaah bersama teman-teman dan yang non muslim beribadah bersama Kak Gerry.

Sesudah ishoma siswa mendapatkan materi dari pelatih dan pembina yang meliputi:

  1. Struktural Pramuka Penggalang oleh Kak Gerry
  2. Pramuka Garuda oleh Kak Gia
  3. SKK dan SKU, TKK dan TKU oleh Kak Rahmat

Sesudah materi berakhir acara dilanjutka dengan api unggun. Acara tersebut dibuka dengan apel dan dilanjutkan dengan karang pamitran, yaitu saling sharing atau ngobrol antara kakak- kakak alumni dan adik-adiknya.

Api unggun, dokumentasi Anggita

Keesokan harinya siswa kembali menjalani berbagai penempuhan. Berbagai hal yang harus ditempuh sudah dipersiapkan oleh pembina dan pelatih. Termasuk di dalamnya halang rintang, KIM (Kepekaan Indera Manusia), juga memasak.

Oh ya, tidak seperti malam hari dimana siswa mendapat makan dalam bentuk kotakan, pagi itu semua harus memasak sendiri untuk sarapan. Semua tampak sibuk. Ada yang menanak nasi, menggoreng tempe, tahu atau membuat masakan yang lain. Sungguh hal yang mengasyikkan memasak bersama di tempat terbuka bersama teman-teman.

Memasak, dokumentasi Anggita

Melalui penempuhan dengan medan halang rintang siswa benar benar diuji kreatifitas, kerjasama, kegigihan dan kesetiakawanan mereka dalam menghadapi masalah.

Hal yang sangat disyukuri adalah saat kegiatan hujan tidak turun sehingga semua bisa berjalan sesuai yang direncanakan.

Sesudah berbagai kegiatan yang dilalui siswa melakukan bersih, diri sholat dan makan siang. Dan sesuai yang direncanakan tiba saatnya semua harus bersiap-siap kembali ke Bintaraloka.

Menandai berakhirnya acara DIANPINRU siang itu dilaksanakan apel dengan pembina Kak Herianto.

Salah satu kegiatan penempuhan TKK, dokumentasi Anggita
Selalu semangat, dokumentasi Anggita

Hal yang patut dibanggakan, meskipun ditempa dengan begitu banyak kegiatan siswa tampak begitu bersemangat. Mereka tampak begitu sehat dan gembira.

Selesai berkemas semua peserta naik kendaraan yang sudah menunggu. Perlahan kendaraan meninggalkan bumi Precet Forest Park. Alam seolah memberikan ucapan selamat jalan dengan begitu ramahnya.

Pelatih dan pendamping, dokumentasi Anggita

Betapa sebuah pengalaman yang mengesankan di bumi Precet Forest Park. Bumi dimana siswa mendapatkan banyak pengalaman berharga yang bisa menjadi bekal bagi mereka untuk menempa diri menjadi calon pemimpin yang berkarakter di masa depan.

Salam pramuka…!

Pilketos, Sebuah Cara Merayakan Demokrasi dengan Gembira

Senin pagi ini tidak ada upacara seperti biasanya.  Meski demikian kesibukan lapangan volly sudah tampak sejak pagi.  Ada yang menyiapkan meja,  kardus kardus berisi tab,  bahkan spanduk besar sudah terpasang di tengah lapangan.  Aha, hari ini proses Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos ) 2022 akan segera dilaksanakan. 

Memberikan suara, dokumentasi pribadi

Panitia yang terdiri dari siswa dan guru tampak begitu sibuk. Sebuah perhelatan besar akan dimulai,  dan semua harus disiapkan dengan rapi.

Sesudah pengarahan proses pemilihan  dimulai.  Siswa siap dalam barisan kelas masing-masing dan dengan tertib bergantian maju ke depan untuk memberikan suaranya. 

Siap memberikan suara, dokumentasi pribadi

Pemberian suara dilakukan lewat Sistem Informasi Manajemen Sekolah dengan user name dan password yang sudah diberikan sebelumnya.

Tidak hanya siswa,  bapak/Ibu guru juga ikut memberikan suaranya baik di lapangan maupun di ruang guru. 

Memberikan suara di lapangan, dokumentasi Apple
Memberikan suara di lapangan, dokumentasi pribadi
Memberikan suara di ruang guru, dokumentasi pribadi

Setelah memberikan suaranya, siswa atau guru segera menuju ke panitia yang sudah siap untuk memberikan stempel di tangan.  Dan sesudahnya semua langsung menuju ke kelas  untuk segera mengikuti pelajaran jam pertama. 

Sesudah memberikan suara, dokumentasi Bu Tjatur
Bapak/Ibu guru panitia, dokumentasi Apple

Meski demikian banyak juga di antara siswa yang memanfaatkan waktu untuk berfoto bersama di lapangan atau di depan spanduk Pilketos.  Benar-benar sebuah acara yang meriah.

Ya,  layaknya sebuah pesta demokrasi, Pilketos memang harus kita rayakan dengan gembira.

Salam Demokrasi… 🙂

Panitia dari siswa, dokumentasi Apple
Panitia dari siswa, dokumentasi Apple

Pilketos 2022, Sebuah Ajang Pembelajaran Demokrasi di Bumi Bintaraloka

Denting gitar mengiringi suara lembut dari Jacinda dan Arinina pagi itu.  Keduanya membawakan lagu yang demikian manis dan sempat membuat penonton bernyanyi mengikuti reffrainnya.  Ya,  pagi itu Bintaraloka kembali berpesta.  Tepatnya pesta demokrasi untuk memilih ketua OSIS periode 2022-2023.

Jacinda dan Arinina, dokumentasi pribadi

Pemilihan Ketua OSIS atau Pilketos adalah acara rutin yang diadakan setiap tahun di Bintaraloka.  Tujuannya adalah untuk memilih ketua OSIS baru untuk menggantikan ketua OSIS yang lama dan nantinya akan diikuti dengan penyusunan pengurus OSIS yang baru.

Layaknya sebuah kegiatan demokrasi pengajuan calon sebagai pengurus OSIS sudah dilakukan oleh siswa beberapa minggu sebelumnya.  Tidak mudah untuk mendaftar menjadi pengurus OSIS karena harus ada rekomendasi dari bapak/ibu guru pengajar yang menunjukkan bahwa siswa yang akan mengajukan diri sebagai pengurus OSIS tidak bermasalah. 

Sesudah dilaksanakan seleksi melalui LDK 1,  LDK2 dan wawancara, akhirnya tiga orang terpilih sebagai kandidat ketua OSIS 2022-2023. Kandidat tersebut adalah:

Lili Avisha, dokumentasi Apple
Amira Rizqia, dokumentasi Apple
Maharani Saskia, dokumentasi Apple

1. Lili Avisha

2. Amira Rizqia

3. Maharani Saskia Putri

Sebelum pemilihan dilaksanakan minggu depan tentunya pemilih harus mengenal ketiga calon,  baik profil maupun visi dan misinya. Untuk itu pada Jumat pagi itu dilaksanakan debat dan wawancara terbuka calon ketua OSIS SMP Negeri 3 Malang.

Acara diawali dengan perkenalan dan paparan visi dan misi masing-masing kandidat dan dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan pertanyaan yang diajukan baik oleh tim penanya atau guru dan siswa.

Mister Sony, Ibu Kepala Sekolah dan Pak Aksan, dokumentasi Apple
Pemandu acara, dokumentasi Apple

Bertindak sebagai pemandu acara pagi itu adalah Ghiena dan Falasiva,  dan sebagai tim penanya adalah Ibu Kepala Sekolah,  Bapak Aksan dan Mister Sony.

Beberapa pertanyaan yang dilontarkan  dijawab dengan sigap oleh masing  masing kandidat.  Siswa tampak begitu antusias menyaksikan jalannya debat dan wawancara terbuka ini.  Beberapa kali applaus diberikan oleh para siswa atas jawaban dari kandidat yang mereka jagokan. 

Siswa mengikuti jalannya acara dengan antusias, dokumentasi pribadi
Sebagian penonton acara debat dan wawancara, dokumentasi pribadi

Bapak Ibu guru juga tidak ketinggalan menyaksikan acara ini karena nantinya ikut berpartisipasi sebagai pemilih dalam pemilihan ketua OSIS periode 2022-2023

Dari kualitas jawaban yang diberikan oleh masing masing kandidat tidak salah kiranya jika ketiganya diajukan sebagai calon kdtua OSIS,  karena masing-masing memiliki keistimewaan.

Bapak/ibu guru ikut menyaksikan acara debat dan wawancara terbuka, dokumentasi pribadi

 Untuk mengetahui lebih jelas tentang visi dan visi masing masing calon bisa dilihat di youtube berikut ini. 

Acara hari itu berakhir kira-kira pukul delapan.  Lancarnya acara tidak luput dari kerja tim kesiswaan yang begitu solid mulai dari awal hingga akhir acara.

Sie dokumentasi, dokumentasi BBC

Sesudah debat dan wawancara terbuka tentunya semua sudah punya gambaran tentang siapa yang akan dipilih di Pilketos minggu depan.

Siapapun yang terpilih tentunya wajib didukung bersama karena siapapun yang menang dalam Pilketos tahun 2022 ini hakekatnya adalah kemenangan seluruh warga Bintaraloka.

Salam demokrasi…!

Dari Arena Latihan Dasar Kepemimpinan PMR Bintaraloka 2022

Jumat siang itu lapangan volly sudah tampak kegiatan yang nyata. Beberapa siswa berbaris dan di depan Ibu kepala sekolah dan beberapa bapak/ ibu guru sudah siap untuk melaksanakan apel. Ya, siang itu dilaksanakan apel pembukaan LDK PMR di Bumi Bintaraloka.

Apel pembukaan, dokumentasi PMR

Sekilas tentang Palang Merah Remaja

Palang Merah Remaja adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI, yang selanjutnya disebut PMR.

Lambang PMR , dokumentasi design

Jumlah anggota PMR yang tersebar di PMI kota atau kabupaten di seluruh Indonesia lebih dari 5 juta orang.

Anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.

Di Indonesia dikenal ada 3 tingkatan PMR sesuai dengan jenjang pendidikan atau usianya.

Satu : PMR Mula adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Dasar (10-12 tahun). Warna slayer hijau muda. PMR Mula berfungsi sebagai peer leadership, yaitu dapat menjadi model ketrampilan hidup sehat bagi teman sebaya.

Dua : PMR Madya adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Pertama (12-15 tahun). Warna slayer biru langit. PMR Madya berfungsi sebagai peer support, yaitu memberikan dukungan, bantuan, semangat kepada teman sebaya agar meningkatkan ketrampilan hidup sehat.

Tiga : PMR Wira adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Atas (15-17 tahun). Warna slayer kuning cerah. PMR Wira berfungsi sebagai peer educator, yaitu pendidik sebaya keterampilan hidup sehat.

Dalam PMR dikenal istilah Tri Bhakti PMR yang meliputi meningkatkan keterampilan hidup sehat, berkarya dan berbakti di masyarakat dan mempererat persahabatan nasional dan internasional.

LDK PMR SMP Negeri 3 Malang Tahun 2022

Salah satu program kerja PMR SMP Negeri 3 Malang ialah mengadakan latihan dasar kepemimpinan bagi setiap anggota nya.
Tujuan dari Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan ini adalah:

Pengalungan tanda peserta LDK pada apel pembukaan, dokumentasi PMR
  1. Merealisasikan program kerja PMR SMP Negeri 3 Malang.
  2. Melatih kepemimpinan para anggota PMR SMP Negeri 3 Malang.
  3. Menambah pengalaman dan wawasan setiap anggota PMR SMP Negeri 3 Malang.

Kegiatan LDK PMR ini dilaksanakan oleh 65 orang, yang meliputi 43 peserta, 12 pemateri /pendamping dan 10 panitia siswa.

LDK dilaksanakan mulai hari Jumat 14 Oktober sampai Sabtu 15 Oktober 2022 di SMP Negeri 3 Malang.

Adapun acara diklat dimulai dengan persiapan (presensi) dan sholat Ashar berjamaah di Jumat sore hari.

Sesudahnya acara dilanjutkan dengan apel pembukaan yang dipimpin oleh Ibu Kepala SMP Negeri 3 Malang. Di akhir apel Ibu Kepala Sekolah mengalungkan tanda peserta LDK pada dua peserta perwakilan.

Pendamping LDK, dokumentasi PMR
Petugas apel, dokumentasi PMR

Sesudah apel berakhir peserta mendapatkan Materi Pertolongan Pertama dari Kak Dima selama kurang lebih satu jam.

Petugas apel, dokumentasi PMR

Menjelang sholat Maghrib, peserta diperbolehkan beristirahat sampai pukul 19.00 dan acara dilanjutkan dengan pemberian materi tentang 7 prinsip dasar dan kepalang merahan dari Kak Disha.

Kak Dima dengan materi Pertolongan Pertama , dokumentasi PMR
Peserta LDK, dokumentasi PMR

Dalam materinya Kak Disha menerangkan tentang 7 prinsip dasar yang harus diketahui dan dilaksanakan oleh setiap anggotanya.

Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama “7 Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional” (Seven Fundamental Principle of Red cross and Red Crescent) yang meliputi: Kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan dan kesemestaan.

Kak Disha dengan materi 7 Prinsip dasar Palang Merah, dokumentasi PMR

Sesudah materi dari Kak Disha acara dilanjutkan dengan materi Kepemimpinan dari Pak Faqih.

Untuk mengasah kreatifitas, keberanian dan rasa percaya diri di pukul 21.00 diadakan pagelaran seni dan sekitar pukul 22.00 semua peserta diperbolehkan beristirahat.

Materi kepemimpinan dari Pak Faqih, dokumentasi PMR

Satu acara yang sangat menantang adalah jelajah malam. Acara yang dimulai pukul dua dini hari ini berisi pemantapan materi, dimana tiap peserta harus melewat 3 pos yang disediakan dan di setiap pos itu akan diulas tentang materi yg sudah diberikan.

Pentas seni, dokumentasi PMR

Pos pertama mengulas tentang kepemimpinan, pos kedua tentang kepalang merahan dan pos ketiga tentang 7 prinsip dasar palang merah.

Hari Sabtu pagi acara diawali dengan bersih diri dan sholat Subuh dan dilanjutkan dengan senam pagi bersama.

Sesudah sarapan pagi dan berbagai macam game acara dilanjutkan dengan pencarian badge PMI. Dalam acara ini peserta diminta untuk mencari badge PMR mereka yang disembunyikan ditempat-tempat tertentu.
.
Acara hari Sabtu diakhiri dengan apel penutupan yang dipimpin oleh Pak Herianto, sekaligus pelantikan juga penyiraman bunga pada anggota PMR.

Kegiatan pagi, dokumentasi PMR
Senam pagi, dokumentasi PMR

Sesudah apel satu demi satu peserta meninggalkan Bintaraloka untuk kembali ke rumah.

Pelantikan oleh Pak Herianto, dokumentasi PMR

Dengan berakhirnya acara LDK ini diharapkan semua peserta bisa lebih meningkatkan kompetensi mereka dalam kepalang merahan juga lebih memahami, menghayati dan mengamalkan prinsip dasar dan tugas mereka sebagai seorang anggota Palang Merah Remaja.