Barisan dan Deret Geometri

Setelah memahami barisan dan deret aritmatika, mari mempelajari lebih lanjut barisan dan deret geometri. Pada berbagai masalah dengan barisan dan deret geometri kita menggunakan rumus berikut:

Sumber gambar: Kompas.com
Sumber gambar : ruangguru

Nah, mari mencoba menggunakan rumus tersebut untuk soal-soal berikut ini:

1. Jumlah dari 400 + 200 + 100 + 50 + 25 + 12,5 = …

2. Deret geometri: 1, 3, 9, 27, 81, …. Hitunglah berapa nilai S8 !

3. Apabila diketahui suatu deret bilangan 5 + 15 + 45 + … Maka, berapakah jumlah 6 suku pertama dari deret tersebut? 

4. Diketahui suatu bilangan membentuk deret geometri 4 + 12 + 36 + 108 +… Carilah berapa jumlah dari tujuh suku pertamanya!  

5. Rani memiliki seutas tali. Lalu, tali tersebut dipotong menjadi 5 bagian dengan ketentuan, setiap potongan merupakan kelipatan potongan sebelumnya dan nilai kelipatan itu selalu tetap. Potongan tali yang paling pendeknya adalah 3 cm dan potongan tali terpanjangnya 243 cm. Berapakah panjang tali mula-mula?

Tali banyak digunakan dalam Pioneering Pramuka, dokumentasi pribadi

6. Penambahan jumlah pasien yang terjangkit virus Covid-19 di suatu kota melonjak dua kali lipat di tiap minggunya. Berdasarkan data yang di rumah sakit, pada minggu pertama terdapat 24 orang yang dinyatakan positif. Pada minggu ketiga, tercatat 96 pasien positif Covid-19. Berapa total jumlah pasien pada bulan kedua?

Sumber gambar : Biofarma

7. Jumlah penduduk suatu kota bertambah 10% tiap dekade (10 tahun). Jika jumlah penduduk kuta tersebut adalah 150000 orang pada tahun 1980, berapa jumlah penduduk kota pada tahun 2020?

Sumber gambar : radar Bromo

Selamat belajar ….😊

Bertanyalah jika ada yang belum jelas, karena matematika akan menampakkan keindahannya pada para pengikutnya yang sabar… ( mariam Mirzakhani)

Barisan dan Deret Aritmatika

Untuk meningkatkan pemahaman kalian pada materi barisan dan deret aritmatika, kerjakan soal soal berikut ini. Ingat, rumus yang kita gunakan adalah sebagai berikut:

Sumber gambar : Kompas.com

Gunakan dan kembangkan rumus tersebut sesuai kondisi soal yang dihadapi.

Soal barisan dan deret aritmatika:

1. Suku ke-40 dari barisan 7, 5, 3, 1, … adalah …

2. Suku pertama dari barisan aritmatika adalah 3 dan bedanya = 4, suku ke-10 dari barisan aritmatika tersebut adalah …

3. Carilah suku ke-100 dari barisan aritmetika 2, 5, 8, 11, …

4. Diketahui barisan aritmetika –2, 1, 4, 7, …, 40. Tentukan banyak suku barisan tersebut.

5. Diketahui suatu barisan aritmatika suku pertamanya adalah 7 dan suku ke-15 adalah 63. Tentukan beda barisan aritmatika tersebut!

6. Suku pertama dari barisan aritmatika adalah -2 dan bedanya 5, tentukan suku ke-12 dari barisan aritmatika tersebut adalah …

7. Suku ke -3 dan suku ke -16 dari barisan aritmatika adalah 13 dan 78. Tentukanlah suku pertama dan bedanya.

8. Rumus suku ke-n dari barisan 5, –2, –9, –16, … adalah …

9. Suatu barisan 1, 4, 7, 10, … memenuhi pola Un = an + b. Suku ke 10 dari barisan itu adalah

10. Dania sejak tahun ini menjalani kehidupan sebagai MABA. Sebagai mahasiswa, mulai 1 Juli ia menerima uang saku sebesar Rp. 2.500.000,00 untuk satu triwulan. Uang saku ini diberikan setiap permulaan triwulan. Untuk setiap triwulan berikutnya uang saku yang diterimanya dinaikkan sebesar Rp. 25.000. Berapa besar uang saku yang akan diterima Dania pada pertengahan tahun 2025?

Gambar MABA, sumber gambar: Maukuliah blog

11. Dalam suatu gedung pertunjukan disusun kursi dengan baris paling depan terdiri dari 12 kursi, baris kedua berisi 14 kursi, baris ketiga berisi 16 kursi, dan seterusnya. Banyaknya kursi pada baris ke-20 adalah … 

12. Berapa banyak seluruh kursi dalam gedung tersebut?

Gedung pertunjukkan, sumber gambar: Suara Surabaya

13. Malino adalah anak yang gemar menabung. Setiap hari ia menabung seratus rupiah lebih banyak daripada hari kemarin. Jika pada tanggal 1 September Malino menabung Rp500,00, berapa uang yang ditabung Malino pada tanggal 15 September?

Sumber gambar: Finansial Bisnis

14. Berapa jumlah tabungan Malino seluruhnya pada tanggal itu?

Selamat Belajar.. Bertanyalah jika ada kesulitan. Ingat, bertanya bukan berarti bodoh..😊

Mempererat Silaturahmi dan Menguatkan Sinergi, Suatu Hari di Cafe Lumintu Strawberry

Jumat pagi yang demikian segar. Hari masih menunjukkan sekitar pukul sepuluh ketika kendaraan yang kami naiki terus melaju membelah keramaian lalu lintas kota Malang. 

Wajah -wajah peserta kegiatan hari itu demikian cerah. Bagaiman tidak? Hari itu, sehari sebelum peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 79, kami akan mengikuti sebuah kegiatan yang akan di adakan di Pujon Kidul.

Mobil terus berjalan. Suasana jalan raya tidak begitu padat. Ketika jam menunjukkan pukul sebelas lebih mobil kami sudah memasuki  Desa Wisata Pujon Kidul , sebuah wilayah di Pujon Kidul yang kaya akan tempat wisata alam yang memadukan keindahan gunung dan hamparan sawah serta pemandangan alam sekitarnya.

Desa Wisata Pujon Kidul, dokumentasi pribadi

Kami segera menuju Cafe Sawah.  Cafe Sawah Pujon Kidul adalah sebuah tempat wisata menarik di Kabupaten Malang. Sesuai namanya, objek wisata ini adalah tempat kulineran yang mengusung konsep sawah.

Dari pintu masuk Cafe Sawah kami terus berjalan menuju Cafe Lumintu. 

Kolam ikan koi dengan dasar biru di bagian depan cafe  membuat suasana terasa demikian segar. 

Bagian depan cafe Lumintu, dokumentasi pribadi

Ikan koi yang menari-nari dan kecipak air pancuran seakan gembira menyambut kedatangan kami.

Setelah sholat Dhuhur dan Jumatan acarapun dimulai. Kami berkumpul di tempat pertemuan, dan dengan dipandu Ibu Hertika acara pembubaran panitia HUT SMP Negeri 3 Malangpun dimulai.

Berfoto bersama di depan Cafe Sawah, dokumentasi pribadi

Acara diawali dengan sambutan Ibu Kepala Sekolah, sambutan dari Pak Vigil selalu ketua panitia HUT SMP Negeri 3 Malang dan dilanjutkan dengan pemberian hadiah pemenang lomba Agustusan serta kuis berhadiah.

Semua berjalan demikian meriah. Ada taburan hadiah di mana -mana. Banyak yang mendapatkan hadiah dari berbagai lomba juga kuis yang berisikan pertanyaan yang berkaitan dengan Spenti.

Semua semakin terasa guyub ketika di akhir acara kami bergoyang dan menyanyikan lagu Kemesraan bersama.

Acara berjalan meriah, dokumentasi Bintaraloka

Sebelum balik ke Malang kami menyempatkan diri lebih dahulu memetik strawberry di dekat lokasi cafe.

Berfoto bersama sesudah acara, dokumentasi Hertika

Aih, kebersamaan yang demikian indah. Lewat bertandang ke Cafe Sawah kami bisa memper erat silaturahmi dan menguatkan sinergi demi kejayaan Bintaraloka tercinta.

Dendam Tak Berkesudahan Membuat Kita Tenggelam dalam Penderitaan, Sebuah Review Novel “Kapak Algojo dan Perawan Vestal”

Saya mendapatkan kiriman novel ini dari Kompasianer Mbak Widz  bulan Juli kemarin. Ketika banyak Kompasianer mereview novel ini saya ingin segera pesan. Tapi karena di sebuah event menulis yang diadakan oleh KPB diberitahukan bahwa salah satu  hadiah untuk pemenang adalah mendapat novel ini, maka saya menunggu pengumumannya dulu.

Event KPB saat itu adalah membuat tulisan dengan tema dendam, dan Alhamdulillah saya berhasil menjadi salah satu pemenang lomba tersebut.  Artinya saya bisa mendapatkan novel Kapak Algojo dan Perawan Vestal ini.

Cover depan novel, dokumentasi pribadi

Novel sampai di tangan saya pada tanggal 21 Juli, dan tak sabar saya langsung membuka halaman demi halamannya.

Luar biasa. Itu kesan saya setelah membaca novel ini. Novel yang dibuat secara keroyokan oleh 33 penulis ini mampu mempertahankan ritme cerita yang begitu bagus dari awal hingga akhir. Dalam novel yang digagas oleh komunitas blog Secangkir Kopi Bersama ini karakter penulis seakan melebur jadi satu bersama-sama membangun sebuah konflik cerita yang menarik dengan akhir yang tak terduga. Meski di beberapa bab karakter tersebut masih tampak, tapi bisa tertutup oleh alur cerita yang sangat bagus.

Para penulis novel, dokumentasi pribadi 

Novel ini bercerita tentang dendam Daeng Marradia atau Craen Mark pada keluarga Segara. Penyebab dendam adalah  Karmila Daeng Macora gadis pujaan sekaligus yang ‘digadang-gadang’ menjadi perawan Vestal oleh Daeng Marradia, diambil oleh Bayu Daeng Saloko dan dijadikan istrinya. Karmila dan Bayu Saloko adalah orang tua dari Segara. 

Novel dibuka dengan adegan seorang anak berumur kira- kira empat tahun yang harus melihat kematian bapaknya yang dibunuh dengan sebuah kapak algojo. Tidak hanya itu, ibu dari anak ini diculik oleh si pembunuh.

Sebelum meninggalkan anak kecil ini sang pembunuh berkata bahwa si anak, Segara dibiarkan hidup untuk membalas dendam kelak ketika ia sudah mempunyai kekuatan. Sebuah pembukaan cerita yang sangat mantap sekaligus mengerikan..

Cerita lalu berlanjut dengan masa dewasa Segara, yang dengan dendam membara berusaha mencari sang pembunuh ayah dan penculik ibunya. 

Dalam perjalanan mencari pembunuh ini Segara mengalami berbagai cerita yang rumit sekaligus menyedihkan yang akhirnya bisa mempertemukan dia dengan ibu dan adiknya.

Perawan Vestal adalah pendeta wanita dari dewi perapian Romawi . Perawan Vestal bertugas menjaga nyala api Dewi Vesta, yang menjaga Roma dari bahaya.

Ada sekitar 4-6 wanita yang bertugas sebagai perawan Vestal ini dan mereka telah mengalami masa pingitan sejak berumur enam sampai tujuh tahun dan harus menjaga kemurnian dirinya hingga 30 tahun ke depan.

Widz Stoop menerangkan perawan Vestal ini dengan mengaitkannya dengan lagu the Whiter Shade of Pale dari Procol Harum. Aih, itu lagu kesukaan saya.

Bagian dalam novel, dokumentasi pribadi 

Lalu apa hubungan antara Perawan Vestal, pembunuh, Segara dan  keluarganya? Mengapa mereka terlibat dalam dendam yang tak berkesudahan? Sepertinya membaca novel ini akan terasa lebih mengasyikkan daripada ‘diceritani’.

Setting tempat dari Berlin, Paris, Jakarta, Purwosari, Singosari dan Jeneponto membuat novel ini semakin hidup. Apalagi di sana-sini ada sentuhan sejarah.  Adat dan budaya Makassar yang begitu kental membuat novel ini semakin berisi.

Bagi penggemar novel action, romance dengan sentuhan sejarah dan budaya novel ini sangat recommended.

Akhirnya satu pelajaran penting yang bisa diambil dari novel Kapak Algojo dan Perawan Vestal ini adalah dendam yang tak berkesudahan hanya akan membawa kita pada penderitaan. 

Ya, seperti sebuah nasehat  bijak yang diungkapkan Korrie ( Karmila) dalam novel ini bahwa dendam ibarat pisau bermata dua. Satu mata akan melukai diri sendiri dan mata lainnya akan menyakiti orang lain.

Semoga bermanfaat dan salam ….😊

https://www.kompasiana.com/yuli91129/66cd64a3ed64156ce416acc3/dendam-yang-tak-berkesudahan-akan-membawa-kita-ke-dalam-penderitaan-sebuah-review-novel-kapak-algojo-dan-perawan-vestal?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile