Ghost, Jangan Tunda Memberikan Kasih pada Orang yang Kita Sayangi

Video clip lagu dibuka dengan suara deburan ombak laut dan dilanjutkan dengan intro yang begitu mantap. Suara Bieber yang lembut dan jernih membuat feel saat menikmati lagu ini demikian terasa. Ada nuansa sedih, namun tetap terasa energik.

Adegan dalam video diperankan oleh Justin dan Diane Keaton dengan bagus menggambarkan betapa sulitnya move on dari rasa sedih karena kehilangan orang yang disayangi.

Mari sejenak kita cermati lagu tersebut 🙂

Ghost

Youngblood thinks there’s always tomorrow
Ketika muda kita berfikir akan selalu ada hari esok
I miss your touch on nights when I’m hollow
Aku merindukan sentuhanmu di malam-malamku yang sepi
I know you crossed a bridge that I can’t follow
Aku tahu kamu telah menyebrangi jembatan yang tidak bisa kuikuti.

Since the love that you left is all that I get
Karena cinta yang kau tinggalkan adalah satu-satunya yang tersisa di diriku
I want you to know that if I can’t be close to you
Aku mau kau tahu jika aku tak bisa dekat denganmu
I’ll settle for the ghost of you
Aku akan di sini memeluk bayangmu
I miss you more than life (More than life)
Aku merindukanmu lebih dari segalanya

And if you can’t be next to me
dan jika kamu tak bisa dekat denganku
Your memory is ecstasy
Semua kenangan tentangmu itu indah
I miss you more than life
Aku merindukanmu lebih dari segalanya
I miss you more than life
Aku merindukanmu lebih dari segalanya

Youngblood thinks there’s always tomorrow (Woo)
Ketika muda kita berfikir akan selalu ada hari esok
I need more time, but time can’t be borrowed
Aku butuh lebih banyak waktu (denganmu), tapi waktu tidak bisa kupinjam
I leave it all behind if I could follow

Akan kutinggalkan semuanya jika aku bisa mengikuti (dirimu)

Since the love that you left is all that I get
Karena cinta yang kau tinggalkan adalah satu-satunya yang tersisa di diriku
I want you to know that if I can’t be close to you
Aku mau kau tahu jika aku tak bisa dekat denganmu
I’ll settle for the ghost of you
Aku akan di sini memeluk bayangmu
I miss you more than life (More than life)
Aku merindukanmu lebih dari segalanya

And if you can’t be next to me
dan jika kamu tak bisa dekat denganku
Your memory is ecstasy
Semua kenangan tentangmu itu indah
I miss you more than life
Aku merindukanmu lebih dari segalanya
I miss you more than life
Aku merindukanmu lebih dari segalanya

Whoa, oh, oh-oh
More than life
Oh-oh

So if I can’t get close to you
Jadi jika aku tidak bisa dekat denganmu
I’ll settle for the ghost of you
Aku akan di sini memeluk bayangmu
I miss you more than life (More than life)
Aku merindukanmu lebih dari segalanya

And if you can’t be next to me
dan jika kamu tak bisa dekat denganku
Your memory is ecstasy
Semua kenangan tentangmu itu indah
I miss you more than life
Aku merindukanmu lebih dari segalanya
I miss you more than life
Aku merindukanmu lebih dari segalanya

Justin dan Diane Keaton, Sumber gambar: footwearnews

Dalam pandangan saya lagu ini bercerita tentang seseorang yang kehilangan orang yan sangat bermakna dalam hidupnya. Bisa jadi pasangan atau orang tua, dan tidak bisa move on dari keadaan itu. Ia akan terus mengenang kebersamaan dengan orang terkasih itu meskipun hanya dalam bayangan.

Bisa jadi orang yang dikasihi itu telah meninggal atau menempuh jalan lain yang tidak bisa diikuti oleh penyanyi jika menilik kalimat I know you crossed a bridge that I can’t follow.

Ghost bisa berarti hantu namun dalam lagu ini sepertinya yang lebih tepat adalah bayangan atau kenangan yang selalu mengikuti.

Banyak yang berspekulasi bahwa lagu ini diciptakan oleh Bieber untuk mantan kekasihnya atau bahkan untuk istrinya .
Sementara Justin Bieber sendiri mengungkapkan bahwa lagu tersebut berkisah tentang seseorang yang kehilangan orang yang dicintai.

Jika orang yang dicintai telah pergi, maka ia bisa senantiasa akrab dengan bayang-bayangnya.

Lagu yang dirilis di bulan Oktober 2021 ini memiliki.pesan tentang pentingnya memberikan waktu bagi orang yang kita kasihi.

Ya, tunjukkan perhatian dan cinta kita pada orang yang kita kasihi selagi masih ada kesempatan. Jangan menunda memberikan kasih sayang karena kita tidak tahu kapan orang yang kita kasihi akan dipanggil oleh Sang Maha Segalanya.

Salam….🤗

That’s What Friends Are For

Jam sudah menunjukkan hampir pukul sebelas. Gerimis mulai turun memberikan kesejukan di kota kami tercinta. Vario saya pacu menuju satu tujuan utama. Ya, Sabtu pagi ini saya ada janji untuk bertemu dengan bestie tercinta.

Bersama bestie, dokumentasi pribadi

“Di pojok seperti biasanya?” tanya Bu Erna di telepon kemarin.
“Siyaap,.,” jawab saya ringan.

Duduk di pojokan Mie Jogja selalu menjadi favorit kami. Bersamaan dengan datangnya mie goreng dan nasi goreng kami saling menanyakan kabar masing-masing. Agak lama kami tidak bertemu langsung. Selama ini dialog hanya kami lakukan lewat whatsapp

Mie goreng dan nasi goreng Jogja, dokumentasi pribadi

Ah ya, mie goreng untuk saya dan nasi goreng untuk Bu Erna. Minumnya? Saya selalu yang hangat/panas dan Bu Erna pasti es. Dua selera yang jauh berbeda tapi tidak dalam hal bercerita. Dalam bercerita kami selalu bisa saling mengisi dan menyemangati.

Hangatnya mie dan nasi goreng membuat cerita mengalir tiada habisnya. Masalah atau cerita yang lucu, sedih bahkan kenangan masa lalu satu demi satu muncul. Ada haru, sedih , lucu.. , chemistry yang aneh dan unik.

Ya, what friends are for..

Teman yang baik selalu memberikan kekuatan pada kita dan meyakinkan diri kita bahwa bahwa semua akan baik baik saja.

Ah, tiba tiba saya ingat lagu That’s What Friends Are For dari Dionne Warwick. Lagu yang dirilis sekitar tahun 1985 ini menceritakan indahnya sebuah pertemanan.

Ayo kita simak lagunya.., dan selamat berakhir pekan..🤗

That’s What Friends Are For
Lagu: Dionne Warwick

And I never thought I’d feel this way
And as far as I’m concerned
I’m glad I got the chance to say
That I do believe, I love you

And if I should ever go away
Well, then close your eyes and try
To feel the way we do today
And then if you can remember

Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That’s what friends are for
For good times and bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for

Well, you came in loving me
And now there’s so much more I see
And so by the way
I thank you

Oh and then for the times when we’re apart
Well, then close your eyes and know
The words are coming from my heart
And then if you can remember

Keep smiling and keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That’s what friends are for
In good times and bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for

Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That’s what friends are for
For good times and bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for

Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
‘Cause I tell you, that’s what friends are for
For good times and the bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for

Terjemahan:

Dan Aku tidak pernah berpikir aku akan merasa seperti ini
Dan sejauh yang aku khawatir
Aku senang aku mendapat kesempatan untuk mengatakan
Bahwa aku percaya, aku mencintaimu

Dan jika aku harus pergi
Nah, kemudian tutup mata Kamu dan mencoba
Untuk merasakan hal yang kita lakukan hari ini
Dan kemudian jika Kamu ingat

Tetap tersenyum, tetap bersinar
Mengetahui Kamu selalu bisa mengandalkan aku,pasti!
Itulah gunanya teman
Untuk kala yang baik dan ya ngburuk
Aku akan berada di sisi Kamu selamanya
Itulah gunanya teman

Nah, Aku datang mencintaiku
Dan sekarang begitu ada banyak lagi yang aku lihat
Dan dengan cara
aku berterima kasih pada kamu

Oh dan kemudian untuk saat-saat ketika kita terpisah
Nah, kemudian tutup mata kamu dan tahu
Kata-kata yang berasal dari hatiku
Dan kemudian jika kamu ingat

Tetap tersenyum dan tetap bersinar
Mengetahui kamu selalu bisa mengandalkan aku,pasti!
Itulah gunanya teman
Untuk kala yang baik dan yang buruk
Aku akan berada di sisi kamu selamanya
Itulah gunanya teman

Tetap tersenyum, tetap bersinar
Mengetahui Kamu selalu bisa mengandalkan aku,pasti!
Itulah gunanya teman
Untuk kala yang baik dan yang buruk
Aku akan berada di sisi kamu selamanya
Itulah gunanya teman

Tetap tersenyum, tetap bersinar
Mengetahui Anda selalu bisa mengandalkan aku,pasti!
Karena Aku berkata kepadamu, itulah gunanya teman
Untuk kali baik dan buruk kali
Aku akan berada di sisi kamu selamanya
Itulah gunanya teman

Sebuah Cerita Tentang Kopdar Sore Itu

Sore itu lalu lintas kota Malang ramai seperti biasanya. Di akhir pekan pukul tiga atau menjelang setengah empat, jalan sudah mulai dipadati anak-anak pulang sekolah atau orang yang pulang kantor.

Dari sekolah, Vario saya pacu menuju Jl Celaket gang satu tepat di sebelah SMP Cor Jesu Malang. Ya, hari ini jam tiga sore sepulang sekolah saya ada janji dengan seorang Kompasianer untuk bertemu langsung di kedai mie bakar yang lokasinya di sekitar situ.

Kedai mie bakar sangat dekat dari sekolah saya. Hanya sepuluh menit bersepeda motor.
Di tepi jalan Celaket gang 1 tampak seorang wanita duduk di atas sepeda motor membelakangi saya. Begitu menoleh, “Bu Yayuk,” seru saya.
Saya tak mungkin lupa wajahnya, karena persis dengan fotonya di Kompasiana.

Bu Yayuk tersenyum. Kami saling bersalaman, cipika cipiki pula..he..he..

Segera kami melanjutkan perjalanan ke Tawangmangu. Menurut Bu Yayuk yang sudah tiba lebih dahulu, kedai mie bakar ternyata membuka cabang lagi di daerah Tawangmangu khusus untuk yang makan di tempat. Kedai di Celaket hanya diperuntukkan untuk pesanan lewat online.

Depan kedai mie bakar, dokumentasi pribadi

Sampai di kedai kamipun antri untuk pesan makanan dan minuman sambil ngobrol tiada habisnya. He..he.. rupanya kami sama sama jenis manusia yang rame, punya banyak cerita.

Pembicaraan ngalor ngidul seputar apa saja. Tentang dunia menulis, tentang anak anak , sekolah dan banyak lagi.

Meski baru pertama kali kami kopi darat tapi keakraban begitu cepat terjalin. Lewat saling membaca tulisan, kami seolah sudah mengenal begitu lama.

Dari cerita sore itu saya tahu bahwa Bu Yayuk ternyata sering lewat depan sekolah saya di Jl Dr Cipto, sementara saya sendiri sering lewat depan kampung tempat tinggal Bu Yayuk daerah Jl Hamid Rusdi. Kami tertawa bersama melihat fakta tersebut.
Ah, lucu sekali. Kami yang bertetangga begitu dekat dekat ternyata harus berkenalan dulu lewat Kompasiana.

Hal lain yang menarik, dulu semasa masih ada ujian nasional di mana pengawasan dilaksanakan secara silang, hampir setiap tahun saya menjadi pengawas di Cor Jesu, sekolah Bu Yayuk. Mestinya kami pernah bertemu saat itu, hanya saja belum saling kenal.

Mie bakar pesanan kami sudah datang. Aromanya begitu menggoda. Mie kekinian, khas selera anak muda sudah tersaji di depan kami dengan dua gelas teh hangat. Sambil menikmati mie bakar pembicaraan terus mengalir di antara kami. Begitu hangat dan akrab.

Ketika hari semakin sore kamipun bersiap pulang. Segera kami ke parkiran untuk mengambil sepeda masing masing.
“Lewat mana , Bu?” tanya Bu Yayuk.
” Balik Celaket saja, Bu,” jawab saya.

Bu Yayuk segera mengendarai sepedanya dan saya mengikuti dari belakang.
Sepeda kamipun beriringan kembali menuju Celaket.

Sampai di Celaket Bu Yayuk menuju arah ke Jl. Hamid Rusdi, sementara saya terus ke Kayutangan untuk selanjutnya menuju rumah saya di Bareng.

Bersama Bu Yayuk, dokumentasi pribadi

Sore yang indah. Sungguh sebuah rahasia Tuhan, bahwa karena kesenangan yang sama yaitu menulis di Kompasiana kami bisa bertemu dan berbincang akrab di kedai mie bakar sore ini.

Semoga di hari berikutnya kami akan bisa kopi darat lagi. Mungkin sambil mbakso atau ngopi bersama di Kayutangan. Aha..

More Than Words, Karena Cinta Lebih dari Sekedar Kata

Permainan gitar sebagai pembuka lagu ini begitu cantik dan menggoda. Gaya Nuno Bettencourt, musikus asal Portugal ini dalam memetik gitar, juga caranya menghayati lagu demikian memukau.

Lagu ini tersimpan begitu lama di laptop saya. Bagus memang. Suara Gary Cherone dan irama gitar Nuno Bettencourt adalah paduan yang begitu pas. Kolaborasi yang begitu menarik. Cukup dua orang, namun bisa membuat pendengarnya tak bosan-bosan mendengar atau berlama-lama memandang aksi keduanya.

Melalui lagu ini Nuno menunjukkan kelasnya sebagai gitaris yang begitu handal, dan dalam perjalanannya Nuno adalah salah satu gitaris terbaik dunia dengan permainan rythm yang sangat wow..

Lagu istimewa ini diciptakan oleh Nuno dan Gary Cherone di sekitar tahun 1990, dan sampai sekarang masih terasa sedap dinikmati. Benar-benar lagu yang tak lekang oleh waktu.

More Than Words bercerita secara ringkas bahwa cinta itu lebih dari sekadar kata-kata, dan lebih baik ditunjukkan melalui tindakan nyata.

Menurut Nuno Bettencourt, lagu ini tercipta karena kata I love you mulai kehilangan maknanya karena sudah terlalu sering diucapkan.

More Than Words pernah dipopulerkan kembali oleh Westlife, sebuah boyband legendaris asal Irlandia di tahun 1999. Tapi saya pribadi lebih suka versi aslinya. Mungkin karena versi asli telah banyak menyimpan kenangan manis.

Sumber gambar: The Hive Asia

Ya, keindahan sebuah lagi sering tak lepas dari kenangan yang dibawanya.

Berikut adalah lirik lengkap dari lagu More Than Words.

More Than Words

Saying “I love you”
Is not the words I want to hear from you
It’s not that I want you
Not to say but if you only knew
How easy, it would be to show me how you feel
More than words is all you have to do to make it real
Then you wouldn’t have to say that you love me
‘Cause I’d already know
What would you do
If my heart was torn in two?
More than words to show you feel
That your love for me is real
What would you say
If I took those words away?
Then you couldn’t make things new
Just by saying “I love you”
La-di-da, da-di-da
Di-dai-dai-da
More than words
La-di-da, da-di-da
Now that I’ve tried to
Talk to you and make you understand
All you have to do is close your eyes
And just reach out your hands and touch me
Hold me close, don’t ever let me go
More than words is all I ever needed you to show
Then you wouldn’t have to say that you love me
‘Cause I’d already know
What would you do
If my heart was torn in two?
More than words to show you feel
That your love for me is real
What would you say
If I took those words away?
Then you couldn’t make things new
Just by saying “I love you”

Berikut adalah lagu More Than Words versi Extreme dan Westlife. Mana yang lebih anda suka? Mari sejenak kita nikmati dengan ditemani secangkir kopi.. 😀

Belajar dari Bapak, Menanamkan Kegemaran Membaca dengan Cara yang Sederhana

Malam semakin larut.  Sinar lampu tempel yang diletakkan di sudut ruangan sesekali bergoyang tertiup angin. Ya,  malam itu listrik mati di kampung kami.

Bayangan-bayangan di dinding kamar membuat siluet tertentu dan kadang menimbulkan rasa seram. Namun itu semua tak kami perhatikan.  Ada yang lebih menarik. Di depan kami bertiga bapak tengah asyik membawakan ceritanya.

Mahabharata, Sumber gambar: Kaori Nusantara

Malam itu bapak bercerita tentang Mahabarata.  Perseteruan antara Pandawa dan Kurawa.  Cerita yang begitu panjang kini sampai pada klimaksnya.

Kami terpukau dengan cerita bapak.  Gemuruh kereta di padang Kurusetra seolah begitu jelas tergambar di benak kami.

“Mengapa Karna tidak bergabung di Pandawa saja Pak? ” tanya saya saat itu.  Bapak tersenyum sambil mengemukakan alasan yang sulit diterima akal anak kecil seusia saya.

Bagaimana bisa persaudaraan dikalahkan oleh pertemanan? Lagipula kalau Karna bergabung dengan Pandawa pasti perang itu tidak terlalu panjang.  Kesaktian Pandawa akan berlipat-lipat dan dalam waktu singkat Kurawa akan kalah, pikir saya saat itu.

Bapak mengakhiri ceritanya ketika adik saya yang masih kecil mulai menguap.

“Wes,  ayo bubuk semua, ” kata bapak sambil menutup ceritanya.  Kami segera mengambil tempat masing-masing dan memejamkan mata.  Bayangan perang masih tergambar dalam ingatanku,  namun langsung berganti dengan mimpi yang lain.  Kami pulas tertidur.

Ritual bercerita sebelum tidur selalu dilakukan bapak setiap malam ketika kami masih kecil. Bahkan ketika kami sudah duduk di SD pun  bapak masih sering bercerita.  Terutama  tentang sejarah dan wayang.

Sejarah berdirinya Singasari tuntas diceritakan sejak Ken Arok memesan keris pada Empu Gandring,  hingga terbunuhnya tujuh orang oleh keris bertuah tersebut. Ketika itu saya duduk di kelas 4 SD,dan bapak  bercerita detail namun dengan bahasa yang bisa kami mengerti.

 Satu hal yang sangat saya ingat tentang bapak adalah kegemaran beliau membaca. Di sela kegiatannya bapak selalu membaca. Apa saja. Koran, majalah, bahkan komik.

Kompas, Sinar Harapan,  Suara Indonesia sering ada di meja ruang tamu. Bapak membelinya eceran.  Kadang ada juga serial komik Si Buta dari Goa Hantu yang dipinjam dari persewaan komik tidak jauh dari rumah saya.

 Gemar membaca membuat bapak tahu segalanya.  Paling tidak itu pandangan saya saat itu.  Bapak selalu bisa menjelaskan dengan gamblang apapun yang saya tanyakan.  Membaca benar- benar membuat pintar,  pikir saya. 

Dari membeli koran eceran Bapak beralih ke berlangganan Kompas.  Datangnya setiap sore hari.  Siapa pembacanya?  Bapak tentu saja.  Kami semua belum bisa membaca.

Suatu saat Mas yang mengantar koran menawarkan majalah Bobo pada bapak.  Ya,  karena dia tahu ada tiga anak kecil  di rumah.  Tanpa berpikir panjang Bapak langsung mengiyakan. 

Bobo, Sumber gambar : Gramedia digital

“Lha anak-anak’ kan belum bisa baca? ” protes ibuk.  Bapak cuma tersenyum.  “Gak apa-apa.., biar mereka cepat bisa baca.. ” jawab Bapak. 

Mulailah saat itu majalah Bobo setia mendatangi kami setiap Kamis sore.  Karena belum bisa membaca kami selalu menunggu bapak membacakan cerita, terutama cergamnya.

Dari cerita bapak kami mulai kenal dengan Bobo yang pintar dan sayang adik-adiknya,  Coreng yang suka menggambar,  Upik yang suka mainan bebek,  Bibi Titi Teliti yang cerewet dan sangat perfeksionis juga Bibi Tutup Pintu yang tidak suka melihat pintu rumah terbuka.

Karakter yang muncul dari keluarga Bobo begitu khas dan terasa sangat akrab bagi kami. Bapak juga sering mengambil Bobo sebagai contoh saat memberikan nasehat pada kami. 

Ketika kami tidak suka makan wortel, bapak mengatakan, ” Kenapa Bobo tidak pakai kacamata?  Karena dia suka makan wortel., matanya jadi sehat.. “

Atau ketika kami malas gosok gigi, bapak berkata,  “Gigi Bobo sangat putih meski cuma dua, kenapa?  Karena dia rajin gosok gigi.., “

He.. He..  Akibatnya kami rajin makan sayur begitu juga gosok gigi,

Tokoh yang lain juga membuat kami makin jatuh hati.  Bona gajah kecil berbelalai panjang yang suka berkorban demi kebahagiaaan teman-temannya,  Rong-rong kucing putih yang jadi sahabat Bona. Nirmala yang baik hati, Oki yang usil, Juwita yang suka menolong dan Si Sirik yang selalu berhasil dikalahkan Juwita.

Kehadiran majalah Bobo menjadi sesuatu yang sangat kami tunggu-tunggu.

“Bobonya datang…, ” suara ibuk yang memberitahu kami saat Bobo datang bisa langsung membuyarkan konsentrasi bermain kami. 

Kami segera berebut Bobo,  membuka-buka untuk melihat gambarnya lalu membawanya ke Bapak. Dengan senang hati bapak menghentikan kegiatannya lalu mulai bercerita.

Sesudah bercerita biasanya bapak membaca cerpen Bobo atau rubrik lain di majalah Bobo.  Saat seperti itu biasanya saya duduk di samping bapak dengan penuh rasa ingin tahu, berharap bapak mau bercerita tentang cerpen tersebut.

“Bagus ya Pak? ” tanya saya. 

Bapak tersenyum. “Apik..  Makanya pinter baca, biar tahu ceritanya.. ”  goda Bapak.

Buku Karl May, sumber gambar: goodreads

Sungguh,  sejak itu saya makin semangat belajar membaca.  Hingga saat masih kelas nol saya sudah mulai bisa membaca.  Saya benar-benar ingin bisa membaca cerpen cerpen yang ada di Bobo seperti Bapak. 

Waktu terus berjalan kegemaran membaca saya kian menjadi.  Seperti Bapak saya suka membaca cerita fiksi dan sejarah.  Kami sering terlibat pembicaraan tentang berbagai cerita  yang habis kami baca.

Masuk SMP buku yang saya baca semakin banyak.  Buku-buku Enid Blyton,  Tintin,  Alfred Hitcock,  Karl May, Kosasih dan banyak lagi. 

Senangnya, bapak selalu ikut membaca buku-buku saya dan sesudahnya kami obrolkan bersama.  Biasanya yang menjadi bahan obrolan kami adalah  pelajaran yang ada di dalam buku tersebut atau hal-hal yang lucu.

Kegemaran membaca akhirnya menurun juga pada anak- anak saya. Mungkin karena setiap hari mereka sering melihat ibuk atau bapaknya membaca.

Apa yang saya gunakan untuk lebih meningkatkan minat baca mereka? Bobo lagi!  Majalah yang tetap menyimpan pesona.  Kehadiran tokoh-tokoh baru di dalamnya seperti Dungdung,  Lobi lobi,  G Jun,  membuat majalah ini semakin  mengikuti zaman.

Tidak ada hari tanpa bacaan.  Selain Bobo buku apapun dilahap anak-anak.  Tentunya saya tetap mengontrol bacaan mereka. Secara berkala kami ke perpustakaan kota atau persewaan komik untuk mencari buku yang kami inginkan.

Bapak, Sumber gambar: ig effendyyusa

 Kebiasaaan membaca terus dibawa anak-anak. Hingga ketika mereka kuliah  di luar kota,  saat pulang, di tas mereka selalu ada buku baru.

 “Buat Ibuk,, ” katanya.

Seperti kebiasaan di masa kecil mereka, habis membaca buku bagus saya selalu  diminta untuk membaca dan lalu kami bicarakan bersama. Biasanya yang kami bicarakan adalah hal -hal yang unik dan menarik dari buku itu.

Ya,  betapa sejarah kembali berulang seperti cerita saya dan bapak di masa lalu.

Akhirnya melalui bapak saya belajar bahwa menularkan kegemaran membaca bisa ditempuh dengan cara yang begitu sederhana,  yaitu memberikan contoh dan ngobrol bersama.

Ada kebahagiaan dalam membaca, Sumber gambar : Pngtree

Membaca tidak hanya membuat pengetahuan bertambah. Dalam membaca dan saling bercerita ada kesenangan juga memperkuat ikatan emosi di antara kami bersama.