Mendapatkan jam terakhir adalah tantangan bagi guru matematika untuk mengkondisikan siswa agar tetap bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Lebih-lebih ketika matematika mendapatkan jatah tiga jam. Guru benar benar harus punya trik jitu agar siswa tetap semangat belajar.
Siang itu suasana kelas tampak sedikit berbeda.
“Baik anak-anak, silakan duduk berhadap-hadapan,” kata Bu Guru di awal pembelajaran. Saat itu jam ke 7, dan jam untuk matematika adalah jam ke 7-9.
Siswa segera mengatur posisi seperti yang diminta oleh guru.
“Ambil HP kalian,” lanjut guru.
Tanpa dikomando dua kali siswa segera mengambil HP yang tersimpan di box.
“Di grup sudah ibu share sebuah link. Silakan masuk ke link tersebut karena kita akan main game matematika, tapi sebelumnya silakan baca cara bermainnya, ” lanjut Ibu Guru.
Wajah siswa langsung berseri.
“Aseek,” komentar beberapa siswa.
“Karena dalam suasana memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke 81, game ini kita namakan Balap Karung Matematika,” kata Bu Guru.

“Pada game tersebut kalian diminta untuk menjawab soal operasi hitung bilangan bulat yang sudah disediakan. Perhatikan kaidah urutan operasi yang harus didahulukan,”
Siswa segera mengamati cara bermain Game Balap Karung tersebut dan memulai permainan.
“Jangan lupa sediakan buram untuk menghitung,” pesan Bu Guru.
Dalam beberapa menit suasana kelas langsung berubah. Siswa tampak sibuk ‘mengerjakan soal ‘ yang ada di game. Sesekali terlihat diskusi. Tanya jawab biasanya berkisar tentang tombol apa yang harus dipencet untuk menyimpan jawaban, atau mengulang game dari awal.
***
Berawal dari keresahan atas rendahnya kemampuan hitung siswa di kelas maka saya dan seorang teman yang seorang programmer berdiskusi untuk mengatasi hal tersebut.
Ya, dengan kemampuan operasi hitung yang lemah tentunya siswa akan kesulitan dalam pembelajaran matematika. Memang benar jika dikatakan bahwa matematika bukan sekedar menghitung, tapi tanpa kemampuan hitung yang baik siswa akan kesulitan dalam belajar matematika.
Berdasarkan pengalaman, yang membuat siswa lemah dalam melakukan operasi hitung ini adalah penguasaan konsep hitung yang kurang kuat, termasuk juga kurangnya pemahaman atas kaidah PEMDAS.
Apakah PEMDAS itu?
PEMDAS adalah akronim atau singkatan untuk mengingat urutan operasi matematika saat menyelesaikan soal hitung campuran.
Di Indonesia, aturan ini sering dikenal dengan singkatan Kabataku (Kali, Bagi, Tambah, Kurang) atau Pipolondo (Ping, Poro, Lan, Sido). Namun berbeda dengan keduanya, PEMDAS mencakup komponen yang lebih lengkap seperti tanda kurung dan pangkat.
Kepanjangan PEMDAS adalah sebagai berikut:
Parentheses: Selesaikan operasi di dalam tanda kurung ( ) terlebih dahulu.
Exponents: Hitung nilai eksponen atau pangkat dan akar
Multiplication & Division: Lakukan perkalian dan pembagian. Kedua operasi ini setara, jadi kerjakan berurutan dari kiri ke kanan.
Addition & Subtraction: Lakukan penjumlahan dan pengurangan. Kedua operasi ini juga setara, jadi kerjakan berurutan dari kiri ke kanan.
Contoh Cara Penggunaan:
Hitunglah: 2 x 3 + 5 – (7-3)
Sesuai kaidah PEMDAS, yang kita hitung lebih dahulu adalah operasi dalam kurung, perkalian lalu pengurangan. Jadi hasil operasi di atas adalah 7
Kembali ke masalah game di atas, setelah melalui beberapa kali diskusi, teman saya akhirnya membuatkan Game Balap Karung Matematika ini. Ini adalah sebuah game interaktif dengan soal- soal operasi hitung campuran matematika.

Dalam game tersebut setiap lima belas detik siswa akan diberi soal operasi hitung campuran, dan mereka bertugas untuk menghitung dan memilih jawaban yang benar.
Soal disajikan dalam tiga kategori yaitu mudah, sedang dan sulit. Untuk soal mudah setiap jawaban benar mendapatkan nilai 1, sedang nilainya 1,5 sedangkan sulit nilainya 2. Jawaban salah nilainya nol.
Semakin banyak soal yang dijawab benar, semakin banyak pula nilai yang dikumpulkan. Jika siswa kurang puas dengan nilai yang diperoleh , mereka bisa mengulang, dan yang masuk di daftar nilai atau leaderboard adalah nilai optimal mereka.
Di balik senyum dan rasa penasaran siswa ketika bermain game, tersimpan harapan semoga matematika tidak lagi menjadi momok, tapi petualangan yang seru dan menyenangkan.
Penggunaan game dalam pembelajaran matematika ini memberikan aura yang berbeda. Siswa lebih bersemangat, aktif terlibat dan tidak takut mencoba karena mereka bisa terus mengulang jika ingin mendapatkan skor yang lebih tinggi.
“Asyik, Bu,”

“Gregeten Bu,” komentar beberapa siswa sambil tertawa. Ya, untuk menjawab soal siswa harus memencet gambar anak yang sedang bermain balap karung sehingga anak tersebut melompat- lompat. Jika melompat satu kali berarti jawaban yang dipilih adalah A, dua kali adalah B dan seterusnya.
Suasana terasa lebih “greng” ketika di akhir game mereka bisa mengetahui ranking masing-masing lewat leaderboard.
“Wah, kurang lama , Bu,” cetus beberapa anak ketika waktu berakhir. He..he.. game hanya dilakukan selama 15-20 menit, dan sesudahnya kami kembali masuk materi pembelajaran. Ya, karena selain untuk latihan, game ini adalah semacam “pemanasan” untuk meningkatkan semangat dan minat siswa pada pembelajaran yang akan kami lakukan hari itu.
Akhirnya di balik senyum dan rasa penasaran siswa ketika bermain game, tersimpan harapan semoga matematika tidak lagi menjadi momok, tapi petualangan yang seru dan menyenangkan.
Sekedar berbagi cerita, salam Matematika 🤗
- Balap Karung Matematika, Operasi Hitung Campuran dan Kaidah PEMDAS - August 10, 2026
- Nguri-uri Basa Jawi Melalui Pembiasaan Literasi - August 4, 2026
- Dari Mobil BYD hingga Hangatnya Silaturahmi di Pawon Ratu Roso - August 1, 2026