Pada hari Jumat, 15/11/2024, telah dilaksanakan kegiatan sarapan bersama dan minum tablet tambah darah bagi siswa putri dalam rangka mendukung kegiatan Aksi Bergizi serempak sekota Malang.
Selain kegiatan Aksi Bergizi kegiatan ini juga merupakan pelaksanaan satu pilar NGTS di SMP Negeri 3 Malang.
Sarapan bersama, dokumentasi pribadi
Sehubungan dengan hal tersebut siswa diminta untuk membawa bekal sarapan dengan menu bebas tapi harus disesuaikan dengan pedoman ISI PIRINGKU.
Sarapan bersama, dokumentasi pribadi
Sesuai pedoman ISI PIRINGKU dalam sepiring makanan yang kita makan harus terdiri atas
1. 1/6 piring makan berupa buah berbagai jenis dan warna.
2. 1/6 piring berupa lauk pauk protein baik hewani maupun nabati.
3. 1/3 piring berupa makanan pokok yang terdiri dari karbohidrat kompleks (biji -bijian/beras), artinya membatasi karbohidrat simpleks (gula, tepung-tepungan dan produk turunan dari tepung).
4. 1/3 piring makan berupa berbagai jenis sayur-sayuran.
Ada kelas yang bekal makanannya membawa sendiri -sendiri, ada pula yang menunya sama karena dikoordinir oleh paguyuban.
Menu dikoordinir paguyuban, dokumentasi pribadi Sesudah sarapan, dokumentasi pribadi
Siswa menikmati hidangan bersama dengan gembira. Di sela sela acara tersebut Pak Herianto menerangkan tentang perlunya sarapan dan memperhatikan zat gizi dari apa yang kita makan.
Pak Herianto memberikan nasehat tentang pentingnya makan makanan bergizi, dokumentasi pribadi Pembagian tablet tambah darah, dokumentasi Bintaraloka
Kesan positif muncul dari siswa atas acara ini. Menurut Kyla (9.3), Maria (9.4) dan Septia(9.8) , acara ini sangat menyenangkan. Makan bersama teman dalam suasana yang guyub membuat mereka yang biasanya tidak sempat makan pagi lebih bersemangat untuk Sarapan.
Pagi itu sekitar 50 anak yang merupakan perwakilan kelas sembilan mengikuti pengarahan di lapangan volley.
Ada yang mengenakan kaos, ada pula yang berseragam pramuka. Pengarahan diberikan oleh penanggung jawab Projek P5 bersama Ibu-Ibu Kader Lingkungan Kelurahan Samaan Malang.
Pengarahan pada siswa, dokumentasi pribadi
Pengarahan berisi hal apa saja yang harus dilakukan ketika kita membuka kaleng kompos dan memeriksa isinya.
Ya, sesuai yang dijanjikan hari itu kami akan membuka kompos yang sudah dibuat sekitar bulan September yang lalu.
Setelah pengarahan selesai, semua siswa mengenakan masker dan kaos tangan untuk selanjutnya menuju tempat penyimpanan kompos.
Setiap perwakilan kelas segera mengambil kaleng kompos masing-masing dan mulai membukanya.
Mengangkat kaleng kompos, dokumentasi pribadi
Bau tidak sedap mulai menguar. Meski demikian hal tersebut tidak mengurangi semangat semuanya untuk melihat kompos yang sudah dibuat. Jadi atau tidak jadi? pikir kami penasaran.
Diterangkan oleh ibu-ibu kader lingkungan bahwa tanda-tanda bahwa pupuk kompos sudah jadi adalah hilangnya bau, perubahan warna menjad coklat kehitaman, tekstur yang remah, dan tidak panas.
Kompos yang sudah jadi, dokumentasi pribadi
Dari kaleng-kaleng kompos yang dibuka didapatkan ada kompos yang jadi sesuai dengan ciri di atas , ada pula yang belum jadi dimana tekstur masih lembek, berair , keluar belatung dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
Untuk kompos yang sudah jadi, kompos diangin-anginkan untuk selanjutnya diayak, dipakai memupuk tanaman sekolah ataupun dikemas lalu dijual dalam acara Market Day.
Kompos diangin-anginkan, dokumentasi pribadi
Untuk yang belum jadi (terlalu lembek dan berbau ) tidak masalah. Pada kompos ditambahkan tanah dan diaduk lalu disimpan kembali untuk beberapa minggu lagi.
Seperti yang pernah diungkapkan saat sosialisasi pembuatan kompos di awal projek, tidak ada kompos yang tidak jadi, hanya waktu matangnya saja yang berbeda.
Ada berbagai hal yang mempengaruhi lamanya pengomposan yaitu ukuran bahan, komposisi karbon dan nitrogen, mikroorganisme, suhu, kelembaban dan aerasi.
Mengaduk kompos yang terlalu lembek, dokumentasi pribadi Memindahkan kompos yang sudah jadi, dokumentasi pribadi
Semua bekerja dengan penuh semangat. Para siswa tidak segan-segan bertanya pada guru pendamping ataupun pada ibu-ibu kader lingkungan. Demikian juga, ibu-ibu PKK dengan sabar membantu siswa menangani segala masalah yang ada.
Sungguh sebuah sinergi yang amat baik dalam edukasi pengelolaan sampah untuk pemeliharaan lingkungan sekitar.
Memeriksa kompos dengan bantuan Ibu Kader Lingkungan , dokumentasi pribadi Memeriksa kompos dengan bantuan Ibu Kader Lingkungan , dokumentasi pribadi
Ya, sebagai salah satu negara dengan penghasil sampah terbanyak di dunia pengelolaan sampah adalah sebuah hal yang tidak bisa diabaikan dan pembuatan kompos adalah salah satu caranya.
Pengelolaan sampah, pembuatan kompos adalah sebuah usaha untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik, sehingga bumi sebagai tempat tinggal kita satu satunya menjadi bersih, nyaman dan lestari.
وعن ثوبان رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لا يرد القدر إلا الدعاء ولا يزيد في العمر إلا البر
Artinya:Dari Tsauban berkata: Rasulullah bersabda: Tidak ada yang dapat mengelakkan takdir kecuali doa dan tidak ada yang bisa memperpanjang umur kecuali perbuatan baik. (HR Hakim dan Ahmad)
Kamis minggu pertama di Bintaraloka selalu ditandai dengan pembacaan istighotsah bersama. Kegiatan yang diikuti seluruh warga Bintaraloka ini dilaksanakan mulai pukul 06.45.
Ada yang terasa istimewa karena istighotsah dihadiri oleh Bapak PLT Kepala SMP Negeri 3 Malang yaitu Drs Teguh Edy Purwanta.
Bapak Teguh Edy Purwanta, dokumentasi Dinar
Dalam kesempatan tersebut sebelum istighotsah dimulai Bapak Teguh memberikan sambutan sebagai tanda perkenalan dengan seluruh siswa.
Sesudah berkenalan, acara istighotsah dimulai dengan dipandu oleh Bapak Aminullah.
Bapak ibu guru, dokumentasi pribadi
Di akhir istighotsah peserta berdoa bersama dan acara disambung dengan sambutan dari Bapak Drs. Junaedi, M, Pd, pengawas Kemenag Kota Malang.
Disampaikan oleh Bapak Junaedi bahwa inti istighotsah adalah bacaan minta tolong pada Allah dengan wasilah kalimat thoyyibah.
Dengan istighotsah kita bermohon ampun dan pertolongan atas segala masalah dalam kehidupan kita.
Jamaah putri, dokumentasi pribadi
Doa adalah senjata ampuh orang mukmin, karena tidak ada yang bisa merubah ketentuan Allah kecuali doa.
Allah yang Yang Maha Kuasa, dan berkehendak akan memberikan pertolongan pada kita jika kita rajin meminta, karenanya mari kita kuatkan kegiatan keagamaan khususnya Istighotsah untuk bermohon pada Allah.
Sumber gambar:NU Online
Acara pagi itu ditutup dengan doa kafarotul majlis yang dipimpin oleh Ibu Utin sekitar pukul 07.30 wib dan dilanjutkan dengan pelajaran seperti biasa.
Jika hari Sabtu selalu dinanti kedatangannya, maka Sabtu (2/11) ini adalah yang paling kami nanti. Berapa tidak? Hari Sabtu ini kami akan mengadakan gathering sekaligus perpisahan dengan Ibu Mutmainah Amini di Pawon Bromo dan Taman Nasional Bromo Tengger.
Menjelang jam delapan dua buah bus sudah menanti kami di depan Bintaraloka tercinta.
Peserta begitu bersemangat pagi itu.
Sebagian peserta, siap berangkat, dokumentasi pribadi
Wajah wajah begitu ceria, aneka makanan ada di mana mana, roti goreng, cakwe, bakpao goreng, tahu berontak… Wuih mantap pokoknya.
Sesudah berdoa bersama kamipun berangkat. Para peserta siap dengan jaket masing-masing. Ada yang langsung dipakai ada pula yang dibawa untuk nantinya dipakai saat udara terasa dingin.
Topi dari Bu Uci membuat penampilan kami lebih stylish pagi itu. Aha ..
Kira kira pukul setengah sepuluh kami tiba di Pawon Bromo. Sebuah cafe dengan nuansa kekinian yang sangat nyaman dan terletak di kawasan Tumpang Kabupaten Malang.
Sambil menunggu acara dimulai kami ngobrol dan bercengkerama. Hidangan gorengan mengalir tiada henti. Ada tahu, tempe goreng dilengkapi dengan lombok dan petis.
Menunggu acara dimulai, dokumentasi pribadi Memjelang acara dimulai, dokumentasi pribadi
Maknyus pokoknya.
Kira kira pukul sepuluh acara perpisahan dimulai. Mister Sony membuka acara dan membacakan susunan acara pagi itu yang meliputi sambutan dari Ibu Anna Rochmawati, sambutan dari Komite, pemutaran video dan sepatah dua patah kata dari Ibu Amini.
MC Mister Sony, dokumentasi pribadi
Dalam sambutannya Ibu Anna menceritakan bahwa acara ini adalah sedikit kejutan untuk Bu Amini di akhir masa tugas beliau. Acara yang digagas sebagai wujud rasa terima kasih kami karena beliau telah membersamai para guru selama lima tahun ini.
Sambutan Ibu Nuke, dokumentasi Pribadi
Dalam sambutannya Ibu Nuke dari komite juga mengungkapkan tentang kerjasama yang selama ini terjalin begitu erat antara komite dan sekolah. Mudah mudahan meski sudah tidak bersinergi di SMP Negeri 3, silaturahmi antara Ibu Nuke dan Ibu Amini tetap terjalin baik.
Ibu Triana, Ibu Amini dan Ibu Uci, dokumentasi Hertika
Sesudah sambutan, acara dilanjutkan dengan pemutaran video kompilasi tentang perjalanan Bu Amini di SMP Negeri 3 sekaligus kesan kesan para guru pada Ibu Amini.
Beragam kesan disampaikan sesuai apa yang ditangkap oleh Ibu dan Bapak guru di SMP Negeri 3 Malang atas Ibu Amini.
Ada yang mengatakan Ibu Mutmainah Amini adalah sosok yang sabar, religius, sangat mengayomi, fleksibel dan banyak lagi.
Acara pemutaran video yang digarap oleh Bapak Vigil dan teman teman ini berlangsung lucu sekaligus mengharukan.
Di akhir acara sebelum ramah tamah Ibu Amini memberikan sambutan. Dengan penuh haru beliau berterima kasih atas semua kejutan ini dan berharap bapak Ibu guru memaafkan semua kesalahan beliau selama kebersamaan selama lima tahun.
Ya, sebagai catatan, Ibu Amini menjadi Kepala SMP Negeri 3 Malang sejak Mei 2019 hingga Oktober 2024.
Ngopi dan ramah tamah, dokumentasi pribadi
Acara ramah tamah pagi itu diisi dengan bersama-sama menikmati hidangan Pawon Bromo dengan diiringi alunan suara merdu Pak Gerry dan Ibu Uci Lusiati.
Akhirnya selamat memasuki masa purna tugas Ibu Amini, semoga senantiasa sehat dan bahagia bersama orang orang tercinta.
Oktober telah berlalu. Meski demikian bulan istimewa ini masih menyisakan berbagai kesibukan di sekolah kami.
Bulan Oktober identik dengan bulan bahasa karena di dalamnya telah diselenggarakan Kongres Pemuda II pada tanggal 28 Oktober 1928.
Dalam momen yang sakral itu telah diikrarkan Sumpah Pemuda yang salah satu isinya adalah menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia.
Musikalisasi puisi, dokumentasi pribadi
Pada bulan Oktober biasanya sekolah sekolah mengadakan peringatan Bulan Bahasa . Peringatan Bulan Bahasa sendiri diadakan semenjak tahun 1980. Tujuan utamanya selain untuk memperingati Sumpah Pemuda juga untuk membina dan mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia.
Lomba mading, dokumentasi pribadi
Dalam perkembangannya di sekolah, ternyata bukan hanya Bahasa Indonesia yang dilombakan dalam perayaan Bulan Bahasa, tapi juga bahasa daerah juga bahasa asing.
Poster manual, dokumentasi Naufal
Di SMP Negeri 3 Malang peringatan bulan bahasa dilaksanakan tanggal 31 Oktober dan 1 November dengan ketua panitia Ibu Evy pengampu Bahasa Indonesia.
Tanggal 31 Oktober adalah pelaksanaan berbagai macam lomba, dan sehari sesudahnya diadakan penampilan dari beberapa nomor lomba, pameran serta refleksi.
Siap mengikuti lomba pantomim, dokumentasi pribadi
Kamis (31/10) kesibukan di sekolah begitu luar biasa. Setelah apel pembukaan, berbagai macam lombapun dimulai.
Ada berbagai nomor lomba yang diadakan yaitu pidato Bahasa Indonesia, geguritan, cipta puisi, musikalisasi puisi, mendongeng, story telling, majalah dinding, broadcasting, drama, speech contest, menulis indah aksara Jawa, poster digital dan poster manual.
Poster anti bullying , dokumentasi pribadi
Dalam lomba ini setiap kelas wajib mengirimkan delegasinya. Jika tidak, maka ada konsekuensi tertentu yang harus diterima kelas.
Ya, kalah menang itu urusan nanti, yang penting semua wajib berpartisipasi.
Di arena lomba dongeng anak- anak membawakan dongeng dari daerah -daerah di Indonesia dengan begitu percaya diri. Ada yang memakai kostum tertentu agar penampilan mereka lebih memikat.
Drama, dokumentasNaufal
Demikian pula di arena lomba story telling, pidato Bahasa Indonesia, geguritan, MC juga speech contest. Keberanian bicara dan berekspresi, benar benar ditunjukkan oleh para delegasi kelas.
Di arena lomba mading, poster digital , poster manual dan menulis indah Bahasa Jawa semua peserta tampak demikian tekun berusaha membuat karya terbaik mereka. Lewat poster anak anak mengemukakan ide dalam bentuk slogan-slogan anti bullying.
Tulisan indah Aksara Jawa, dokumentasi pribadi Mading, dokumentasi pribadi
Lomba broadcasting juga demikian. Semua berlomba membuat karya yang bagus dengan bergaya dan bicara mirip presenter betulan.
Tidak kalah meriah adalah lomba drama dan musikalisasi puisi.
Pantomim, dokumentasi pribadi
Di arena drama para peserta mengenakan kostum beraneka ragam sesuai tokoh yang diperankan. Ada membawakan drama Malin Kundang, Terjadinya Danau Toba, juga Keong Emas.
Hari yang luar biasa. Kreatifitas siswa begitu tampak dimana-mana. Bulan Bahasa benar benar bukan sekedar perayaan, karena lewat kegiatan ini ada berbagai manfaat yang bisa diambil yaitu:
Pameran karya siswa, dokumentasi pribadi
1. Mendorong pelestarian bahasa dan budaya. Lewat kegiatan dongeng, geguritan maupun menulis indah aksara Jawa siswa diajak lebih peduli pada kekayaan budaya yang kita miliki selama ini.
Dongeng, dokumentasi Naufal
2. Membantu meningkatkan ketrampilan berbahasa dan dalam mengemukakan ide, baik dalam bahasa Indonesia, bahasa daerah maupun bahasa asing.
Musikalisasi puisi, dokumentasi Naufal
3. Sebagai sarana untuk mengekspresikan karya sastra. Seperti lomba cipta puisi, geguritan ataupun musikalisasi puisi.
4. Lewat berbagai latihan siswa belajar bahwa tidak mudah membuat atau menampilkan karya. Di sini mereka belajar untuk menghargai karya orang lain dan melatih rasa percaya diri.
Di tengah arus globalisasi yang demikian deras, kehadiran bulan bahasa sungguh memiliki arti yang penting. Karena bulan bahasa mengajak siswa untuk lebih mencintai Bahasa Indonesia dan bahasa daerah dengan tidak mengesampingkan bahasa asing.
Siap mengikuti lomba drama, dokumentasi pribadi
Seperti sebuah nasehat yang mengatakan: utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing.