Belajar Matematika Lebih Menyenangkan bersama Kartu Domino Aljabar

“Selamat pagi anak anak..,”

Dengan wajah ceria pagi itu Ibu guru masuk kelas tujuh. 

Aha, ada yang berbeda kali ini. Dengan rasa ingin tahu pandangan mata anak- anak  tertuju pada benda yang ada di tangan Ibu Guru. Ya, di sana ada seperangkat kartu dengan ukuran sama, dan di setiap kartu memuat tulisan tertentu.

“Baik anak- anak, sekarang silakan duduk berkelompok, seperti biasanya. Masing masing kelompok terdiri atas 5-6 siswa,” kata Ibu guru memulai pembelajaran.

Tanpa banyak bicara anak- anak segera membentuk kelompok. Setelah mereka duduk melingkar, Bu Guru mulai membagikan kartu-kartu tersebut.

“Asyik, domino,” celetuk seorang anak demi melihat bentuk kartu yang bentuknya  memang menyerupai kartu domino. 

***

Di atas adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan teman saya sesama guru matematika. Beliau (Ibu Dian) mengajar kelas 7 dan sampai pada bab Persamaan Linier Satu Variabel (PLSV)

PLSV adalah materi aljabar yang diajarkan di kelas tujuh. Ya, aljabar. Di antara siswa banyak yang menganggap aljabar adalah materi yang sulit . Mengapa? Dalam aljabar siswa mulai diajak berpikir abstrak. Mereka mulai mengenal variabel sebagai unsur yang belum diketahui dalam kalimat matematika.

Penggunaan variabel yang berupa huruf huruf ini sering membuat siswa merasa bingung. Bahkan ada gurauan yang mengatakan bahwa matematika di awal  rasanya baik- baik saja, tapi ceritanya mulai berbeda ketika huruf- huruf ikut campur di dalamnya. He..he…

Kembali pada masalah PLSV, materi ini diajarkan sesudah siswa belajar tentang operasi bentuk aljabar. Menyelesaikan PLSV adalah hal dasar yang harus dikuasai siswa karena banyak dipakai untuk menyelesaikan masalah-masalah matematika.

Tentang PLSV

Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV) adalah kalimat terbuka yang dihubungkan oleh tanda sama dengan (=) dan hanya memiliki satu variabel berpangkat satu.

Contoh PLSV : 2x + 5 = 15.

                           3x +7 = 34

                           2x -6 = 18 dll

Dalam materi PLSV, kita banyak diminta untuk mencari nilai variabel sehingga pernyataan menjadi bebar.

Contoh : carilah nilai x sehingga 2x + 5 = 15.

Jawaban untuk soal tersebut adalah x = 5 karena 2×5 + 5 = 15 dan seterusnya.

Kartu Domino Aljabar

Domino aljabar, dokumentasi pribadi

Agar dapat menguasai materi PLSV dengan baik, siswa harus banyak berlatih. Ya, semakin banyak latihan mereka akan semakin trampil dalam menyelesaikan soal dalam berbagai bentuk.

Seperti halnya kita perlu berlatih fisik untuk menguasai satu jenis olah raga, dalam menguasai matematika kita juga harus banyak melakukan latihan untuk menata cara berpikir kita.

Banyaknya latihan sering membuat siswa merasa jenuh atau bosan. Lebih lebih siswa zaman sekarang yang mudah ‘burn out’ ketika harus mengerjakan tugas dalam jumlah yang banyak. 

Karenanya adalah tantangan bagi guru untuk mengemas pembelajarannya agar siswa betah meskipun ada banyak tugas yang harus dikerjaan. 

Untuk itu diperlukan media pembelajaran yang menarik bagi siswa. Media yang bisa melatih ketrampilan  dalam bermatematika dan tidak membosankan.

Berkaitan dengan hal tersebut Ibu Dian mempunyai ide untuk menggunakan kartu domino aljabar ini sebagai media pembelajaran.

Kartu domino adalah permainan kartu atau ubin kecil berbentuk persegi panjang kecil yang memiliki bulatan (titik) sebagai penanda angka, terbagi dua bagian oleh garis tengah. 

Permainan ini bertujuan menghabiskan kartu dengan mencocokkan jumlah titik pada ujung kartu di meja, umumnya dimainkan oleh 2–4 orang. 

Dengan mengadaptasi kartu domino biasa inilah, kartu domino aljabar dibuat. Kartu domino aljabar mempunyai  dua sisi dengan satu sisi berisi pertanyaan mengenai PLSV dan sisi yang lain jawaban dari PLSV pada kartu yang lain.

Nah, bagaimana penggunaannya dalam pembelajaran? Secara singkat bisa dijabarkan sebagai berikut:

Siswa bermain kartu domino aljabar, dokumentasi pribadi Dian

1. Setiap tim duduk dalam kelompoknya, lalu diberikan satu set kartu. Tugas mereka adalah menyelesaikan soal PLSV pada setiap kartu.  

2. Setelah semua kartu terjawab, mereka harus menyusun kartu domino tersebut dengan urutan soal – jawaban – soal – jawaban, dan seterusnya dimulai dari kartu start hingga pada kartu terakhir (kartu finish)

3.  Selain menyusun kartu tugas tiap tim adalah menuliskan langkah penyelesaian dari tiap soal di atas pada kertas yang telah disediakan.

4.  Setiap susunan pasangan kartu dan langkah penyelesaian yang benar akan mendapat 10 poin. Tim dengan perolehan skor tertinggi dan tercepat menyelesaikan menjadi pemenang. 

Dalam permainan ini disediakan dua macam kartu yaitu kartu yang berisi soal yang sederhana dan kartu dengan soal yang lebih kompleks. 

Jika tim sudah selesai dengan soal yang sederhana, mereka boleh menggunakan kartu dengan soal yang lebih kompleks.

“Asyik,”

“Sangat menyenangkan,” begitu komentar siswa yang mengikuti “permainan domino” hari itu.

Tidak perlu ragu untuk terus berinovasi, karena perubahan besar dalam dunia pendidikan bisa dimulai dari hal-hal yang tampak kecil dan sederhana.

“Siswa  bisa melatih kemampuan matematikanya dalam suasana yang menyenangkan, ” ungkap Ibu Dian.

Akhirnya adalah sebuah tantangan bagi seorang guru untuk mengemas pembelajaran di kelasnya agar lebih menyenangkan. 

Tidak perlu ragu untuk terus berinovasi dalam pembelajaran dengan tetap memperhatikan esensi materi yang akan kita sampaikan, karena perubahan besar dalam dunia pendidikan bisa dimulai dari hal-hal yang tampak kecil dan sederhana.

Semoga bermanfaat dan salam matematika 

Yuli Anita

Published by

Yuli Anita

"The more that you read, the more things you will know. The more that you learn, the more places you’ll go."

Leave a Reply

Your email address will not be published.