Suatu Pagi di Pawon Bromo

Jika hari Sabtu selalu dinanti kedatangannya, maka Sabtu (2/11) ini adalah yang paling kami nanti. Berapa tidak? Hari Sabtu ini kami akan mengadakan gathering sekaligus perpisahan dengan Ibu Mutmainah Amini di Pawon Bromo dan Taman Nasional Bromo Tengger.

Menjelang jam delapan dua buah bus sudah menanti kami di depan Bintaraloka tercinta.

Peserta begitu bersemangat pagi itu.

Sebagian peserta, siap berangkat, dokumentasi pribadi

Wajah wajah begitu ceria, aneka makanan ada di mana mana, roti goreng, cakwe, bakpao goreng, tahu berontak… Wuih mantap pokoknya.

Sesudah berdoa bersama kamipun berangkat. Para peserta siap dengan jaket masing-masing.  Ada yang langsung dipakai ada pula yang dibawa untuk nantinya dipakai saat udara terasa dingin.

Topi dari Bu Uci membuat penampilan kami lebih stylish pagi itu. Aha ..

Kira kira pukul setengah sepuluh kami tiba di Pawon Bromo. Sebuah cafe dengan nuansa kekinian yang sangat nyaman dan terletak di kawasan Tumpang Kabupaten Malang.

Sambil menunggu acara dimulai kami ngobrol dan bercengkerama. Hidangan gorengan mengalir tiada henti. Ada tahu, tempe goreng dilengkapi dengan lombok dan petis. 

Menunggu acara dimulai, dokumentasi pribadi
Memjelang acara dimulai, dokumentasi pribadi

Maknyus pokoknya.

Kira kira pukul sepuluh acara perpisahan dimulai. Mister Sony membuka acara dan membacakan susunan acara pagi itu yang meliputi sambutan dari Ibu Anna Rochmawati,  sambutan dari Komite, pemutaran video dan sepatah dua patah kata dari Ibu Amini.

MC Mister Sony, dokumentasi pribadi

Dalam sambutannya Ibu Anna menceritakan bahwa acara ini adalah sedikit kejutan untuk Bu Amini di akhir masa tugas beliau. Acara yang digagas sebagai wujud rasa terima kasih kami karena beliau telah membersamai para guru selama lima tahun ini.

Sambutan Ibu Nuke, dokumentasi Pribadi

Dalam sambutannya Ibu Nuke dari komite juga mengungkapkan tentang kerjasama yang selama ini terjalin begitu erat antara komite dan sekolah. Mudah mudahan meski sudah tidak bersinergi di SMP Negeri 3, silaturahmi antara Ibu Nuke dan Ibu Amini tetap terjalin baik.

Ibu Triana, Ibu Amini dan Ibu Uci, dokumentasi Hertika

Sesudah sambutan, acara dilanjutkan dengan pemutaran video kompilasi tentang perjalanan Bu Amini di SMP Negeri 3 sekaligus kesan kesan para guru pada Ibu Amini. 

Beragam kesan disampaikan sesuai apa yang ditangkap oleh Ibu dan Bapak guru di SMP Negeri 3 Malang atas Ibu Amini.

Ada yang mengatakan Ibu Mutmainah Amini adalah sosok yang sabar, religius, sangat mengayomi, fleksibel dan banyak lagi. 

Acara pemutaran video yang digarap oleh Bapak Vigil dan teman teman ini berlangsung lucu sekaligus mengharukan.

Di akhir acara sebelum ramah tamah Ibu Amini memberikan sambutan. Dengan penuh haru beliau berterima kasih atas semua kejutan ini dan berharap bapak Ibu guru memaafkan semua kesalahan beliau selama kebersamaan selama lima tahun. 

Ya, sebagai catatan, Ibu Amini menjadi Kepala SMP Negeri 3 Malang sejak Mei 2019 hingga Oktober 2024.

