Semua terus berubah, ada yang datang, ada yang pergi. Karena begitulah dunia. Seperti kata Heraclitus, “Tidak ada yang tidak berubah, selain perubahan itu sendiri.”
Pada hari Selasa (04/01) kembali dilaksanakan perpisahan dengan salah satu guru SMP Negeri 3 Malang di ruang guru.
Kali ini Bapak Aksan akan meninggalkan SMP Negeri 3 Malang untuk selanjutnya melaksanakan tugas baru sebagai kepala SDN Arjosari 3 Malang.
Sungguh sebuah prestasi yang sangat membanggakan. Dedikasi dan perjuangan beliau akhirnya membuahkan sebuah prestasi.
Ya, beliau adalah sosok yang penuh dedikasi. Selama 19 tahun mengajar di SMP Negeri 3 Malang beliau pernah menjabat sebagai tim tatib, wali kelas, staf kurikulum, ketua staf Kesiswaan, tim SPMI dan terakhir sebagai waka Kurikulum (2019-2025).
Bergabung dalam tim kurikulum selama kurang lebih dua tahun, saya mempunyai catatan tersendiri tentang Pak Aksan. Beliau adalah sosok yang penuh semangat, cerdas dan sangat religius
Pak Aksan dalam sebuah kesempatan , dokumentasi Bintaraloka
Dalam pertemuan pagi itu Bapak Aksan mengucapkan terima kasih pada semua Bapak Ibu guru atas kerjasamanya selama ini, juga tak lupa meminta maaf jika selama berinteraksi di sekolah beliau pernah melakukan kesalahan.
Dalam pidato pagi itu Bapak Teguh Kepala SMP Negeri 3 Malang mengucapkan terima kasih pada Bapak Aksan atas dedikasinya selama ini, juga berharap agar Bapak Aksan bisa melaksanakan tugas di tempat yang baru dengan baik dan penuh dedikasi.
Penyerahan kenang-kenangan dari sekolah, dokumentasi pribadi Penyerahan kenang-kenangan dari Dharma Wanita, dokumentasi pribadi
Tak lupa Pak Teguh juga berharap ke depan akan banyak guru guru Bintaraloka yang menjadi kepala sekolah , karena menjadi kepala sekolah adalah sebuah titik perjalanan karier dari seorang guru.
Sesudah perpisahan Bapak Aksan diantar menuju SDN Arjosari 3 oleh Bapak Kepala sekolah dan beberapa guru.
Di SDN Arjosari 3 Malang, dokumentasi Bintaraloka
Akhirnya selamat bertugas di tempat yang baru, Pak Aksan. Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan, kelancaran dan kesuksesan.
Dalam materi ini kalian akan mempelajari tentang unsur-unsur Tabung, Kerucut , Bola, serta cara menghitung luas permukaan dan volumenya.
Bangun Ruang Sisi Lengkung, Sumber gambar: Kompas.com
Tabung
Tabung adalah bangun ruang tiga dimensi yang memiliki dua buah sisi yang berbentuk lingkaran dan satu buah sisi yang berbentuk persegi panjang yang melengkung.
Unsur-unsur tabung atau silinder meliputi alas dan tutup tabung, selimut tabung, jari-jari , diameter, dan tinggi tabung.
Unsur-unsur tabung. Tangkapan layar pribadi
Luas permukaan tabung adalah jumlah luas dari seluruh sisi tabung, termasuk sisi atas, sisi bawah, dan sisi samping.
Rumus Luas Permukaan Tabung
Luas permukaan tabung dapat dihitung menggunakan rumus:
L = 2πr(t + r)
Dimana:
– L = luas permukaan tabung
– π (pi) = 3,14 atau 22/7
– r = jari-jari tabung
– t = tinggi tabung
Volume tabung adalah jumlah ruang yang ditempati oleh tabung.
Rumus Volume Tabung
Volume tabung dapat dihitung menggunakan rumus:
V = πr²t
Dimana:
– V = volume tabung
– π (pi) = 3,14 atau 22/7
– r = jari-jari tabung
– t = tinggi tabung
Contoh benda berbentuk tabung, sumber gambar: Hendra Math Blog
Contoh Soal
Sebuah tabung memiliki jari-jari 4 cm dan tinggi 6 cm. Berapa luas permukaan dan volume tabung tersebut?
Dengan demikian, luas permukaan kerucut adalah 90,35 cm² dan volume kerucut adalah 56,52 cm³.
Contoh benda berbentuk kerucut, sumber gambar : website gambar
Bola
Sumber gambar : Shutterstock
Bola adalah bangun ruang yang dibatasi oleh bidang lengkung, yang jaraknya ke titik pusat selalu sama. Bola mempunyai selimut dan tidak memiliki sudut. Bola tidak memiliki rusuk dan titik sudut, memiliki bidang sisi lengkung, yang disebut sisi atau selimut bola.
Sumber gambar: Orami
Jika jari-jari bola adalah r, maka diperoleh rumus sebagai berikut:
Luas Bola = 4 πr²
Luas bola benda berongga = 2πr
Luas bola benda padat / pejal = 3πr²
Volume bola 4/3 πr3
Contoh soal:
Sebuah bola memiliki jari-jari 14 cm. Hitunglah (π = 22/7)
a. Luas permukaan bola
b. Volume bola
Pembahasan:
Diketahui: r = 14 cm, Pi = 22/7
a. Luas permukaan bola:
L = 4. pi. r^2
L = 4 .22/7.14.14= 2464 cm ^2
b. Volume bola:
V = 4/3. pi .r.r.r
V =4/3.22/7.14.14.14 = 11498,67 cm^3
Soal 2
Luas permukaan sebuah bola adalah 616 cm². Tentukan volume bola tersebut. (π = 22/7)
Pembahasan:
Diketahui: L = 616 cm², Pi = 22/7
Rumus luas permukaan bola:
L = 4. pi. r^2
616 = 4. 22/7. r^2
616 = 88/7. r^2
r^2 = 616 . 7/88 = 49, jadi r =7
Volume bola:
V = 4/3. pi . r.r.r
V = 4/3. 22/7. 7.7.7 = 1437 cm^3
Untuk menguji pemahaman kalian, coba kerjakan soal berikut ini:
1. Sebuah tabung memiliki jari-jari 5 cm dan tinggi 10 cm. Berapa luas permukaan dan volume tabung tersebut?
2. Sebuah kerucut memiliki jari-jari 3 cm dan tinggi 4 cm. Berapa luas permukaan dan volume kerucut tersebut?
3. Sebuah bola diameternya 40 cm, tentukan luas permukaan dan volumenya!
Hari Jumat (31/01) telah dilaksanakan peringatan Isrok Mi’roj Nabi Muhammad Saw di Bumi Bintaraloka.
Acara yang diikuti selluruh warga Bintaraloka ini berlangsung sejak pagi hari dengan dipandu pembawa acara Rajendra Davy Alvaro kelas 7.3 dan Nazrul Resky Arreza 7.4
Pembawa acara dari kelas 7.3 dan 7.4, dokumentasi pribadi
Diawali dengan bacaan sholawat okeh grup Banjari SMP Negeri 3 Malang, acara dilanjutkan dengan khotmil Quran yang dipimpin oleh Bapak Aminullah.
Al banjari, dokumentasi pribadi
Sesudah khotmil Quran acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat ayat suci Al Qur’an dan terjemahannya oleh Al Fatih kelas 8.4 dan Kayla Safira putri setiawan kelas 8.1
Sambil menunggu kehadiran Bapak Ustad H. Sudirman Nachrowi, S.Ag, M.Ag, acara diisi dengan pembacaan sholawat dan tampilan lagu dari para anggota BDI.
Persembahan dari BDI, dokumentasi Bintaraloka
Sekitar pukul delapan lebih acara yang dinantikan pun tiba yaitu tausiyah hikmah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw 1446 H.
Diterangkan oleh Bapak Sudirman bahwa Isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersama malaikat Jibril pada malam hari dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha Palestina.
H. Sudirman Nachrowi, S.Ag, M.Ag, dokumentasi Bintaraloka
Sedangkan mi’raj adalah berjalanan nabi dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah subhanahu wata’ala sang pencipta Alam semesta.
Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala dalam surat Isra’ ayat 1:
Artinya: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjid Aqsho yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS. Isra’: 1),
Dari ayat tersebut bisa dipahami bahwa yang memperjalankan Nabi adalah Allah SWT.
Ada tiga akibat penting dari peristiwa Isra’ Mi’raj ini bagi umat zaman nabi saat itu, yaitu bagi yang baru masuk Islam banyak yang murtad, bagi orang kafir, mereka semakin bertambah kebenciannya sementara bagi kaum beriman, mereka semakin tebal keimanannya.
Peserta kegiatan Isra’ Mi’raj, dokumentasi Bintaraloka
Peristiwa Israk Mi’raj juga menunjukkan bukti ke Maha Sucian Allah, yaitu suci dari kebohongan juga ketidak berdayaan.
Dalam acara pagi itu Ustad Sudirman juga berpesan agar di bulan Sya’ban ini kita banyak banyak bersholawat pada Nabi. Ya , Sya’ban adalah bulan yang istimewa.
Hal itu berlandaskan hadis Rasulullah SAW yang diriwayat oleh Hasan:
عن الحسن مرسلًا أنه قال – صلى الله عليه وسلم -: رجب شهر الله، وشعبان شهري، ورمضان شهر أمتي
“Diriwayatkan dari Hasan Rasulullah bersabda: bulan Rajab merupakan bulannya Allah dan bulan Sya’ban adalah bulanku (Rasulullah), sedangkan bulan Ramadlan merupakan bulannya umatku (Nabi Muhammad)”.
Peserta Isra’ Mi’raj, dokumentasi Bintaraloka
Di akhir acara pagi ini Bapak Aksan memberikan sedikit sambutan yang berisi ucapan terima kasih pada semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga acara Israk Mi’raj pagi itu berjalan dengan lancar.
Kerja keras BDI, OSIS dan panitia penyelenggara sungguh patut diapresiasi dalam hal ini.
Panitia dari BDI , dokumentasi pribadi Panitia dari BDI, dokumentasi pribadi
Peringatan Israk Mi’raj hakekatnya adalah perayaan tentang turunnya perintah sholat, hal mana menunjukkan betapa pentingnya kedudukan sholat dalam keseharian umat Muslim.
Bapak Kepala SMP Negeri 3, staf dan Bapak Sudirman, dokumentasi Bintaraloka
Harapan Ibu Ida dan Ibu Utin dengan perayaan ini ke depan siswa bisa lebih menjaga dan memelihara sholat lima waktu, dan selalu menerapkan karakter baik dalam kegiatan mereka sehari-hari.
Sesuai tema perayaan kali ini yaitu Meningkatkan Kualitas Akhlak dan Ibadah Generasi Milenial di Era Digital.