PETUALANGAN HAMHAM DAN HEMO

Hamham dan Hemo adalah hamster kecil yang tinggal dalam kandang milik Bidin. Bisa dikatakan mereka adalah hamster yang bahagia.  Bagaimana tidak?  Bidin selalu memberi makan,  tidak lupa mengganti air juga mengecek apakah kondisi mereka baik baik saja.

 Satu hal yang sangat menyenangkan bagi mereka adalah tatkala Bidin memamerkan kelincahan mereka pada teman-temannya.  Itu saat-saat yang mereka tunggu,  karena melihat decak kagum dan pujian teman-teman Bidin pada ketangkasan mereka berdua adalah sesuatu yang sangat menyenangkan.  Biasanya saat seperti itu keduanya akan memutar roda mainan masing masing semakin cepat dan cepat.

Namun pagi ini ada sesuatu yang lain.  Hamham diam saja ketika Hemo bermain di roda berputar.  Biasanya saat Hemo bermain di roda itu ,Hamham akan segera menyusul di rodanya.  Dan  sambil tertawa-tawa mereka berlomba siapa yang bisa memutar roda paling cepat.

 “Kenapa Hamham?  Kamu sakit? ” tanya Hemo khawatir.

 Hamham menggeleng.  Hemo melihat ke arah makanan Hamham.  Kelihatannya juga belum disentuh. 

 “Hamham kenapa? ” tanya Hemo lagi.

 Hamham melihat ke luar kandang.

 “Aku ingin keluar kandang.  Lihat,  aku ingin berjalan jalan seperti ayam ,  terbang seperti burung burung itu,  melihat indahnya dunia, ” kata Hamham sedih.

 “Hamham tidak suka di sini?  Bidin ‘kan baik pada kita? ” tanya Hemo pelan.

 “Benar Hemo,  Bidin memang baik pada kita,   aku cuma ingin keluar saja. Di sini sangat membosankan, ” jawab Hamham sambil terus memandang ayam-ayam Bidin yang berkeliaran mencari makan.  Sesekali ayam-ayam itu berkejaran dengan teman-temannya. Betapa menyenangkan.

 “Coba lihat,  ayam-ayam itu bisa berkeliaran bebas, bermain dan mencari makan,  tidak seperti kita.., ” keluhnya.

Hemo terdiam sambil ikut memandang ayam-ayam itu seperti halnya Hamham.

 Pagi telah datang dengan sinar mentarinya yang hangat. Seperti biasanya Bidin mengganti air dan memeriksa kandang hamstenyar. Tiba-tiba saat  hendak mengambil air secara tak sengaja Bidin lupa menutup kandang hamster.  Tanpa pikir panjang Hamham segera keluar.

 “Hamham,  mau kemana? ” tanya Hemo terkejut.

 “Ayo,  keluar Hemo.. Kapan lagi ada kesempatan seperti ini, ” ajaknya.  Tanpa dikomando dua kali Hemo mengikuti Hamham,  dan petualanganpun dimulai.

 Mereka segera berlari menuju halaman.  Ah,  senangnya …hangatnya sinar matahari,  bau semak tanaman memang sangat menyegarkan.  Hamham berteriak senang.  “Hemoo,  betapa senangnya ya…! “

 Hemo juga berteriak senang. “Aku bebaas!” Keduanya berlarian ke sana kemari. Bermain petak umpet,  tertawa-tawa  dan sesekali berguling di rerumputan. Bahagia sekali.

hamster berguling-guling, gambar by Gemini AI

   Namun ada satu hal yang tidak mereka sadari.  Dari balik semak-semak sepasang mata berkilat menatap keduanya. Ya,  sepasang mata  milik Bony,  kucing yang tinggal di sebelah rumah.  Bony menatap keduanya dengan girang.  Perutnya lapar sekali.  Dengan mengendap- endap Bony mengambil ancang -ancang untuk menerkam dua hamster kecil itu.  Namun suara geraman Bony tiba-tiba tertangkap oleh telinga Hamham.  Sontak ia menoleh dan segera berteriak.  “Lari ,Hemo! “

Hamham berlari sekencang-kencangnya. Hemo terjejut dan seketika mengikutinya.  Bony menggeram semakin keras demi menyadari mangsanya akan lepas.  Di dekat pagar ketika akan berbelok tiba-tiba mereka tercebur dalam selokan.  Keduanya tidak menyadari bahwa di luar pagar terdapat sebuah selokan yang cukup besar.

 “Byurr..!”

 “Tolong…! ” teriak Hamham dan Hemo.  Air selokan begitu deras.  Keduanya tidak mendapatkan pegangan dan tidak bisa menahan arus.  Hamham dan Hemo mulai menangis. Tubuhnya terus terbawa arus air selokan. Sampai tiba-tiba mereka diangkat oleh sebuah keranjang plastik kecil. 

Betapa leganya keduanya ketika mereka sadar ,ternyata Bidin yang membawa keranjang plastik itu.  Rupanya sejak tadi Bidin mencari keduanya.

gambar by Gemini AI

            Setelah Bidin membersihkan bulu kedua hamster itu, mereka dimasukkan lagi ke dalam kandang mereka yang hangat. Hamham terdiam beberapa saat,  demikian juga Hemo.  Petualangan mereka hari ini sangat menegangkan.  Tapi dari petualangan itu keduanya makin sadar bahwa Bidin sangat memperhatikan dan menyayangi mereka.

Yuli Anita
Latest posts by Yuli Anita (see all)

Published by

Yuli Anita

"The more that you read, the more things you will know. The more that you learn, the more places you’ll go."

Leave a Reply

Your email address will not be published.