Ngopi dan ramah tamah, dokumentasi pribadi

Acara ramah tamah pagi itu diisi dengan bersama-sama menikmati hidangan Pawon Bromo dengan diiringi alunan suara merdu Pak Gerry dan Ibu Uci Lusiati.

Akhirnya selamat memasuki masa purna tugas Ibu Amini, semoga senantiasa sehat dan bahagia bersama orang orang tercinta.

Sebuah Catatan dari Peringatan Bulan Bahasa, Lebih dari Sekedar  Perayaan

Oktober telah berlalu. Meski demikian bulan istimewa ini masih menyisakan berbagai kesibukan di sekolah kami.

Bulan Oktober identik dengan bulan bahasa karena di dalamnya telah diselenggarakan Kongres Pemuda II pada tanggal 28 Oktober 1928.

Dalam momen yang sakral itu telah diikrarkan Sumpah Pemuda yang salah satu isinya adalah menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia.

Musikalisasi puisi, dokumentasi pribadi

Pada bulan Oktober biasanya sekolah sekolah mengadakan peringatan Bulan Bahasa . Peringatan Bulan Bahasa sendiri diadakan semenjak tahun 1980. Tujuan utamanya selain untuk memperingati Sumpah Pemuda  juga untuk membina dan mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia. 

Lomba mading, dokumentasi pribadi

Dalam perkembangannya di sekolah, ternyata  bukan hanya Bahasa Indonesia yang dilombakan dalam perayaan Bulan Bahasa, tapi juga  bahasa daerah juga bahasa asing.

Poster manual, dokumentasi Naufal

Di SMP Negeri 3 Malang peringatan bulan bahasa dilaksanakan tanggal 31 Oktober dan 1 November dengan ketua panitia Ibu Evy pengampu Bahasa Indonesia.

Tanggal 31 Oktober adalah pelaksanaan berbagai macam lomba, dan sehari sesudahnya diadakan penampilan dari beberapa nomor lomba, pameran serta refleksi.

Siap mengikuti lomba pantomim, dokumentasi pribadi

Kamis (31/10) kesibukan di sekolah begitu luar biasa. Setelah apel pembukaan, berbagai macam lombapun dimulai.

Ada berbagai nomor lomba yang diadakan yaitu pidato Bahasa Indonesia, geguritan, cipta puisi, musikalisasi puisi, mendongeng, story telling, majalah dinding, broadcasting, drama, speech contest, menulis indah aksara Jawa, poster digital dan poster manual.

Poster anti bullying , dokumentasi pribadi

Dalam lomba ini setiap kelas wajib mengirimkan delegasinya. Jika tidak, maka ada konsekuensi tertentu yang harus diterima kelas.

Ya,  kalah menang itu urusan nanti, yang penting semua wajib berpartisipasi.

Di arena lomba dongeng anak- anak membawakan dongeng dari daerah -daerah di Indonesia dengan begitu percaya diri. Ada yang memakai kostum tertentu agar penampilan mereka lebih memikat.

Drama, dokumentasNaufal

Demikian pula di arena lomba story telling, pidato Bahasa Indonesia, geguritan, MC juga speech contest. Keberanian bicara dan  berekspresi, benar benar ditunjukkan oleh para delegasi kelas.

Di arena lomba mading, poster digital , poster manual dan menulis indah Bahasa Jawa semua peserta tampak demikian tekun  berusaha membuat karya terbaik mereka. Lewat poster anak anak mengemukakan ide dalam bentuk slogan-slogan anti bullying.

Tulisan indah Aksara Jawa, dokumentasi pribadi
Mading, dokumentasi pribadi

Lomba broadcasting juga demikian. Semua berlomba membuat karya yang bagus dengan bergaya dan bicara mirip presenter betulan.

Tidak kalah meriah adalah lomba drama dan musikalisasi puisi. 

Pantomim, dokumentasi pribadi

Di arena drama para peserta mengenakan kostum beraneka ragam sesuai tokoh yang diperankan. Ada membawakan drama Malin Kundang, Terjadinya Danau Toba,  juga Keong Emas.

Hari yang luar biasa. Kreatifitas siswa begitu tampak dimana-mana. Bulan Bahasa benar benar bukan sekedar perayaan, karena lewat kegiatan ini ada berbagai manfaat yang bisa diambil yaitu:

Pameran karya siswa, dokumentasi pribadi

1. Mendorong pelestarian bahasa dan budaya. Lewat kegiatan dongeng, geguritan maupun menulis indah aksara Jawa siswa diajak lebih peduli pada kekayaan budaya yang kita miliki selama ini.

Dongeng, dokumentasi Naufal

2. Membantu meningkatkan ketrampilan berbahasa dan dalam mengemukakan ide, baik dalam bahasa Indonesia, bahasa daerah maupun bahasa asing. 

Musikalisasi puisi, dokumentasi Naufal

3. Sebagai sarana untuk mengekspresikan karya sastra. Seperti lomba cipta puisi, geguritan ataupun musikalisasi puisi.

4. Lewat berbagai latihan siswa belajar bahwa tidak mudah membuat atau menampilkan karya. Di sini mereka belajar untuk menghargai karya orang lain dan melatih rasa percaya diri.

Broadcast, dokumentasi 9.5
Broadcast, dokumentasi pribadi

Di tengah arus globalisasi yang demikian deras, kehadiran bulan bahasa sungguh memiliki arti yang penting. Karena bulan bahasa mengajak  siswa untuk lebih mencintai Bahasa Indonesia dan bahasa daerah dengan tidak mengesampingkan bahasa asing. 

Siap mengikuti lomba drama, dokumentasi pribadi

Seperti sebuah nasehat  yang mengatakan:  utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing.

Sarapan Pagi dengan Bakmi Sayur sebagai Pelaksanaan Salah Satu Pilar NGTS

Tahukah pembaca bahwa tubuh kita bisa diibaratkan sebuah kendaraan? Ya, tubuh kita selalu kita ajak bergerak, beraktivitas tiada henti. Karenanya tubuh kita selalu memerlukan asupan energi sebagai bahan bakarnya.

Asupan energi yang tidak boleh kita lupakan adalah sarapan. Zat gizi yang ada pada sarapan pagi bisa kita gunakan untuk bekerja, berpikir dan melakukan berbagai aktivitas lainnya. 

Membagikan sarapan, dokumentasi pribadi

Bagi anak atau remaja sarapan pagi terbukti bisa meningkatkan konsentrasi dan stamina, sementara bagi orang dewasa sarapan pagi bisa menjaga kondisi tubuh supaya lebih sehat termasuk mencegah dari kegemukan

Mengapa demikian? Kebiasaan sarapan membuat kita melakukan aktivitas di pagi hari dan mencegah terlalu banyak ngemil di siang hari.

Mendapatkan pengarahan dari Suster Ratna, dokumentasi pribadi

Sebagai pelaksanaan salah satu pilar Nutrition Goes To School (NGTS) yaitu sarapan sehat, pagi ini telah dilaksanakan sarapan sehat bersama di kelas 9.7 Bintaraloka dengan menu bakmi sayur.

Sarapan bersama, dokumentasi pribadi

Mengapa bakmi sayur? Di samping karena rasanya lezat dan banyak disuka bakmi sayur mengandung berbagai macam zat bergizi yang diperlukan oleh tubuh kita seperti karbohidrat, vitamin, protein, mineral juga serat yang didapat dari sayuran.

Sebelum kegiatan sarapan dimulai Suster Ratna menerangkan tentang pentingnya sarapan pagi dan pedoman “Isi Piringku” dalam menentukan menu makanan kita.

Penjelasan tentang isi Piringku, dokumentasi pribadi

“Isi Piringku” menggambarkan porsi makan yang dikonsumsi dalam satu piring yang terdiri dari 50 persen buah dan sayur, dan 50 persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein. 

Doa akan makan pagi itu dipimpin oleh Gusti Ali selaku wakil ketua kelas 9.7.

Sesudah sarapan, acara dilanjutkan dengan minum tablet zat besi dan vitamin C bagi siswa putri sebagai pelaksanaan kegiatan Aksi Bergizi di sekolah.

Doa sebelum makan, dokumentasi pribadi

Terima kasih yang tiada terhingga disampaikan pada paguyuban yang telah memberikan support sehingga acara sarapan sehat bersama ini terlaksana dengan lancar.

Foto bersama pengurus paguyuban, dokumentasi pribadi

Akhirnya mari kita jaga kesehatan kita dengan tidak melupakan sarapan pagi, karena seperti yang diungkapkan oleh Suster Ratna bahwa kesehatan adalah investasi yang sangat berharga, jika sehat kita bisa melakukan aktivitas apa saja yang kita inginkan.

Salam NGTS …

Budidaya Jamur Tiram, Sebagai Pelaksanaan Pilar Kewirausahaan Gizi

Beberapa anak tampak sibuk di antara baglog jamur berwarna putih. Baglog yang diletakkan di rak itu beberapa sudah mulai ditumbuhi jamur tiram. Warna putih, bulat tampak cantik tumbuh di mana-mana.

Panen jamur tiram , dokumentasi NGTS

Para siswa yang bertugas memanen jamur tersebut dan diletakkan dalam suatu wadah. Di tempat lain siswa mengepak jamur tersebut dalam plastik- plastik .

Mengasyikkan. Itu kesan yang bisa ditangkap dari berbagai kegiatan tersebut. Ya, setelah lebih kurang tiga minggu menunggu akhirnya jamur tiram mulai tumbuh.

Pengemasan jamur tiram, dokumentasi NGTS

Sebagai sekolah yang menjalankan program Nutrition Goes To School (NGTS), SMP Negeri 3 Malang berusaha menerapkan empat pilar NGTS yang meliputi edukasi gizi, kantin sehat sekolah, kebun sekolah dan kewirausahaan gizi.

Nah, budidaya jamur ini adalah pelaksanaan pilar NGTS nomor 4 yaitu kewirausahaan gizi

Mengapa jamur tiram?

Tanaman berbentuk bulat putih seperti cangkang tiram dan suka tumbuh bergerombol ini terbilang mudah untuk dibudidayakan.

Budidaya jamur ini banyak dilakukan karena permintaan pasar yang cukup banyak. Ya, jamur tiram diketahui merupakan makanan yang sehat untuk dikonsumsi. Di dalamnya terkandung Vitamin D dan B12, tidak mengandung lemak dan rendah kalori. 

Mengangkat baglog untuk budidaya jamur tiram, dokumentasi NGTS

Dalam budidaya jamur tiram langkah pertama yang harus dilakukan adalah penyiapan kumbung atau tempat menyimpan baglog. Kumbung harus bersih dengan suhu dan kelembaban yang terjaga.

Baglog (tempat tumbuh jamur) dibuat dengan bahan utama serbuk gergaji karena jamur tiram merupakan jamur kayu.

Baglog dibungkus plastik berbentuk silender, satu di antara ujungnya diberi lubang. Di lubang inilah jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar.

Jamur mulai bermunculan , dokumentasi NGTS

Karena penyiapan baglog cukup menyita waktu, maka pengadaan baglog di sekolah kami cukup dengan membeli dari pihak lain, sekolah dalam hal ini siswa tinggal membudidayakannya. 

Kumbung di sekolah kami adalah sebuah gang di antara tempat wudhu putri dan ruang kelas. Tempatnya lumayan panjang dan  memuat sekitar 500 baglog.

Pembelian baglog dilaksanakan akhir bulan September dan kira kira 4-5 hari yang lalu jamur kecil mulai bermunculan. 

Kader NGTS memindahkan baglog, dokumentasi NGTS

Kira kira dua hari kemudian setiap hari siswa yang tergabung sebagai kader NGTS melakukan panen jamur sepulang sekolah. 

Jamur siap dijual, dokumentasi pribadi

Banyak manfaat yang bisa diambil dari kegiatan ini. Selain memberikan pengalaman dan pemahaman pada siswa untuk melakukan wirausaha di bidang pangan, lewat kegiatan ini juga siswa diajak mengkonsumsi bahan makanan yang sehat dan bergizi hasil tanaman sendiri.

Bersama Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan, Peringatan Hari Santri 2024

Ada yang berbeda di Bintaraloka pagi itu. Selasa (22/10), siswa maupun guru berkumpul di lapangan volley sejak pukul 06.45 dalam balutan busana muslim yang berwarna warni. 

Tampak masing masing siswa membawa selembar kertas teks istighotsah dan sekotak bekal sarapan pagi. Ya, pagi itu semua siap mengikuti peringatan Hari Santri Nasional 2024.

Jamaah putri peringatan Hari Santri, dokumentasi pribadi

Peringatan yang ditandai dengan  pembacaan istighotsah bersama ini diikuti seluruh siswa yang beragama Islam dari kelas 7,8 dan 9. Sementara itu siswa yang beragama Kristen, Katolik dan Hindu mengadakan doa bersama di tempat yang sudah ditentukan.

Mengapa tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri? 

Tema Hari Santri 2024, sumber gambar: Tribunnews

Terdapat sebuah peristiwa penting di tanggal 22 Oktober 1945 yaitu resolusi jihad yang disampaikan oleh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), di Kampung Bubutan, Surabaya, pada 22 Oktober 1945.

Resolusi jihad adalah seruan bagi umat Islam untuk berperang melawan tentara sekutu yang berupaya kembali menjajah  Indonesia sesudah Proklamasi Kemerdekaan.

Ibu Utien sebagai pembawa acara, dokumentasi Fabi

Acara peringatan Hari Santri pagi itu dipandu oleh Ibu Utien sebagai pembawa acara dan Pak Aminullah sebagai pemandu jalannya Istighotsah.

Suasana terasa demikian teduh ketika bacaan istighotsah dilantunkan bersama.

Pembacaan Istighotsah, dokumentasi Fabi

Setelah Istighotsah acara dilanjutkan dengan tausiyah singkat  dari Bapak Aksan tentang pentingnya kita menanamkan jiwa santri pada diri kita.

Menurut Bapak Aksan ada tiga ciri seorang santri, yaitu cinta ilmu, selalu memberikan manfaat dan berjuang untuk mengisi kemerdekaan.

Bapak dan Ibu guru, dokumentasi Fabi

Selaras dengan apa yang diungkapkan Pak Aksan, Ibu Utien menjelaskan bahwa dengan Hari Santri ini diharapkan kita dapat meneruskan perjuangan ulama untuk terus berjuang demi negeri tercinta Indonesia.

Karena negeri kita sudah merdeka, perjuangan kita laksanakan dengan rajin belajar dan mengerjakan berbagai hal yang bermanfaat untuk mengisi kemerdekaan.

Jamaah putra, dokumentasi Chiara

Acara pagi itu ditutup dengan sarapan pagi bersama. Seluruh siswa baik muslim maupun non muslim melaksanakan sarapan pagi di lapangan, dan sesudahnya para guru sarapan bersama dengan potluck seperti biasanya.

Sarapan bersama, dokumentasi pribadi
Sarapan bersama, dokumentasi pribadi
Potluck pagi di Hari Santri, dokumentasi pribadi

Akhirnya Selamat Hari Santri semuanya. Semoga dengan perayaan Hari Santri ini kita lebih bersemangat untuk berjuang demi meraih masa depan yang lebih baik.

Seperti tema Hari Santri tahun 2024 ini yaitu Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan.